Disturbance [Ending-Let Time Go By]

disturbance

Title                       : Disturbance

Author                  : Ima (@bling0320)

Main Casts          : Yoon Hye Rin, Kris Wu, Xi Luhan

Support Casts    : Lee Hana, Kim Jongin

Genre                   : Romance, Fluff,

Rating                   : PG-15

[Disturbance] [1st Part] [2nd Part] [Ending-LTGB]

[Ending—Let Time Go By]

Musim semi sudah mencapai di penghujungnya ketika Hye Rin tengah bersiap untuk acara wisudanya. Ia mematut pantulan dirinya sendiri di cermin yang sudah lengkap dengan balutan blazer. Akhirnya hari itu tiba. Hari dimana ia menyelesaikan studinya setelah cukup lama menyusun skripsi. Melewati berbagai rintangan yang membuat seluruh pengerjaan skripsinya tertunda.

Lebih banyak masalah mengenai hatinya sebenarnya. Ia terlalu sering memikirkan tentang dua laki-laki yang berada di hidupnya. Mencari keputusan terbaik untuk hidupnya yang juga harus mengorbankan perasaan salah satu laki-laki itu. Pada akhirnya ia menemukan satu pilihan yang tepat.

Seulas senyum muncul di bibirnya. Ia segera meraih tas slempang miliknya dan bergegas keluar dari apartemen. Masih ada beberapa hal yang harus diurus di kampus, karena baju wisuda untuknya dibawa Hana kemarin.

“Halo,” Hye Rin mengangkat telepon yang masuk seraya memasuki taksi –yang baru diberhentikannya. Ia menyebutkan Kyung-hee pada supir taksi itu sebelum menempelkan kembali ponsel itu ke telinganya.

Yoon Hye Rin, kau dimana? Cepat datang bodoh, sebentar lagi acaranya dimulai!

“Iya sebentar, aku masih di taksi,” jawab Hye Rin, sedikit gusar. Seharusnya ia memang datang lebih awal jika tidak terlambat bangun tadi pagi.

Aku yakin taksinya baru berangkat ‘kan? Ish, kau tidak pernah berubah. Aku tunggu di ruang ganti, ne? 15 menit lagi kau harus ada di sini.’

Nee~. Tunggu saja, Hana-ya,” Hye Rin menutup teleponnya dengan Hana lalu menatap keluar jendela taksi. Jika pria itu ada di Korea, ia bisa sampai hanya dengan waktu 10 menit ke Kyung-hee.

Hye Rin terkekeh geli. Ia sangat ingat bagaimana waktu itu harus menahan mual dan kakinya yang gemetar ketika turun dari mobil. Namun itu semua hanya di masa lalunya. Tidak terjadi di masa sekarang, ketika ia terlambat datang –yang membutuhkan waktu cepat untuk sampai ke kampusnya.

Ahjussi, bisa lebih cepat lagi? Aku sudah terlambat,” ujar Hye Rin, dijawab sebuah anggukan oleh pria paruh baya di depannya.

Jam menunjukkan sekitar pukul setengah sembilan ketika Hye Rin turun di gerbang Kyung-hee. Membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari apartemennya jika naik taksi. Ia bergegas turun dan dengan setengah berlari melewati jalan setapak menuju hall –yang memang selalu digunakan untuk wisuda.

“Ah! Akhirnya kau datang juga, Yoon Hye Rin!” seru Hana heboh ketika Hye Rin membuka pintu ruang ganti di bagian belakang hall, “10 menit lagi acaranya mulai! Kau tidak mau telat ‘kan?”

“Santai, Lee Hana. Suruh siapa kau bawa baju wisudaku kemarin, ha?” tanya Hye Rin seraya menerima sodoran tas karton dari Hana dan mengeluarkan isinya. Ia segera memakai pakaian wisuda berwarna hitam itu, tidak lupa memasang toga di kepalanya.

“Kau yang sibuk dengan ‘urusan’ lain. Harusnya kau berterima kasih karena aku mengambil baju wisudamu di kampus,” Hana menggelengkan kepalanya melihat Hye Rin sedikit kerepotan merapikan pakaiannya.

“Ah, ne. Gomawo nae chingu!” Hye Rin tersenyum lebar lalu memeluk Hana dengan sangat erat, “Kau memang yang terbaik!”

“Jangan lupa janjimu. Aku harus menjadi pendamping pengantin wanitanya nanti,” ujar Hana seraya menggelengkan kepalanya, “Aish! Lepaskan pelukanmu sekarang, Hye Rin-ah. Kita harus ke hall sekarang.”

“Aku masih ingat janji itu, Hana-ya. Tenang saja,” Hye Rin melepaskan pelukannya lalu menarik tangan Hana segera keluar dari ruang ganti itu. Menuju hall dan melewati saat-saat istimewa di hidupnya. Ketika ia mendapatkan penghargaan atas apa yang sudah ditempuhnya selama ini untuk menuntut ilmu.

***

Acara wisuda berjalan dengan sangat lancar. Hye Rin mendapat bagian pidatonya ketika menjadi salah satu murid terbaik –karena mendapat nilai rata-rata yang tinggi dan penilaian tentang skripsinya yang juga baik. Ia berterima kasih pada orang-orang yang sudah berjasa dalam hidupnya dan yang sudah membantunya menyelesaikan skripsi itu.

Termasuk seorang pria yang kini entah berada di mana karena tidak bisa hadir di acara wisudanya.

Hye Rin dan Hana saling memeluk dengan erat ketika acara wisuda sudah selesai dan semua mahasiswa yang sudah diwisuda itu berkumpul di halaman bagian tengah universitas Kyung-hee.  Keduanya tertawa geli kemudian melepas toga di kepala mereka, melemparkannya ke atas –bersama para mahasiswa yang lain.

Cish. Sayang sekali dia tidak bisa datang ke wisudamu, Hye Rin-ah,” ujar Hana meledek sahabatnya yang tidak ditemani laki-laki itu di acara wisuda.

“Pekerjaannya lebih penting, Hana-ya,” balas Hye Rin malas lalu mengacak rambut Hana dengan gemas.

Hana mengerucutkan bibir kesal, “Jangan mengacak rambutku!”

“Ya! Kau juga tidak ditemani Kai ‘kan? Dimana pacar eksotismu itu?” tanya Hye Rin seraya menyipitkan matanya, menelisik Hana.

“Dia pasti datang. Seingatku jadwalnya kosong hari ini,” Hana menggaruk pipinya yang tidak gatal lalu melihat ke sekeliling, memperhatikan para mahasiswa yang sudah bertemu sanak saudara atau kekasih mereka, “Ya! Kkamjong!”

Hye Rin memutar kepalanya. Mengikuti arah pandangan Hana pada sosok laki-laki –berkulit sedikit hitam yang tengah berlari ke arah mereka. Laki-laki itu membawa sebuket bunga lalu menyerahkannya pada Hana, walaupun terlihat sedikit malu.

“Tumben kau mau bawa bunga. Oppadeul yang menyuruhmu, ya?” tanya Hana dan sontak mendapat pukulan di kepala oleh Kai.

“Kau kira aku ini laki-laki seperti apa, Han-ah? Ini ideku sendiri, tahu?” protes Kai.

Hana tersenyum simpul kemudian menggamit lengan Kai dengan mesra, “Gomawo chagiya~.

“Ah, jinjja. Aku geli mendengarnya, Han-ah,” Kai segera menyingkirkan lengan Hana lalu malah mengacak rambut gadis itu.

Hye Rin hanya terkekeh geli dan menggelengkan kepalanya. Hana dan Kai tidak pernah terlihat romantis sama sekali. Namun keduanya punya cara tersendiri untuk menunjukkan kasih sayang mereka. Dan itu membuat Hye Rin sedikit iri sebenarnya. Karena ia bahkan sangat jarang bertemu kekasihnya sendiri.

Chukhahae, Yoon Hye Rin,” sebuah bunga yang muncul dari balik Hye Rin membuat gadis itu berbalik. Seulas senyum muncul di bibir Hye Rin dan otomatis membuat pria itu tersenyum juga.

“Luhan-ah, gomawoyo,” Hye Rin menerima buket bunga berwarna kuning itu lalu kembali tersenyum lebar pada Luhan.

Luhan balas tersenyum padanya, “Akhirnya kau wisuda juga, Hye Rin. Penantian yang sangat panjang.”

“Jangan meledekku, Xi Luhan,” sahut Hye Rin seraya memasang ekspresi datarnya.

Hana dan Kai berdehem pelan, membuat kedua orang itu menoleh ke arah mereka, “Kami pulang duluan, ya? Jongin mengajakku karaoke,” ujar Hana.

Ne~, kami pergi dulu ya,” Kai menyahut kemudian segera menarik tangan Hana dari tengah kerumunan para mahasiswa itu. Memberi privasi pada Hye Rin dan Luhan mungkin.

Hye Rin bahkan belum sempat membuka mulut dan kedua sahabatnya itu sudah melesat entah kemana. Ia kembali menatap Luhan yang berdiri di depannya, “Kenapa kau di sini?”

“Hey, sahabatku wisuda, jadi aku harus datang ‘kan?” tanya Luhan balik lalu menepuk puncak kepala Hye Rin, sadar bahwa rambut gadis itu tidak mungkin diacak-acak olehnya.

Sahabat.

Hye Rin memutuskan untuk bersahabat dengan Luhan sejak menerima ajakan Kris untuk menikah. Walaupun ada sebagian hatinya yang masih menginginkan laki-laki itu. Ia tidak mengerti bagaimana jalan hatinya yang malah memilih Kris untuk menjadi pendamping hidup. Jika Kris tidak datang ke hidupnya, mungkin ia akan bersama Luhan selamanya. Atau ketika ia tidak berbuat bodoh di masa lalu, maka ia akan bersama Luhan juga.

“Jangan memikirkan Kris, Hye Rin-ah. Dia sedang bekerja,” seru Luhan lalu terkekeh pelan saat Hye Rin mendelik ke arahnya.

“Aku tahu. Dia bahkan sangat sibuk sampai lupa mengucapkan selamat.”

***

Hye Rin membuka pintu taksi yang dinaikinya dengan lemah. Tubuhnya terasa lelah karena seharian menjalani acara wisudanya sendirian. Ia memasuki lobby dengan langkah gontai. Sesekali ia tersenyum pada beberapa orang yang dikenalnya karena berada di satu lantai –walaupun Hye Rin tidak mau susah-susah berpikir nama orang itu.

Harusnya pria itu datang dan menemaninya di hari wisuda. Meninggalkan pekerjaan sehari saja tidak akan membuatnya mati. Acara wisuda yang pertama kali bagi Hye Rin itu pasti akan sangat berkesan jika laki-laki itu datang. Memberinya sebuah buket bunga seperti yang Luhan lakukan tadi. Ia mengerti sekarang kenapa sebelum menikah sering terjadi berbagai masalah. Bisa saja ia kembali pada Luhan. Karena Kris berubah menjadi sangat sibuk menjelang pernikahan mereka dan Hye Rin yang menjadi lebih sensitif akhir-akhir ini.

Hye Rin mengetik kode apartemennya. Ia mencabut kunci kartu dari tempat mengetik kode itu dan membuka gagang pintu. Melangkah masuk dengan malas lalu menyalakan saklar lampu tepat di belakang pintu seraya melepas sepatu dengan hak setinggi 5 senti yang dipakainya.

Welcome home, sweety.

Hye Rin tersentak kaget ketika suara berat itu memasuki rongga pendengarannya. Kedua matanya kini tertuju pada sosok laki-laki berbalut kemeja biru muda dan celana jeans hitam yang tengah berdiri di dekat meja makan. Membawa sebuket bunga mawar berwarna merah pekat.

“Kau… Kenapa bisa?” tanya Hye Rin tidak mengerti seraya melangkah mendekati laki-laki itu. Ia melihat sebuah kue di atas meja makan dan beberapa hidangan –yang tidak tahu berasal dari mana.

“Semuanya bisa dilakukan, Yoon Hye Rin.”

“Kris Wu! Berhenti bercanda!” Hye Rin mencubit gemas lengan atas laki-laki itu. Dan Kris hanya bisa tertawa geli melihat ekspresi kekasihnya.

“Maaf membuatmu kesal, Hye Rin-ah. Aku lari dari China dengan pesawat paling pagi lalu menyiapkan ini semua selama acara wisudamu. Congratulation sweety!” seru Kris kemudian menyerahkan buket bunga mawar itu pada Hye Rin.

Hye Rin menerimanya, masih dengan wajah ditekuk kesal. Ia kembali memukul lengan atas Kris dengan buket bunga itu, “Bagaimana kau masuk apartemenku, ha?”

“Jangan marah lagi, Hye Rin-ah,” Kris memegang kedua pundak Hye Rin lalu mengecup kening gadis itu sekilas, “Semuanya bisa dilakukan untuk calon istriku ini. Kau tidak perlu tahu caranya.”

“Aku kesal, Kris Wu. Luhan datang tadi siang. Hari ini adalah saat-saat istimewa, tapi kau malah tidak datang,” balas Hye Rin seraya menarik kursi meja makan dan duduk di sana.

“Tapi aku ada di sini sekarang untuk merayakannya,” ucap Kris, mencoba merajuk kekasihnya yang tengah kesal itu, “Ayo tiup lilinnya, Hye Rin-ah.”

Hye Rin menatap kekasihnya itu dalam diam. Tidak ada gunanya marah pada Kris hari ini. Ia harusnya berterima kasih karena Kris sudah mau melarikan diri dari rapat penting di China untuk dirinya. Walaupun tidak datang ke Kyung-hee, tapi ia bersyukur karena Kris sudah mau memerikan buket bunga dan membeli makanan untuk merayakan kelulusannya.

Cha~, ayo tiup lilinnya,” Kris meletakkan pemantik gas yang sudah digunakannya untuk menyalakan lilin kemudian ikut duduk di meja makan, tepat di samping Hye Rin.

Gomawoyo, Kris Wu,” ujar Hye Rin sebelum menutup kedua mata dan mengatupkan kedua tangannya untuk membuat sebuah permohonan.

‘Semoga pilihanku tepat dan pernikahan kami lancar minggu depan. Thanks God.’

Hye Rin lalu meniup lilin-lilin itu dan disambut oleh tepuk tangan Kris. Laki-laki itu kemudian mengambil sebuah pisau dan membantu Hye Rin memotong-motong kuenya.

“Kuenya enak?” tanya Kris tiba-tiba ketika Hye Rin tengah mencoba kue berdiameter 20 senti itu.

“Enak,” jawab Hye Rin singkat.

“Baguslah. Aku pesan di toko kue ini juga untuk pernikahan kita nanti,” ucapan Kris sontak membuat Hye Rin tersedak. Gadis itu meraih gelas di dekatnya lalu menatap Kris heran.

“Menikah? Memangnya kita mau menikah? Kukira kau lupa kita akan menikah minggu depan,” ucap Hye Rin sarkastik.

Kris menggelengkan kepalanya tidak mengerti, “Kenapa kau berpikir seperti itu?”

Molla,” Hye Rin mengendikkan bahu tak acuh, “Kau semakin sibuk. Aku sempat berpikir kau tidak mau menikah denganku.”

“Ya~,” Kris segera memegang kedua bahu Hye Rin dan membuat gadis itu menghadap ke arahnya. Ia menatap kedua mata Hye Rin dengan lembut.

“Apapun yang terjadi, kita berdua akan menikah. Kau jangan pernah berpikir seperti itu lagi, ne? Aku sibuk karena ada sedikit masalah di kantor,” jelas Kris lalu menurunkan tangannya dari kedua bahu Hye Rin. Ia kemudian menurunkan kepalanya, mensejajarkan wajahnya dengan wajah gadis itu.

Dan Hye Rin tidak bisa menolak ketika bibir Kris menyapu bibirnya dengan lembut. Ia mencengkeram kedua lengan atas laki-laki itu, tidak bisa menahan rasa yang menggelitik perutnya. Kedua lengan Kris kini sudah memeluk pinggangnya, menarik tubuhnya agar semakin dekat dan memperdalam ciuman itu. Cengkeraman tangan Hye Rin pun berpindah ke belakang tengkuk laki-laki itu ketika Kris mulai melumat bibirnya.

Hye Rin tidak pernah merasa sebahagia itu entah kenapa. Ia yakin bahwa Kris mencintainya, dan tidak mungkin akan membatalkan rencana pernikahan mereka begitu saja. Ia saja yang terlalu memikirkan banyak hal akhir-akhir ini.

Kris tiba-tiba saja mendorong tubuhnya menjauh, membuat kedua alis Hye Rin bertaut heran. Kris terlihat sangat frustasi ketika malah mengacak rambut pirangnya. Kemudian Kris kembali menatap Hye Rin.

“Aku tidak akan pernah bisa menghentikannya. Apa kita tidak bisa menikah besok?”

[Disturbance—Ending—Let Time Go By CUT]

^Regards Ima^

 

34 thoughts on “Disturbance [Ending-Let Time Go By]

  1. OMG! Ga nyangka Luhan cuma sebagai sahabat disini, dtg ke wisuda pula ><
    Udah kuduga Kris bakal buat kejutan :p
    Walaupun aku suka ending yg 1 lagi tp ending yg ini manis jg kok😉
    Suka semua pokoknya dan ga afdol aja kalo part ini ga komen jg *walaupunkomengapen*😄
    Share more Kris fic ya😉

  2. Aq suka cara hyerin ngambil keputusan di Go back to the past.
    tapi dari segi cerita dan bias aq suka Let time go by:)
    Tapi semua ceritanya daebak kok:)
    Keep writing chingu^^

  3. tadinya aku kira di chap ini hye rin ttp sma Luhan..>,,<
    but over all, aku sukkkkaaaa bgt sma ceritanya, toh apa pun keputusannya kalau itu yg terbaik menurut hye rin, ya ok ok aja..^^
    di tunggu karya FF selanjutnya thor, sukses selalu…🙂

  4. aq kira bkal sama luhan, tak tauNya sma kris tochh~~ *poor luhan

    tp endingNya baguz, aq blom baca y6 satuNya sieh #baca ahh

  5. Tuh kan eon thor..pada seneng sm ending yg pertama walaupun emg rada ga msk akaldlm realnnya. Tp itu seperti lebih adil. Hmm,yg ini pun bagus kok. Aku suka jg. Keep writing ne^^ fighting (`ˆ▿ˆ)9

  6. uwaa, ngerasa ga afdol klo aku ga komen dua2.a,,heu
    ending yg prtma story.a bgus. dan yg ini ending.a lbh romantis yaa, aku suka bnget yg ini.. klo aja ada sequel.a,,heu #berharap
    lnjut aja deh thor buat next ff nya. aku tnggu😉

  7. Boleh komen di sini juga kah.-. Wkwkwk cerita yg ini lebih pendek dari yg luhan yaa :p singkat padata dan tentunya bagus wkkwkw author hwaitin ^^

  8. Apa?? Udh nih segini aja aaahhh pengen lagiiii..
    Walaupun ak suka sm kris tp ak lbh suka ending yg bareng luhan lebih berasa gimana gitu.. Di sini juga bgs tp msh lbh bgs yg punya luhan..

  9. Akuu lebih suka ending yg ini…..
    Ceritanya jelas, yg meski dulu (part1/part 2 akuu berharap bgt hye rin balikan ama luhan/
    Meski sama” happy ending, tp ending yg pertama menurut aku rada anehh -.-ceritanya makksaa bgt
    Kalo yg ini kan terarahh….

  10. dua – duanya bagus, tapi aku lebih suka yang ini ~ ^^
    keren keren, alurnya bagus😀
    ditunggu ff yang selanjutnya😀

  11. maaf ya thor, bru smpet comment.
    hehe
    bgung suka yg ending apa, tp bgus smua.
    cuma yg disini, ceweknya enak bgt.
    ketauan selingkuh, tp tetep dpt cowok kyk kris yg udh ganteng, baik lg.
    envy deh
    >,<

  12. Mwo ? aku kira hye rin sama luhan thour pas liat ending yg pertama -.-
    eh,tapi ternyata sama kris jadinya🙂 keren lah thour ^^
    hmmm request ff cast kris lagi thour tapi gener nya sad romance ada hurt nya yah thour ^^

  13. sbenernya susah sih disuruh milih bagusan yang mana, tapi mnrutku ending yg ini lebih pas thor😀
    hbungan dy sama luhan ttep baik walopun cuman sbagai sahabat🙂
    walaupun kris sibuk banget, tapi kliatan kalo dy itu do something lah buat showing his love..
    suka deh thor sama jalan ceritanya🙂
    keep writing thir ^^9

  14. Aku suka yang ini author. Padahal di part sebelumnya aku lebih dukung luhan, tp nggak tau pas baca ending yang Go Back To The Past agak sedikit gimana gitu, soalnya hye rin nya kesannya pengen balik ke luhan gara-gara dia kasihan sama luhan, gak tega luhan tersakiti, walaupun udah di jelasin kalau luhan sakit hyerin pun sakit. Nah, pas baca ending ini aku ngerasa emang ini ending yang aku pengenin, pas dan kesannya nggak maksa. Apalagi disini Kris romantis. (ʃƪ˘⌣˘)

  15. Baca endingnya secara bersamaan, sama-sama happy ending ^o^
    Ini juga sama bagusnya sama ending part Luhan
    Bingung juga sih mana yang paling bagus soalnya bias aku (di EXO-M) Kris sama Luhan juga, dan endingnya sama-sama bagus._.
    Pokoknya kalo jari tangan aku jempol semua, aku kasih sepuluh jempol deh buat author ^^

  16. hyaaaaaaaaaa jujur aku lebih suka ending ini *meskipun pada akhirnya yang dipilih selingkuhannya*
    tapi ceritanya disini so sweet authornim , walaupun luhan harus terluka dan tetep jadi sahabatnya🙂
    tapi overall aku suka dua-duanya tapi berhubung bias kris jadi aku suka yang ini deh hihihi
    btw ~ author daebak banget bikin ceritanya aku speechless banget
    next time bikin ff castnya kris dong hehe😀 ditunggu

  17. entah kenapa lebih suka ending yang iniii. soalnya hyerin nya keliatan tegas sama pilihan nya. disini walaupun luhan pada akhirnya cuma jd sahabat, tapi luhan hyerin tetep baik satu sama lain. kris nya juga beyond romantic ke hyerin nya *.* kalo yang di gbttp kan kesan nya pas lebih milih luhan, hyerin maksa kris pulang ke china. pokoknya kalo ending yang lttgb lebih jelas dan ga mengecewakan. overall dua duanya bagusss bangeeet, tapi aku lebih suka yang ini. keep writing & keep ur skill up, authornim~!^^

  18. Ah sahabat…
    Walaupun sejujurnya aku lbh suka luhan *karna dia bias aku hahaha*, tapi aku suka banget sama ending yg ini!!
    Menurut aku sih lebih “realita”. Dan aku emg suka sama ceritanya, daebak!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s