Disturbance [Ending-Go Back To The Past]

disturbance

Title                       : Disturbance

Author                  : Ima (@bling0320)

Main Casts          : Yoon Hye Rin, Xi Luhan, Kris Wu

Support Casts    : Lee Hana

Genre                   : Romance, Fluff,

Rating                   : PG-15

[Disturbance] [1st Part] [2nd Part] [Ending-GBTTP]

[Ending—Go Back To The Past]

Mungkin memperbaiki masa lalu adalah salah satu jalan terbaik agar tidak menyesal di masa depan. Atau memperbaiki masa depan untuk kembali ke masa lalu juga bisa menjadi jalan lain. Dan mungkin dengan belajar dari masa lalu, penyesalan yang ada bisa sedikit berkurang. Terkadang mengubah sikap kita di masa lalu tidak akan menimbulkan penyesalan, bukan?

“Marry me, Miss Yoon.”

Hye Rin merasakan suaranya tercekat di tenggorokan. Ia menatap kedua mata laki-laki bertubuh tinggi di depannya. Tidak tahu harus menjawab apa atas tawaran itu.

“Kris,” panggil Hye Rin pelan lalu melangkah mundur untuk menjauhi laki-laki itu, “Aku tidak tahu harus bagaimana.”

“Kau hanya perlu menjawab iya atau tidak,” jawab Kris atas pertanyaan ambigu Hye Rin.

“Bukan itu,” Hye Rin menyadari bahwa jaraknya sudah sedikit menjauh dari Kris, “Bukan tentang iya atau tidak. Ini tentang perasaanku.”

“Kenapa? Apa ini menyangkut Luhan?”

Hye Rin berpegangan pada bagian pinggir meja dapur ketika merasakan pusing di kepalanya. Nama Luhan memenuhi pikirannya saat itu. Ia merasa bersalah karena sudah membuat laki-laki itu menangis karena dirinya. Ia mengkhianati Luhan dan harusnya kembali pada Luhan juga, bukan menerima ajakan Kris untuk menikah.

“Aku tidak bisa,” Hye Rin menggeleng lemah, “Maaf, Kris. Tapi aku tidak mau meninggalkan Luhan.”

Pandangan Hye Rin entah kenapa semakin mengabur. Ia tidak tahu bagaimana ekspresi Kris sekarang karena rasa pusing yang semakin menjadi di kepalanya. Hingga sedetik kemudian Hye Rin merasakan tubuhnya menghantam lantai kayu apartemen. Ia melihat sosok Kris berlari ke arahnya walaupun dengan pandangan kabur. Lalu kedua mata Hye Rin menutup sempurna saat Kris berusaha mengangkat tubuhnya dari sana.

***

Guncangan yang cukup keras membuat Hye Rin terbangun. Hye Rin perlahan membuka kedua mata dan mengangkat kepalanya, memperhatikan keadaan di sekitarnya yang terlihat aneh. Keadaan itu benar-benar membuatnya bingung setengah mati. Bagaimana bisa ia berada di sebuah café setelah pingsan di dapur tadi bersama Kris.

Dan itu adalah café favoritnya bersama Luhan.

“Maaf, nona. Kau tertidur sejak satu jam yang lalu,” ujar salah satu pelayan di cafe itu, mengingatkan Hye Rin.

“Ah, kamsahamnida,” Hye Rin membungkuk singkat pada sosok wanita muda itu.

Hye Rin  merapikan rambutnya yang sedikit berantakan setelah tertidur tadi. Pikirannya tidak bisa berhenti memikirkan kejadian yang berada di dalam mimpinya. Tidak. Hye Rin tahu semua itu bukan hanya mimpi belaka. Semuanya bahkan terasa begitu nyata, ketika Kris memeluknya sebelum ia mulai memasak. Ketika ia menolak lamaran Kris karena tidak mau meninggalkan Luhan.

Dan kemudian pikiran Hye Rin tertuju pada Luhan. Laki-laki itu sudah banyak berkorban untuknya selama ini. Pengorbanan Luhan jauh lebih berat dari Kris –yang hanya pindah ke Korea dan mengganti kewarganegaraan itu. Luhan sudah terlalu banyak memakan kenyataan pahit karena dirinya. Dan harusnya ia tidak mengkhianati laki-laki itu untuk bersama Kris. Di dalam tidurnya bahkan Luhan masih bersedia menunggunya, padahal mereka sudah berpisah dan ia yang menyukai laki-laki lain.

Semakin berpikir mengenai mimpi itu, Hye Rin semakin bingung dengan semuanya. Luhan dan Kris. Kedua laki-laki itu selalu mengganggu pikirannya akhir-akhir ini, hingga terbawa ke dalam mimpi seperti itu.

“Yoon Hye Rin. Kau melamun lagi?”

Jantung Hye Rin sontak berdetak cepat. Ia menatap sosok laki-laki yang berdiri di depan mejanya lalu memperhatikan keadaan café yang mulai sepi. Hingga matanya tidak sengaja menangkap kalender yang terpajang di bagian kasir. Kedua mata Hye Rin membulat sempurna. Ia berada di situasi dimana Luhan terlambat datang ke janji yang sudah mereka buat. Mundur satu bulan dari saat Kris melamarnya tadi.

Dan seharusnya Hye Rin melakukan seperti apa yang berada di dalam mimpinya.

Sorry,” gumamnya pelan lalu menyesap secangkir cokelat hangat di depannya. Ia menyadari bahwa Luhan tidak berhenti menatapnya hingga kemudian ia bertanya pada laki-laki itu.

“Kenapa melihatku seperti itu, Xi Luhan?” tanyanya seraya meletakkan cangkir itu.

Luhan hanya tersenyum manis lalu mencubit kedua pipi Hye Rin, “Kau lucu. Matamu sudah seperti panda, tahu? Jangan terlalu keras mengerjakan skripsimu, sayang.”

Tidak. Kejadian itu terlalu sama persis seperti apa yang berada di dalam mimpinya. Setelah ini Luhan akan meminta menginap di apartemennya dan sebuah foto yang terjatuh dari map berisi bahan skripsinya. Foto keramatnya bersama Kris yang membuat ia dan Luhan berpisah.

Deadline, Lu. Aku janji bertemu Kim saem besok pagi,” Hye Rin menggelengkan kepalanya masih dengan menatap kedua mata Luhan.

“Aku akan menginap di apartemenmu,” balas Luhan.

Andwae,” potong Hye Rin cepat.

Dan Hye Rin akan berusaha mengubah masa depan itu. Ia sadar membutuhkan sosok Xi Luhan di sisinya. Bukan sosok Kris. Ia lebih merasa kehilangan saat Luhan berbalik dan meninggalkannya. Membiarkan Luhan menangis dan sakit hati, sama saja memutar balikkan kehidupan Hye Rin. Ia harusnya sadar bahwa Luhan tidak pantas untuk disakiti.

“Kenapa? Aku mau memastikan kekasihku ini tidur cukup, walaupun hanya satu hari. Bilang saja ke Kim saem, kau minta waktu lagi,” balas Luhan, namun dibalas sebuah gelengan cepat oleh Hye Rin.

Hye Rin tahu selanjutnya yang akan terjadi. Jadi ia lebih memilih untuk memeluk map berisi bahan skripsinya dengan erat. Tidak mau bertindak ceroboh untuk membuat masa depannya hancur karena berpisah dengan Luhan. Ia tidak akan memeriksa berkas-berkas itu.

“Kumohon, Lu. Jangan menginap di apartemenku hari ini,” rajuk Hye Rin.

Luhan terlihat menghela napas lalu mengendikkan bahunya, “Araseo. Mungkin kau memang harus mengetik skripsimu dengan serius. Besok pagi aku akan menjemput dan mengantarmu ke Kyung-hee, ya?”

Ne. Jemput aku jam 7,” jawab Hye Rin seraya tersenyum lebar.

Dan sepertinya Tuhan memang memberikan ia kesempatan lagi untuk mengubah semuanya.

***

Keputusan terbaik yang sudah dilakukan Hye Rin adalah membakar foto Polaroidnya bersama Kris pagi hari itu sebelum ia dijemput oleh Luhan. Dan kemudian ia bisa melihat Luhan tersenyum lebar ketika memasuki apartemen untuk menjemput dirinya. Semua rencana –mengubah masa depannya berjalan dengan sangat lancar. Dan hanya ada masalah satu lagi setelah ini.

Kedatangan Kris sebagai tetangga barunya hari itu.

“Mau makan di apartemenmu, Hye Rin-ah?” tanya Luhan ketika mereka –Hye Rin dan Luhan baru saja keluar dari cafetaria Kyung-hee.

Hye Rin menoleh ke arah Luhan seraya tersenyum, “Keurae. Kita beli makanan dimana?”

Luhan hanya terkekeh pelan saat Hye Rin bertanya seperti itu. Biasanya para wanita lain akan bertanya tentang masakan apa yang akan dibuat. Namun berbeda dengan Hye Rin, gadis itu sangat unik. Tidak akan menyentuh area dapur untuk memasak jika tidak terpaksa.

“Hey, kenapa tertawa, Xi Luhan?” tanya Hye Rin heran.

Luhan mengacak rambut Hye Rin dengan gemas, “Aku akan masak nasi di apartemenmu. Kita beli apa? Samgyetang? Kimchi jiggae? Ah, atau aku masak saja di apartemenmu?”

“Kau mau masak atau membakar apartemenku juga terserah, Xi Luhan. Yang penting aku tidak menyentuh apapun yang berhubungan dengan dapur, ne?” ujar Hye Rin kembali membuat Luhan  malah tertawa keras.

“Ya! Jadi kalau kita menikah nanti, aku yang harus memasak tiap hari?” tanya Luhan seraya mengacak rambut kekasihnya itu dengan gemas.

Hye Rin merasakan jantungnya berdebar kencang. Ia mengerucutkan bibirnya lalu mendelik pada Luhan, “Kalau kau mau sakit perut tiap hari tidak apa-apa.”

Eish,” Luhan merangkul Hye Rin dengan erat kemudian berbisik di telinga gadis itu, “Saranghae.

Hye Rin malah tertawa geli lalu mendorong pelan bahu Luhan agar menjauh darinya, “Geli, tahu? Hihi Nado saranghae.

Sedetik kemudian Luhan melepaskan rangkulannya dan beralih menggenggam tangan gadis itu. Ia tidak akan pernah mau kehilangan gadis itu. Dan tidak akan pernah mau meninggalkan gadis itu. Kecuali jika Hye Rin tidak mencintainya lagi, maka ia akan melepaskannya untuk pria lain yang bisa membuat gadisnya kembali tersenyum.

Hye Rin masih terus menggenggam tangan Luhan ketika keluar dari lift di lantai 10 –menuju apartemennya. Ia masih sangat ingat apartemen Kris yang bernomor 111, tepat bersebelahan dengan apartemennya. Saat ia akan membuka pintu nanti, maka Kris akan memeluknya dari belakang. Jika Luhan ikut bersamanya, mungkin itu semua tidak akan terjadi.

“Luhan-ah, aku mau cari kuncinya dulu,” ujar Hye Rin lalu terkekeh pelan.

Luhan melepaskan tangan gadisnya dan membiarkan Hye Rin berjalan sembari mengaduk-aduk isi tas. Hingga kemudian ia menahan pundak gadis itu ketika berhenti tepat di depan pintu bernomor 109. Kedua matanya masih terus memperhatikan Hye Rin saati pintu di sebelah apartemen Hye Rin tiba-tiba terbuka. Ia melihat sosok laki-laki tinggi berambut pirang keluar dari sana. Melihat ke arahnya dengan tatapan yang sangat tajam.

“Ah jinjja, harusnya aku menaruh kunci itu di dompet . Luhan-ah, kau mau—.”

Ucapan Hye Rin terhenti saat itu juga. Ia melihat Kris tengah berdiri di depan pintu apartemen sembari melipat tangan di depan dada dan tersenyum simpul. Pria itu terlihat jauh lebih tampan daripada yang ada dalam mimpinya sungguh. Tapi Luhan sepertinya jauh lebih baik dari ketampanan itu sendiri.

“Hai,” sapa Hye Rin kaku. Dan Kris hanya menatap lurus ke arahnya.

“Kau kenal dia?” tanya Luhan tiba-tiba. Hye Rin menoleh dengan cepat, tersenyum lebar kemudian mengangguk.

“Apa kabar, Kris? Kenalkan ini Luhan,” Hye Rin maju selangkah untuk mendekati Kris seraya menarik tangan Luhan, “Calon suamiku.”

***

Hye Rin tengah berdiri di balkon apartemennya malam itu dengan secangkir cokelat hangat. Ia merasakan angin musim semi menerpa wajahnya. Ketika ia menyadari bahwa bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semuanya dan tidak membuat penyesalan itu datang kemudian, mungkin Tuhan sudah menyusun semuanya. Bahwa ia memang harus bersama Luhan dan tidak membuat laki-laki baik itu tersakiti.

Suara berat milik Kris masuk ke dalam pendengarannya tepat sebelum Hye Rin melangkah masuk ke dalam apartemennya. Ia kembali melangkah keluar lalu menatap sosok laki-laki yang berada di balkon sebelah kamarnya.

“Kau sengaja melakukannya?” tanya Kris.

Hye Rin mengerutkan kening, “Melakukan apa?”

“Mengenalkan Luhan sebagai calon suamimu?” tanya Kris seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

Hye Rin tertawa pelan lalu berjalan mendekati pinggiran balkon agar semakin dekat dengan Kris. Tatapan laki-laki itu terlihat sangat menusuk, “Itu memang kenyataannya. Kami memang mau menikah, Kris.”

“Kukira kau akan berpisah dengannya. Setelah semuanya yang sudah kita lakukan dulu,” Kris ikut berjalan menuju pinggiran balkon, hingga jaraknya dan Hye Rin hanya satu meter saja. Jika mau, ia bisa loncat ke apartemen gadis itu sekarang juga.

“Aku memang menyukaimu, Kris. Tapi itu dulu, sebelum aku sadar kalau Luhan tidak pantas disakiti. Dia terlalu baik,” Hye Rin memeluk tubuhnya sendiri. Ia kembali memikirkan mimpinya mengenai kedua pria itu.

Kris mendongakkan kepalanya seraya menghela napas panjang. Dadanya terasa sesak. Ia sudah mengorbankan banyak hal untuk menyusul Hye Rin di Korea. Namun yang didapatnya adalah sebuah kenyataan menyedihkan seperti itu. Hye Rin akan menikah dengan pria –yang bukan dirinya.

“Kau juga sangat baik selama ini, Kris. Kau rela belajar bahasa Korea, memindahkan pekerjaanmu, dan mau mengubah kewarganegaraanmu juga,” ucapan Hye Rin membuat kedua mata Kris membulat, merasa heran karena gadis itu tahu semuanya –bahkan sebelum ia menceritakannya.

“Tapi jangan lakukan itu semua, Kris. Aku tidak bisa menerimamu, apapun yang terjadi. Pulanglah ke China,” jelas Hye Rin seraya tersenyum samar. Ia kembali menatap Kris lalu menghela napas panjang, “Aku harus masuk sekarang. Gomawo.

Tidak. Kris tidak tahu kemana suaranya pergi untuk mencegah Hye Rin pergi. Ia hanya bisa menatap kepergian Hye Rin dengan nanar lalu tertawa miris. Meremehkan diri sendiri karena tidak bisa mengambil hati gadis itu.

Mungkin lebih baik ia pulang ke China dan melupakan semua yang berhubungan dengan Yoon Hye Rin.

***

Bau masakan yang menguar masuk ke dalam kamar membuat Hye Rin menggeliat pelan. Ia menghirup udara di pagi hari –yang bercampur dengan bau masakan itu. Seketika Hye Rin membuka matanya. Dengan cepat ia membuka selimut dan tergesa keluar dari kamar. Kris selalu bisa bertindak di luar pikirannya. Bagaimana mungkin laki-laki itu bisa memasuki apartemennya?

“Apa yang kau—.”

“Oh, kau sudah bangun?”

Langkah Hye Rin terhenti di dekat meja makan. Ia menghela napas panjang ketika menyadari yang berada di dapurnya saat itu adalah Luhan. Bukan Kris. Ia kira Kris masih tetap akan berusaha mendekatinya setelah ia menolak laki-laki itu semalam.

“Bagaimana kau bisa masuk, Luhan-ah?” tanya Hye Rin heran lalu menarik kursi di meja makan seraya memperhatikan Luhan yang masih sibuk memasak di dapur.

Luhan mematikan kompor yang digunakannya lalu membawa dua piring omelette dan dua cangkir cokelat hangat ke meja makan dan menarik kursi di dekat gadis itu. Ia menyerahkan satu piring omelette di tangannya pada Hye Rin.

“Lu,” panggil Hye Rin lagi membuat pria itu menoleh padanya, “Kau masuk dari mana?”

“Itu tidak penting, sayang. Sekarang kita sarapan lalu pergi ke Kyung-hee,” Luhan malah tersenyum lalu menyantap sarapannya dalam diam sedetik kemudian.

Hye Rin menggelengkan kepalanya tidak mengerti. Luhan tidak biasanya selalu diam ketika mereka tengah bersama seperti itu. Ada yang tidak beres dengan Luhan dan ia sepertinya tahu apa yang mengganjal di dalam kepala kekasihnya itu.

“Kau memikirkan Kris?” tanya Hye Rin ragu.

Luhan menghentikan tangannya di udara lalu menoleh ke arah gadisnya, “Kris? Kenapa aku harus memikirkannya?”

“Karena dia tiba-tiba pindah ke sebelah apartemenku, mungkin,” Hye Rin mengendikkan bahunya, “Jangan berpikir banyak tentangnya, Luhan-ah.”

“Bukan itu, Yoon Hye Rin. Aku memikirkanmu. Kau pernah mengenal Kris sebelumnya ketika di China ‘kan? Aku tahu dia bukan orang Korea. Mungkin kalian pernah cukup dekat sampai Kris pindah ke sebelah apartemenmu,” ujar Luhan berspekulasi.

Hye Rin mengerutkan kening kemudian tergelak. Tidak. Tidak ada yang lucu di dalam ucapan Luhan. Ia hanya mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa aneh. Semua yang berada dalam mimpinya waktu itu mungkin akan benar-benar terjadi.

“Lu, dia hanya temanku di China. Kau tahu kalau aku buta bahasa Mandarin, ‘kan? Kris membantuku berbahasa Mandarin di sana. Mungkin dia ada pekerjaan di sini dan tidak sengaja pindah ke sebelah apartemenku,” jawab Hye Rin tenang lalu mencubit pipi kanan laki-laki itu.

Entah kebohongan apalagi yang tengah dibuat kekasihnya. Luhan tahu bahwa Hye Rin pernah dekat dengan Kris saat di China. Ketika tahu bahwa Kris pindah ke sebelah apartemen Hye Rin kemarin, ia segera menginterogasi Hana mengenai pria itu. Dan ia sudah mengetahui semuanya.

“Kau yakin? Kris pindah bukan karena ingin merebutmu dariku ‘kan? Mungkin dia mau melanjutkan hubungan kalian yang sempat tertunda kemarin.”

“Xi Luhan.”

“Aku sudah tahu semuanya dari Hana, Hye Rin-ah.”

Hye Rin menatap kedua mata Luhan dengan nanar. Ia mengepalkan tangannya, menahan semua rasa kesal karena tetap tidak bisa mengubah masa depannya. Ia hanya mau Luhan berada di sisinya, bukan pria lain, atau bahkan Kris.

“Kau tidak percaya padaku? Aku memang pernah menyukainya, Lu. Tapi itu dulu. Sebelum aku sadar kalau kau jauh lebih berharga dari apapun. Aku tidak butuh Kris, aku membutuhkanmu, Xi Luhan,” balas Hye Rin. Tidak peduli bahwa ia terdengar murahan, namun itu yang memang selalu dipikirkannya. Ia membutuhkan Luhan. Sangat membutuhkan pria itu untuk tetap berada di sisinya.

Luhan masih terus menatap kedua mata Hye Rin. Ia sudah sangat mengenal bagaimana seorang Yoon Hye Rin. Gadis itu tidak akan pernah berbohong jika tidak benar-benar terdesak. Dan ketulusan terpancar dari kedua mata Hye Rin ketika mengatakan hal itu.

“Ayo kita menikah.”

Luhan menahan napasnya sejenak, “Apa?”

“Kalau kau memang tidak percaya padaku, kita menikah saja,” sahut Hye Rin tiba-tiba seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

Luhan tersenyum geli melihat tingkah gadisnya, “Kenapa kau tiba-tiba jadi seperti ini?”

“Karena kau tidak percaya. Aku hanya mencintaimu, Lu. Bukan Kris,” Hye Rin sendiri tidak mengerti kenapa sifatnya tiba-tiba berubah seperti itu. Ia hanya sedang berusaha mempertahankan Luhan di sisinya.

“Kau belum wisuda, Hye Rin-ah. Aku sudah berjanji akan melamarmu setelah kau wisuda nanti,” Luhan menjulurkan tangan dan mengacak rambut gadisnya Ia menggeser kursi meja makannya mendekati Hye Rin kemudian mendekap gadis itu ke dalam pelukannya, “Ini terakhir kalinya aku memohon. Jangan pernah melihat laki-laki lain. Aku percaya padamu dan kau harus menikah denganku.”

“Hey, itu paksaan,” protes Hye Rin lalu sedetik kemudian mendapat pukulan lembut di punggungnya.

“Tadi kau yang memaksaku untuk menikah, nona Yoon. Sekarang aku yang memaksamu untuk menikah denganku,” jawab Luhan seraya melepaskan pelukannya.

“Kau sudah tahu jawabannya,” Hye Rin memasang ekspresi datarnya karena Luhan lagi-lagi membicarakan soal pernikahan, “Ah! Tapi tetap setelah aku wisuda ‘kan?”

Keurae, Yoon Hye Rin.”

Sesaat kemudian Hye Rin merasakan rasa bahagia yang sangat besar ketika melihat senyuman tulus Luhan di depannya. Ia sekarang mengerti tentang menghargai perasaan orang lain dan perasaannya sendiri. Walaupun Kris tersakiti karena keputusannya, yang terpenting adalah bahwa Luhan tidak merasakan hal itu. Karena ketika Luhan tersakiti, Hye Rin merasa jauh lebih sakit lagi.

Mengubah masa lalu untuk masa depan memang adalah jalan yang terbaik untuk memperbaiki kesalahan. Karena ia tahu waktu tidak akan bisa terulang dan hanya akan ada penyesalan di masa depan. Jadi, sebelum Hye Rin menyesal atas keputusannya –karena meninggalkan Luhan, ia harus menarik pria itu kembali ke sisinya.

[Disturbance Ending—Go Back To The Past CUT]

 Ayo komen dengan ending Luhan ini hahaha

 

57 thoughts on “Disturbance [Ending-Go Back To The Past]

  1. berhubung aku suka happy ending, jelas aku pilih ending yang ini. ceritan alur, plus penyusunan kata-kata yg kamu buat selalu keren! keep writing ya. aah! kaina! everyone’s been waiting the next story ><

  2. aku lebih suka ending yang ini, karena aku emang suka kalo hye rin akhirnya sama luhan. keren, ceritanya bikin kita terbawa suasana😀

  3. Selalu ssetuju sama kembali ke pasangan awal, bukan ke selingkuhan..
    Krna bhgia nya cm sesaat…
    Sukaa yang iniiiiii……

  4. Akhirnya °\(^▿^)/°
    Suka2 :*
    Murahan jg gpp deh demi Luhan. Apa sih yg ga?😄
    Ahahaha kirain Luhan berubah itu karena diancam Kris taunya interogasi dari Hana toh😀
    Pukpukpuk Kris datang2 langsung disuguhkan adegan panas kkk
    Love it this ending ♥

  5. bener bener lebih suka yg part ini selain luhan itu bias aku cerita endingnya jg lebih so sweet lebih bagus lebih tertata
    lebih cocok sama judulnya
    janji ya thor bkin ff exo lagi dibikin kaya pretend jg gak papa aku pnggemar pretend

  6. baca endingnya itu bikin galau karna dua2nya swit tapiii stelah dipikir2.. *kaya hyerin aja* /slapped/ eon suka yg ini. walau sebenernya terkadang ada hal mustahil tapi bisa aj terjadi, mau gimana pun juga lebih memilih sama pasangan awal donk. pasti ga enak krn harus ad yg terluka tapi karna eon suka sama yg tipe setia, jadi milih sama luhan. toh hubungannya uda terjalin lama, mungkin uda tau lah ya seluk beluknya istilah umumnya, sedangkan kris kn cuma bentar, ya siapa tau itu krn perasaan sesaat doank..hahaha

    dan eon seneng banget sama sikap luhan yg uda mengetahui hubungan hyerin-kris, dewasa banget lah..suka suka suka >< dan sedikit senyum2 pas hyerin tiba2 ajak luhan nikah..
    pokoknya keren keren keren ^^b
    dtunggu fic2 lainnya ya🙂

  7. Kok ada cut nya? :3 wkwkwk jgn” ada lanjutannya?😄 brw aku blm baca yg satu lagi tapi suka bgt sama yg ini dari awal uda setuju kalo hyerin sama luhan wkwkwk luhannya manis bgt elah ;A; enpiiii wkwkwk makasi thor buat pw nya hehehe ceritanya bagus ‘-‘)b banget! Wkwkwk di tunggu kaina pieces nya😄

  8. lebh suka hyerin sama luhan >,< yah walaupun ff yg ending sama kris juga bagus sih . cuman kyanya hyerin dri awal feelnya dapet sama luhan gtu . happy ending deh buat mereka ^^

  9. waaahh, emang sih awalnya aku berharap hye rin sma kris aja, tp ternyata memang jauh lebih baik dengan luhan….#Hug
    bagus bbaaanngggeett thor..luhan emang punya baby face tp sikapnya jauh lebih dewasa,,
    di tunggu FF lainnya thor, sukses selalu…^^

  10. Emang dari awal udah setuju nya hyerin ama luhann >.<
    Walaupun belum baca yg satunya tp udh suka sama couple cimit2 (?) Ini
    Udah masalah kris biar aku aja yg urus (?) #plakk
    Hehehhe akhirnya ga nyesek lagi walaupun c kris yang nyesek (?) (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ)
    Happy endingggggg (ʃ⌣ƪ)

  11. Aaaa finally!!! Hyerin-luhan happy ending hahaha lebih suka ending ini drpd yang satu lagi,yg disana agak kurang dapet feelnya-_- walaupun itu kris hahaha tapi karna luhan lebih lebih lebiiih so sweet dan dewasa😀

    Keep writing dan ditunggu ff kaina nya ya ima. \(ˇ▽ˇ)/

  12. aku lebih suka ending yg ini banget banget banget😀
    Karena Luhan jauh lebih baik dari kris yg dari awal udah tau kalo hyerin udah punya pacar tapi tetep nyusulin hyerin ke korea -.-
    Tapi kok ending nya kris lebih pendek dari ini?
    Tapi gapapa kok, nan Luhan jeil joha hahaha *abaikan*

  13. Seru thor (y) sebenarnya sih yang satu juga seru tapi aku lebih suka akhirnya sama luhan sih hehehe ^^

  14. q lebih suka yg ini…emag lebih baik hyerin ma luhan…kris buat q saja #plaaaak
    dua2x bgus…tp akhir yg bhgia trasa d part ini…
    dtggu deh fanfic lainx

  15. Lebih suka ending ini, soalnya dari awal saya setuju luhan dengan Hyerin, karena kris punya sayaa /plaak

    untungnya hyerin tadi cuma mimpi jadi bisa ngeulang dari awal🙂
    FF bagus🙂 ditunggu FF selanjutnyaaa ~😀

  16. jujur ak suka sama ending yang ini meskipun sebenarnya biasku kris sih.. hehe🙂 ntah kenapa,, klo yang ceritanya kris agak kurang suka,, jdi binggung sendiri padahal hye rin nya milih kris.. o.O mungkin krn karakter luhan yang ak suka banget disini.. baik banget deh🙂 atau mungkin orang yang pertama emang selalu paling special ?? haha😀
    di tunggu karya” selanjutnya ^^

  17. hmm,, actually aku suka aja sih sma story yg happy ending..
    ending.a sweet, lumayan ramee. klo disini ksian kris nya ya?hehe
    ahir.a bguslah klo mrka emg jd bisa bersatu..🙂

  18. Sumpah yah km rajin bgt bkn smpe 2 ending gini, ini jadi ada fiksinya gitu yah.. Tapi sesuai sih sama judul..
    Eh itu quotesnya bgs loh, ak baru baca ending yg ini, jd blm bisa bandingin deh hehehe

  19. akhirnya~ disturbance nya ending juga kkk~
    aku suka jalan ceritanya. feel nya juga dapet, trus isi ceritanya beda dari yang kubayangkan. salut deh buat kamu :))
    yah~ berhubung aku suka endingnya sama Luhan, akhirnya aku baca yang ini hehe

    keep writing and fighting!!!😀

  20. lebih bagus yg ini thor, kan di part sebelum nya di jelasin kalo hyerin masih suka mikirin luhan. ga kepikiran di endingnya luhan hyerin bisa muter waktu, aku kira dia ninggalin kris pas kris ngelamar dia,bener-bener di luar pemikiran tapi keren. alurnya alus, kalo yg kris alurnya agak berantakan gitu. jadi ga berasa bacanya,tapi pas yang luhan ini bener-bener kerasa. dan disini hyerin nya juga ga egois,dia masih sangat menitingin luhan. oke itu aja, goodluck ya thor^^

  21. Akhir’a happy ending jg brsama Luhan thor,,:) snang’a😀 lbih baik brsama org yg lma mncntai qta drpda brsma org yg bru knal n mulai cnta sma qta…nice ff thor .gomapta dh d ksih pw’a😀

  22. sesuai permintaan ima, hanya komen d’ending yg d’sukai,.
    saya memilih ending yg ini,.
    saya gk ngebias kris atwpun luhan,..
    tapi kl menurut lbh bgs yg ini endingny,.. /menurut saya lho/
    kenapa?
    mngkn ckp beruntung yg hyeri lakukan i2 cm mimpi sih,..
    walaupun kl knyataan, gk mngkn u/ hal kyk gitu,.
    ok, u/ hyerin sendiri sih,..
    d’sini mngkn hyerin 2h hanya mencari sosok luhan pada kris saat d’cina,..
    karena part 1-2 hye rin i2 gk bisa lepas dr luhan,..
    walaupun hye rin menyukai kris, i2 hanya cinta sesaat alias pelarian,..
    n’ cinta sejati hanya untuk luhan,.
    puk2 kris,..
    hihi,..
    u/ kris sendiri bknny tegaan am dy tapi yah, cinta i2 gk ckp kl qt bru mengenal i2 orang, mngkn pada hye rin,..
    kris hanya kagum saja,.. ‘sotoy’
    Jd, kl ending ini qt bsa lihat kl hyeri bnr2 melakukan kesalahan am luhan n’ berusaha bwt memperbaiki kesalahany,..🙂

    endingny satu itu terlalu klise menurut q,..
    hidup hyeri berjalan dgn mulus gitu,..
    dy putus am luhan gitu aj lalu langsung nerima lamaran kris gitu, nikah and happy ending,..😦
    i2 menurut saya kurang gregetanny,..
    q merasa kl hyeri kyk gitu, dy i2 bnr2 gk merasa bersalah sama sekali,..
    jelas2 posisi ia yg salah, telah bermain api am kris,..

    segitu aj dr aq,..
    btw mksh ya pwny
    d’tgg karya lainny ima,..
    fighting,..🙂

  23. saya suka yg ini!!!
    hehehe..😀
    sebenarnya pengen suka yg part Kris, hanya saja saya tidak mau memilih part itu lantaran saya nge-bias Kris..🙂
    Dan yah… sudah semestinya Yoon jadinya sama Lulu,,,
    Kris itu cuman sebagai… apa ya?? Selingan?? *so.sorry.Kris*😦
    Saya sangat-teramat- suka dengan karakter Lulu di fanfict ini,,,
    Dia itu sudah ‘nyaris’ sempurna sebagai karakter ‘pria-yang-teramat-sangat-pantas-untuk-dicintai’…
    Keren, keren..^^
    keep writing..^^
    thanks for the pw…:)

  24. hmmmm
    akhirnya mereka berdua bersatu juga🙂😦
    kris jadinya sama siapa thour (?) #lanjut baca ending selanjutnya aja

  25. Wahh author aku lebih suka sama ending nya yang ini,, bener banget kata author, pasti nyesel banget kalo kenangan masa lalu yang indah itu dibuang seenaknya aja.. Yeayy happy ending,, akhirnya miss yoon nikah bareng Luhan😀 bagus bagus author, kata katanya g terlalu monoton, g terlalu cepet juga, pas lah. Jempol dehh buat author (y)

  26. Luhan luhan luhan ‘-‘9
    Luhan dong, aku pilih hyerin sama luhan. Endingnya nyambung bgt disini❤ klo di kris kesannya agak ngelangkah soalnya hyerin tiba2 langsung wisuda walaupun ud nyelesain skripsinya sih hehe.
    Pokonya sama luhan deh yg bener2 pas dan cocok <333

  27. Kalau disuruh milih ending mana??? dilema sih~ cuman tetep aja yang paling imajinatif dan enak… Ending’a yang ini~ abis, ini harapan semua orang kan ^^ walaupun ga mungkin~ tetep aja berharap… keep fighting deh buat author’a ^~^)b

  28. Setiap cerita model begini aku selalu lebih suka kalo berbalik pada kekasih yg sesungguhnya. Entah ya, lebih suka tipe setia aja. Aku yakin model2 begini cuma cinta sesaat aja sm orang barunya itu. Gimana ya, susah nih mau ngomong. Pkok intinya aku suka akhirnya dia balik sama Luhan.🙂

  29. Wah happy ending ^o^
    Coba aja aku juga bisa mengubah masa lalu untuk masa depan._. *abaikan
    Bener-bener suka sama konsepnya *-*
    Ini daebak thor, maaf kalo komennya kurang panjang, soalnya aku reader newbie (?) ^^

  30. akhirnya mereka ngga jd putus dan happy ending ^^
    andaikan aku juga bisa memutar waktu haha *alay bgt
    suka ending yg ini~ lalalala~😀

  31. Aku lebih suka ending yang ini… Selain karena endingnya bareng biasku,, (hihi^^) juga karena jalan ceritanya yang lebih unik dan menarik…. Thanks ya thor,,, ditunggu karya lainnya…

  32. Eon lebih bagus yang ending kris dehhh so sweet soalnya tapi ini bGUS juga ko🙂

  33. aku suka ending ini…
    kayaknya lebih bahagia dan ngelegain bangeett….🙂 semangat buat authornya untuk nulis ff ajib kayak gini… fighting ^^

  34. kya keren banget eonni^^

    aku suka ending ini karena hyerin balik sama luhan dan gak milih kris😀

    lucu ngebayangin hyerin yg langsung minta nikah sama luhan krn gak pengen luhan pergi.

    buat eonni keep fighting^^

  35. Satu juta persen lebih suka ending yang ini daripada yg satunya. meskipun pada kenyataannya aku belum baca ending yg satunya ._.
    Tapi karena disini Lu bahagia, i think it better than other😀

  36. Lebih suka ending yang ini, yang ini nandain kalo Hyerin tipe cewe setia, srsly lebih suka cerita cinta kek gini, kalo yang end sama Kris wah itu mah gimana yah…… entahlah..masa Luhan yang udah pacaran sama hyerin selama 5tahun, perasaan hyerin berubah sama luhan gara Kris yang baru dikenal Hyerin selama 3bulan, /inigueulisapa/ intinya hyerin cuma sekedar suka aja sama kris /maksa/
    Ceritanya bagus, tulisannya rapi, suka sama jalan ceritanya, feelnya dapet. Keep writing ya, mangat.
    Enywey aku reader baru disini, salam kenal’-‘

  37. Seandainya..
    Ya seandainya waktu bisa kembali kaya gini, dan bisa memperbaiki masa lalu.
    Tapi itu kan hanya seandainya..
    Walaupun happy end, tp entah kenapa ada yg kurang, ga sreg (?) di hati😐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s