[FanFict] Seizure (Epilog)

Title         : Seizure

Author   : Ima Shineeworld & Rezky

Casts        : SHINee members, Han Youngri

Length   : Series

Genre      : Family, Romance, AU

Rating     : PG-15

[Seizure] [Part 1] [Part 2] [Part 3] [Part 4] [Part 5] [Part 6] [Part 7 – end] [Epilog]

[Epilog]

Beberapa orang tampak memperhatikan seorang perempuan yang tengah berlari diantara kerumunan orang-orang di bandara itu. Gadis itu menarik sebuah koper besar dan tidak peduli koper yang tengah dibawanya itu menabrak orang-orang. Tapi bukan itu yang menjadi masalahnya saat itu. Mungkin keputusan yang diambilnya itu adalah yang terbaik.

“Taxi !” gadis itu segera memberhentikan taksi yang ada di depan bandara dan bergegas mengejar mobil yang baru saja mengantarnya 30 menit yang lalu.

***

Kelima laki-laki itu segera masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi ruang tamu. Tidak ada semangat setelah kepergian perempuan –yang sudah mengisi hari-hari mereka selama 3 bulan itu. Sangat berat melepas gadis itu tentu saja, mengingat kelimanya mempunyai perasaan yang sama. Dan bagaimana hari-hari membosankan mereka kembali terjadi karena tidak ada tawaan gadis itu lagi.

“Apa pesawat Youngri sudah lepas landas ?” tanya Taemin, mencoba memecah keheningan diantara renungan –keempat ‘hyung’nya itu. Key mengangkat kepalanya sejenak lalu melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.

“Mungkin. Pesawatnya baru berangkat,” jawab Key seraya melepas mantel yang dipakainya dan menaruhnya ke sandaran sofa.

Tidak ada yang membuka pembicaraan lagi sampai kelimanya lelah karena berpikir kemudian masuk ke dalam kamar masing-masing. Termasuk Key yang sepertinya sedikit bingung tentang keadaan Youngri. Ia merasa bahwa gadis itu semakin dekat dan bukan semakin menjauh. Ya, ia merasakan itu.

Key kembali keluar kamar dan memandang pintu rumah dari meja makan. Ia menyesap susu hangat yang baru saja dibuatnya seraya menanti seseorang. Ia tidak mengerti kenapa perasaannya sangat yakin bahwa akan ada yang datang ke rumahnya. Dan perasaannya juga mengatakan bahwa itu adalah Youngri.

“Oh my. . .” gumam Key pelan ketika melihat pintu rumahnya terbuka dan memunculkan seorang perempuan yang baru saja di pikirkannya. Ia tidak butuh waktu lama untuk mencerna wajah gadis itu dan segera berlari menghampirinya.

“Hhh. . Mianhae, aku –,” ucapan Youngri terpotong ketika Key memeluknya secara tiba-tiba. Gadis itu tersenyum samar dan membalas pelukan Key yang sangat erat itu.

“Aku tahu kau tidak akan pergi,” gumam Key seraya mengelus rambut Youngri lembut. Ia mengecup puncak kepala gadis itu dan melepas pelukannya sedetik kemudian.

“Oppa aku. .” Youngri menggaruk kepalanya yang tidak gatal kemudian berdehem kecil, “Aku memutuskan tinggal disini karena kau,”

Key menunjuk dirinya sendiri lalu tertawa pelan. Ia memeluk gadis itu lagi dan membiarkan pelukan itu bertahan beberapa menit.

“Saranghae,” bisik Key, namun Youngri merasakan efek ucapan itu di seluruh tubuhnya. Youngri mengangguk pelan lalu membalas gumaman Key dengan kata-kata yang hampir sama.

“Sepertinya aku juga mencintaimu, oppa,”

***

Dan sekarang mereka tengah berdiri di depan sebuah makam. Kakek Jung meninggal seminggu setelah kedatangan kembali Youngri ke keluarga kelima cucunya. Baru beberapa menit yang lalu orang-orang rekan bisnis kakek Jung meninggalkan pemakaman itu. Dan hanya tinggal kelima cucunya, Youngri, serta pengacara Park yang masih berdiri di samping makam itu.

“Aku tidak percaya Jung sajangnim pergi secepat ini,” gumam pengacara Park seraya menatap kelima laki-laki itu dan Youngri secara bergantian, “Untuk sekarang, belum ada yang menggantikan Jung sajangnim mengurus perusahaan. Aku harap salah satu dari kalian yang akan menggantikannya dan bukan orang lain,”

Pengacara Park berdehem kecil sebelum meninggalkan pemakaman itu. Key masih saja merangkul Youngri dengan erat dan mencoba menguatkan gadis itu yang tiba-tiba saja terisak kecil.

“Dia belum meminta maaf padaku,” ucap Youngri, sontak membuat Key mengernyit dan mencubit pelan pipi gadis itu.

“Kau harus memaafkannya, Han Youngri,” balas Taemin lalu berbalik untuk kembali ke mobil. Ketiga laki-laki lainnya –terkecuali Key segera menyusul Taemin masuk ke dalam mobil.

“Mereka harus tahu,” ujar Key tiba-tiba, membuat Youngri menoleh cepat ke arahnya.

“Aku belum siap,” Youngri menghela napas panjang lalu melepas tangan Key dari pundaknya. Dengan sedikit berlari ia pun masuk ke dalam mobil. Key pun hanya bisa melakukan hal yang sama dan menunggu sampai gadis itu siap memberitahu yang lainnya.

***

“Mianhae,”

Hanya itu yang bisa diucapkan Youngri ketika keempat ‘oppa’nya yang lain diam dan tidak mengatakan apapun setelah Youngri menceritakan semuanya. Key tengah berbelanja kebutuhan saat itu, dan ia memang mau menceritakan semuanya ketika Key tidak ada di rumah. Ia tidak mau Key yang disalahkan atas semua keputusannya.

“Key oppa alasan kenapa aku tidak ikut appa dan Hyeri ke Melbourne,” tambah Youngri lagi.

“Araseo. Aku tidak bisa memaksa perasaanmu,” balas Jonghyun kemudian beranjak dari sana.

“Aish, kenapa kau tidak bilang dari awal, huh ? Aku jadi tidak perlu mengungkapkan semuanya,” Taemin mengacak rambut Youngri dengan lembut seraya tersenyum lebar. Walaupun ia merasa sesak ketika mengetahui Youngri ternyata menyukai Key dan bukan dirinya.

“Aku bahagia kalau kau bahagia,” balas Jinki dan tersenyum lebar pada gadis itu juga.

“Kita tidak bisa menolak ‘kan ?” Minho mengendikkan bahunya acuh lalu tesenyum samar pada Youngri sebelum masuk ke dalam kamarnya.

Tidak ada yang bisa langsung menerima kenyataan –bahwa Key dan Youngri menjalin hubungan begitu saja. Butuh waktu untuk yang lainnya menerima hal itu dan tidak mencoba menanyakan alasan Youngri. Tentang kenapa Key yang dipilih diantara mereka semua. Mungkin satu-satunya cara untuk membuat Youngri tidak semakin merasa bersalah adalah menerima kenyataan yang ada. Bahwa sebenarnya gadis itu memang menyukai Key.

[Side Epilog]

Taemin tengah menatap jadwal bis di halte dekat kampusnya ketika mendengar suara teriakan seorang wanita. Ia sedikit bergidik, mengingat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam dan jalanan sudah mulai sepi. Dan ditambah ia tidak bisa berkelahi kalaupun ia mencoba menyelamatkan gadis itu. Ia segera berbalik dan berjalan memasuki bis yang baru saja berhenti.

“Ya ! Lepaskan atau aku teriak sekarang juga !”

Langkah Taemin yang akan memasuki bis tiba-tiba saja terhenti. Ia kembali mundur dan berlari ke sumber suara. Ia sangat mengenal suara itu setelah sempat mengobrol sejak kemarin.

“Lepaskan dia !” pekik Taemin seraya menatap beberapa orang laki-laki yang tengah mengerubungi Yoon Mi. Beberapa laki-laki –yang tengah mabuk itu pun tertawa melihat Taemin mencoba menyelamatkan Yoon Mi dengan tangan kosong.

“Taemin oppa !” Yoon Mi segera berlari menerobos orang-orang itu dan bersembunyi di balik tubuh Taemin, “Apa yang harus kita lakukan ?” tanya gadis itu, melihat orang-orang itu mulai mendekat ke arahnya dan Taemin.

“Ayo lari. Hana . . dul . . set !”

Taemin segera menarik tangan Yoon Mi dan bergegas memasuki bis yang pintunya sudah hampir tertutup. Keduanya duduk di dalam bis kemudian tertawa bersama mengingat kejadian tadi. Sungguh memalukan ketika Taemin tidak berusaha membela dan malah kabur dari sana.

“Aku menyukaimu, oppa,”

Tawaan Taemin terhenti dan memalingkan tatapannya ke arah Yoon Mi. Gadis itu tersenyum lebar lalu mengecup pipi Taemin sekilas.

Sudah hampir sebulan berlalu sejak Youngri memutuskan untuk memilih ‘hyung’nya sendiri. Dan sudah bukan saatnya lagi ia memikirkan hal itu. Lagipula, ia cukup menyukai Yoon Mi karena sifat kekanak-kanakkannya.

Taemin tertawa pelan lalu mengusap puncak kepala Yoon Mi dengan lembut. Gadis itu kembali menatapnya dan hampir saja pingsan karena Taemin memeluknya secara tiba-tiba. Yoon Mi tersenyum ketika mendengar balasan dari mulut laki-laki itu.

“Mmm, aku juga menyukaimu,”

 

[Epilog End]

3 thoughts on “[FanFict] Seizure (Epilog)

  1. woah, taemin dgn yoon mi? baguslah, udh ngarep soalnya😀 gila, keren banget!! kakek jung nyebelin stgh mampus, emg bagus kalo tu kakek meninggal! oiya, maaf baru komen di part akhir🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s