[FanFict] Seizure (5th Part)

Title         : Seizure

Author   : Ima Shineeworld & Rezky

Casts        : SHINee members, Han Youngri

Length   : Series

Genre      : Family, Romance, Angst (?)

Rating     : PG-15

[Seizure] [Part 1] [Part 2] [Part 3] [Part 4]

“Mereka ? Kenapa mereka bisa tidur dengan posisi seperti itu ?”

***

Entah kenapa sofa yang cukup luas itu terasa sempit bagi Youngri. Harusnya ia tidur dalam posisi duduk dengan kepala Key yang ada di pangkuannya. Tapi ia tidak merasakan lehernya pegal atau tidak dalam posisi duduk. Sontak ia pun membuka kedua matanya. Napasnya sempat terhenti sejenak ketika menyadari kepalanya sekarang tepat di depan dada Key. Ia tidak berusaha mendorong atau segera bangun dari tidurnya. Ia menyukai pelukan Key yang hangat itu dan juga setiap helaan napas Key yang mengenai puncak kepalanya.

“Kau sudah bangun eh ?” tanya Key masih sambil memejamkan matanya, sontak membuat Youngri mendorong laki-laki itu menjauh. Tapi sayangnya tenaga Key lebih kuat dan ia belum bisa melepaskan pelukan itu.

“Ya ! Neo wae irae !” pekik Youngri, masih mencoba mendorong tubuh Key yang tidak terlalu besar itu untuk segera melepasnya.

“Hya ! Kim Kibum !” teriakan itu pun berhasil membuat Key melepas pelukannya. Keduanya segera duduk di sofa dan merapikan rambut mereka yang acak-acakan. Youngri hanya menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap empat laki-laki yang sudah berdiri di depannya saat itu.

“Apa yang kalian lakukan ?” tanya Taemin datar. Sedangkan Minho hanya bisa memejamkan mata dan menggeleng pelan, mencoba melawan setan dalam hatinya untuk tidak mendorong Key.

“Kau mendahului kita ?”

PLETAK

Pukulan dari Jinki segera mendarat dengan mulus di kepala Jonghyun. Jonghyun meringis pelan lalu mendelik kesal ke arah Jinki yang selalu seenaknya. Ia hanya melontarkan yang sebenarnya bahwa Key telah mendahului mereka tidur bersama Youngri.

“Sudahlah, lebih baik kalian siap-siap. Kita ke pantai hari ini,” ujar Minho menengahi. Ia berbalik dan segera kembali ke kamarnya dengan sedikit berlari. Youngri mengerucutkan bibirnya kesal ketika Minho tidak berbuat apa-apa.

“Mianhae oppa,” ucap Youngri sebelum masuk ke kamarnya. Ia menutup pintu kamarnya dengan cukup keras dan memerosotkan tubuhnya dibalik pintu. Dentuman-dentuman di dalam dada itu pun belum sepenuhnya menghilang. Bagaimana bisa ia tidak bangun ketika Key merubah posisi tidurnya. Dan yang membuatnya heran, apa maksud Key dengan memeluknya seperti tadi pagi ?

***

Matahari sudah setengah tenggelam di ujung lautan sana. Youngri masih saja diam di pinggir pantai sambil sesekali menendang air laut yang menyentuh punggung kakinya. Setelah pulang bermain tadi dan beristirahat sebentar, ia kembali lagi ke pesisir pantai untuk melihat matahari tenggelam. Tadinya ia sudah mengajak Yoon Mi, tapi gadis itu kelelahan dan menolak ajakannya. Dan akhirnya ia sendirian di pantai karena tidak berani mengajak salah satu dari kelima cucu kakek Jung.

“Kenapa tidak mengajakku ? Aku suka lihat sunset,”

Youngri segera menoleh ketika mendengar laki-laki –yang sepertinya tengah berbicara padanya. Ia segera tersenyum ketika melihat salah satu dari kelima ‘oppa’ nya tengah berdiri di depannya.

“Kenapa oppa bisa tahu aku disini ?” tanya Youngri pada Jinki yang sudah tersenyum lebar ke arah matahari yang sudah setengah tenggelam itu.

“Kau tidak ada di villa. Jadi dugaan pertamaku adalah sunset. Biasanya orang yang tidak pernah ke pantai akan menunggu saat-saat seperti ini ‘kan ?” tanya Jinki lagi, dijawab anggukan semangat oleh Youngri.

Dengan ragu-ragu Jinki menyentuh pergelangan tangan Youngri. Gadis itu tersentak kaget dan menoleh dengan cepat ke arah Jinki. Tapi Jinki berpura-pura tidak tahu dan malah menggenggam tangan Youngri dengan lembut. Laki-laki itu menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal dan tetap menghiraukan Youngri yang masih saja menatapnya heran.

“Ayo lihat sunsetnya. Jangan memandangku terus Han Youngri,” gumam Jinki sontak membuat wajah Youngri memanas. Ia segera memalingkan wajahnya ke arah matahari tenggelam dan membiarkan tangan kanannya di genggam oleh Jinki.

“Aku masih heran kenapa kau bisa tiba-tiba muncul di rumah kami,” ujar Jinki membuka pembicaraan, ketika mereka –Youngri dan Jinki dalam perjalanan kembali ke villa.

“Jinjja ? Aku juga heran kenapa ayahku tiba-tiba menitipkanku ke rumah temannya yang ditinggali lima orang laki-laki,” balas Youngri mencoba tidak terlalu berbohong pada Jinki. Memang kenyataannya, ayahnya sendiri sudah mempertaruhkannya dengan kakek Jung.

“Tapi kau sudah tahu nama kami ?” tanya Jinki lagi.

“Keurae. Aku harus menghafal semuanya supaya tidak tertukar nanti,” jawab Youngri lalu tertawa pelan melihat ekspresi Jinki yang berlebihan.

“Kau tidak akan tertukar kalau sudah lihat semuanya. Jelas-jelas kita semua beda,” balas Jinki dengan mendatarkan ekspresinya.

“Ne, araseo,”

Jinki hanya mengangguk lalu membuka pagar kecil yang membatasi villa –tempat mereka menginap. Sebuah teriakan pun menghentikkan langkah Jinki dan Youngri yang baru saja melangkah memasuki ruang tamu.

“Aigo~. Kalian dari mana ?” tanya Key cepat tanpa melepas celemek yang tengah dipakainya. Youngri terkekeh pelan melihat Key –yang agak acak-acakan. Spatula yang tengah dipegang Key pun digunakan untuk menunjuk tangan kanan Youngri yang masih digenggam oleh Jinki.

Youngri segera tersadar dan melepaskan tangannya dari genggaman Jinki. Ia membungkuk singkat pada Jinki dan Key kemudian melesat masuk ke dalam kamar. Sepertinya rencana kakek Jung akan benar-benar terjadi sebentar lagi.

“Ya! Kau darimana saja ?” tanya Yoon Mi ketika baru saja keluar dari kamar mandi –yang ada di dalam kamar dan menemukan Youngri dalam keadaan sedikit kacau. Youngri segera menyadarkan dirinya sendiri dan melesat masuk ke kamar mandi melewati Yoon Mi yang masih menatapnya heran.

***

Yoon Mi hanya bisa memandang setiap hal yang dilakukan Youngri dengan heran. Ia tidak pernah melihat Youngri seceria itu sebelumnya. Tertawa lepas ketika lima laki-laki yang berada di sekelilingnya membuat lelucon. Bahkan ketika lelucon itu tidak lucu sama sekali, Youngri akan tetap tertawa.

“Baiklah. Jonghyun hyung, truth or dare ?” tanya Key ketika botol yang diputarnya menunjuk ke arah Jonghyun. Sontak semua pasang mata –termasuk Yoon Mi memandang Jonghyun yang tengah kebingungan.

“Eum, truth ?” jawab Jonghyun sedikit ragu membuat Key –yang sudah menyiapkan pertanyaan itu menyeringai kecil.

“Apa kau cemburu ketika aku memeluk Youngri ?” tanyanya cepat. Youngri tersedak kecil kemudian berusaha menyibukkan diri dengan benda yang ada di sekitarnya.

“Keurae ! Kau sudah mendahuluiku Kim Kibum,” jawab Jonghyun, membuat Jinki, Taemin, dan juga Minho tertawa. Key mendesis pelan kemudian memukul lengan Jonghyun –yang berotot itu berkali-kali.

Setelah semuanya berhenti tertawa, Jonghyun segera memutar botol itu. Ia mengikuti setiap gerakan bagian atas botol itu dan terhenti di dekatnya. Ia menoleh ke sebelah kanannya lalu sedikit memekik ketika menyadari ternyata Youngri yang duduk di sebelahnya.

“Dare,” sergah Youngri cepat, bahkan sebelum yang lain bertanya padanya. Ia tidak mau ada yang menyinggung soal kedatangannya lagi seperti Jinki kemarin sore.

“Pilih yang kau sukai diantara lima laki-laki ini dengan cara menciumnya,” balas Yoon Mi, membuat semua tatapan heran dan shock mengarah padanya. Youngri tidak berusaha mengatupkan mulutnya yang terbuka lebar karena kaget dengan pernyataan sahabatnya sendiri. Ia mengumpat pelan dan merutuki ke-evil-an Yoon Mi yang muncul di saat seperti itu.

Tatapan Youngri beralih pada kelima laki-laki di sekelilingnya yang tengah memejamkan mata, seolah menunggu keputusannya. Ia menatap Yoon Mi dan bertanya dengan bahasa verbal –bagian tubuh mana yang harus ia cium. Dan ia bersumpah akan membunuh Yoon Mi ketika melihat gadis itu menunjuk bibirnya.

Youngri menarik napas panjang sebelum bangkit dari duduknya. Ia memejamkan matanya untuk berpikir sejenak. Sedetik kemudian ia membuka kelopak matanya perlahan dan menatap ke sekelilingnya. Gadis itu kembali duduk sontak membuat Yoon Mi mengernyit heran. Dan dengan cepat, Youngri segera memalingkan wajah Jonghyun –yang duduk di dekatnya lalu menempelkan bibirnya sekilas ke bibir laki-laki itu.

“Ayo kita putar lagi !” seru Youngri, berusaha menutupi ke-salah tingkah-annya. Ia segera memutar botol itu kemudian tertawa ketika melihat bagian atas botol itu menunjuk Jinki.

“Truth or dare, oppa ?” tanya Youngri cepat. Jinki –yang masih belum sadar sepenuhnya dengan apa yang sudah dilakukan Youngri tadi hanya bisa menggumam pelan.

“Truth,”

“Apa yang akan hyung lakukan kalau aku mencium Youngri sekarang ?” tanya Taemin dengan polosnya. Youngri mengumpat pelan lagi. Kenapa lagi-lagi dirinya di sangkut-paut kan dalam game itu.

“Membunuhmu mungkin,” jawab Jinki acuh seraya mengendikkan bahunya, “Karena dia milik kita semua, jadi kau tidak boleh sembarangan menciumnya,”

Youngri merasakan dadanya menjadi sesak ketika mendengar ucapan Jinki. Ya, ia memang milik mereka semua dan bisa ‘digunakan’ bersama-sama. Tidak ada hari yang lebih buruk selain hari itu menurut Youngri. Ia menundukkan kepala ketika pandangannya mulai mengabur karena air mata. Ia tidak pernah merasa ‘semurah’ ini sebelumnya.

“Youngri-ya, truth or dare ?” tanya Jonghyun membuyarkan lamunan Youngri. Gadis itu segera menyeka kedua matanya dengan cepat lalu mendongak lagi.

“Perutku tiba-tiba sakit, oppa. Aku ke kamar mandi dulu,” elak Youngri lalu beranjak dari sana menuju kamarnya. Yoon Mi yang melihat perubahan raut wajah Youngri, segera mengejar Youngri masuk ke dalam kamar. Ia tahu gadis itu tengah menghindar dan sedikit tersinggung dengan ucapan Jinki tadi.

***

‘Kau harus kuat Youngri. Ini semua demi adikmu,’

Setelah menempuh perjalanan berjam-jam dari Busan untuk kembali ke Seoul, akhirnya mereka sudah bisa pulang ke rumah masing-masing dan menempati kamar yang sudah ditinggal selama hampir 3 hari. Youngri hanya bisa menaruh kopernya di dekat pintu dan segera menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur. Perjalanan selama hampir 5 jam itu cukup membuatnya lelah. Dan selama perjalanan pulang itu, ucapan Yoon Mi selalu terngiang-ngiang di kepalanya.

“Hhh, apa harus buat mereka bertengkar ? Aku rasa, aku tidak bisa,” Youngri menghela napasnya sejenak lalu merubah posisinya menjadi duduk bersila di atas tempat tidur. Pandangannya lurus, tepat memandang sebuah bingkai foto yang terpajang di atas meja belajarnya.

“Bagaimana kabarmu Han Hyeri ? Apa kau merindukanku ?” Youngri menyeka kedua matanya yang mulai mengabur kemudian memeluk lututnya sendiri masih sambil menatap foto adiknya yang terpajang di atas meja belajar.

“Aku merindukanmu Hyeri. Apa kau bisa dengar aku sekarang ? Harusnya appa tidak memisahkan kita seperti ini. Karena hutang kita berpisah dan aku tidak bisa melakukan apa-apa selain mengikuti perintah kakek Jung. Hhh, aku janji akan segera bawa kau keluar dari lingkaran setan ini,” gumamnya pelan lalu tersenyum samar, “Secepatnya,”

***

Kakek Jung menatap Youngri yang tengah duduk di depannya. Ucapan yang baru saja terlontar dari mulut gadis itu membuatnya sangat kesal. Bagaimana bisa gadis itu ingin memutuskan kontrak dengannya secara mendadak. Ia menahan semuanya dan lebih memilih menarik napas panjang untuk menenangkan diri.

“Aku mohon. Biarkan aku hidup seperti gadis selayaknya sajangnim,” tegas Youngri lagi seraya menghapus air mata yang selalu mengalir dari kedua matanya.

PLAK

“Apa kau hidup tidak layak di rumah itu hah ?! Kau hanya kusuruh untuk membuat mereka suka padamu. Apa itu susah ? Apa aku menyiksamu dengan cara seperti tadi ?” tanya kakek Jung kesal. Ia tidak bisa menahan semuanya lagi ketika melihat gadis itu merengek-rengek padanya.

Youngri memegang pipinya yang terasa panas lalu menggeleng pelan. Kedua matanya tidak bisa berhenti mengeluarkan air mata, dan sekarang ditambah dengan sebuah tamparan. Dan sepertinya bibirnya sedikit terluka, karena ia merasakan cairan asin di sudut bibirnya. Orang tuanya sendiri bahkan tidak pernah menamparnya seperti itu.

“Eonni !” teriakan itu pun membuat Youngri menoleh. Sebuah senyuman mengembang dari bibirnya saat melihat orang yang sangat ingin di temuinya itu kini ada di hadapannya.

“Hyeri-ya,” gumamnya pelan. Belum sempat ia berlari menghampiri adiknya, para pengawal kakek Jung sudah terlebih dulu membawa Hyeri menjauh dari sana. Ia menghentikkan langkahnya lalu menatap kakek Jung nanar.

“Kau berharap bisa bertemu adikmu ? Kau bisa membawanya pergi kalau semua kontrakmu sudah selesai Han Youngri. Dia masih menjadi taruhannya, ingat itu,” kakek Jung menyeringai pelan kemudian meninggalkan Youngri untuk masuk ke ruangan pribadinya di lantai 2. Gadis itu menutup wajah dengan kedua tangannya dan menangis lagi.

***

Taemin dan Jonghyun masih tetap diam di ruang TV walaupun jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sesekali mereka menoleh ke arah pintu dan berharap Youngri akan muncul. Bahkan Taemin terkadang berpikir gadis itu kabur dari rumahnya. Dan Jonghyun yang berpikir mungkin gadis itu mendapat masalah di jalan setelah izin untuk bertemu Yoon Mi tadi siang.

Suara pintu terbuka membuat Taemin dan Jonghyun menoleh bersamaan. Mereka sedikit terlonjak saat melihat gadis itu berantakan dengan mata sembap dan sedikit sesegukan. Youngri bahkan tidak sadar bahwa dua laki-laki tengah memandangnya saat itu. Ia hanya berjalan dengan pelan ke arah kamar dan tidak memedulikan keadaan sekitar.

“Youngri-ya !” panggil Taemin seraya beranjak dari sofa dan menghampiri gadis itu yang sudah berdiri di depan pintu kamar. Youngri masih tidak bergeming dan sudah menyentuh gagang pintu kamarnya, namun terhenti ketika tangan Taemin sudah menghalanginya.

“Kau kenapa ?” tanya Taemin cepat. Youngri mengangkat wajahnya lalu tersenyum, menandakan bahwa dirinya baik-baik saja.

“Kau tidak baik Han Youngri,” sahut Jonghyun, yang kini sudah berdiri di samping Taemin. Gadis itu melipat senyumnya kemudian menghela napas panjang.

“Aku bertengkar dengan Yoon Mi. Gwaenchana, besok pasti sudah baik lagi,” jawab Youngri seraya menatap keduanya. Jonghyun menggeleng lalu segera memalingkan wajah gadis itu untuk menatapnya.

“Bibirmu luka ?” tanyanya, setelah melihat sudut bibir Youngri yang sedikit bengkak. Gadis itu mendorong pelan tangan Jonghyun dari dagunya lalu menyentuh sudut bibirnya sendiri.

“Yoon Mi menamparmu ?” tanya Taemin lagi.

“Tadi aku tidur di bis. Bisnya berguncang kemudian bibirku terbentur kaca. Hanya sedikit bengkak oppa, gwaenchana. Aku tidur dulu,” Youngri tersenyum lagi sebelum memasuki kamarnya. Ia tidak memedulikan tatapan heran dari Jonghyun dan Taemin. Ia masih ingin menangis dan menumpahkan semuanya. Entah kenapa, ia menjadi lebih cengeng sejak mengenal kelima cucu kakek Jung.

***

Youngri menatap Yoon Mi yang duduk di depannya dengan nanar. Setelah menceritakan apa yang baru saja dialaminya kemarin, ia kembali menangis. Perasaan bersalahnya benar-benar membuncah, ia tidak bisa lagi melakukannya. Ia tidak mau persaudaraan kelima laki-laki itu hancur karena dirinya dan juga hanya demi memuaskan kakek Jung dengan harta.

Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Youngri merogoh saku mantelnya dan mengangkat telepon dari salah satu ‘oppa’nya. Setelah mengendalikan nada suaranya, ia menggumam pelan menyahuti suara Key di seberang sana.

“Aku sedang di café. . .  Dengan Yoon Mi. . . Wae ? . . Aah, araseo. Aku tunggu disini,”

Gadis itu segera menutup flip ponselnya lalu menaruhnya ke atas meja. Ia mencoba tersenyum pada Yoon Mi yang selalu saja menatapnya nanar. Ia tahu bahwa sahabatnya itu prihatin, ingin membantu tapi tidak bisa melakukan apapun.

Selama beberapa menit keduanya hanya diam dan menyesap minumannya masing-masing. Sesekali Yoon Mi mengusap punggung tangan Youngri untuk memberi semangat.

“Harusnya aku tidak menerima tawaran kakek Jung. Aku tidak bisa melakukannya. Mereka terlalu baik dan aku sayang kelimanya,” Youngri menarik napasnya sejenak lalu menatap Yoon Mi yang –lagi-lagi menatapnya khawatir, “Menghancurkan persaudaraan kelima cucu kakek Jung sangat susah. Apalagi status pernikahan palsu ini yang mengikatku dengan mereka. Kakek Jung mau aku melakukannya dengan cepat, ia tidak mau menunggu lama lagi untuk memiliki harta kelima cucunya,”

“Apa maksudmu ?” pertanyaan itu sontak membuat Youngri menoleh ke belakang. Ia berdiri dari kursinya dan menatap Key yang sudah memasang ekspresi heran sekaligus kaget.

“Menghancurkan kami ? Apa maksudmu Han Youngri !” pekik Key, membuat perhatian pengunjung café itu pun terarah pada mereka. Youngri menggeleng cepat lalu berusaha memegang kedua tangan Key, tapi laki-laki itu sudah menepis tangannya.

“Aku bisa jelaskan, oppa,” sergah Youngri setelah melihat kilatan kemarahan di mata Key. Key menggeleng tidak percaya, ia mendorong Youngri sampai gadis itu kembali duduk di kursinya kemudian beranjak keluar dari sana. Youngri hanya bisa menatap kepergian Key lalu meneteskan air matanya lagi. Ia bisa merasakan Yoon Mi memeluknya, dan tangisannya benar-benar memecah keheningan café itu.

“Aku tidak bisa memilih Yoon Mi. Aku menyerah,”

***

Key membuka pintu rumah dengan kasar. Jinki yang tengah minum di dapur pun tersedak melihat Key tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan berjalan dengan langkah lebar. Key menatapnya dengan tajam. Jinki mengerti lalu berjalan mendekat ke arah laki-laki itu.

“Ada apa ? Kau terlihat. . . buruk ?” tanya Jinki sedikit ragu.

“Kita sudah di bodohi oleh gadis itu,” jawab Key seraya menyeringai kecil. Jinki mengernyit heran kemudian menoleh ketika mendengar suara gaduh tiga orang laki-laki yang menuruni tangga.

“Sms-mu menyeramkan Kibum,” gumam Jonghyun setelah berdiri mengitari Jinki dan Key.

“Cerita aslinya lebih menyeramkan dari itu, hyung,” balasnya, menatap Minho dan juga Taemin yang sudah menaikkan sebelah alis heran, “Well. Kita ke kantor kakek Jung sekarang. Aku akan ceritakan semuanya di jalan,”

***

Kakek Jung tengah menyesap kopi dengan tenang siang itu di kantornya. Ia membayangkan, bagaimana hidupnya setelah harta kelima cucunya itu jatuh ke tangannya. Tidak ada yang lebih baik di hidupnya selain hal itu tentunya. Dikelilingi harta, ia bisa melakukan apapun yang disukainya. Dan terlebih lagi, kelima cucunya itu akan terpisah dan tidak akan merepotkannya lagi.

Lamunan kakek Jung buyar saat mendengar telepon di ruangannnya berbunyi. Sebelum sempat mengangkat telepon itu, pintu ruangan laki-laki tua itu terbuka. Memunculkan lima sosok yang baru saja dipikirkannya. Ia tersenyum, menyambut kedatangan lima cucu kesayangannya itu.

“Ada angin apa yang membawa kalian ke kantor ini ?” tanya kakek Jung dengan nada ramah dan tersenyum seperti biasanya. Jinki mendesis pelan kemudian menggebrak meja kerja kakek Jung dengan keras.

“Ternyata benar. Minho dan Key sudah menjelaskan apa yang mereka dengar. Ini semua hanya akal-akalan kakek dan gadis itu !” seru Jinki kesal. Minho mencoba menenangkan laki-laki itu. Ya, ia sudah menceritakan apa yang didengarnya dulu. Ketika mendengar Key membicarakan yang tadi baru saja didengarnya, secara refleks ia ikut bercerita. Dan Youngri benar-benar menjadi tersangka sekarang.

“Apa maksud kalian ? Kenapa kalian bisa berbicara seperti itu ?” tanya kakek Jung, berusaha mengontrol nada suaranya agar tetap datar.

“Siapa lagi kalau bukan dari Han Youngri. Gadis itu harusnya memastikan keadaan sekitar saat bercerita dengan sahabatnya sendiri,” ujar Key sambil berdecak pelan. Kakek Jung mengeluarkan sebuah amplop coklat dari laci meja kerjanya dan melemparnya ke atas meja. Membuat tatapan lima laki-laki itu mengarah pada amplop itu.

“Sayangnya, kami tidak akan menyerahkan harta yang memang seharusnya milik kami,” sambung Jonghyun, “Lebih baik kita pergi dari sini. Percuma membahas hal ini dengan kakek Jung,” laki-laki itu merobek sebuah amplop yang baru saja dikeluarkan kakek Jung yang bertuliskan ‘Pemindahan kekuasaan’. Yang lain tertawa pelan kemudian berbalik untuk meninggalkan ruangan kakek Jung.

“Tunggu !” sergah kakek Jung membuat langkah kelima laki-laki itu berhenti di dekat pintu, “Kalau kalian mau menyelesaikan ini, selesaikan semuanya. Ceraikan Youngri,”

Sesuatu menyerang jantung lima laki-laki itu ketika mendengar ucapan kakek Jung. Jantung mereka tiba-tiba saja memompa darah lebih cepat dan membuat tubuh kelimanya memanas. Haruskah melakukannya ?

“Baiklah,” ujar Jonghyun lalu berbalik kembali ke depan meja kerja kakek Jung.

Kakek Jung menyeringai pelan dan mengeluarkan sehelai kertas yang sudah terdapat tanda tangan Youngri disana. Kelimanya menanda tangani secara bergantian kemudian menatap kakek Jung kesal. Jonghyun menggeleng pelan sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu, meninggalkan yang lainnya.

“Kami tidak peduli soal harta. Jangan harap karena seorang wanita, persaudaraan kami akan putus begitu saja,” ujar Minho dingin kemudian menyusul Jonghyun keluar. Dan pada akhirnya kelima laki-laki itu pun meninggalkan ruangan kerja kakek Jung yang terbilang mewah itu.

Kakek Jung tersenyum menyeringai kemudian menggeleng pelan, “Ternyata dugaanku salah. Kalian semua sudah dewasa. Tapi kalian salah juga kalau mengatakan tidak terpengaruh oleh seorang wanita,”

***

Di tengah perjalanan kelima namja itu tak lepas dari pemikiran masing masing, rasanya sulit untuk membenci seseorang yang memang harusnya mereka benci. Karena tanpa sadar suatu perasaan special telah tumbuh di hati mereka.

Jinki hanya memandang kosong ke arah jalanan, tapi tetap berusaha membawa mobil dalam keadaan tenang. Jonghyun yang biasanya berisik, kali ini hanya diam dan sesekali mengusap wajahnya seperti frustasi. Sedangkan Taemin, Key, dan Minho hanya sibuk dengan pemikiran masing-masing dan tidak melakukan apapun.

Setelah memarkirkan mobil di dalam garasi, kelima laki-laki itu segera turun dari mobil. Pandangan mereka pun beralih pada seorang wanita yang tengah duduk di muka pintu.

“Cish~. Gadis itu masih berani datang kesini,” gumam Key. Taemin menyeringai pelan lalu membisikkan sesuatu pada Key.

“Kita punya kejutan untuknya, hyung,” tambah Taemin dijawab sebuah anggukan oleh Key dan sebuah senyuman tipis.

Youngri segera menoleh. Ia berdiri dari posisi duduknya dan berlari menghampiri kelima laki-laki itu dengan tergesa.

“Aku mohon, dengarkan aku dulu oppa,” rajuk Youngri.

“Hmm,” Jonghyun tersenyum kecil lalu mensejajarkan wajahnya dengan wajah gadis itu, “Semuanya sudah terlambat gadis kecil. Semuanya sudah berakhir,” ujarnya kemudian menjauhkan wajahnya kembali.

“Maksudmu ?”

“Kita sudah menyelesaikannya dengan kakek Jung. Kontrak itu sudah selesai dan kita sudah menandatangani surat cerai,” terang Jinki. Youngri menutup mulutnya tidak percaya lalu mundur selangkah untuk menjaga jarak dengan lima laki-laki itu.

“Kau memang gadis murahan Han Youngri,” tambah Key.

“Hyeri,” gumamnya pelan, tapi masih bisa didengar oleh kelimanya. Mereka semua mengerutkan kening heran dan memandang Youngri yang sudah terisak kecil, “Andwae ! Andwae !”

Gadis itu menerobos tubuh lima laki-laki yang lebih tinggi darinya itu, berlari kencang meninggalkan rumah yang sudah ditinggalinya selama hampir 2 bulan. Sedangkan lima laki-laki itu hanya mengernyit heran, tidak mengerti maksud gadis itu.

“Kenapa dia ?” tanya Taemin heran.

“Molla,” jawab Jinki singkat kemudian melangkah menaiki tangga kecil untuk sampai di teras rumah.

“Hyeri ?” gumam Minho seraya berpikir.

“Kau kenapa ?” tanya Key heran, melihat Minho tengah berpikir keras seperti berusaha mengingat sesuatu.

“Hyeri . . ?” gumam Minho lagi berusaha mengingat nama itu. Ia segera menggelengkan kepalanya ketika mengingat perbincangannya dengan gadis itu sebelum berangkat ke Busan, “Tidak mungkin. Kakek Jung tidak mungkin melakukan itu,”

Semua perhatian pun kini tertuju pada Minho yang terlihat panik dan sedikit khawatir, “Ya ! Apa yang terjadi Choi Minho !” tanya Jonghyun cepat ketika menyadari ada yang tidak beres pada laki-laki itu. Minho meneguk ludahnya dan menceritakan apa yang pernah dilihat dan diceritakan oleh Youngri dulu.

***

Youngri segera membuka pintu taksi yang dinaikinya dan berlari memasuki pagar rumah mewah kakek Jung. Ia berlari melewati penjaga yang ada, tapi langkahnya terhenti di depan pintu. Beberapa penjaga melindungi pintu rumah itu dan tidak membiarkannya masuk.

“Dimana adikku !” teriaknya seraya menarik jas salah satu penjaga yang berusaha menghalanginya itu. Tapi yang di lakukannya tidak membuat penjaga –yang seperti patung itu bergerak. Ia melepaskan cengkeramannya pada jas laki-laki bertubuh besar di depannya kemudian menggeleng pelan. Youngri segera menghapus air matanya ketika merasakan ponselnya bergetar. Ia mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan mengangkat telepon dari seseorang yang sedang dicarinya.

“Dimana adikku !” pekik Youngri, pada kakek Jung yang tidak mengucapkan apapun setelah ia mengangkat teleponnya.

‘Kau sudah tahu perjanjiannya nona Han. Kau tidak berhasil melakukannya dan adikmu menjadi taruhannya,’ jawab kakek Jung lalu tertawa renyah mendengar isakan Youngri.

“Aku mohon. Kembalikan adikku,” ujar Youngri dengan nada yang mulai melemah. Ia terduduk di teras rumah itu, masih tidak bisa memberhentikan tangisannya.

‘Menangislah. Adikmu tidak akan kembali, walaupun air matamu habis nona Han,’ balas kakek Jung lalu menutup teleponnya. Youngri menggeleng pelan dan membiarkan ponsel miliknya melesat jatuh dari genggamannya. Ia harus berusaha keras untuk mengambil Hyeri. Bagaimana pun juga, hanya Hyeri yang di milikinya sekarang.

***

Youngri hanya bisa terduduk sambil memeluk kedua lututunya. Ia menatap ke arah –penghuni jembatan bawah tanah di sekelilingnya lalu mendesah napas pelan. Ia hanya bisa menangis membayangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi pada adik kesayangannya. Yang bisa dilakukannya hanya berdoa agar Hyeri baik-baik saja.

“Astaga Youngri ! Apa yang kau lakukan disini !” seruan seseorang itu membuat Youngri mengangkat kepalanya. Ia tersenyum lemah pada Yoon Mi –yang entah kenapa bisa muncul di hadapannya itu.

“Kau pucat,” Yoon Mi segera membantu sahabatnya itu berdiri. Ia membawanya menaiki tangga, lalu segera memberhentikan taksi. Sementara itu, Youngri hanya diam dan mengikuti semua yang Yoon Mi lakukan. Tenaganya sudah hampir habis hari itu.

Youngri menatap Yoon Mi yang duduk di sebelahnya. Gadis itu terlihat panik sambil sesekali menyuruh supir taksi itu mempercepat laju taksinya. Sepertinya Yoon Mi sangat khawatir dengan keadaannya. Dan Youngri masih belum bisa memberhentikan tangisan kecilnya.

“Mereka sudah tahu semuanya,” ujar Youngri tiba-tiba, membuat Yoon Mi menoleh ke arahnya.

“Aku sudah tahu itu. Sikap Key tadi tidak biasa dan aku tahu pasti akan ada masalah besar. Kau menangis karena Hyeri ?” tanya Yoon Mi lagi, bernada lebih khawatir dari sebelumnya. Youngri mengangguk lalu memeluk Yoon Mi dengan erat.

“Aku sangat takut Yoon Mi. Ini semua bayaran karena aku tidak berhasil membuat kelima cucunya bertengkar. Aku tidak berhasil membuat Jung sajangnim mendapatkan harta itu. Hyeri dalam keadaan bahaya sekarang,” Youngri berusaha menahan isak tangisnya dan terus saja memeluk sahabatnya semakin erat. Yoon Mi mengusap punggung Youngri dengan pelan lalu membisikkan sesuatu.

“Aku akan berusaha membantu mengeluarkan Hyeri dari sana,”

***

Kakek Jung menatap para pengawalnya tidak percaya. Ia bergegas masuk ke dalam rumahnya, memeriksa kamar yang selama ini di tempati Hyeri. Dengan cepat ia menyuruh seluruh penjaga dan pengawalnya untuk mencari anak itu. Bagaimana bisa anak perempuan itu terhindar dari pengawasan seluruh penjaga di rumah itu dan kabur begitu saja.

“Cari anak itu cepat !” pekik kakek Jung, membuat pengawal pribadinya tersentak dan segera keluar dari kamar Hyeri, meninggalkan kakek Jung yang masih menggeleng tidak percaya. Kenapa anak itu bisa kabur, disaat semua kontraknya dengan Youngri gagal.

“Hidup kalian ada di tanganku sekarang,” gumam kakek Jung seraya meremas sebuah foto bergambar Youngri dan juga Hyeri yang tergeletak di atas tempat tidur Hyeri.

***

Sementara itu Hyeri bersembunyi dibalik semak di sebuah taman bermain dekat rumah kakek Jung sambil sesekali melirik keluar untuk memeriksa keadaan. Setelah melihat seluruh penjaga focus pada kedatangan Youngri di depan rumah tadi, ia bergegas keluar melewati pintu belakang dan melewati sebuah pagar kecil yang ada di belakang rumah itu juga. Ia tidak menyangka bahwa usaha melarikan dirinya sangat sukses. Walaupun ia hanya seorang anak perempuan berumur 8 tahun, ia cukup pintar untuk melakukan hal itu.

Tapi yang menjadi pertimbangannya sekarang adalah, kemana ia harus pergi. Ia tidak tahu dimana kakaknya berada. Tempat tinggal kelima cucu kakek Jung –yang pernah dibicarakan itu pun ia tidak pernah tahu ada dimana. Dan untuk keluar dari persembunyiannya sekarang, itu sangat tidak mungkin. Para penjaga di rumah itu pasti sedang mencarinya.

“Dimana Youngri eonni sekarang,” gumamnya seraya mengerucutkan bibir mungilnya. Ia kembali melirik keluar dan melihat salah satu penjaga di rumah kakek Jung tengah mencarinya ke sekeliling taman. Jantungnya berdetak lebih cepat ketika penjaga itu mendekat ke arah semak.

“Aku harus lari sekarang,” Hyeri menyiapkan ancang-ancang dan mulai berlari. Ia tidak mempedulikan teriakan penjaga itu dan terus berlari. Tubuh kecilnya bisa dengan mudah diajak berlari dan menghindar.

BUKK

Tubuhnya terpelanting ke belakang ketika menabrak seseorang. Ia mendongak untuk menatap orang yang baru saja di tabraknya kemudian segera berlari ke belakang tubuh laki-laki itu. Ia tidak tahu siapa laki-laki itu, tapi sepertinya bisa membantu melindunginya saat itu.

“Ya ! Kau ! Jangan lari !” teriak penjaga itu seraya menunjuk ke arah Hyeri yang bersembunyi. Hyeri semakin merapatkan tubuhnya ke arah laki-laki –yang cukup tinggi itu.

“Ada apa ?” tanya laki-laki itu seraya menatap penjaga –yang bertubuh lebih besar darinya itu. Penjaga itu dengan sedikit terengah, menunjuk Hyeri yang bersembunyi di belakang laki-laki itu.

“Kau mencarinya ?”

Hyeri meneguk ludahnya ketika laki-laki itu menyingkir. Ia bisa melihat penjaga itu tersenyum lalu mendekat ke arahnya. Tapi sedetik kemudian penjaga itu malah tersungkur ke belakang dan tangannya di tarik oleh laki-laki –yang menjadi tempat bersembunyinya itu. Ia tidak mengerti kenapa laki-laki itu menolongnya, tapi ia hanya bisa berlari mengikutinya.

***

Kegiatan Key yang tengah mencuci piring itu pun terhenti ketika mendengar pintu rumah terbuka. Ia sedikit tersentak melihat Jonghyun memasuki rumah dengan menggandeng seorang anak kecil. Sontak Taemin yang tengah berjalan ke arah Key pun, segera berputar dan malah menghampiri Jonghyun.

“Hyung, kau sudah punya anak sebesar ini ?”

PLETAK

“Jaga bicaramu Lee Taemin,” sahut Key dari arah dapur setelah lemparan sendok itu sukses mengenai puncak kepala Taemin. Taemin meringis pelan kemudian berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan anak perempuan itu.

“Namamu siapa ?” tanya Taemin seraya tersenyum lebar. Jonghyun melepas pegangan tangannya pada anak perempuan itu lalu meninggalkan keduanya yang masih berada di dekat pintu.

“Han Hyeri,” jawab anak itu lalu membalas senyuman Taemin. Taemin mengacak rambut anak itu kemudian membawanya ke ruang TV, dimana Minho, dan Jinki tengah duduk disana.

“Hyung-ah. Kita punya keponakan baru,”

BUKK

Kali ini Jonghyun yang berada di lantai dua melempar bantalnya pada Taemin. Entah laki-laki itu memang polos atau pura-pura polos menurut Jonghyun. Ia sudah 19 tahun dan sudah harus berpikir rasional bukan ?

“Uh, ne. Jonghyun hyung tadi membawa anak ini,” ralat Taemin membuat Minho dan Jinki semakin heran. Minho berdiri dari sofa lalu sedikit membungkuk untuk menatap Hyeri.

“Astaga,” gumam Minho kemudian mundur selangkah ketika menyadari sesuatu, “Kau Han Hyeri ?” tanya Minho dijawab anggukan pelan oleh anak perempuan itu.

“Wae ?” tanya Taemin polos. Minho berjongkok di hadapan Hyeri lalu memegang kedua bahu anak itu.

“Dimana kakakmu ?” tanya Minho cepat. Hyeri menatap Minho, Jinki, dan Taemin bergantian kemudian menggeleng pelan. Key yang tengah di dapur pun segera beranjak mendekati Hyeri setelah mendengar pertanyaan Minho.

“Aku juga mencari Youngri eonni. Dia tadi datang ke rumah kakek Jung, tapi aku tidak tahu dimana eonni sekarang,” jawab Hyeri membuat Jonghyun segera menuruni tangga dan berdiri di samping Taemin.

“Bagaimana bisa kau kabur dari sana ?” tanya Key lagi. Hyeri menatap bingung kelimanya kemudian sedikit menyingkir dari lingkaran kelima laki-laki itu.

“Aku hanya berlari lewat pagar belakang. Tadi aku hampir tertangkap lagi, tapi oppa ini menolongku,” jelas Hyeri seraya menunjuk ke arah Jonghyun. Jinki mengerutkan kening heran kemudian menepukkan kedua tangannya ketika sadar sesuatu.

“Dia pasti akan ke rumah kakek Jung lagi. Bagaimana kalau dia yang di tangkap karena Hyeri kabur ?” ucapan Jinki membuat keempat laki-laki lainnya termasuk Hyeri membulatkan matanya. Minho segera mengambil jaketnya yang tergeletak di sofa lalu menatap saudaranya yang lain.

“Kita harus mencarinya sekarang,”

[Seizure continued]

One thought on “[FanFict] Seizure (5th Part)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s