[FanFic] Shining Drabble

Title       : Shining Drabbles

Author  : Ima Shineeworld

Cast       : YOU, SHINee members

Genre   : Romance, Friendship

Rating : T

Length  : Drabble

Seorang gadis mengetuk-ngetukkan kakinya kesal. Ia melipat tangan sambil sesekali melirik jam tangannya karena sudah hampir satu jam menunggu. Kalau ia duduk, mungkin bisa menunggu lebih lama lagi. Tapi sayangnya ia berdiri, tidak ada sarana yang bisa digunakannya untuk duduk.

Beberapa saat kemudian gadis itu melihat seseorang yang ditunggunya tengah berlari. Ia melihat laki-laki itu mendekat dan tidak merasa bersalah sama sekali.

“Noona, mianhae,” kata laki-laki itu seraya memegangi tangan wanita yang lebih tua satu tahun di atasnya itu.

“Mwoya ? Aku sudah menunggu selama satu jam dan kau baru datang Taemin-ah,” balas gadis itu, memandang laki-laki bernama Taemin yang masih merengek di sampingnya.

“Noona, noona. Ayolah, kita jadi pergi kan hari ini,” paksa Taemin. Wanita yang dipanggil noona olehnya itu pun memalingkan wajah dan berlagak kesal. Ia tidak menatap Taemin yang masih saja menarik-narik bajunya.

“Noona, chebal,” Taemin semakin memaksa dan mengeluarkan puppy eyes andalannya untuk merayu gadis itu. Beberapa saat kemudian, gadis berambut sebahu itu pun tersenyum lalu mengangguk ke arah Taemin.

“Ireon ! Kau selalu tehu kelemahanku !” seru gadis itu lalu mengikuti tarikan tangan Taemin beranjak dari sana.

***

Masih wanita yang sama. Hari itu ia baru saja selesai les bahasa inggris. Seorang laki-laki, tiba-tiba berlari menyusulnya dan berjalan di samping gadis itu.

“Oh, Kibum-ah,” ujarnya ketika menyadari laki-laki yang menyusulnya adalah teman satu kelasnya.

“Mau pulang ?” tanya Key sedikit canggung.

“Eum. Waeyo ?” tanya gadis itu bingung melihat wajah Key yang sedikit bersemu.

“Pulang bersama ?” tawar Key akhirnya.

Gadis itu pun menatap Key beberapa saat kemudian mengangguk samar. Key segera menyadari jawaban itu sebagai ‘iya’ dan berjalan bersamaan dengannya. Untuk beberapa saat, keduanya diam karena tidak mempunyai topic untuk dibicarakan. Key hanya menggaruk-garuk kepalanya bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Sedangkan gadis itu, tampak melihat-lihat ke arah sekitarnya karena merasa canggung juga.

“Kau biasa pulang sendiri ?” tanya Key, membuat gadis itu menoleh ke arahnya.

“Ne, rumahku dekat. Jadi harus bisa pulang sendiri,” jawabnya membuat Key dan dirinya sendiri terkekeh pelan.

Dan lagi-lagi suasana canggung mendera mereka. Obrolan Key tidak berlanjut, dan malah berjalan dalam diam. Tiba-tiba Key meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya. Gadis itu pun mendongak menatap Key karena shock akan apa yang dilakukan laki-laki berambut sedikit blonde itu.

“K-Key ?” tanyanya heran. Key hanya tersenyum sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Wajahnya benar-benar memerah saat itu.

Dan wanita yang di genggam tangannya pun hanya bisa tersenyum dan membiarkan itu terjadi. Ia ikut memalingkan wajah karena tiba-tiba saja wajahnya memerah.

***

Taman itu terlihat sepi dari pengunjung yang biasa hilir mudik disana. Di salah satu bangku, tampak seorang laki-laki tengah duduk bersama seorang wanita, memandangi daun-daun yang mulai berguguran. Terlihat jelas perbedaan diantara keduanya, laki-laki itu bemata sipit dan wanita yang duduk di sebelahnya memiliki mata yang besar. Bahkan tidak terlihat seperti orang Korea.

“Kenapa musim gugur kali ini dingin sekali ?” gumam gadis itu pelan, cukup bisa didengar oleh laki-laki disebelahnya.

“Jinjja ?”

“Ne, oppa. Leherku kedinginan,” balas gadis itu pada laki-laki yang dipanggil oppa olehnya, “Onew oppa, sebaiknya kita pulang saja,” tambahnya.

Onew berpikir dengan cepat, ia melihat lehernya tertutupi syal sedangkan gadis di depannya tidak. Sebagai seorang laki-laki, ia melepas syalnya kemudian memakaikan ke leher gadis itu. Seraya tersenyum lebar ia memegangi kedua pipi gadis itu dan menatap kedua matanya.

“Tidak dingin lagi ‘kan ?” tanya Onew dan dijawab sebuah senyuman juga oleh gadis itu.

“Keurae, gomawo oppa,” balasnya masih tetap membiarkan tangan Onew di kedua pipinya. Sentuhan Onew berhasil membuat sekujur tubuhnya hangat. Bahkan sampai ke wajahnya sendiri.

***

Gadis itu baru saja keluar dari halaman gedung apartemennya ketika melihat seorang laki-laki sudah berdiri di pinggir jalan. Laki-laki itu terlihat tersenyum ke arahnya kemudian menghampiri. Gadis itu pun balas tersenyum lalu sedikit mendongak menatap laki-laki yang jauh tinggi di atasnya itu.

“Mau berangkat kuliah ?” tanya laki-laki itu, dijawab anggukan oleh wanita di depannya, “Kajja,” tambah laki-laki bertubuh tinggi itu seraya menunjukkan jalan untuk gadis itu lewat. Wanita berambut sebahu dan bermata besar itu terkekeh lalu keluar dari halaman apartemennya.

“Minho-ya, tumben kau datang pagi-pagi,” tanyanya heran. Laki-laki bernama Minho itu pun menoleh ke kiri, dimana gadis itu tengah menatapnya tidak sabar.

“Ada yang salah ?” tanya Minho lagi. Gadis itu menggeleng, ia tersenyum sendiri kemudian berjalan berdampingan bersama Minho.

Beberapa langkah kemudian, Minho sedikit menoleh ke belakang. Ia melihat sebuah mobil melaju dengan kencang, dan ia baru sadar bahwa gadis di sebelah kirinya itu berada di pinggir jalan. Dengan cepat ia memegangi kedua bahu gadis itu dan menukar posisi sebelum mobil itu menabrak gadis yang di sayanginya.

Minho menoleh ke arah gadis yang berada di sebelahnya. Dalam posisi setengah memeluk, dengan keadaan gadis itu yang hampir terjatuh tapi karena pelukan Minho, ia hanya sedikit terjungkal ke belakang. Minho menatap gadis itu seraya tersenyum, dan dibalas oleh senyuman juga.

“Neo gwenchana ?”

“Ne, gwenchana. Gomawo,” jawab gadis itu kemudian menegakkan posisi berdirinya. Ia memalingkan wajahnya yang memerah dan menggerutu sendiri di dalam hati.

***

Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Seorang wanita tengah duduk di sebuah cafe seraya memandangi kaca-kaca di depannya yang sudah mulai tertetesi salju. Musim gugur sudah berubah menjadi musim dingin hari itu. Dan ia merasakan tubuhnya mulai menggigil.

“Silahkan agasshi,” ujar seorang pelayan membuatnya sedikit tersentak. Ia meraih cangkir cappuccino miliknya dan meminumnya perlahan tanpa mau menatap laki-laki yang duduk di depannya.

“Sampai kapan kau diam seperti ini huh ? Bisa kau jelaskan siapa mereka semua ?” tanya laki-laki yang terlihat sedikit marah pada gadis di depannya.

Gadis yang di tanya olehnya pun menurunkan cangkir cappuccinonya kemudian memalingkan wajah keluar jendela.

“Jonghyun oppa, jangan memulai lagi. Aku benci kalau kita harus bertengkar seperti ini,” jawab gadis itu.

Laki-laki yang dipanggil Jonghyun itu menaikkan sebelah alisnya heran, melihat gadis itu tampak sedikit berantakan oleh busa dari cappuccino yang baru saja ia minum.

“Ya. Pabo yeoja. Bibirmu,” seru Jonghyun membuat gadis itu menoleh. Ia menunjuk sudut bibirnya sendiri, menunjukkan dimana busa cappuccino yang menempel di bibir gadis bermata besar itu. Tapi wanita itu malah mengusap sisi yang satunya dan tidak pernah mencapai busa itu.

“Dimana ?” tanyanya bingung, sambil masih tetap mengusap jarinya di setiap sudut bibir.

“Hei, diam sebentar,” Jonghyun menyingkirkan tangan gadis itu. Dengan cepat ia mencondongkan tubuhnya, mendekatkan bibirnya ke bibir gadis itu. Hanya beberapa senti lagi, bibir keduanya hampir menempel. Gadis itu memejamkan matanya seraya memundurkan wajah menghindari laki-laki berambut coklat yang tengah mencoba menciumnya.

***

“Aku menyukaimu,”

Apa yang akan kau lakukan ketika mendengar kata-kata yang sama dari empat laki-laki yang berbeda ? Apalagi kau menyukai keempatnya dan tidak mau menyakiti semuanya. Kalian tidak mungkin menerima semua laki-laki itu kan ? Kecuali kalau kau mau disebut seorang wanita murahan yang suka bergonta-ganti pacar.

Dan bagaimana juga kalau ternyata sudah ada seorang laki-laki yang sudah berdiri di samping kalian. Selalu ada ketika kau sedih, senang, dan mungkin ketika dalam keadaan bingung. Ia selalu ada, menghibur dan menenangkan dengan cara memeluk. Dan gadis itu merasa, bahwa ia hanya mencintai laki-laki itu. Ia tidak bisa menerima pernyataan cinta dari keempat laki-laki yang notabene ia sukai juga.

“Maaf, aku tidak bisa. Sudah ada seorang laki-laki yang ada di hatiku sekarang,”

Akhirnya gadis itu pun menjawab dengan nada tenang tetapi tegas pada empat orang laki-laki yang sudah menyatakan perasaannya itu. Ia hanya menganggap keempat laki-laki itu sebagai sahabat dan kakaknya. Ia tidak tahu kalau akan seperti ini jadinya. Ketika ia harus berhadapan dengan satu keputusan sulit.

Mungkin keempat laki-laki itu kurang beruntung, karena menyatakan perasaan ketika dirinya tengah mencintai seorang laki-laki. Sangat mencintainya mungkin, karena ia sendiri tidak bisa lepas dari laki-laki yang sekarang berstatus sebagai kekasihnya.

‘Chu~’

Sebuah kecupan dari Jonghyun membuat gadis itu kembali membuka matanya dan membelalak ke arah laki-laki di depannya. Ia melihat Jonghyun menjilat bibirnya sendiri seraya tersenyum lebar. Dan gadis itu bisa memastikan wajahnya memerah. Sangat merah, ketika menyadari bahwa bibirnya yang terdapat busa cappuccino itu di bersihkan oleh Jonghyun.

“Oppa, neo mwohae ?!” pekik gadis itu kesal. Jonghyun malah terkekeh lalu mengusap sudut bibir gadis di depannya lembut.

“Apa aku salah ? Melakukannya pada pacarku sendiri ?” tanya Jonghyun sambil tersenyum menahan tawa. Gadis itu menggeleng lalu menunduk malu.

“Chagiya~,” rengek Jonghyun manja.

“Keurom, oppa tidak marah lagi kan ?” tanya gadis itu cepat ketika menyadari perubahan sikap Jonghyun. Jonghyun kembali menarik tangannya dan segera memalingkan wajah.

“Ahni, aku masih marah,” jawabnya seraya melipat tangan di depan dada.

“Ya~. Oppa, kau masih marah ? Kalau ciuman tadi tidak cukup, apalagi yang harus kulakukan ?” tanya gadis itu bingung karena tidak mau di acuhkan oleh laki-laki di depannya.

“Jinjja ? Kalau begitu, kau harus menikah denganku,” jawab Jonghyun sekenanya membuat gadis itu tersedak.

“Mwo ?”

“Menikah. Ini sebuah paksaan,” Jonghyun tersenyum lebar kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Sebuah kotak kecil berwarna merah, ia menaruhnya di atas meja dan membukanya. Menunjukkan isi kotak itu pada wanita yang masih saja menatapnya tidak percaya.

“Well ?” tanya Jonghyun memastikan.

“N-ne,” jawab gadis itu malu-malu kemudian menyodorkan tangannya.

Jonghyun tersenyum kecil, ia mengeluarkan cincin itu dari dalam kotaknya dan menyematkan ke jari manis gadis itu. Ia mengecup punggung tangan gadis itu lembut.

Tanpa disadari, beberapa pasang mata tengah memandangi kedua orang itu. Seorang di balik tembok pembatas di café itu, seorang lainnya memandang dari pinggir jalan, seorang yang lainnya memandang dari dalam mobil yang tengah ia kendarai, dan yang lainnya lagi, hanya bisa menjatuhkan bunga yang dipegangnya pasrah. Baru saja ia akan memberikan buket bunga itu, tapi tidak jadi karena melihat gadis yang disukainya tersenyum lebar ketika sebuah cincin ‘pengikat’ melingkari jarinya.

“Kau bodoh Taemin, harusnya dari dulu kau menyatakan perasaanmu,” gumam seorang laki-laki yang berdiri di balik tembok café itu.

“Uh tidak Key. Jabatan the almighty itu sirna, kau bahkan tidak bisa menyatakan perasaanmu sendiri,” gumam seorang laki-laki yang lainnya yang tengah berdiri di pinggir jalan di dekat café itu.

“Sepertinya aku akan rindu panggilan mesra ‘oppa’ darinya,” gumam seorang yang lainnya seraya memukul kemudi mobilnya pelan. Ia kembali menoleh, melihat keluar jendela mobil, ke arah sebuah café yang menunjukkan sepasang laki-laki dan perempuan yang tengah bercanda mesra.

“Minho-Minho. Bunga ini tidak berharga lagi untuknya. Ia sudah mendapat bunga yang lebih dari laki-laki itu,” gumam laki-laki lainnya yang bertubuh paling tinggi dan berdiri di seberang jalan dari café itu.

Keempatnya mendesah napas panjang kemudian berbalik, berjalan pulang ke rumahnya masing-masing. Hanya karena satu wanita, sepertinya hidup mereka akan segera berubah. Tidak mungkin mereka menghancurkan hubungan wanita yang sebentar lagi akan menikah. Apalagi dengan laki-laki yang dicintainya.

-FIN-

 

gaje ? aneh ?

oke, terserah readers yg menilai haha

 

cerita ini di ambil dari video intro FTI pas di GDA kemaren

jangan lupa RCL nya ya :D

 

^ Ima ^

2 thoughts on “[FanFic] Shining Drabble

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s