[FanFic] Curse Marriage (10th Part-End)

Title       : Curse Marriage

Author  : Ima Shineeworld

Cast       : Kim Jonghyun, Kim Hyunmi

Other    : All of casts married series

Rating   : PG+15

Genre   : Comedy, Romance

“Lee Joon, cinta pertamanya seorang Kim Hyunmi,” jawab Joon sontak membuat Hyunmi tersedak. Jonghyun pun menoleh ke arah Hyunmi yang malah tersenyum innocent. Ia mengumpat dalam hati, sepertinya akan ada pengganggu kehidupannya lagi. Melihat Hyunmi yang sedikit berbinar-binar memandang cinta pertamanya.

——————

Benar dugaan Jonghyun, belum apa-apa Hyunmi terus saja membicarakan kisahnya dulu ketika mengangumi Joon. Bagaimana ketika wanita itu rela pulang malam hanya untuk melihat Joon latihan basket. Dan bagaimana ketika Hyunmi menjadi secret admire seorang Joon, mengikutinya kemanapun, dan selalu menempel permen lollipop di pintu loker laki-laki itu. Hingga pada akhirnya Hyunmi mengungkapkan perasaannya pada Joon dan ditolak.

“Dan kau tahu ? Setelah ditolak olehnya, aku tidak masuk sekolah selama seminggu. Aku terlalu takut untuk bertemu dengannya. Mungkin aku –,”

“Ms.Kim, jangan bicarakan dia lagi,” potong Jonghyun cepat. Ia merasa tidak kuat lagi kalau harus mendengar Hyunmi terus membicarakan laki-laki tadi.

“Wae ?” tanya Hyunmi polos. Jonghyun yang tengah menyetir pun menoleh ke arah gadis itu.

“I’m jealous,” jawab Jonghyun singkat, sontak membuat Hyunmi bersemu. Hyunmi pun memalingkan wajahnya keluar jendela dan tersenyum sendiri. Aku akan membuatmu semakin jealous, Kim Jonghyun.

“Jonghyun-ah, berhenti dulu di depan. Aku mau ke supermarket,” seru Hyunmi. Beberapa saat kemudian Jonghyun menghentikan mobilnya dan Hyunmi pun turun, masuk ke dalam supermarket. Ia membeli sebuah permen lollipop yang dulu sering dibelikannya untuk Joon.

Hyunmi kembali masuk ke dalam mobil dan Jonghyun pun kembali menjalankan mobilnya. Wanita itu membuka lollipop yang tadi di belinya.

“Haish, lollipop ini mengingatkanku pada seseorang,” gumam Hyunmi membuat Jonghyun menoleh cepat ke arahnya.

“Err, Lee Joon-ah. Aku sering membelikan permen ini untuknya,” sambung Hyunmi kemudian mulai memakan permen itu tanpa memperhatikan ekspresi Jonghyun yang semakin merengut. Hyunmi bersorak dalam hati, aku suka hal ini.

“Dulu, ia sangat suka permen stroberi, parfum adidas, sepatu sneakers, dan makan gimbap. Kau tahu ? ia sangat berandal, sering memaki orang seenaknya, tapi itu yang membuatku suka padanya. Ia keren,”

“Ms.Kim, jangan memulai lagi,”

“Jinjja. Ketika bermain basket, ia terlihat sangat keren Jonghyun,”

“Can you shut up for a while ? Don’t tell me about him !”

Hyunmi mengerucutkan bibirnya kesal kemudian meledek Jonghyun dari samping. Ia semakin suka melihat Jonghyun memukul setir dengan kesal karena omongannya tentang Joon. Kali ini ia yang akan membuat Jonghyun cemburu.

***

Beberapa hari setelah pertemuan tidak sengaja itu, Jonghyun melihat perubahan yang cukup signifikan pada Hyunmi. Kadang ia melihat Hyunmi tersenyum sendiri ketika bekerja. Entah kenapa malah Jonghyun yang takut bahwa Hyunmi akan meninggalkannya.

“Ms.Kim, hari ini kau ikut aku meeting di Gwang-dong kan ?” tanya Jonghyun seraya memeriksa berkas-berkas yang ada di meja kerja istrinya itu.

“Jinjja ? Aigoo, aku lupa hari ini ada meeting. Tentu saja aku ikut, sekarang aku yang jadi sekretaris pribadi Jonghyun,” jawab Hyunmi lalu terkekeh pelan. Jonghyun ikut tersenyum kemudian mengacak rambut Hyunmi lembut.

“Jangan senyum-senyum sendiri seperti kemarin huh ? Satu jam lagi kita berangkat ke apartemen, baru pergi ke Gwang-dong. Kita menginap disana,” balas Jonghyun, kembali masuk ke dalam ruangannya.

“Ne, Jonghyun-ah,” lirih Hyunmi pelan.

Dalam perjalanan menuju Gwang-dong, Jonghyun selalu melihat Hyunmi terus memainkan ponselnya. Ia semakin penasaran saat melihat Hyunmi kadang tertawa sendiri. Wanita itu bahkan tidak peduli dengan keadaan sekitar.

“Ingat Ms.Kim, sebelum tidur kau harus minum vitamin dari Kibum,” ujar Jonghyun mencoba menyadarkan wanita itu.

“Ne,” jawab Hyunmi singkat. Jonghyun pun hanya bisa menghela napas pasrah melihat Hyunmi berubah menjadi aneh seperti itu.

Bahkan ketika keduanya sampai di hotel pun, Hyunmi tidak pernah lepas memandangi ponselnya. Wanita itu tidak peduli, dan turun begitu saja dengan menghiraukan tasnya yang masih di mobil. Dengan terpaksa Jonghyun yang membawa semuanya sampai di kamar.

Ketika tiba di kamar, Hyunmi meletakkan ponselnya di meja kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Kesempatan itu pun dipakai Jonghyun untuk memeriksa apa yang sedari tadi istrinya lakukan. Sampai lupa keadaan sekitar.

“Tidak ada yang aneh,” gumam Jonghyun sendiri seraya melihat chat Blackberry Messenger Hyunmi bahkan sampai ke gallerynya. Kecuali beberapa foto Lee Joon yang ternyata masih terselip. Foto yang di ambil secara diam-diam, sehingga terlihat goyang dan tidak jelas. Tapi Jonghyun tahu bahwa itu Joon.

Dan seketika Jonghyun merasakan udara di sekitarnya menjadi panas. Entah karena cuaca yang memang panas, atau karena ia melihat foto laki-laki lain di ponsel Hyunmi. Ia pun kembali meletakkan ponsel istrinya itu di atas meja ketika menyadari Hyunmi sudah keluar dari kamar mandi.

“Ms.Kim, kau masih menyukai laki-laki itu ?” tanya Jonghyun sontak menghentikan langkah Hyunmi yang akan memasuki kamar.

“Mungkin. Cinta pertama itu tidak akan bisa dilupakan Jonghyun,” jawab Hyunmi kemudian masuk ke dalam kamar. Jonghyun segera mengejar wanita itu kemudian mencegah langkahnya.

“Kau lupa ? Aku ini suamimu,” seru Jonghyun seraya merentangkan tangannya menghalangi langkah Hyunmi.

“Keuromnikka ? Aku hanya menganggap Joon sebagai masa lalu,” Hyunmi tersenyum pada Jonghyun kemudian duduk di sisi tempat tidur. Ia merasa lelah karena perjalanan yang cukup panjang.

“Jinjja ?” gumam Jonghyun lalu beralih ke sebelah Hyunmi. Ia memeluk wanita itu dari samping, menyandarkan kepala di bahu Hyunmi.

“Saranghaeyo Ms.Kim,” Jonghyun mendongak lalu mengecup leher Hyunmi lembut.

“Jangan mulai lagi. Aku mau tidur dulu,” balas Hyunmi seraya memundurkan wajah Jonghyun yang semakin mendekat. Ia pun mulai merebahkan diri dan mencoba memejamkan mata. Sambil tersenyum karena berhasil membuat Jonghyun cemburu.

***

Sebuah ruangan yang disinari lampu-lampu neon terang di setiap sudutnya, seorang laki-laki tengah duduk memandangi beberapa lembar kertas kerja di tangannya. Sesekali ia melirik gelisah ke arah ponselnya. Sudah lebih dari 2 jam istrinya –Kim Hyunmi tidak kembali dari makan siang. Anehnya wanita itu tidak pergi bersama sahabatnya dan tidak memberitahu ada dimana.

Laki-laki itu memandang sebuah kalender yang ada di atas meja kerjanya. Tidak ada yang istimewa hari ini, tapi ia melihat sebuah tanda hati yang melingkari hari berikutnya. Tanggal 20 Juni. Hari ulang tahun Hyunmi.

Ia tersenyum sendiri, tentunya ia akan menyiapkan sesuatu yang special untuk Hyunmi. Mengingat wanita itu sudah memberikan kado yang istimewa ketika ulang tahunnya dulu. Ketika Hyunmi memberikannya kejutan dan ‘kado spesial’. Tapi ia tidak tahu akan memberi apa, atau mungkin seperti saat ulang tahunnya. Memberi kejutan dan kado. Tapi ia merasa itu terlalu biasa, terlalu banyak yang menggunakan cara itu. Ia pun menekan sebuah tombol di teleponnya.

“Ms.Yoon, bisa ke ruanganku sekarang ?” tanya Jonghyun dan dijawab gumaman kecil dari gadis itu.

Beberapa saat kemudian pintu ruangan Jonghyun terbuka, Insa masuk kemudian duduk di kursi di hadapan Jonghyun.

“Kau tahu Hyunmi suka apa ?” tanya Jonghyun langsung menuju inti pertanyaan.

“Keurae, dia suka mawar putih, boneka beruang, suasana romantis, dan hadiah tentunya,” jawab Insa. Jonghyun manggut-manggut kemudian memandang Insa.

“Mwoya ?” tanya Insa cepat.

“Ahni. Kau bisa membantuku ?” tanya Jonghyun lagi. Insa pun mengangguk kemudian menopang kedua tangannya ke meja kerja Jonghyun. Laki-laki itu pun mencondongkan tubuhnya dan membisikkan sesuatu pada Insa, membuat gadis itu mengangguk mengerti seraya tersenyum kecil.

“Keurae, aku akan melakukannya,”

***

Suasana langit sore kota Seoul tengah tidak bersahabat sore itu. Rintik-rintik air hujan mulai turun dan membasahi apa saja yang ditetesinya. Begitu juga Jonghyun yang tengah menunggu taksi di depan gedung kantornya. Ia tidak membawa mobil karena tengah ada di bengkel setelah perjalanan jauh dari Gwang-dong kemarin. Dan Hyunmi, ia tidak tahu harus mencari wanita itu kemana lagi. Ia benar-benar menghilang setelah makan siang dan tak bisa dihubungi. Tapi ia sudah meminta tolong pada Insa untuk menyiapkan semuanya.

Laki-laki itu memasuki taksi untuk segera sampai di apartemen. Beberapa saat setelah memasuki taksi, Jonghyun mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Hyunmi ‘lagi’. Tapi hasilnya tetap sama, dan ia pun hanya bisa menghela napas panjang.

Tepat di lampu merah, hujan semakin deras dan Jonghyun bersyukur karena tidak terkena hujan. Ia menoleh ke samping, ke arah sebuah restoran yang terlihat ramai oleh beberapa orang yang berteduh. Tiba-tiba mata Jonghyun menangkap seseorang yang tentu saja dikenalnya, sedang berdiri bersama kerumunan yang lainnya. Kedua matanya membulat dan bersiap turun dari taksi, ketika taksi yang ditumpanginya sudah kembali jalan.

“Ya ! Stop disini,” seru Jonghyun. Tanpa menunggu taksi itu benar-benar berhenti, Jonghyun sudah membuka pintunya dan segera keluar. Tidak peduli hujan yang semakin deras membasahi seluruh tubuhnya. Langkahnya terhenti di depan kerumunan orang yang tengah berteduh itu lalu memandang seorang wanita yang menjadi alasannya memberhentikan taksi.

“Ms.Kim,” panggil Jonghyun membuat wanita yang tengah tertawa itu menoleh ke arahnya. Senyuman wanita itu pun lenyap seketika saat melihat Jonghyun berdiri di bawah hujan dan menatapnya nanar.

“Jonghyun ? Kenapa kau bisa ada disini ?” tanya wanita itu seraya menatap Jonghyun yang berdiri satu meter di depannya.

Jonghyun tidak menjawab, ia menatap Hyunmi dan seorang lainnya yang berdiri di sebelah wanita itu. Seorang laki-laki yang akhir-akhir ini selalu membuatnya cemburu.

“Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi ? Kenapa kau tidak memberiku kabar ? Dan kenapa kau pergi dengan LAKI-LAKI INI !!” teriak Jonghyun, membuat orang-orang yang ada di sekitar situ sedikit menjauh dan membuat Joon, Hyunmi dan juga Jonghyun berada dalam satu lingkaran.

“Jonghyun, aku bisa jelaskan semuanya,” gumam Hyunmi pelan hampir tak terdengar oleh Jonghyun.

“Aku sudah berusaha menepati janji untuk tidak meninggalkanmu, pergi bersama wanita lain, tidak egois, dan selalu memberi kabar. Dan kau ! bahkan tidak peduli padaku yang khawatir karena seharian tidak melihat istrinya dan tidak ada kabar sama sekali,” seru Jonghyun keras membuat Hyunmi sedikit tersentak.

Lee Joon yang menjadi orang ketiga disana pun mulai menengahi situasi. Ia mulai menghampiri Jonghyun dan berusaha menjelaskan semuanya yang terjadi sebelum mendapat pukulan telak dari laki-laki itu.

“Ya ! Apa yang kau lakukan !” teriak Hyunmi kemudian menghampiri Joon yang sudah tergeletak di tanah.

Hujan masih saja setia menemani pertengkaran sengit itu. Bagaimana Hyunmi memandang Jonghyun kaget, dan memandang Joon simpati. Joon mulai berdiri, diikuti Hyunmi tentunya. Jonghyun hampir memukul Joon lagi, tapi tangannya terhenti di udara ketika Hyunmi malah berdiri di depan laki-laki itu.

“Pukul aku ! Aku yang salah ! Aku yang tidak memberi kabar dan pergi dengan Joon, karena aku yang mengajaknya ! Pukul aku !” seru Hyunmi seraya menarik tangan Jonghyun untuk memukulnya. Jonghyun menarik tangannya dari genggaman Hyunmi kemudian berlalu dari sana tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Jonghyun segera menaiki taksi yang ada di dekat sana. Masih dengan taksi yang sama ia pun kembali ke apartemen dan mengumpat dalam hati karena kejadian tadi. Ia tidak menyangka akan menemukan Hyunmi jalan bersama laki-laki lain, dan malah membela laki-laki itu. Jonghyun meraih ponselnya di dalam saku, sayangnya ponsel itu sudah tidak berbentuk lagi karena terkena air hujan. Ia membuka kaca taksi itu dan melempar ponsel miliknya yang sudah rusak. Dan tanpa sadar, Jonghyun mulai menitikkan air matanya. Ia merasakan dadanya sesak sejak tadi, dan sekarang malah keluar dalam bentuk air mata. Sangat sesak bahkan membuatnya kesulitan bernapas.

***

Sementara itu, Insa yang tengah menyiapkan kejutan untuk Hyunmi di sebuah restoran, sesuai perintah Jonghyun. Hanya bisa tersenyum sendiri mengingat apa yang di ceritakan sahabatnya. Sebelum gadis itu pergi dari kantor untuk menemui Joon. Ia tidak menyangka Hyunmi mempunyai rencana seperti itu.

“Lihat saja nanti, Jonghyun akan aku buat menangis. Sekarang ia yang harus merasakan, bagaimana rasanya cemburu, dan tidak mendengar kabar. Bagaimana ketika ia dibohongi,”

“Hyunmi-ya, kau bercanda ? Kau itu sedang hamil, jangan berbuat macam-macam,”

“Ahni, aku akan tetap melakukannya. Ia harus sedikit mendapat pelajaran atau lebih tepatnya, apa yang aku rasakan selama ini,”

“Besok hari ulang tahunmu, kau tidak takut Jonghyun marah dan melupakan hari ulang tahunmu ?”

“Karena itu, aku akan membuatnya jera, Insa. Lihat saja nanti,”

“Yeah, terserahlah,”

Lagi-lagi Insa tersenyum, kepalanya segera memutar ketika mendengar pintu restoran itu terbuka. Ia mendapati Jonghyun, dalam kedaan basah kuyup masuk dan menatap kosong ke depan. Insa segera menghampiri Jonghyun dan membantu laki-laki itu duduk di salah satu kursi.

“Jonghyun-ah, gwenchana ?” tanya Insa seraya menarik kursi yang lain dan duduk di depan Jonghyun.

“An-gwenchana,” jawab Jonghyun lesu.

Beberapa saat kemudian, Jonghyun sudah memakai handuk kecil di lehernya dan memegang segelas coklat hangat yang baru dibawakan Insa. Jonghyun hanya diam dan memainkan jarinya di ujung-ujung gelas itu.

“Ceritakan apa yang terjadi,” pinta Insa seraya menopang dagu ke atas meja. Insa bisa melihat mata Jonghyun sedikit bengkak dan memerah, sudah bisa diduga kalau laki-laki itu menangis.

“Dia selingkuh Ms.Yoon. Ia jalan bersama laki-laki lain dan tidak memberi kabar seharian. Aku kira terjadi sesuatu, aku sangat khawatir. Dan tadi, aku malah melihatnya jalan bersama Lee Joon. Yang ia bilang sebagai cinta pertamanya. Ia membela laki-laki itu,” jelas Jonghyun dan hampir menangis lagi. Namun ia segera menyusut kedua matanya dengan cepat.

“Jinjja ? Setelah itu, bagaimana perasaanmu ?” tanya Insa. Jonghyun mendongak, menatap Insa sekilas kemudian kembali menatap gelas coklat hangat miliknya.

“Entahlah. Dadaku sesak, sedih, kecewa, semuanya. Aku tidak bisa berpikir jernih, bahkan ponselku sendiri tadi aku buang di jalan. Dan aku baru menyesalinya sekarang,” jawab Jonghyun sempat membuat keduanya terkekeh pelan.

“Kau tahu ? Selama ini Hyunmi merasakan apa yang baru saja kau rasakan, Jonghyun,” balas Insa. Jonghyun menaikkan sebelah alisnya, menanyakan maksud gadis itu, “Tidak perlu kujelaskan ‘kan ? Kau bisa memikirkannya sendiri,”

Insa bangkit dari kursinya, berlalu menuju dapur dan meninggalkan Jonghyun sendirian. Ia bisa melihat bagaimana laki-laki itu merenung seraya memegang dan menatap coklat hangat yang ada di depannya. Seolah bahwa pertanyaan yang ada di benaknya itu bisa ia temukan di dalam gelas itu. Insa segera membuka flip ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Hyunmi.

***

Setelah ditinggal Insa, Jonghyun benar-benar berpikir keras mencari maksud gadis itu. Merasakannya ? Merasakan apa ? Jonghyun semakin berpikir keras, namun ingatan ketika ia melihat Hyunmi bersama Joon kembali muncul. Membuatnya tidak bisa berpikir dan malah mengacak rambut frustasi. Ia kembali merasakan sesak menyerang dadanya.

Jonghyun baru saja menyadari sesuatu, ia tahu apa yang dirasakan istrinya selama ini. Cemburu, khawatir, dan kecewa tentunya.

Jadi semua yang kurasakan hari ini, selalu dirasakan Hyunmi selama ini ? Ia selalu merasakan sesak setiap melihatku bersama Yoona atau mungkin Tiffany ? Merasa khawatir ketika aku pergi bersama Yoona dan tidak memberi kabar ? Dan kecewa, karena aku berbohong hanya untuk alasan pergi bersama Yoona, dan ia melihat itu semua ? Haish, kenapa aku baru menyadarinya sekarang.

Laki-laki itu segera bangkit dari kursinya. Ia hendak beranjak keluar dari café, tapi kembali terhenti saat melihat Insa keluar dari arah dapur.

“Sudah menemukan jawabannya ?” tanya Insa seraya membawa sebuah kue di tangannya. Jonghyun mengernyit heran melihat Insa membawa sebuah kue, dan beberapa saat kemudian ia mengingat bahwa besok ulang tahun Hyunmi.

“Oh, Ms.Yoon, kau tahu dimana Hyunmi ‘kan ?” tanya Jonghyun tidak sabar.

“Keurae, dia ada di belakangmu,” jawab Insa seraya menaruh kue itu di atas meja. Sontak Jonghyun berbalik dan menemukan Hyunmi sudah berdiri dengan penampilan yang berbeda.

“Ya !” pekik Jonghyun kemudian berhambur memeluk Hyunmi. Ia memeluk wanita itu erat bahkan membuat Hyunmi hampir tidak bisa bernapas.

“Mian, jeongmal mianhae. Aku tidak tahu apa yang kau rasakan selama ini, aku tidak pernah mengerti. Hanbon do mianhae,” seru Jonghyun cepat.

“N-ne, aigoo. J-Jonghyun-ah, lepaskan,” Hyunmi mendorong tubuh laki-laki itu kemudian tersenyum kecil.

“Bagaimana rasanya cemburu Jonghyun ?” tanya Hyunmi sedikit meledek. Jonghyun mengerucutkan bibinya lalu memukul kepala Hyunmi pelan.

“Ya~ . . Aku sudah merasakannya dan berjanji tidak akan melakukannya lagi,” jawab Jonghyun seraya menyilangkan sebelah tangannya di depan dada. Hyunmi terkekeh pelan kemudian sedikit menelengkan kepala untuk melihat Insa yang memandangnya aneh (?)

“Jinjja, beberapa menit lagi ulang tahunmu Ms.Kim,” Jonghyun merangkul Hyunmi dan mendorongnya pelan duduk di sebuah kursi. Laki-laki itu beralih ke hadapan Hyunmi lalu menepuk-nepuk tangannya.

“Ms.Yoon. Gati noraehaja,” seru Jonghyun semangat. Insa mengangguk lalu menarik sebuah kursi lagi duduk di antara mereka.

“5 . . 4. . 3. . 2. . 1. . Saengil chukhahamnida, saengil chukhahamnida, saranghaneun Kim Hyunmi, saengil chukhahamnida,” tepat setelah Jonghyun dan Insa bernyanyi seraya menepukkan tangan, semua lilin kecil yang ada di atas kue itu pun mati. Hyunmi meniup semua lilin itu diiringi tepuk tangan meriah dari kedua orang di dekatnya.

“Ya. .. You’re not make a wish ?” tanya Jonghyun. Hyunmi mengangguk sekilas, ia mengingat kembali permintaannya tadi.

‘Aku berharap kehidupanku berjalan dengan baik’

‘Aku berharap Jonghyun tidak akan meninggalkanku seperti Minho’

And the last

‘Aku berharap saat melahirkan nanti diberi kemudahan’

“Ms.Kim, seowoneul marhaebwa,” pinta Jonghyun lagi.

“Ahni, nanti permintaanku tidak terkabul. Neo pabo-ya,” balas Hyunmi kemudian terkekeh pelan.

“Uh, sebentar. Ada yang harus aku persiapkan lagi,” potong Insa, gadis itu beranjak menuju dapur untuk membawa makanan yang sudah disiapkannya bersama koki restoran itu.

Sementara itu, Jonghyun dan Hyunmi hanya diam. Saling memandang satu sama lain dan tidak ada yang membuka mulutnya sama sekali. Tiba-tiba Jonghyun bangkit dari kursinya, ia sedikit membungkuk dan menyodorkan sebelah tangannya ke hadapan Hyunmi. Wanita itu pun menerima sodoran tangan Jonghyun dan berdiri dari kursinya.

“Ije kkum cheorom nae mameun

 

Geudae gyeote gamanhi momchweo seoyo

Han sugando kkaeji anheun kkeut eopneun kkumeul kkweoyo

Ije soom cheorom nae gyeote

Hangsang swimyeo geureohke isseo jumyeo

Nothing better. . nothing better than you

Nothing better. . nothing better than you,”

Hyunmi terpaku beberapa saat karena suara Jonghyun. Nyanyian laki-laki itu bisa melelehkan semua wanita, kalau saja ia belum menikah.

“Gomawo Jonghyun-ah. Yeah, sebenarnya aku sudah tahu semua rencanamu. Tapi aku malah membuat rencana lagi dibalik itu, membuatmu tahu apa yang aku rasakan selama ini,” ujar Hyunmi seraya terkekeh tapi tidak dengan Jonghyun. Laki-laki itu malah merengut kemudian memeluk pinggang Hyunmi, memperkecil jarak diantara mereka.

“Saranghaeyo. Neoman saraghaeyo,” gumam Jonghyun pelan.

Dan sedetik kemudian Jonghyun sudah merengkuh bibir Hyunmi dengan lembut. Wanita itu pun hanya bisa menerima semuanya, sudah lama ia tidak merasakan ciuman lembut dari seorang Kim Jonghyun. Entah kenapa ia sangat mencintai laki-laki di depannya saat itu. Ia tidak pernah menduga, bahwa akan mencintai laki-laki yang sangat dibencinya. Atau mungkin benar, cinta itu tidak beda jauh dengan benci. Ketika ia sangat membenci orang itu, kita akan terjebak sendiri dan malah berubah menjadi cinta.

***

Sebuah ruangan tampak indah hari itu. Beberapa hiasan berwarna biru dan putih menghiasi setiap sudut ruangan. Ada juga bunga mawar berwarna biru dan putih yang menghiasi setiap meja, yang menambah indah upacara pernikahan itu.

“Insa-ya ! Chukhae !” pekik seorang wanita seraya memeluk wanita lain di depannya. Wanita yang dipeluk itu pun tersenyum dan balas memeluk.

“Ne Hyunmi-ya. Gomawo,” balas Insa lalu melepas pelukannya. Ia memandang perut Hyunmi, yang terlihat sudah semakin membesar.

“Hyunmi-ah, kapan perkiraan dokter ?” tanya Insa dan langsung dimengerti oleh Hyunmi.

“Satu atau dua minggu lagi. Entahlah, aku hanya bisa menunggu,” jawab Hyunmi senang. Ia sedikit melirik ke arah Jonghyun, di belakangnya kemudian tersenyum kecil. Hyunmi bergeser dan berdiri di depan Jonghoon.

“Ya ! Jangan pernah menyakitinya lagi, ara ?” seru Hyunmi dan Insa bersamaan. Jonghoon dan Jonghyun saling melirik kemudian mengangguk bersamaan juga.

“Ne, gomawo. Semoga anakmu lahir dengan baik,” tambah Jonghoon.

“Amin,” Hyunmi tersenyum, ia menepuk pundak Jonghoon lalu turun dari altar bersama Jonghyun di belakangnya. Tiba-tiba tatapan keduanya terhenti di sudut ruangan, dimana sepasang laki-laki dan perempuan tengah bercanda mesra. Atau perlu dijelaskan bahwa laki-laki itu adalah dokternya dulu ? Mereka tampak tidak peduli keramaian hall, dan saling merangkul. –First couple.

“Yeah, biarkan mereka. Pasangan baru,” seru Jonghyun seraya merangkul pundak Hyunmi kemudian membawanya ke meja prasmanan. Mereka berdua tiba di meja prasmanan bersamaan dengan sepasang laki-laki dan perempuan lainnya. Sempat membuat Hyunmi sedikit sesak, tapi rasa sesak itu hilang ketika Jonghyun mengusap punggungnya. –Second couple

Dan yang terakhir, Hyunmi melihat seorang perempuan yang tengah sedikit kerepotan mengurus kedua anaknya. Sedangkan suaminya ? Entah dimana, tapi Hyunmi sempat melihat laki-laki itu di dekat altar dan sedang mengobrol dengan beberapa temannya mungkin. Ia merasa simpati melihat kakaknya itu harus menjaga kedua anaknya seraya membawa piring berisi makanan juga.–Third couple.

“Ms.Kim. Kau harus coba ini,” seru Jonghyun tiba-tiba seraya menyodorkan sepotong sushi ke hadapan Hyunmi.

“Ne,” jawab Hyunmi lalu membuka mulutnya dan menerima suapan dari laki-laki itu. Keduanya pun tersenyum kemudian melanjutkan ke meja prasmanan berikutnya.

“Ya ! Itu untuk Minsun !” teriak seorang wanita di dekat Hyunmi pada seorang laki-laki yang sudah berjalan duluan di depannya. Wanita itu pun berlari mengejar laki-laki berambut blonde itu kemudian marah-marah, tapi tidak cukup bisa didengar oleh Hyunmi. Laki-laki yang dimarahi olehnya hanya tersenyum inncocent kemudian menyerahkan piring berisi makanan kepada wanita yang Hyunmi duga sebagai istrinya. –Fourth Couple

Hyunmi memandang Jonghyun sekilas. Lagi-lagi ia merasa beruntung sudah memiliki Jonghyun. Walaupun banyak masalah yang dilewati, ia tetap tegar kecuali ketika melihatnya berselingkuh. Hyunmi sudah mendengar cerita Insa, bagaimana ketika Jonghyun menangis saat pesta ulang tahunnya dulu.

“Mwoya ?” tanya Jonghyun curiga saat melihat wanita di sebelahnya tersenyum sendiri. Hyunmi segera memalingkan wajah seraya melipat senyum anehnya.

“Jong-Mi –ah !” panggil seseorang membuat Jonghyun dan Hyunmi menoleh bersamaan ke arah seorang laki-laki yang berjalan mendekati.

“Oh, Joon oppa,” sapa Hyunmi, tersenyum lebar tapi tidak dengan Jonghyun. Laki-laki itu masih merasa bahwa Joon benar-benar pergi dengan istrinya waktu itu.

“Aku akan pergi ke Inggris sepulangnya dari sini,” ujar Joon membuat Hyunmi sedikit kaget. Wanita itu menaikkan sebelah alisnya, bermaksud meminta penjelasan lebih karena ia masih kurang mengerti.

“Inggris. Aku akan menikah dengan pilihan orang tuaku disana, jadi aku tidak akan pernah pulang lagi ke Korea,” tambah Joon. Entah kenapa Hyunmi merasa sedih, ia akan kehilangan cinta pertamanya.

“Uh ?” tanya Hyunmi sedikit kecewa.

“Where’s my goodbye hug ?” tanya Joon. Hyunmi melangkah maju kemudian memeluk Joon tanpa peduli Jonghyun yang sudah berapi-api (?) melihatnya.

“Ehem,” Jonghyun berdehem dengan cukup keras sehingga membuat keduanya tersadar dan melepas pelukan ‘perpisahan’ itu.

“Oke, aku pergi dulu. Jangan buat rencana aneh seperti waktu itu lagi huh ? Atau orang lain akan kena ’dampaknya’,” ujar Joon dibalas anggukan dan kekehan dari Hyunmi. Ia tahu bahwa Jonghyun membenci Joon sejak kejadian waktu itu.

“Ne annyeong oppa,” balas Hyunmi. Laki-laki itu yang –sekarang berambut blonde itu pun pergi seraya melambaikan tangan dengan posisi berbalik. Hyunmi hanya bisa membalas lambaian tangan itu dengan sedih.

Tiba-tiba Jonghyun melangkah dan memeluk leher Hyunmi dari belakang dengan kedua tangan kekarnya. Ia berbisik tepat di dekat kuping wanita itu.

“Start in bad doesn’t always bring bad too. Since the beginning, we have a happy ending like this. I thank to the oracle because it bring us in a curse marriage. Because it, I could see, turned out to love someone that’s better than the need to hate. And one important thing, I Love You Ms.Kim. Always, and Forever,”

“Ne, I Love you too Kim Jonghyun,”

-The Last Couple

-FIN-

[-End of Stories-]

Ga lama kan postnya ? :D

Butuh saran nih buat nama anaknya

Jong-mi ? Atau ada yang lain ? :D

 

Endingnya apa banget deh ?

masih gantung kah ? haha

nanti ada sequelnya alias epilog :D

episode terakhir with special banner haha

 

A-yo main tebak-tebakan

siapa first couple sampe fourth couple itu haha

yang ngikutin pasti tahu deh :D

 

Thanks to all readers

yang gabisa disebutin satu-satu

*ngelap air mata*

udah mau baca cerita aneh nan gajelas kaya gini

makasih banget yang ngikutin dari awal

dari yang key sampe yang jjong ini

 

Jeongmal gomawo

Bowing 90O to all readers :)

Please RCL nya di part terakhir ini

semoga silent readersnya ikut ngomen di part terakhir ini

gomawoo~ ^^

 

^ Ima ^

9 thoughts on “[FanFic] Curse Marriage (10th Part-End)

  1. Kalo gak slah nih yah
    1. Taem dan gak tau siapa *d getok* lupa nama
    2. JinKyo
    3. MinRin
    4. Key-fanny
    5. JongMin
    bener2 gantung ak kira beneran bkalan beres d part 10. Eh tp enggak. Tp tak apa akan selalu d tunggu koq sequelnya. Meskipun nantinya ak bkalan telat baca. He he

  2. Yee akhrnya keluar juga ff ini #loncat2
    suka banget akhrnya happy ending😀
    DAEBAK thor !!!
    Epilognya cepetan ya :)……

  3. waaa kereeeen…
    aku baca dari part 1 sampe end dalam 1 hari dan mataku sakit *loh curcol ^^v
    tapi kok aku ga nemu part 9 nya ya u.u
    suka deh sama fanficnya… konfliknya juga lumayan rame (?)
    ditunggu karya lainnya ^^

  4. 1.Key-Tiffany
    2.Minho-NeulRin
    3.Jinki-Jikyo
    4.Taemin-ShinBi
    5.Jonghyun-Hyunmi
    Keren banget semua ffnyaa. dari key sampe jonghyun 👍🏼👍🏼 kalo dijadiin drama keren kali ya😝

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s