[FanFic] One

Title   : One

Cast  : Kang Yoon Mi, Kim Jonghyun

Genre : Romance

Length : Drabble

Jonghyun, Kim Jonghyun. Entah sudah keberapa kalinya gadis itu menggumam nama laki-laki yang sedang di tunggunya. Ia menatap layar ponselnya sekilas, lalu mendongak menatap keluar jendela café. Sesibuk itukah seorang kim Jonghyun, sampai ia tidak sempat menepati janjinya untuk bertemu pacarnya sendiri.

Gadis itu menghela napasnya lagi. Semua orang sudah mulai beranjak dari café, karena memang jam sudah menunjukkan waktu yang tidak siang lagi. Sudah jam 9 malam, dan laki-laki yang ditunggunya selama 2 jam belum memberi kabar juga. Haruskah ia beranjak atau menunggunya sebentar lagi.

Suara lonceng dari arah pintu restoran membuat gadis itu menoleh. Seorang laki-laki berambut coklat dengan setelan kemeja dan jas yang tersampir di tangannya, berlari menghampiri gadis itu. Dengan majah innocentnya, ia mencoba menyapa gadis di hadapannya.

“Sudah lama ? Mian, aku harus –,”

“Meeting lagi ?” potong gadis itu cepat.

“Tidak Yoon Mi, jalanan macet. Hujan yang turun membuat jalanan licin,” ujar laki-laki itu lalu duduk di hadapan gadisnya.

“Tch, itu hanya alasanmu saja kim Jonghyun,” gadis bernama Yoon Mi itu memalingkan wajahnya keluar jendela café. Jonghyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, mencoba membuat gadis itu memaafkannya.

“Sebagai gantinya, bagaimana kalau kita melihat kembang api ?” tawar Jonghyun. Yoon Mi menolehkan kepalanya, dengan mata melebar karena mendengar kata ‘kembang api’. Entah sejak kapan gadis itu menyukai kembang api, hatinya selalu merasa tenang.

“Jeongmal ?” tanya gadis itu semangat. Tapi ia menyadari sesuatu, “Dimana ada kembang api hari ini ? memangnya ada perayaan apa ? Kau mencoba membohongiku huh ?”

“Ahni. Sudahlah, ayo ikut,” tanpa menunggu celaan dari Yoon Mi, Jonghyun menari tangan gadis itu beranjak dari café.  Membawanya berlari menerobos kerumunan orang menuju tempat parkir.

***

Kedua pasangan itu tiba di sebuah taman di pinggiran kota Seoul. Hanya ada jalan setapak yang diterangi lampu berwarna kuning dan sebuah bangku di tengah-tengah taman itu. Ada juga ayunan yang sudah tidak bisa dipakai lagi, dan jungkat-jungkit yang sudah berkarat.

“Kenapa membawaku kesini ? Tidak ada taman yang lebih bagus apa ?” protes Yoon Mi sambil mengitarkan pandangannya ke seluruh taman yang terlihat buruk baginya.

“Ssst, ayo ikut,” Jonghyun meraih tangan yoonmi dengan lembut. Ia membawa gadis itu masuk ke dalam taman. Mereka duduk di salah satu bangku taman. Yoon Mi masih keheranan, kenapa Jonghyun malah membawanya ke taman kumuh dan tidak terawatt seperti itu. Padahal di Seoul banyak taman yang lebih bagus, dan juga lebih romantis.

“Tutup matamu,” ujar Jonghyun, mengeluarkan sehelai kain dari saku celananya. Bukan sehelai kain, tapi dasi yang dipakainya hari itu.

Tanpa menunggu aba-aba dari Yoon Mi, Jonghyun menutup mata gadis itu. Membiarkannya menunggu selama Jonghyun menyiapkan semua kejutannya. 5 menit berlalu, Yoon Mi yang memang tidak sabaran sudah mulai kesal. Ia hendak membuka penutup matanya ketika tangan Jonghyun memegang kedua tangannya. Jonghyun mengangkat sebelah tangannya dan membuka penutup mata Yoon Mi.

Saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankeum

(I love you only, as much as the sky)

Jungmal geudaeneun naega saneun iyu in geolyo

(You truly are the reason I live)

 

Geudaereul aju mani geudael michidorok anajugo shipeo

(I really, really, I want to hug you like crazy)

 

Ajik mani ppareungeojyo geureongeojyo

(We’re still going too fast, right?)

Suara Yoon Mi tercekat melihat beberapa orang yang membawa alat music melantunkan instrument dengan Jonghyun sebagai penyanyinya. Jonghyun masih memegang tangan Yoon Mi ketika melantunkan lagu itu dengan suara merdunya. Ia menarik tangan gadis itu, berdiri dari bangku taman.

Geudae hanaman naye hanarago boolleodo dwaenayo

(Can I just call you my one ?)

Jonghyun merogoh saku celananya. Mengeluarkan sebuah kotak merah berbentuk hati. Ia berlutut di hadapan Yoon Mi sambil membuka kotak itu. Kotak berisi satu buah cincin yang berbentuk seperti mahkota.

Yoon Mi menatap laki-laki di hadapannya. Senyuman khas Jonghyun membuat wajahnya memanas. Oke itu berlebihan, tapi perlakuan Jonghyun membuat jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Jonghyun meraih tangan Yoon Mi, mengecup punggung tangannya lembut.

“Would you marry me ?” tanya Jonghyun dengan suara halusnya. Yoon Mi yang masih belum sepenuhnya sadar kalau itu nyata, mengangguk menyetujuinya. Jonghyun tersenyum kecil, ia mengeluarkan cincin itu lalu melingkarkannya di jari manis Yoon Mi. Ia berdiri kemudian memeluk gadisnya erat.

“I want to love you like crazy. I can do that now, right ?” bisik Jonghyun tepat di telinga Yoon Mi. Yoon Mi mengangguk sambil membalas pelukan Jonghyun. Mereka berpelukan masih diiringi lantunan music dari beberapa orang itu.

DUAR DUAR

Suara kembang api yang meledak di udara memecah keheningan malam itu. Mata Yoon Mi melebar, menatap ledakan kembang api yang berwarna-warni. Ia melepas pelukan Jonghyun dan terus menggumam kagum karena puluhan jenis kembang api yang ada di hadapannya.

“Kau tidak berterima kasih padaku ?” tanya Jonghyun.

“Mwo ? Aku tidak bisa mendengarmu ?” teriak Yoon Mi karena suara riuh karena kembang api.

Jonghyun membalikkan wajah Yoon Mi yang terus menatap kembang api itu. Ia menarik dagu Yoon Mi mendekati wajahnya. Sedetik kemudian ciuman hangat mendarat di bibir mungil Yoon Mi. Beberapa menit mereka terus seperti itu, sampai tidak terdengan suara riuh kembang api lagi. Jonghyun menjauhkan wajahnya, menatap Yoon Mi yang terlihat sedikit shock.

“Waeyo ?” tanya Jonghyun heran.

“That’s my first kiss,” jawab Yoon Mi polos. Ia meraba bibirnya sendiri lalu memalingkan wajahnya dari Jonghyun. Memang sudah 1 tahun lebih mereka pacaran, tapi baru kali ini ia merasakan apa yang dinamakan ‘kiss’. Ia tidak bisa membayangkan semerah apa wajahnya sekarang.

“Jinjja ?” tanya Jonghyun, lebih tepatnya meledek.

“Uh, tidak perlu dibahas lagi,” Yoon Mi beranjak dari hadapan Jonghyun. Dengan segera ia meraih tangan Yoon Mi, membuat gadis itu terjatuh ke dalam pelukan Jonghyun.

“Aku telat karena menyiapkan ini semua. Just say ‘thank you’ for once,” seru Jonghyun. Yoon Mi tersenyum kecil, ia merasa terharu karena perlakuan Jonghyun. Selama ini ia selalu membuat Jonghyun kesal, mengabaikan sifat peduli darinya, dan terakhir melupakan hari ulang tahun pacarnya sendiri.

“Thank you so much Kim Jonghyun,” ujar Yoon Mi pelan.

Lantunan lagu NeYo – Sexy Love menambah keromantisan pasangan itu. Sekali lagi, Jonghyun mengecup bibir Yoon Mi sekilas. Perasaan Yoon Mi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata sekarang. Dia sangat senang, terharu, semuanya bercampur aduk. Ia berharap malam itu bukan mimpi. Bukan mimpi yang selalu menghantuinya setiap malam. Simply put, I like everything about you.

-The End-


/PLAK

oke, ini curhatan sebagian mimpi saya :D

masih banyak mimpi-mimpi lainnya😄

thanks for read

leave comment

2 thoughts on “[FanFic] One

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s