[FanFic] Marry Me !! (Part 8-Finally End)

Title       : Marry Me !!

Author  : Ima Tripleshawol

Casts     :

  • Lee Taemin
  • Han Shinbi
  • Lee Taesun (Older brother Taemin)
  • Bae Sue Ji a.k.a Suzy (Miss A)
  • Other

Rating   : PG+15

Genre   : Angst, Romance

Aku duduk di depan ruang IGD dengan gelisah. Sesekali aku melirik ke dalam ruang IGD untuk melihat keadaan Shinbi. Tapi semuanya sia-sia.

Aku kembali duduk. Mengingat kesalahan-kesalahanku yang selalu membuat Shinbi menangis. Sejak pertama kali bertemu dengannya, aku sudah membuatnya menangis.

Lorong rumah sakit sudah semakin sepi dan semakin gelap. Hampir 3 jam Shinbi di dalam ruang IGD, belum ada satupun dokter atau perawat yang keluar. Aku khawatir, takut terjadi apa-apa dengannya. Aku belum sempat meminta maaf.

Tiba-tiba pintu ruang IGD terbuka. Sebuah tempat tidur dorong keluar dan di dorong ke arah ruang rawat.

Kubuka perlahan pintu ruang rawat Shinbi. Aku bisa melihatnya terbaring lemah di atas tempat tidur dengan alat penopang hidup di sekitarnya. Aku duduk di samping tempat tidur Shinbi sambil menggenggam tangannya erat. Tak terasa air mata sudah mulai bergumul di kelopak mataku. Aku tidak sanggup melihat keadaannya. Wajahnya sangat pucat, kepalanya di perban, bibirnya yang tertutup alat bantu pernapasan terlihat kering. Dan matanya sembap, sisa-sisa kesedihan masih ada di wajah Shinbi. Melihatnya seperti itu membuatku semakin merasa bersalah.

“Aku mohon Shinbi. Kau harus kuat. Aku belum sempat meminta maaf padamu, aku belum sempat membuatmu bahagia, aku belum sempat mengutarakan perasaanku padamu,” gumamku sambil terus mempererat genggamanku. Aku segera menyeka air mata yang hampir mengalir keluar dari sudut mataku.

Aku mengusap wajah Shinbi dengan tangan kananku. Dingin. Tanganku beralih mengusap rambut Shinbi. Aku mencium punggung tangan Shinbi dan menaruhnya di pipiku.

***

Aku terbangun karena suara-suara ribut di kamar Shinbi. Ternyata seorang perawat sedang memeriksa keadaan Shinbi. Aku segera beranjak dari sofa dan kembali duduk di samping tempat tidur Shinbi.

“Gomawo sunyeonim,” ujarku. Perawat itu tersenyum kemudian keluar dari kamar rawat Shinbi.

Aku kembali memandangi wajah Shinbi. Tiba-tiba pintu ruang rawat Shinbi terbuka. Aku segela menolehkan kepalaku untuk melihat orang yang masuk ke dalam kamar ini.

“Hyung,” ujarku sambil berjalan ke arahnya. Taesun hyung menyerahkan sekeranjang buah-buahan padaku. Aku menaruh buah-buahan itu ke meja sedangkan Taesun hyung menghampiri Shinbi.

“Bagaimana keadaannya ?” tanyanya masih terus menatap Shinbi.

“Cukup parah,” jawabku. Taesun hyung mengangguk, kemudian mengelus tangan Shinbi lembut.

“Aku merasa bersalah, aku yang sudah membuat Shinbi seperti ini. Aku sudah membuatnya sakit hyung,” balasku sambil sedikit terisak. Taesun hyung menepuk pundakku pelan, kemudian mengelus kepalaku lembut.

“Aku percaya kau bisa menjadi nampyon yang baik nantinya,” seru Taesun hyung menyemangati. Aku mengangguk sambil menyeka air mata yang sudah mengalir di pipiku. Tiba-tiba ponselku berdering, aku segera melihat telepon yang masuk ke handphoneku.

“Hyung, aku angkat telepon dulu,” sahutku sambil berlalu keluar ruang rawat Shinbi. Setelah cukup jauh dari ruang rawat Shinbi, aku mengangkat telepon itu.

“Ne Suzy-ya,” jawabku.

‘Kau bisa ke taman rumah sakit sebentar ? Ada hal yang harus aku bicarakan,’ balas Suzy.

“Ne, aku segera kesana,” jawabku kemudian menutup telepon Suzy.

Aku segera berjalan menuju taman rumah sakit. Dari kejauhan aku bisa melihat Suzy sedang duduk di salah satu bangku taman sambil menundukkan kepalanya. Dengan sedikit berlari aku menghampirinya.

“Suzy-ya,” seruku. Ia tampak tersentak kaget kemudian menoleh sambil menyunggingkan senyumannya.

“Kenapa kau tahu aku ada disini ?” tanyaku sambil duduk di sebelahnya.

“Taesun oppa memberitahuku tadi. Awalnya dia mengajakku datang kesini bersamanya, tapi aku menolak. Karena aku harus membicarakan ini denganmu, berdua,” jawab Suzy. Aku semakin menelisik ke dalam wajahnya, tapi ia malah menundukkan kepalanya seolah enggan menatapku.

“Aku tahu perasaan ini salah, sangat salah. Seharusnya aku membiarkan perasaan ini ku kubur dalam-dalam, tapi aku tidak bisa. Aku hanya ingin memberitahumu,” Suzy menggantung ucapannya, “Aku menyukaimu Taemin,”

Mataku membelalak mendengar ucapannya. Sedetik kemudian ia tertawa, ia terus tertawa sampai sudut matanya mengeluarkan setitik air mata.

“Kau tenang saja, aku sudah lega mengucapkan ini. Ah iya, boleh aku minta satu hal lagi ?” tanyanya.

“Boleh aku minta pelukan darimu ? Untuk yang pertama dan terakhir kali ?” tanyanya lagi. Aku mengangguk, membuat Suzy langsung memelukku erat. Tanganku beralih ke rambutnya, mengusapnya. Cukup lama aku memeluknya, karena aku tidak bisa membalas perasaannya.

“Taemin !” tubuhku langsung tertarik dari pelukan Suzy. Tubuhku berbalik dan langsung mendapat tamparan yang sangat keras di pipiku, membuat tubuhku sedikit mundur beberapa langkah ke belakang.

“Aaakh, hyung ! Apa yang kau lakukan !” tanyaku sambil sedikit meringis. Suzy bangun dari bangku taman dan mencegah tangan Taesun hyung yang akan menamparku lagi.

“Lepas !” Taesun hyung menarik tangannya dari pegangan Suzy, “bisa-bisanya kau bersama Suzy sekarang ini huh ?! Shinbi sedang kritis ! Dia baru saja masuk ruang ICU dan kau malah disini, berpelukan dengan Suzy ! Aku sudah salah mengira kau akan menjadi suami yang baik  !” bentak Taesun hyung. Pipiku yang sakit terhiraukan bergitu saja ketika aku mendengar Shinbi masuk ruang ICU.

“Shinbi. . Shinbi !” aku langsung berlari tanpa menghiraukan perkataan Taesun hyung. Tapi tubuhku tertahan karena Taesun hyung menghadangku dengan tubuhnya.

“Jangan dekati Shinbi ! Dia sudah cukup sakit karenamu, apa kau tidak pernah sadar Taemin ?” tanyanya. Aku tertunduk, memikirkan kesalahan-kesalahan yang selalu membuat Shinbi menangis.

“Aku tidak akan membiarkanmu mendekati Shinbi lagi ! Dan kau,” Taesun hyung menatap Suzy, “Aku kira kau orang yang baik, tapi ternyata aku salah,’ Taesun hyung berlalu meninggalkanku.

Aku terduduk di kursi taman itu lagi, dengan tatapan kosong melihat kepergian Taesun hyung. Suzy kembali duduk dan mengusap punggungku.

“Mianhae Taemin-ah. Karena aku, kau mendapat masalah lagi,” ujar Suzy merasa bersalah. Aku menggeleng dan beranjak dari kursi taman itu. Aku tidak tahu akan pergi kemana, pikiranku sedang kacau.

Tidak, Suzy tidak salah. Aku yang memang selama ini selalu membuat Shinbi menangis. Dari awal, sejak pertemuan kami. Shinbi sedang kritis, dan aku tidak diperbolehkan untuk melihatnya. Aku mohon, jangan pisahkan aku dengan Shinbi. Aku mencintainya hyung, sangat mencintainya.

BRAAK!!

Sesuatu menghantam tubuhku sehingga membuat tubuhku terlempar beberapa meter. Aku bisa merasakan sesuatu yang dingin. Aku melihat Shinbi sedang berdiri di sampingku sambil tersenyum. Ia memakai gaun putih, tangannya terjulur ke hadapanku, ia mengajakku agar aku ikut bersamanya. Aku menyambutnya dan ikut pergi bersama Shinbi. Mungkin ini cara terbaik agar aku bisa bersama Shinbi.

_Epilog_

Aku menyesap udara pagi yang masuk ke kamarku. Aku duduk di samping tempat tidur berusaha mengumpulkan kembali nyawaku. Aku menoleh ke belakang dan tersenyum melihatnya. Aku memakai sandal rumah, ketika akan bangun dari tempat tidur, aku merasakan sesuatu melingkar di perutku. Taemin memelukku dari belakang. Ia masih berlutut di atas tempat tidur sedangkan aku sudah berdiri. Ia menyandarkan kepalanya di punggungku sambil mencoba mengatur napasnya.

“Jangan pergi dulu. Tidur lagi sebentar, aku masih ngantuk,” seru Taemin. Akhirnya aku kembali duduk di tempat tidur. Aku bersandar pada sisi tempat tidur,  dan Taemin menidurkan kepalanya di atas pahaku. Aku mengusap rambutnya kemudian mencium keningnya lembut.

“Aku harus siap-siap ke pernikahan Taesun oppa. Aku jadi pengiringnya hari ini, bukannya kau jadi pengiring Suzy juga ?” tanyaku. Taemin mengangguk masih dengan mata terpejam.

“Ne, aku tahu. Apa kau lebih mementingkan pernikahan itu daripada aku huh ?” tanya Taemin. Aku menggeleng sambil mencubit pipinya pelan.

“Kalau begitu buat sarapan yang enak untukku. Jangan lupa bangunkan Minsun, buat dia menjadi malaikat kecil yang lucu. Aku mau membuat Taesun hyung dan Suzy iri dengan kita, arachi ?” tanya Taemin memastikan.

“Ne, Taeminnie. Sudah aku mau buat sarapan, kemudian mendandani Minsun,” jawabku sambil menyingkirkan kepala Taemin dari pangkuanku.

Aku beranjak dari tempat tidur, menghampiri tempat tidur kecil yang ada di pojok ruangan. Mata kecilnya masih terpejam, tangan kecilnya pun masih terkepal erat. Aku mencium hidung Minsun lembut. Ia menggeliat kemudian membuka matanya. Senyumannya terkembang ketika melihatku berdiri sambil menopangkan dagu di samping tempat tidurnya.

“Good morning princess,” ujarku. Ia semakin tersenyum, gigi susu yang baru saja tumbuh di gusinya terlihat jelas.

Taemin berdiri  berdiri di sampingku, ia merangkul bahuku, ikut memandangi Minsun yang masih tersenyum memandangiku dan Taemin.

Hanya sebuah keluarga kecil yang bahagia. Tidak lebih, itulah yang selalu aku harapkan sejak dulu. Dan aku sudah mendapatkannya sekarang, Han Shinbi, Lee Taemin dan Lee Minsun

_Finally End_

akhirnya beres juga . .

mianhae, endingnya gagal abis . . :)

cerna sendiri yg scene terakhir itu ya . . hehe

maaf kalau ada yg kecewa . .

thanks to all readers yg udah ngikutin smpe akhir . .

yg comment ataupun silent readers . .

Comment

4 thoughts on “[FanFic] Marry Me !! (Part 8-Finally End)

  1. omo, shinbi g sadar2 itu langsung udah epilog aja thor…
    ah tapi aku suka bgt sama epilog nya, kyeopta..
    taemin udah punya keluarga sendiri..
    itu siapa minsun?? anak taemin sama shinbi??
    aigooo..
    orangtua muda, kyeopta😀

  2. Annyeong^^ desca imnida, 16yo. Aku reader baru disini. Salam kenal yaaa. Tadi aku baca marathon dari part 1 di ffindo eh ternyata part 5 nya rusak jadinya aku cari wp kamu deh hehe. Geregetan banget liat eomma appa nya taemin, jelas jelas taemin takut sama mereka makanya ngerahasiain pernikahannya. Eh taunya gak marah gak apa hahahaha. Akhirnya happy ending, aku kira sad ending ckck. Great ff anyway ^^

  3. Annyeong🙂
    unnie ini sbenernya sad ending apa happy?
    koq kayanya taemin sama suzy nya kaya yang meninggal
    pas kata-kata yang “Sesuatu menghantam tubuhku sehingga membuat tubuhku terlempar beberapa meter. Aku bisa merasakan sesuatu yang dingin. Aku melihat Suzy sedang berdiri di sampingku sambil tersenyum. Ia memakai gaun putih, tangannya terjulur ke hadapanku, ia mengajakku agar aku ikut bersamanya. Aku menyambutnya dan ikut pergi bersama Suzy. Mungkin ini cara terbaik agar aku bisa bersama Suzy”
    -,-‘

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s