[FanFic] Marry Me !! (Part 1)

Title       : Marry Me !!

Author  : Ima Tripleshawol

Casts     :

  • Lee Taemin
  • Han Shinbi
  • Lee Taesun (Older brother Taemin)
  • Kim Hyun Ae
  • Other

Rating   : PG+15

Genre   : Angst, Romance

Note : FF ini lanjutannya ‘we got married ??’ yang dulu. Ini ceritanya Taemin.Kalau mau tahu ttg Sooyoung, Key sm hyun Ae ada di ‘We Got Married ??’

Keadaan hatiku semakin terpuruk setelah Hyun Ae memutuskan hubungannya denganku. Hyun Ae menganggap aku berpacaran dengannya sebagai pelarian karena Soo Young lebih memilih key dari pada aku. Aku sempat menyesal membiarkan Hyun Ae memutuskan hubungannya denganku, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Karena aku pikir aku memang masih mencintai Soo Young.

Setelah kejadian Soo Young waktu itu, aku memutuskan untuk pindah ke Cheongdam Senior High School. Sekolah yang jauh dari orang-orang masa lalu dalam hidupku. Aku akan merubah semuanya, mulai dari nol.

***

“Annyeonghaseyo, choneun Lee Taemin imnida. Bangapseumnida,” seruku pada seluruh murid di kelas baruku. Aku mengitarkan pandanganku ke seluruh kelas untuk mencari bangku yang masih tersisa untuk aku duduk.

“Kau duduk disana,” ujar sonsaengnim sambil menunjuk sebuah bangku di barisan paling belakang. Aku membungkukkan badan pada sonsaengnim kemudian jalan menuju bangku yang kosong itu. Hanya aku sendirian di belakang.

“Baik, kita mulai pelajaran,” sambung sonsaengnim.

Tapi tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang tengah berlari di koridor sekolah. Langkah kaki itu berhenti di depan kelasku. Pintu kelasku terbuka, seorang yeoja menyembulkan kepalanya dari balik pintu sambil tersenyum tanpa dosa.

“Han Shinbi ! Sudah berapa kali kau telat masuk dalam pelajaranku !” tanya sonsaengnim marah pada yeoja itu. Yeoja itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas.

“Mianhae sonsaengnim. Tadi ada kecelakaan di jalan,” jawab yeoja itu sambil membungkukkan badannya dalam-dalam.

“Baiklah, kau kumaafkan karena kau pintar dalam pelajaranku. Duduk,” balas sonsaengnim. Semua murid saling berbisik satu sama lain sambil memperhatikan yeoja itu.

Yeoja yang bernama Shinbi itu berjalan ke arah mejaku yang memang kosong. Shinbi menatapku dingin kemudian duduk di sebelahku.

“Annyeong, Lee Taemin imnida,” ujarku. Shinbi mengeluarkan buku dari dalam tasnya dan menghiraukan perkataanku. Aku mengendikkan bahuku heran dan memperhatikan sonsaengnim yang sudah memulai pelajarannya.

***

Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Shinbi sampai jam istirahat tiba. Setelah bel, Shinbi langsung meluncur keluar kelas. Padahal aku ingin mengenal teman sebangkuku lebih dekat lagi.

Semua murid di kelas langsung berhambur menghampiri mejaku. Semuanya memperkenalkan diri dan berharap aku bisa berteman baik dengan mereka. Aku merasa senang karena murid di kelasku ramah dan bersikap baik padaku.

“Kau harus hati-hati dengan teman sebangkumu. Siapa namanya ? Shinbi ?” ujar salah satu namja yang aku lupa siapa namanya.

“Wae ?” tanyaku. Namja itu berdehem kemudian mendekatkan bibirnya ke telingaku.

“Dia itu yeoja paling aneh di sekolah ini. Dia tidak pernah punya teman, bahkan laki-laki di sekolah ini tidak ada yang mau dekat dengannya,” jawab namja itu. Aku mengangguk pura-pura setuju dengan pernyataan mereka. Tapi aku rasa dia orang yang baik walaupun kelihatannya dingin.

“Aku harus keluar, udara disini panas sekali,” ujarku sambil menerobos kerumunan orang di sekitar mejaku. Aku keluar dari kelas dan jalan menuju kantin yang hanya berjarak beberapa ruangan dari kelasku. Tapi langkahku terhenti ketika melihat sebuah pengumuman yang terpampang di mading. Aku menolehkan kepalaku untuk membaca selebaran tersebut.

‘Pesta tahun ajaran baru khusus untuk kelas XII-3. Hari sabtu besok di villa di daerah Deongjun. Semuanya berkumpul di sekolah. Acara akan diadakan selama 2 hari satu malam. Hubungi : Kibum’

Selebaran yang mencolok itu hanya memuat rencana pesta tahun ajaran baru kelasku. Dan Kibum, namja itu sepertinya yang tadi berbicara denganku.

“Silyehamnida,” ujar seorang yeoja di sebelahku. Aku menolehkan kepalaku untuk melihat yeoja yang tingginya hanya sebahuku.

“Kau Shinbi kan ?” tanyaku setelah sadar kalau yeoja di sebelahku adalah Shinbi. Dia melirik sekilas lalu memalingkan wajahnya ke selebaran di depannya.

“Cih, pesta tahun ajaran baru. Jangan pernah berharap aku akan datang kesana,” gumam Shinbi pada dirinya sendiri.

“Wae ? Kenapa kau tidak datang ?” tanyaku.

“Bukan urusanmu,” jawab Shinbi dingin. Shinbi mencabut selebaran itu kemudian membuangnya ke tempat sampah. Tersungging sebuah senyuman puas di wajah Shinbi. Shinbi berjalan ke arah kantin dengan langkah tanpa dosa.

“Menarik,” gumamku sambil mengikuti langkah Shinbi menuju kantin sekolah.

Shinbi terlihat sedang duduk sendirian di pojok kantin. Aku langsung menghampiri Shinbi yang sedang lahap memakan bekal yang dibawanya.

“Annyeong,” ujarku sambil duduk di kursi di hadapannya. Shinbi mendongakkan kepalanya sekilas kemudian memakan bekalnya lagi.

“Kau lagi. Kenapa kau selalu mengangguku ?” tanyanya dingin tanpa mengalihkan perhatiannya pada makanan yang sedang ia makan.

“Wae ? Aku ingin mengenal teman sebangkuku lebih dekat lagi,” jawabku. Shinbi menyeringai kecil sambil terus menyuapkan makanannya.

“Mengenalku ? kau akan menyesal pernah kenal denganku Lee Taemin,” balas Shinbi dengan menekankan nada pada kata Lee Taemin. Aku hanya tertawa kecil mendengar perkataan Shinbi seperti itu.

“Jinjja ? Kalau begitu, aku hanya mau menanyakan satu hal padamu. Kenapa kau tidak mau ikut ke pesta tahun ajaran baru ?” tanyaku. Shinbi membanting sumpit yang di pegangnya ke atas meja kemudian menatapku lekat-lekat.

“Karena mereka tidak menganggap aku ada di kelas XII-3. Mereka semua membenciku, tidak mau berteman denganku, kau tidak tahu itu kan ?” jawab Shinbi. Aku cukup terperangah mendengar nada bicara Shinbi sedikit melunak. Biasanya dia hanya menjawab seperlunya dengan nada yang ketus.

“Aku tahu. Karena itu, aku mau jadi teman pertamamu. Ottokhae ?” tawarku. Shinbi menutup kotak bekalnya lalu beranjak dari kursi.

“Mungkin,” jawabnya singkat sambil berlalu meninggalkanku. Aku memandangi punggung Shinbi sampai menghilang dari kantin.

Sebenarnya Shinbi tidak jelek. Rambut panjang yang dikuncir kuda, poni yang terurai menutupi setengah matanya yang bulat itu, dan badannya. Cukup tinggi juga untuk seorang yeoja seumurannya.

– — – –

Author POV

Selama perbincangan antara Shinbi dan Taemin di kantin, Kibum dan teman-temannya memperhatikan mereka.

“Mereka cocok sekali,” ujar teman Kibum. Kibum dan yang lainnya tertawa mendengar ucapan temannya itu.

“Ne, mereka sangat cocok. Taemin dan Shinbi, sepertinya mereka berdua harus kita beri pelajaran lain kali,” usul Kibum. Ke3 temannya mengangguk menyetujui usulan Kibum.

“Bagaimana kalau di pesta tahun ajaran baru nanti ?” usul yang lainnya.

“Ne, tentu saja. Aku akan memberi mereka ‘pelajaran’ disana,” balas Kibum sambil menyeringai kecil. Taemin keluar dari kantin dengan tidak lepas pandangan dari Kibum dan teman-temannya.

“Si anak baru dan si anak aneh,” gumam Kibum disusul dengan tawaan seluruh teman-temannya.

– — – –

Shinbi POV

Apa sih maunya anak baru itu ? Apa sudah menjadi sifatnya mencampuri urusan orang lain ?

“Perhatian semuanya !” teriak Kibum di depan kelas. Perhatianku dari buku langsung teralihkan karena teriakannya.

“Acara pesta tahun baru besok wajib di datangi seluruh murid di kelas ini. Kalau ada salah satu dari kalian tidak datang, akan kita asingkan dan tidak akan pernah dianggap di kelas ini,” ucapan Kibum sedikit membuat bulu kudukku merinding. Aku memang diasingkan di kelas ini, dan tidak dianggap. Tapi aku juga bagian dari kelas ini, aku harus ikut.

“Kalian yang mau ikut, harap tuliskan nama kalian di kertas ini. Aku tidak akan menerima pendaftaran besok pada saat sebelum berangkat,” sambungnya sambil mengacungkan kertas yang ada di meja guru.

Setelah Kibum mengucapkan itu, semua murid di kelasku langsung berhambur ke depan kelas untuk mengisi kertas itu. Tapi tidak dengan Taemin, dia masih betah duduk di sebelahku sambil memakai headsetnya. Aku sedikit menyenggol lengan Taemin, membuatnya melepas headset yang ia pakai.

“Wae ?” tanyanya.

“Kau tidak ikut pesta tahun ajaran baru ?” tanyaku. dia menggeleng kemudian memakai kembali headsetnya.

“Untuk apa aku ikut, kalau kau tidak ikut,” jawabnya.

“Kata siapa ? aku mau ikut,” balasku sambil bangun dari kursi. Aku berjalan ke depan kelas dan ikut mengantri untuk menuliskan namaku.

“Aku juga mau ikut,” ujar Taemin sambil berlari ke arahku. Taemin berdiri di belakangku sambil memegangi bahuku. Aku langsung menepisnya dan membuat Taemin sedikit mendengus kesal.

Kutuliskan namaku di atas kertas dengan pulpen berwarna merah, begitu juga dengan Taemin.

***

Setelah menempuh perjalanan selama hampir 3 jam, akhirnya kami semua sampai di Deongjun. Udaranya cukup dingin disini karena dekat dengan pegunungan.

“Hey ! cepat jalannya !” seseorang berteriak padaku yang ternyata sudah tertinggal di belakang. Aku mempercepat langkahku menyusul teman-temanku di depan.

Tapi tiba-tiba kakiku tersangkut akar pepohonan dan membuatku terjatuh. Seketika juga semua teman-teman sekelasku menertawaiku.

“Aah,” ringisku. Aku mencoba bangun, tetapi tidak bisa karena sepertinya kakiku terkilir. Tidak ada yang membantuku sama sekali, semuanya meninggalkanku.

“Perlu kubantu ?” tanya salah satu teman sekelasku. Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat orang itu.

“Ne. kau tidak lihat kakiku tidak bisa digerakkan ?” jawabku.

Taemin terkekeh mendengar ucapanku kemudian menjulurkan tangannya. Aku menyambut tangannya dan menariknya agar aku bisa bangun. Taemin segera melingkarkan tangan kiriku ke lehernya. Dia mencoba menopang tubuhku agar aku bisa berjalan dengan cepat.

Wajah Taemin berjarak sangat dekat dari wajahku. Dan saat itu juga aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku. Jantungku berdetak sangat cepat dan wajahku memanas. Aku tidak tahu perasaan apa ini, apa mungkin aku suka padanya ?

“Kita sudah sampai,” ujar Taemin memecah lamunanku. Taemin mendudukanku di teras villa kemudian duduk di sebelahku.

“Gwenchana ?” tanyanya. Aku mengangguk sambil memegangi pergelangan kakiku yang terkilir.

Taemin masuk ke dalam villa sambil membawa tasnya dan tasku. Sementara aku masih duduk di teras, melihat pemandangan di sekitar villa yang memang enak dilihat.

“Shinbi, ayo masuk. Akan ada pembagian kamar !” seru Taemin sambil menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Aku berdiri dan berjalan dengan timpang ke dalam villa. Terlihat Kibum sedang duduk di sofa ruang tengah dengan membawa sebuah denah.

“Villa ini terdiri dari 2 lantai. Lantai atas 5 kamar dan lantai bawah 5 kamar. Satu kamar diisi oleh 2 orang, kalian pilih teman sekamar kalian masing-masing. Ingat, yeoja dengan yeoja dan namja dengan namja,” jelas Kibum. Semua yeoja di kelasku sudah memeluk pasangan mereka kecuali aku.

“Kau sendirian ?” tanya Hyunmi, teman sekelasku.

“Ne,” jawabku singkat. Hyunmi tersenyum padaku sambil mengulurkan tangannya.

“Kau bisa sekamar denganku,” balasnya. Aku menjabat tangan Hyunmi kemudian mengangguk.

Hyunmi, teman sekelasku sekaligus pacar Kibum. Siapa yang tidak tahu Hyunmi di sekolahku ? dia pacar seorang ketua genk yang paling ditakuti di sekolah. Sebenarnya aku sedikit ragu untuk menerima tawarannya, tapi mau apa lagi ? Daripada aku tidur sendiri.

***

Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Semua murid yeoja bergulat di dapur untuk membuat makan malam. Sedangkan murid namja membakar jagung sambil meminum soju di halaman belakang. Sedangkan aku duduk sendirian di teras depan, memandangi langit malam yang bertabur banyak bintang malam ini.

“Hey,” tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dari belakang. Aku menoleh ke belakang dan melihat Taemin sedang berdiri sambil tersenyum padaku.

“Taemin-ah,” panggilku. Taemin duduk di sebelahku sambil melingkarkan tangannya ke sandaran kursi. Membuat jantungku berdetak tidak karuan.

“Langitnya bagus,” ujarnya.

“Ne, itulah alasannya aku duduk disini,” jawabku. Sekarang aku merasa tidak sendiri lagi karena selalu ada Taemin di sampingku. Hanya dia satu-satunya teman yang kupunya.

“Kau tidak ikut memasak di dapur ?” tanyanya. Aku menggeleng sambil bermain menjetikkan jemariku.

“Wae ?” tanyanya lagi.

“Mereka tidak membutuhkanku. Kalaupun aku ada disana, mereka pasti mengacuhkanku,” jawabku. Taemin sedikit tertawa mendengar jawabanku.

“Kau itu terlalu minder. Kau yang tidak mau bergaul dengan mereka. Aku yakin kalau kau mau sedikit berbincang dengan mereka, pasti kau bisa berteman dengan mereka,” balas Taemin sedikit menyinggung perasaanku.

“Aku memiliki alasan tersendiri untuk tidak bergaul dengan mereka,” jawabku ketus. Taemin membenarkan posisi duduknya sehingga menghadap ke arahku.

“Apapun alasannya, kau harus tetap bergaul. Ini semua demi kebaikanmu juga. Agar kau tidak di remehkan mereka semua,” balas Taemin lagi. Ah, rasanya udara disini semakin panas.

“Terserah, aku mau masuk dulu,” aku masuk ke dalam villa dengan sedikit berlari.

Tidak ada siapa-siapa, semuanya berkumpul di halaman belakang untuk makan malam. Aku mengintip dari balik tirai, memperhatikan teman-temanku yang sedang bercanda satu sama lain. Sebenarnya ucapan Taemin ada benarnya juga, aku harus mulai bergaul dari sekarang.

Aku menghampiri mereka dan duduk di atas batang pohon yang memang digunakan untuk duduk. Aku terselip diantara yeoja-yeoja yang sedang mabuk. Padahal seumuranku belum boleh meminum soju, tapi mereka nekat membawa soju.

“Ini minum,” seru Hyunmi sambil menyodorkan segelas soju padaku. Aku menolak soju itu, tapi Hyunmi terus menyodorkan gelas itu dan terus memaksaku untuk minum.

“Ayo minum !” nada bicara Hyunmi mulai meninggi. Dengan pasrah, aku menerima soju itu dan meneguknya sampai habis. Tenggorokanku memanas, kering, tapi anehnya aku ingin meminumnya lagi.

“Ini,” Hyunmi menyodorkan segelas soju lagi. Awalnya aku menolak, tapi hatiku menyuruhku untuk meminumnya lagi.

Aku kembali meneguk segelas soju. Kepalaku sudah mulai terasa berat, tapi tenggorokanku masih terasa kering.

“Satu gelas lagi,” ujarku sambil mengangkat gelas itu tinggi-tinggi. Hyunmi menuangkan soju ke dalam gelasku sampai penuh. Aku meneguknya sampai habis lagi.

“Ah lama,” aku merebut botol soju di tangan Hyunmi dan meneguknya sampai benar-benar kosong.

Kepalaku semakin terasa berat dan keadaan di sekelilingku seperti berputar-putar. Aku tidak tahu apa yang terjadi lagi.

– — – –

Taemin POV

Aku menyusul Shinbi masuk ke dalam villa. Shinbi mengintip teman-temannya melalui tirai yang menghadap ke halaman belakang. Dia terlihat ragu, tapi tak lama kemudian dia keluar, bergabung bersama teman-temannya. Aku hanya bisa tersenyum melihat kemajuan Shinbi.

“Ya !” tiba-tiba Kibum merangkul pundakku. Aku sedikit kaget dengan kehadiran Kibum disini, bukannya dia di halaman belakang bersama teman-temannya.

“Aku harus bicara denganmu,” ujarnya. Tanpa persetujuan dariku, Kibum langsung menyeretku ke teras villa di sisi lainnya.

Hanya kami berdua yang ada di teras ini. Terdapat dua gelas besar soju di atas meja. Kibum menyuruhku duduk di kursi dan meminum soju itu.

“Aku mau menantangmu,” ujarnya. Aku memperhatikan wajah Kibum yang sepertinya sudah sedikit mabuk.

“Mwo ?” tanyaku balik menantang. Kibum menunjuk-nunjuk gelas soju di meja sebelah kursi sambil tersenyum kecil.

“Lomba meminum soju ini. Siapa yang duluan habis dia pemenangnya,” jawab Kibum.

“Hadiahnya ?” tanyaku.

“Kalau aku menang, kau harus menuruti semua perintahku selama 1 minggu. Kalau kau menang, aku akan menyuruh semua orang di sekolah agar mau berteman dengan Shinbi. Ottokhae ?” tawarnya. Aku memikirkan kata-kata Kibum. Ada untungnya juga kalau aku menang lomba ini. Hanya segelas soju kan ?

“Baiklah,” jawabku menantang. Kibum mengambil salah satu gelas soju bersamaan denganku.

“Hana, teul, set !” di saat hitungan ketiga, aku mulai meminum soju itu. Aku terus meneguknya tanpa mengambil napas sedikitpun. Aku sedikit bernapas lega ketika soju yang kuminum lebih banyak dari milik Kibum.

“Ah,” hela napasku ketika aku sudah menghabiskan segelas besar soju. Aku tertawa saat melihat soju yang di pegang Kibum masih tersisa.

“Aku menang,” ujarku. Ucapanku sudah sulit kukendalikan. Kepalaku terlalu lelah untuk memikirkan kata-kata yang akan ku keluarkan.

“Aku mau tidur,” kata-kata yang berhasil kuucapkan. Aku mulai bangun dari kursi dan berjalan ke dalam villa.

BRAAK

Aku bisa merasakan tubuhku membentur lantai villa dengan keras. Pandanganku sudah kabur dan tidak bisa melihat dengan jelas lagi. Tubuhku seperti melayang, terbang. Aku suka keadaan ini.

– — – –

Shinbi POV

Aku membuka mataku dan mulai menyesap udara pagi yang masuk ke kamarku. Aku meregangkan tubuhku dan sedikit mengerjapkan mata untuk memperjelas pandanganku. Yang aku ingat terakhir kali, aku mabuk bersama Hyunmi.

Aku berbalik ke samping dan melihat Hyunmi sedang tidur membelakangiku. Kepalaku masih sangat pusing untuk bangun dari tidurku. Aku menoleh ke samping yang lainnya dan menemukan segelas air. Dengan sigap aku meminum  air putih itu sampai habis.

Aku hendak bangun dari tidurku. Tapi aku segera menghentikan usahaku itu ketika aku merasa tidak berbalut pakaian. Aku mengintip ke dalam selimut dan benar, aku tidak memakai pakaian sehelaipun.

Aku menoleh ke arah Hyunmi yang masih membelakangiku. Selimut menutupi setengah punggungnya yang juga tidak berpakaian. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku mencoba mengingat kejadian semalam. Tapi percuma, aku tidak ingat sedikitpun.

“Hyunmi . .” panggilku sambil menggoyangkan tubuhnya. Tubuhnya berbalik. Badanku langsung mematung seketika melihat siapa yang ada di sebelahku. Aku tidak bisa berkata-kata lagi, tenagaku seakan habis untuk berteriak.

“T-t-Taemin. . ??”

-to be continued-

Don’t be a Silent Reader

Please Leave a Comment

2 thoughts on “[FanFic] Marry Me !! (Part 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s