[FanFic] She’s in the Jail

Title       : She’s in the Jail

Cast       : Choi Minho, Choi Hyunmi

Length  : Oneshot

Rating   : PG

Genre   : AU, Romance

And now, I’m back . .hahaha

sebelumnya mianhae kalau ga suka sm ff saya yg ini. . :D

comment please . .

——————————

June 26th , 2008

Hari dimana aku mulai menjalani hari-hariku di penjara. Aku tahu bahwa ibu tiriku sengaja memasukkanku ke dalam penjara karena ingin menguasai semua harta mendiang ayahku. Aku dituduh membunuh ayah kandungku sendiri. Dan semua bukti mengarah kepadaku.

Berada di dalam sel yang sempit dan pengap. Satu sel berukuran 3×3 meter yang berisi 4 orang dan hanya terdapat 2 tempat tidur bertingkat dan sebuah kamar mandi yang berisi closet dan shower.

Baru 2 jam aku disini, rasanya sudah lama sekali. Dan selama 2 jam itu pula aku hanya berbaring di tempat tidurku. Selalu terlintas di dalam benakku, kenapa aku tidak mati saja daripada harus tinggal di balik jeruji besi seperti ini.

July 5th, 2008

Teman-temanku mengunjungiku di dalam penjara. Mereka terlihat begitu khawatir melihat keadaanku.

“Seharusnya dia yang ada disini” gumam Jonghyun hyung kesal sambil menelisik ke seluruh penjara ini. Aku hanya tersenyum pahit menjawab pertanyaannya. Aku sudah mulai terbiasa dengan keadaan di penjara.

“Sudahlah hyung, disini tidak terlalu buruk. Aku selalu dapat makan, pagi, siang, malam. Kalian tidak lihat aku makin gemuk ?” jawabku. Mereka semua tersenyum sambil mengepalkan tangan ke udara.

“Fighting !” ujar mereka bersamaan. Rasanya, airmataku sudah mulai menggenang di pelupuk mataku. Aku rindu saat-saat bersama Taemin, Key, Jonghyun hyung, dan Onew hyung. Mereka semua begitu baik dan selalu mendukungku.

“Minho-ssi, waktu berkunjung sudah habis” ujar salah satu sipir. Aku mengangguk sambil menghapus sudut mataku yang hampir terlintasi air mata.

“Annyeong, jangan rindu aku, ya” ujarku sambil melambaikan tangan pada mereka semua. Walaupun ada pembatas kaca diantara kami, aku bisa melihat kesedihan di wajah mereka.

July 19th , 2008

Hari bebas seluruh tahanan di sini. Semuanya bebas melakukan apa saja yang mereka mau. Bertanding olahraga, bermain-main, atau sekedar mengobrol dengan yang lainnya.

Yang kulakukan hanyalah diam duduk memandangi semuanya. Aku baru ingat bahwa kemarin adalah hari ulang tahun Taemin. Aku belum mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

Ternyata penjara ini bersebelahan dengan penjara wanita. Penjara ini dengan penjara wanita hanya dibatasi kawat besi berduri yang melintang sampai setinggi 1 meter 50 cm.

Semua wanita itu sudah berumur sekitar 30-an ke atas. Tapi salah satu wanita itu menyalahi dugaanku. Seorang wanita sekitar 19 tahun sama sepertiku sedang duduk di pinggir lapangan sambil memegang sebuah buku. Buku itu dibacanya dengan serius. Entah sudah berapa lama aku terpana memandanginya.

TIba-tiba pandangan kami bertemu, wanita itu tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya dengan seramah mungkin. Wanita itu kembali ke dalam buku yang di pegangnya. Aku kembali memandanginya hingga tidak sadar bel masuk kedalam sel sudah berbunyi.

“Minho-ssi, ayo masuk ke dalam selmu” perintah sipir Kim. Aku mengikutinya dan tak melepaskan pandanganku pada wanita yang ada di seberang sana.

“Hyung, apa kau tahu siapa nama wanita itu ?” tanyaku pada sipir Kim. Sipir Kim menyipitkan matanya untuk memperjelas pandangannya.

“Aku tidak tahu. Mmm, besok aku tanya pada sipir disana” jawab sipir Kim.

August 15th , 2008

Semua tahanan di dalam sel di keluarkan ke lapangan. Semua tahanan dari penjara wanita pun di kumpulkan dalam satu lapangan. Semua tahanan berbincang riuh bertanya-tanya maksud sipir Kim.

“Kalian akan berpasangan dengan tahanan yeoja. Semua sudah kami pasang-pasangkan sesuai nama depan. Kalian dipersilakan untuk mengenal satu sama lain” jelas sipir Kim lagi yang semakin menambah riuh suasana penjara.

“Baik aku akan mulai” sipir Kim mulai menyebutkan semua nama tahanan dengan pasangannya masing-masing.

“Choi Minho” aku melangkahkan kakiku ke depan barisan.

“dengan Choi Hyunmi” lanjut sipir Kim. Seorang wanita maju ke sebelahku dengan wajah ditundukkan. Aku mencoba melihat wajah wanita itu.

Wanita itu pun mendongakkan kepalanya. Jantungku berdegup dengan sangat cepat ketika melihat wajah wanita itu. ‘Dasar Kim hyung ! Pasti dia sengaja memasangkan aku dengan wanita ini. Jadi namanya Choi Hyunmi ?’ batinku. Aku melirik ke arah sipir Kim. Dia mengedipkan sebelah matanya sambil mengangkat jempolnya.

Kami berdua-aku dan Hyunmi- duduk di salah satu bangku di bawah pohon. Hyunmi masih terus menundukkan kepalanya.

“Ehem. .” aku berdehem. Hyunmi mengangkat kepalanya lalu tersenyum.

“Aku Choi Hyunmi, namamu Choi Minho ?” ujarnya canggung. Aku menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.

“N-ne” jawabku singkat. Kami berdua diam beberapa saat, Hyunmi menendang-nendang daun kering di dekat kakinya.

“Kau . .” ujarku dan Hyunmi bersamaan.

“Kau duluan saja” timpalnya.

“Kenapa kau bisa ada disini ? Mmm, kau tahu kan maksudku” ujarku sedikit hati-hati, takut-takut Hyunmi tersinggung dengan pertanyaanku.

“Setiap orang pasti menanyakan hal itu padaku. Aku sampai hafal cara bicara mereka kalau bertanya hal itu padaku, cara bicaranya sama sepertimu. Aku bisa ada disini karena mencuri. Sebenarnya bukan mencuri, tapi barang yang hilang itu ada di dalam tasku. Dan akhirnya aku dimasukkan kedalam penjara karena tuduhan itu. Kalau kau ?” jelas Hyunmi tanpa menatap wajahku. Rambutnya yang panjang sebahu tersapu angin sore dan membuat wajahnya yang cantik itu terlihat dengan jelas.

“A-aku ? Aku dituduh membunuh ayah kandungku sendiri. Ibu tiriku menuduhku dengan foto-foto yang sudah dia rekayasa sehingga membuatku seolah-olah bersalah. Sebenarnya dia hanya ingin menguasai seluruh harta ayahku sendirian. Tapi aku yakin suatu saat nanti akan terungkap siapa yang salah” jawabku.

“Aku percaya kalau kau itu tidak membunuh. Kau harus sabar, aku sudah 5 bulan disini. Tidak ada satu pun sanak saudara yang mengunjungiku disini. Mungkin mereka malu mempunyai anggota keluarga di dalam penjara” balas Hyunmi sambil tersenyum kecut. Air mata mulai menggenangi pelupuk matanya. Sepertinya dia terlalu banyak menangis sampai matanya sedikit bengkak.

“Ah sudahlah, jangan dibahas” balasku.

Kami berdua terlibat obrolan hangat. Hyunmi mencurahkan seluruh isi hatinya padaku. Tega sekali orang yang sudah menuduh Hyunmi sampai dia masuk ke dalam penjara.

“Semuanya, masuk ke dalam sel !” terdengar perintah dari pengeras suara.

“Mmm, kita harus berpisah. Semoga kita bisa bertemu lagi” ujar Hyunmi sambil berdiri dari bangku. Aku menyergah tangannya dan menariknya ke dalam pelukanku.

“Jangan menangis lagi. Aku tidak suka melihat matamu yang indah itu menjadi bengkak karena menangis” seruku. Badan Hyunmi menegang ketika aku memeluknya. Tapi lama kelamaan dia mengerti dan balas memelukku.

“Hey Kalian ! Kembali ke dalam sel masing-masing” teriak salah satu sipir. Saking lamanya kami berpelukan sampai tidak sadar keadaan di lapangan penjara sudah sepi.

“Sampai bertemu lagi” ujarku sambil berlari meninggalkan Hyunmi.

August 30th , 2008

Betapa beruntungnya aku bisa melihat Hyunmi lagi. Walaupun hanya melihatnya dari balik jendela, aku bisa merasakan hati Hyunmi sudah lebih baik sekarang. Sangat terlihat dari ekspresi wajahnya.

“Minho-ya, ada yang mengunjungimu” ujar sipir Kim.

Aku segera meninggalkan jendela dan berjalan keluar sel menuju ruangan untuk berkunjung. Firasatku sedang tidak enak, apa mungkin  yang datang itu. .

“Minho” panggil seseorang di balik kaca. Seseorang yang sudah menghancurkan hidupku dan seseorang yang paling ku benci.

“Eomma ? Ah, Gahee-ssi” aku lupa, dia sangat tidak pantas untuk dipanggil eomma.

“Aku perlu tanda tanganmu” seru Gahee dingin sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas dari tasnya.

“Untuk apa ?” tanyaku. Dia menyodorkan kertas itu dan menyuruhku untuk membacanya.

‘Pemindahan harta kekuasaan dari namaku menjadi nama Gahee ? Dia pikir segampang itu ?’

Aku tersenyum simpul memandang kertas itu. Dengan kasar aku segera merobek-robek kertas itu. Gahee memandangku dengan tatapan-apa-yang-kau-lakukan-?

“K-kau ! Aku pastikan kau akan lebih lama di dalam penjara !” sahut Gahee sambil pergi meninggalkan penjara ini.

Aku tersenyum puas melihat Gahee kebingungan. Sebentar lagi dia akan memohon padaku agar memberikan tanda tanganku padanya.

September 21st, 2008

Taemin dan Key mengunjungiku sambil memberikan satu kotak kue tart. Lusa adalah hari ulang tahun Key, dan hari ini mereka sengaja datang agar bisa merayakan hari ulang tahun Taemin yang sudah kulewatkan dan ulang tahun Key besok lusa.

“Saengil chukhahaeyo” seruku senang sambil memakan kue buatan Key. Sudah lama sekali rasanya aku tidak memakan makanan selain makanan penjara.

“Hyung, badanmu terlihat lebih berbentuk sekarang. Kau suka olahraga disini ?” tanya Taemin.  Aku menganggukan kepalaku cepat sambil terus mengunyah.

“Fitness ?” tanya Key lagi.

“Ne, disini selalu diadakan latihan gym rutin setiap satu minggu sekali” jawabku. Mereka saling bertatapan heran.

“Waah, sepertinya badanku akan jadi bagus kalau tinggal di penjara” balas Taemin polos. Key menyenggol badan Taemin untuk menyuruhnya diam.

“Minho, kami berempat sudah menemukan pengacara untuk mengurus masalahmu. Kau tenang saja, aku yakin kau akan bebas dan ibumu itu yang akan masuk penjara” ujar Key. Aku menutup kotak makanan itu kemudian menyerahkannya pada Key.

“Terima kasih atas pengorbanan kalian. Aku sangat beruntung memiliki teman seperti kalian. Aku selalu merepotkan dan sudah membuat malu kalian” mataku sudah mulai tergenang air mata. Sekali lagi aku berkedip, air mata ini pasti akan jatuh.

“Hyung ! Kenapa kau jadi cengeng seperti ini ? Minho hyung itu selalu tersenyum dan selalu menghibur kami semua” sahut Taemin. Karena ucapan Taemin, aku segera menghapus air mataku dan menatapnya yakin.

“Aku akan pastikan dalam waktu singkat aku akan keluar dari sini dan bersama kalian lagi. Fighting !” ujarku menyemangati diri sendiri. Key dan Taemin tertawa melihat tingkahku.

October 18th, 2008

Aku bisa bertemu lagi dengan Hyunmi. Kami mengobrol dengan dibatasi pagar kawat diantara kami. Walaupun begitu, aku masih tetap bisa menghiburnya. Senyumnya sangat manis, membuatku selalu ingin ada di sisinya.

“Kapan aku bisa berduaan denganmu lagi ?” tanyaku dengan nada sedikit nakal. Hyunmi memukul kepalaku dengan susah payah melewati pagar.

“Kau mau apa ?” tanyanya dengan nada mengancam. Tawaku meledak ketika melihat ekspresi wajahnya.

“Kenapa tertawa ?” tanyanya lagi. Aku segera menghentikan tawaku kemudian menatap wajahnya yang sedikit memerah.

“Aku suka melihat ekspresi wajahmu” ucapanku membuat wajah Hyunmi semakin memerah.

“Apa kita bisa seperti ini lagi ?” tiba-tiba nada bicara Hyunmi menjadi sedih.

“Wae ?” tanyaku.

“Aku akan bebas dalam waktu dekat ini, orang yang menuduhku sudah menemukan pencuri aslinya. Jadi dia mencabut tuntutannya dan aku akan dibebaskan” ucapan Hyunmi membuatku diam seketika. ‘Jantungku, kenapa aku sulit sekali bernapas ketika mendengar ucapan Hyunmi ? Kenapa Hyunmi harus pergi ?’

“Minho, jangan melamun. Kita masih bisa bertemu di luar penjara kalau kau bebas nanti” ujar Hyunmi menyemangati. Aku mengacak-ngacak rambut Hyunmi lalu mencubit pipinya.

“Ne, araseo. Tapi aku tidak punya teman di penjara selain kau. Kau itu masih muda sama sepertiku. Sedangkan mereka ? Sudah tua” aku membisikkan kata terakhir dan membuat Hyunmi tertawa geli.

“Ireon !” timpal Hyunmi. Kami berdua tertawa, rasanya sedih juga kalau tidak ada teman tertawa seperti ini lagi.

November 1st, 2008

Dari balik jendela aku bisa melihat Hyunmi keluar dari area penjara. Tatapannya selalu tertuju padaku yang ada di balik jendela. Hyunmi melambaikan tangannya padaku. Aku pikir dia sedang mengatakan sesuatu sebelum benar-benar menghilang dari pandanganku.

“Minho, ada surat untukmu” ujar Hye Yeol, teman satu selku. Aku menerima surat itu sambil memperhatikan amplopnya. Tanpa berlama-lama, aku segera membuka surat itu dan membaca isinya.

To  : Minho

Annyeong !! ^^

Akhirnya aku bisa menghirup udara bebas

Kau harus bisa seperti aku, keluar dari sana

Mmm, aku tidak tahu kapan kau akan keluar dari sana

Setiap hari aku akan tunggu kau di taman dekat

Hangang river.Kekekeke

Onjekajina. .

-Hyunmi-

Dasar anak kecil, dia pikir aku akan keluar dalam waktu dekat ini. Tapi tak apalah, biar dia menungguku disana.

December 9th, 2008

Bosan.

Itulah kata yang paling tepat dengan keadaanku saat ini. Di hari ulang tahunku, aku merayakannya sendiri. Bahkan tidak ada yang tahu sekarang hari ulangtahunku. Hyunmi, Hyunmi, Hyunmi, bagaimana keadaannya sekarang ? Aaargh, aku ingin sekali bertemu dengannya.

“Ya !” suara khas Hyunmi terngiang di kepalaku. Aku menutup telingaku sambil menenggelamkan diri di bawah bantal. Deritan tempat tidur besi sangat memekakkan telinga ketika aku bergerak. Tiba-tiba seseorang menepuk-nepuk pundakku dari bawah. Aku memunculkan kepala, dan melihat Hyunmi sedang berkacak pinggang dengan wajah kesalnya.

“Aigo ! Hyunmi-ya !” dengan sigap aku turun dari tempat tidur tanpa melewati tangga.

“Minho, bogoshipeo” sahutnya sambil memelukku erat. Dia tampak cantik dengan baju biasa dan rambut yang digerai sebahu. Wajahnya pun sudah tidak kusam lagi karena dia memoleskan sedikit make up di wajahnya.

“Bagaimana kau bisa masuk ke sini ?” tanyaku sambil mempersilakannya duduk di tempat tidur.

“Aku ? Tentu saja, aku kan mantan narapidana disini. Jadi bisa bebas keluar masuk” jawabnya sambil tertawa kecil. Semua temanku yang ada di dalam sel mulai beralih ke pojok ruangan.

“Mantan” balasku dengan nada pura-pura marah.

“Omona, kau marah ? Apa kau mau aku masuk ke sini lagi supaya bisa menemanimu ?” tanyanya.

“Aku tidak marah, hanya aku tidak suka kata-kata ‘mantan’” jawabku sambil mengacak rambutnya pelan.

“Minho, ada tamu untukmu” ujar sipir Kim. Pasti Onew hyung dan yang lainnya.

“Ayo” seruku sambil menarik Hyunmi keluar dari selku.

“Kemana ?” tanya Hyunmi bingung. Aku terus menarik tangannya sampai ke tempat berkunjung.

“Hyung ! Saengil chukhahaeyo !” teriakan Taemin mengalihkan seluruh pengunjung penjara ini termasuk Hyunmi. Dia masih terlihat sangat bingung.

“Kau, ulang tahun ?” tanya Hyunmi. Aku duduk di balik kaca dengan Hyunmi sedangkan Onew hyung dan yang lainnya duduk di seberang kaca.

“Ne” jawabku singkat. Key menyerahkan sekotak kue tart bertuliskan namaku dan lilin kecil yang berjumlah 18.

“Saengil chukhahamnida, saengil chukhahamnida, saranghaneun uri Minho, saengil chukhahamnida” tepat saat mereka semua berhenti bernyanyi aku meniup semua lilin itu, tidak lupa make a wish tentunya. ‘Aku berharap cepat keluar dari sini dan tidak akan pernah berpisah dengan Hyunmi’

“Sangil chukhahaeyo Minho. Pabo ! Aku baru sadar kalau kau ulang tahun” seru Hyunmi sambil sedikit memukul kepalaku.

“Gwenchana” balasku. Teman-temanku memandangi Hyunmi seperti berharap aku akan memperkenalkannya.

“Ah iya, Hyunmi kenalkan teman-temanku. Onew hyung, Jonghyun hyung, Key, dan Taemin” Hyunmi membungkukkan badan pada mereka semua.

“Dia siapa Minho ?” tanya Onew hyung.

“Dia temanku selama di penjara. Dia sudah bebas dan kebetulan hari ini datang mengunjungiku” ujarku. Hyunmi membungkukkan badannya sekali lagi pada Onew hyung.

Waktu terasa begitu cepat, untungnya sipir Kim mengerti dan memberikan banyak waktu kepadaku. Walaupun Jonghyun hyung selalu mengejekku, tapi itulah saat-saat yang aku rindukan.

“Minho, Hyunmi, kami harus pulang. Kuenya untuk kalian saja, jangan lupa kabari kami tentang hubungan kalian” ujar Key sambil terkekeh. Onew hyung dan yang lainnya pergi meninggalkan kami-aku dan Hyunmi-.

“Mmm, kau masih mau makan ?” tanya Hyunmi kikuk. Aku mengangguk kemudian membuka mulutku berharap Hyunmi akan menyuapi kue yang dipegangnya.

“Mwo ?” tanyanya heran. Aku menunjuk-nunjuk mulutku sambil mengeluarkan puppy eyes andalanku. Wajah Hyunmi bersemu merah sambil menyodorkan sesendok es krim. Dengan senang hati aku melahap es krim itu.

“Anggap saja kado ulangtahun darimu” ujarku sambil tersenyum jahil. Hyunmi menyentil kepalaku sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aku akan berikan kau kado yang lebih dari ini” balas Hyunmi. Aku mengerutkan kening heran.

“Mwo ?” masih dengan keadaan heran tiba-tiba Hyunmi mencium pipiku sekilas. Wajahku langsung terasa panas dan pastinya memerah seperti kepiting rebus. Seketika jantungku berdegup dengan sangat kencang. Hyunmi menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang sedikit memerah.

“Aku akan berikan kadonya setelah kau keluar dari sini. Janjiku masih berlaku untuk selalu menunggumu di taman dekat Hangang river. Tto boja” ujarnya. Hyunmi mengambil tas tangannya dan berlalu meninggalkanku.

‘Apa mungkin permohonanku terkabul ? ini bukan mimpi. Ayo sadar Minho, kau harus cepat keluar dari sini’ gumamku sambil memukuli pipiku sendiri. Mulai hari ini, aku harus berjuang agar cepat keluar dari sini.

May 15th, 2010

Aku bisa kembali menghirup udara bebas. Selama 2 tahun juga aku menunggu untuk bertemu Hyunmi. Terakhir kali dia mengunjungiku ketika ulang tahunku yang ke 18. Aku selalu berharap dia masih menungguku di  tempat yang dulu ia janjikan. Semoga saja . .

“Byeonhosa, aku harus menemui seseorang. Kau pulang duluan saja” ujarku pada Han byeonhosa yang terlihat sibuk menghubungi teman-temanku.

“Baiklah, kau bisa bebas berkeliaran sekarang. Aku serahkan semuanya padamu” jawabnya.

“Gomapseumnida” balasku kemudian berlari meninggalkan Han byeonhosa. ‘Pabo Hyunmi, apa kau benar-benar masih menungguku disana ?’ gumamku.

Taman di dekat Hangang river terlihat ramai dengan anak-anak kecil dengan memakai baju yang sama. Anak-anak TK kupikir. Tiba-tiba salah satu dari mereka menghampiriku.

“Kau Minho hyung ?” tanyanya. Aku mengangguk sambil mengacak-acak rambut anak kecil itu.

“Ini ada surat untukmu” ujarnya. Anak kecil itu menyodorkan sebuah amplop berwarna biru muda yang senada dengan bajuku. Setelah aku menerimanya, anak kecil itu kembali bermain dengan teman-temannya.

Amplop berwarna biru itu diberi hiasan seperti jeruji besi di depannya. Dibaliknya terdapat gambar dua orang yang sedang berpegangan tangan sambil tersenyum bahagia. Aku jadi ingat ketika aku dan Hyunmi di penjara dulu.

Aku membuka amplop itu dan menemukan sebuah lipatan kertas yang berwarna biru juga. Tanpa berlama-lama, aku segera membuka lipatan kertas itu dan membaca isinya.

To : Minho

Aku janji untuk memberikanmu sebuah kado kan ? Sekarang juga kau harus datang ke atap gedung dekat Konkuk University. Kalau dalam waktu 15 menit kau belum datang, aku akan membatalkan semuanya. Faster !!

Aku membuang kertas itu asal kemudian berlari menuju terminal bus yang paling dekat. ‘Ah, sudah 5 menit, kemana busnya ?’ keluhku. Tak lama kemudian bus yang kutunggu-tunggu datang dan langsung kunaiki menerobos orang-orang yang lainnya.

Setelah hampir 10 menit menempuh perjalanan, aku segera turun dan segera berlari ke atap gedung dekat Konkuk University. 3 menit kemudian aku sampai di atap gedung.

Kosong.

Tidak ada apa-apa selain angin kencang yang menerpa tubuhku ketika keluar dari pintu. Hanya sebuah atap gedung kusam yang ditumbuhi lumut. ‘Hyunmi, aku baru telat 3 menit. Kau kemana ?’ Tiba-tiba aku menemukan secarik kertas di dekat kakiku.

Jalan terus ke depan, tunggu sampai matahari terbenam baru kejutan yang kuberikan akan muncul. Lihat ke atap Konkuk university.

“Dasar Hyunmi, dia masih saja seperti anak kecil. Kenapa juga aku harus cepat-cepat kesini” gumamku sambil meremas kertas itu lalu membuangnya.

Hanya tinggal beberapa menit lagi matahari akan terbenam. Aku memperhatikan atap Konkuk university yang lebih rendah dari atap gedung yang kunaiki.

“3 . .2 . .1 . .” aku menghitung mundur sampai matahari benar-benar sudah terlihat lagi. Tidak ada apa-apa, hanya kegelapan malam yang biasanya.

“Saengil chukhahamnida, saengil chukhahamnida, saranghaneun naui Minho, saengil chukhahamnida” terdengar suara Hyunmi di belakangku. Aku berbalik dan melihat Hyunmi memakai sebuah dress selutut dengan rambut yang dikuncir ke belakang dan memegang sebuah kue.

“Jangan lihat aku, lihat ke atap Konkuk” perintah Hyunmi. Aku kembali berbalik melihat atap Konkuk University.

Lampu-lampu kecil yang menyala membentuk ‘Saengil Chukhahamnida Naui Minho’.

“Neoui ?” tanyaku heran pada Hyunmi. Hyunmi mengangguk ragu lalu menaruh kue yang dipegangnya pada sisi gedung.

“Aku tahu mungkin ini terdengar murahan. Tidak seharusnya wanita yang menyatakan cinta. Tapi aku tidak bisa menahan perasaan ini lagi. Aku berusaha untuk memendamnya selama 2 tahun. Hari ini, kau bebas dan memberiku semangat untuk menyatakan perasaanku. Minho, sa. . .” ucapan Hyunmi kupotong dengan sebuah kecupan di pipinya.

“Hyunmi, saranghaeyo. Neoman saranghandago” ujarku. Dia menatapku tidak percaya. Cukup lama Hyunmi menatapku, dia masih belum sadar dengan ucapanku.

“HYUNMI, SARANGHAEYO !” teriakku sekencang mungkin kedepan gedung. Hyunmi yang menyadari ucapanku langsung memelukku erat.

“Na-do” sahutnya.

Aku membalas pelukan Hyunmi. Kami berdua terlarut dalam suasana malam yang menurutku hari terbaik yang pernah aku punya. Permohonanku pada ulangtahunku 2 tahun yang lalu terkabul. Hyunmi tidak akan terpisahkan lagi dariku.

-THE END-

1. Ireon = Dasar

2. Onjekajina = Sampai kapan pun

3. Tto boja = See You Later

4. Neoman Saranghandago = Hanya kamu yang aku cinta

Lumayan buat nambah-nambah kosakata. Hehe

Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s