[FanFic] Forever More (Oneshot)

Title : Forever More

Author : Ima Tripleshawol

Cast : Lee Jinki a.k.a Onew, Kim Hyunmi

Length : Oneshot

Rating : PG

Aku merapatkan kembali jaketku dan memastikan penampilanku sekali lagi di depan cermin. Setelah siap, aku segera keluar dari rumah dengan menggendong sebuah gitar di punggungku.

Aku sedikit berlari menuju ujung jalan di komplek perumahanku. Aku sudah membuat janji dengan seorang wanita. Atau tepatnya yeojachingu ku yang selama 4 tahun ini selalu mengisi kekosongan hatiku. Yeoja yang selalu menyemangatiku untuk hidup lebih baik setiap harinya. Dan hari ini, aku akan mengikuti audisi untuk menjadi penyanyi karena semangatnya. Aku tidak tahu bagaimana hidupku kalau dia pergi meninggalkanku.

“Chagiya, sudah lama menunggu ?” tanyaku sambil sedikit terengah. Hyunmi malah melebarkan senyumannya lalu menggeleng.

“Anni oppa. Kajja !” jawabnya sambil meraih tanganku dan menggandengnya.

Aku berjalan disampingnya, sesekali aku menatap wajahnya. Entah hanya perasaanku saja, tapi akhir-akhir ini dia semakin kurus dan matanya semakin mencekung.

“Hyunmi, kenapa kau terlihat semakin kurus akhir-akhir ini ?” tanyaku. Dia menoleh, menatapku dengan tatapan ragu.

“Jinjja ? akhir-akhir ini aku sedang tidak nafsu makan” jawabnya. Suaranya sedikit bergetar, apa mungkin dia berbohong ? Ah, tidak mungkin. Dia tidak mungin membohongiku. Aku mengangguk mengerti kemudian meneruskan jalanku.

Sebelum masuk ke dalam  tempat audisi, aku menatap Hyunmi sekali lagi. Dia kembali melebarkan senyumannya dan mempererat pegangan tangannya.

“Fighting !” ujarnya sambil mengepalkan tanganya ke udara. Aku mengangguk mantap kemudian berjalan memasuki tempat audisi. Aku berbalik pada Hyunmi yang berada di balik pintu kaca tempat audisi ini. Dia mengangkat jempolnya sambil menggerakkan mulutnya yang menurutku artinya adalah fighting.

Aku berdiri di hadapan para juri dengan gugup. Aku segera mengeluarkan gitar akustik yang kubawa dan mulai memainkannya.

“Ingram James – Forever More” ujarku sebelum mulai bernyanyi.

Before we go to sleep tonight

We’ll say our prayers

I’ll hold you tight

and kiss away the fears you hold inside you

 

So many years have passed us by

I cherish the moments by your side

A love like ours will only grow much stronger

I wanna to tell you

That forever more I’ll be the one to love you, to love you

When you need me I’ll be there to make you smile

And forever more I’ll be the one you come to oh honey

I’ll be the one to love you when the morning comes

 

***

“Ottohke ?” tanya Hyunmi penasaran ketika aku sudah kembali keluar. Aku hanya mengendikkan bahuku kemudian menggandeng tangannya lagi.

“Pengumumannya lusa” jawabku seadanya.

“Ne . . Mmm, Jinki oppa, aku mau es krim” ujarnya manja.

“Keurae, untuk merayakan hari ini. Aku akan mentraktir es krim” balasku sambil mengacak rambutnya. Hyunmi membetulkan rambut sambil mengerucutkan bibirnya.

“Aih, neomu kyeopta. Ayo . .” ajakku. Aku menarik tangan Hyunmi menuju sebuah kedai es krim yang berada tidak jauh dari sana. Seperti biasa, dia memesan es krim strawberry, rasa kesukaannya.

Kami duduk di salah satu bangku di taman sambil memakan es krim. Hyunmi terlihat sangat ceria hari ini, tidak seperti hari-hari sebelumnya.

Tiba-tiba saja es krim yang di pegang Hyunmi terjatuh. Aku menoleh pada Hyunmi yang sedang memegangi kepalanya atau lebih tepatnya meremas rambutnya.

“Chagiya, nan gwenchana ?” tanyaku khawatir. Dia menggelengkan kepalanya, lalu kembali menatapku.

“Aku mau pulang” jawabnya sambil terus memaksakan senyum.

“Ne, aku antar pulang” aku memegang kedua bahu Hyunmi untuk membantunya berdiri.

Dia terus menundukkan kepalanya selama di jalan. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya.

– — – –

Hyunmi POV

Kenapa harus di depan Jinki ? Mungkin dia harus tahu penyakitku, tapi tidak sekarang. Aku harus memberitahunya nanti, aku tidak mau merusak hari ini’batinku.

“Gomawo oppa” ujarku ketika aku sudah sampai di depan rumah.

“Nan gwenchana ?” tanya Jinki sekali lagi. Aku menggelengkan kepalaku sambil terus mencoba tersenyum di hadapannya.

“Aku tahu kau memaksakan senyum. Apa kau tak lelah selalu seperti itu ? Aku suka padamu karena senyumanmu. Tapi aku tidak suka senyuman yang dipaksakan” seru Jinki.

“Ne, araseo. Lusa jemput aku, ya. Aku mau ikut lihat pengumumannya” balasku. Jinki hanya menghela napas kemudian mengangguk setuju.

“Kalau kau sudah sehat” sanggah Jinki.

“Ne, aku masuk, ya” jawabku. Aku segera masuk ke dalam rumah. Aku sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit ini.

“Annyeong . .” sahutku sekali lagi sebelum masuk ke rumah. Aku menutup pintu rumahku.

Badanku langsung merosot di balik pintu. Aku masih terus memegangi kepalaku yang sedari tadi tak henti-hentinya berdenyut. ‘Kenapa kanker ini harus menyerang disaat aku berdua dengan Jinki ? Aku tidak mau Jinki tahu soal hal ini. Aku mau melihat Jinki bernyanyi di atas panggung, aku harus kuat’ gumamku. Aku segera bangkit dan berjalan tergopoh-gopoh menuju kamarku.

***

Hari ini adalah hari pengumuman audisi Jinki 2 hari lalu. Aku menunggu di depan tempat audisi itu sedangkan Jinki masuk ke dalam untuk mengambil kertas pengumumannya.

Setelah hampir 1 jam aku menunggu, tiba-tiba Jinki keluar dari tempat audisi sambil berlari-lari ke arahku. Jinki langsung memelukku erat sambil tertawa.

“Waeyo ?” tanyaku.

“Aku diterima. Nanti malam aku audisinya dan akan ditampilkan di TV” seru Jinki semangat. Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya.

“Mana aku lihat” aku merebut kertas di tangan Jinki dan membacanya. ‘Kenapa tulisannya tidak jelas ? Kenapa ini ?’

– — – –

Jinki POV

“Mana aku lihat” ujar Hyunmi sambil merebut kertas itu dari tanganku. Aku tertawa kecil melihat tingkahnya. Tapi, raut wajahnya berubah dan tiba-tiba saja Hyunmi pingsan. Aku segera menopang tubuhnya.

“Hyunmi ! Hyunmi!” teriakku. Hyunmi sama sekali tidak bergeming. Aku segera menggendong Hyunmi dan membawanya ke rumah sakit terdekat.

***

‘Sebenarnya kau sakit apa Hyunmi ? Kenapa kau tidak bilang apa-apa padaku ?’gumamku.

“Jinki-ssi ?” panggil seorang dokter sambil menepuk pundakku pelan. Aku menoleh dan segera bangkit menghadap dokter itu.

“Hyunmi kenapa uisa ?” tanyaku cepat. Dokter itu hanya tersenyum lalu menepuk-nepuk pundakku.

“Tanya saja pada Hyunmi sendiri” jawab dokter itu lalu berlalu meninggalkanku. Aku berlari ke dalam ruang rawat Hyunmi.

Aku bisa melihat Hyunmi terkulai lemah di atas tempat tidur. Alat bantu hidup terpasang di seluruh tubuhnya. Hatiku meringis melihat keadaannya. Aku semakin ingin tahu, sebenarnya dia punya penyakit apa.

Aku duduk di samping tempat tidur Hyunmi sambil memegangi tangannya. Air mataku sudah tidak bisa ku tahan lagi. Aku sangat takut kehilangan Hyunmi.

Aku terus berada di sisinya sampai jam menunjukkan pukul 6 sore. Aku sudah tidak peduli dengan kompetisi itu. Yang aku pikirkan sekarang hanyalah Hyunmi, aku ingin terus berada di sisinya.

“Jinki oppa . .” rintih Hyunmi pelan. Aku segera menoleh padanya dan mengelus rambutnya lembut.

“Kenapa kau seperti ini chagiya ? kau sakit apa ?” tanyaku lembut. Lagi-lagi Hyunmi tersenyum, senyum yang sangat dipaksakan.

“Gwenchana oppa. Hanya sedikit kelelahan” jawabnya. Aku benci melihat senyumnya, senyum menahan sakit dalam tubuhnya.

“Ah iya . . Kau tidak ikut kompetisi nyanyi itu oppa ? Sekarang sudah jam 6 sore . .” tanyanya.

“Kau lebih penting dari acara itu . .” jawabku. Dia menggeleng pelan lalu mengelus rambutku lembut dengan tangan kanannya.

“Pergilah . . Aku akan melihatmu dari sini” balasnya.

“Tapi. . kau sedang sakit Hyunmi. Aku tidak mau meninggalkanmu” sanggahku.

“Aku marah kalau kau tidak ikut kompetisi itu” ujarnya sambil memalingkan wajahnya.

“Aih . . Ne, aku akan pergi” jawabku sambil beranjak dari kursi yang aku duduki. Hyunmi kembali tersenyum dengan jawabanku.

“Aku akan tunggu kau disini” balasnya sambil melambaikan tangannya padaku. Aku keluar dari ruang rawat Hyunmi dan berlari menuju tempat kompetisi itu.

***

“Kita sambut Onew . .” teriak MC dari atas panggung. Aku menarik napas dalam-dalam lalu naik ke atas panggung.

“This song is for my lovely person. Forever more  . .” ujarku. Alunan music mulai dimainkan, aku pun bersiap untuk menyanyikan lagu itu.

That forever more I’ll be the one to love you, to love you
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh honey
I’ll be the one to love you when the morning comes

 

Through all the tears we left behind
The joy we shared, your hand in my mine
I can’t resist ooo touching you not even while you’re sleeping
And when you wake I promise you
We’ll celebrate our dreams come true
A love like ours will only grown much stronger

 

I wanna to tell you
That forever more I’ll be the one to love you, to love you
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh baby
I’ll be the one to love you when the morning comes

 

Let me tell you
There will never be another cold and lonely winter night
‘Cause we’re family
And baby our love will last forever

 

So I’ll say to you
That forever more, I’ll be the one to love you darling
When you need me I’ll be there to make you smile
And forever more I’ll be the one you come to oh I will baby
And that forever more
I’ll be the one to love you when the morning comes

 

I’ll be the one to love you……..forever more

Tepat saat aku berhenti bernyanyi, kudengar riuh tepuk tangan penonton. Aku membungkuk pada mereka semua kemudian turun dari panggung.

***

‘Akhirnya aku bisa mendapatkan hadiah ini. Aku persembahkan ini untukmu Hyunmi’ gumamku sambil berjalan menuju ruang rawat Hyunmi. Aku berjalan dengan sedikit berlari.

“Chagi . .” ucapanku terpotong ketika melihat banyak orang di ruang rawat Hyunmi. Firasatku tidak enak. Aku langsung menerobos orang-orang yang mengerubungi tempat tidur Hyunmi.

Yang kulihat dibalik orang-orang itu adalah seseorang di selimuti kain putih sampai menutupi wajahnya. Buket bunga yang kupegang jatuh, badanku ambruk seketika. Dengan  lemas aku membuka kain putih itu.

Seorang yeoja yang selalu mengisi kehidupanku kini sudah pergi. Aku tidak bisa melihat senyumannya lagi. Senyuman yang selalu membuatku semangat setiap harinya.

“Untuk apa aku menang kompetisi ini Hyunmi . . Kau sudah pergi” ujarku mencoba tegar. Aku mengelus wajahnya. Dingin. Itulah yang kurasakan, dia benar-benar pergi meninggalkanku.

“Jinki, dia sudah pergi. Dia menitipkan ini padaku..” ujar Hyun Ae noona sambil menyodorkan sebuah tape recorder padaku. Aku menerima tape recorder itu. Aku kembali menatap jasad Hyunmi tidak percaya. Aku mencium keningnya-untuk yang terakhir kalinya-.

“Saranghae” bisikku. Aku menutup wajahnya lagi dengan kain putih itu kemudian berjalan keluar dari ruangan itu. Aku mendengarkan isi dari tape recorder yang di berikan Hyun Ae noona.

Annyeong . .

Jinki oppa, mianhae kalau aku selalu merepotkanmu selama ini.

Aku juga tidak memberitahumu tentang penyakitku.

Sebenarnya aku sakit kanker otak selama 2 tahun ini.

Tapi aku tidak memberitahumu karena takut kau akan meninggalkanku.

Aku tahu kau pasti marah karena hal ini.Keke, mianhae . .

Kau sangat keren di atas panggung, oppa.

Aku akan merindukan hal itu.

Gomawo atas 4 tahun yang telah kau berikan padaku.

Aku selalu bahagia bisa berada di sisimu.

Untuk yang terakhir kalinya aku mengucapkan terima kasih.

And. .

Saranghaeyo . . Jinki oppa..

Aku sudah tidak bisa menahan air mataku lagi. Ketakutanku selama ini akhirnya terjadi. Aku kehilangan orang yang sangat aku cintai.

Nado, saranghaeyo Hyunmi-ya . . ll be the one to love you. . .forever more’

_THE END_

Sebelumnya mianhae atas kegajean ff saya yg ini . .

jangan lupa leave comment . .

don’t be a silent reader . . :D

hargai kerja saya dengan memberikan sebuah comment . .

kalau mau liat Onew nyanyi Forever More ..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s