[FanFic] Where is the Love ? (part 1)

Title : Where is the Love ?

Author : Ima Tripleshawol

Cast : Kang Yeomi, Kim Jonghyun, Lee Junho

Length : Series

Genre : Romance

Aku membuka notebook kesayanganku, lalu mulai mengutak-atiknya. Aku terus mengotak-atik notebookku sampai tidak sadar Jonghyun sudah ada di sebelahku. Kim Jonghyun, teman terbaikku sekaligus sahabatku. Sebenarnya dia itu kakak kelasku, tapi kami bertetangga, jadi membuat kami sangat dekat.

“YA ! Sedang apa kau ?” tanyanya sambil mencoba melirik ke arah notebookku. Tapi aku menutupnya dan membuat Jonghyun mengerucutkan bibirnya kesal.

“Pasti membuat cerita lagi” ejeknya.

“Ne oppa. Daripada aku gila karena mengkhayal, lebih baik aku tumpahkan menjadi sebuah cerita” jawabku. Dia masih saja mengerucutkan bibirnya, aku tersenyum kecil memandangnya.

“Ah sudahlah oppa. Ayo kita ke kantin” ajakku. Jonghyun menyetujui usulanku dan langsung menarik tanganku keluar kelas.

***

Akhirnya jam pulang sekolah tiba, seperti biasa, aku pasti selalu bersama-sama dengan Jonghyun.

“Oppa, kau mau mengantarku ke toko buku ?” tanyaku. Jonghyun tidak menghiraukanku dan naik ke motornya.

“Ya !” panggilku lagi.

“Iya iya, ayo naik” jawabnya pasrah. Aku naik ke motornya lalu memeluknya erat.

“Gomawo oppa” balasku. Jonghyun menyalakan motornya lalu membawaku pergi dari sekolah yang membosankan itu.

Banyak yang mengira kalau aku dan Jonghyun itu pacaran. Kami selalu bersama-sama kemanapun kami pergi. Sebenarnya aku menyukainya, tapi aku selalu memendamnya dari dulu.  Mungkin rasa sukaku padanya hanya bertepuk sebelah tangan. Dia tidak pernah menunjukkan kalau dia suka padaku.

“Kita sudah sampai” ujarnya. Aku segera tersadar dari lamunanku kemudian turun dari motornya. Aku merapikan seragam dan rambutku.

“Kau sudah cantik Yeomi” sahut Jonghyun. Ucapan Jonghyun berhasil membuatku malu.

“Ayo” ajakku sambil berusaha menutupi wajahku. Aku menggandeng tangannya dan berjalan berdampingan. Aku selalu risih kalau keadaan kami seperti ini terus, kami seperti pacaran, tetapi kenyataannya tidak.

Aku memasuki toko buku dan mulai mencari-cari buku yang sedang aku cari. Jonghyun mengikuti di belakangku, dan seperti biasa dengan gaya so coolnya.

Aku mengambil beberapa buku yang akan aku beli kemudian menyerahkannya pada Jonghyun. Semua buku yang menarik perhatianku ku ambil kemudian menyerahkannya pada Jonghyun. Aku terus menyerahkan buku pada Jonghyun tanpa menoleh padanya.

“Ya ! Kurang banyak bukunya !” sahutnya. Aku menoleh padanya. Omo ! Wajahnya tertutupi buku-buku ku.

“Ahahaha” tawaku meledak saat itu juga. Jonghyun meletakkan buku-buku itu di dekat kakinya. Jonghyun hanya bisa merengut kesal karena aku malah menertawakannya.

“Bawa sendiri buku-bukumu” ujarnya kesal.

“Mianhae Jonghyun” balasku sambil mengambil buku-buku yang kuberikan tadi.

Aku berjalan keluar dari toko buku sambil membawa buku-buku yang kubeli. Aku berjalan di depan Jonghyun. Sesekali aku melirik ke arahnya  yang sepertinya masih terlihat kesal.

“Mmm, Jonghyun oppa. Mau foto box tidak ?” ujarku memecah keheningan di antara aku dan Jonghyun. Dia masih tidak menghiraukanku dan masih saja menekuk wajahnya.

“Oppa . .” rengekku sambil mencoba mengeluarkan puppy eyes andalanku.

“Aish ! Iya iya. Kau selalu tahu kelemahanku” jawabnya pasrah ‘lagi’. Aku menggandeng tangannya menuju sebuah tempat foto box. Aku memasukkan uang 1000 won ke dalam mesinnya dan siap-siap untuk foto.

“Oppa, senyum” perintahku. Akhirnya dia mau menyunggingkan senyuman selama foto.

Setelah hasil fotonya jadi, aku memberikan 2 lembar foto kami berdua padanya. Setelah puas berjalan-jalan akhirnya kami berdua pulang ke rumah.

***

Seperti biasa, pagi ini aku bersama Jonghyun lagi karena kami memang bertetangga. Rumah kami sangat berdekatan.

Aku dan Jonghyun memasuki lapangan sekolah dengan beriringan. Orang-orang di sekitar lapangan itu pun mulai menyoraki kami.

“Aih, aku jadi iri. Mereka mesra sekali” teriak salah seorang murid dari pinggir lapangan. Tiba-tiba Jonghyun memegang tanganku. Semua siswa semakin menyoraki aku dan Jonghyun.

“Oppa, aku benci seperti ini” sahutku seraya berlari meninggalkan Jonghyun menuju kelasku.

Aku memandang keluar jendela dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Bisa terlihat Jonghyun yang sedang bermain bola di lapangan. ‘Apa dia belum menyadari kalau selama ini aku suka padanya ? Kenapa dia tidak peduli denganku ?’ gumamku. Airmataku keluar begitu saja melihatnya tertawa lepas.

***

“Anak-anak, perkenalkan dia Lee Junho. Dia murid baru pindahan dari Busan” jelas Kim sonsaengnim sambil menepuk-nepuk pundak seorang namja yang bernama Lee Junho itu. Junho melemparkan senyuman padaku, aku membalas senyumannya dengan sedikit ragu.

“Kau boleh pilih tempat dudukmu sendiri” ujar Kim sonsaengnim pada Junho.

Junho mengangguk setuju kemudian berjalan mencari kursi kosong. Matanya tertuju pada kursi sebelahku yang ternyata memang kosong. Tanpa basa-basi lagi, dia duduk di sebelahku kemudian langsung menyodorkan tangannya padaku.

“Naneun Lee Junho imnida” ujarnya sambil tersenyum lebar, membuat matanya yang sipit itu semakin tidak terlihat.

“Ne, araseo. Choneun Kang Yeomi imnida” balasku sambil membalas sodoran tangannya. Kami bertatapan cukup lama. Aku pun mengalihkan pandanganku pada Kim sonsaengnim yang sedang menjelaskan pelajaran.

Akhirnya jam istirahat pun tiba. Semua murid berhamburan keluar kelas kecuali aku dan Junho. Junho masih sibuk dengan buku-buku pelajarannya. Sedangkan aku menunggu Jonghyun datang ke kelasku.

“Kau masih bingung dengan pelajaran Kim sonsaengnim ?” tanyaku ketika melihatnya mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Ne, aku ketinggalan pelajaran banyak sekali” jawabnya.

“Mau aku ajari ?” tawarku. Dia tersenyum sambil mengangguk-angguk setuju. Sebelum aku mulai mengajarinya, tiba-tiba Jonghyun menghampiriku yang berada di dalam kelas.

“Yeomi-ya, ayo ke kantin” ajak Jonghyun sambil mengacak rambutku pelan. Junho menatap Jonghyun heran.

“Ah iya. Oppa kenalkan dia Junho. Teman sebangku ku yang baru” jelasku. Jonghyun dan Junho saling bertatapan.

“Annyeong, chega Kim Jonghyun imnida” ujar Jonghyun datar. Junho hanya membalasnya dengan bungkukkan badannya.

“Kajja !” Jonghyun menarik tanganku keluar dari bangku.

Jonghyun membawaku ke kantin dan duduk di salah satu bangku yang memang biasa kami duduki.

Seperti biasa, aku dan Jonghyun memesan Bokembap. Aku mulai makan tanpa menoleh sedikitpun pada Jonghyun. (Bokembap = Nasi Goreng khas Korea)

“Ya ! Kau kenapa ?” tanya Jonghyun. Aku menggelengkan kepalaku tanpa menatapnya.

“Sirho, aku hanya sedikit tidak enak badan” jawabku bohong. Tiba-tiba dia memegang keningku.

“Sedikit panas, kau mau pulang saja ?” tanyanya khawatir. Aku menepis tangan Jonghyun kasar kemudian menggeleng.

“Sunbaenim, boleh aku duduk disini ?” tanya seseorang. Aku menoleh pada orang itu.

“Ne Junho. Disini saja” jawabku senang sambil mempersilakannya duduk di sebelahku. Junho pun duduk di sebelahku dan mulai memakan makanannya.

“Kau sudah mengerti pelajaran dari Kim sonsaengnim ?” tanyaku mencoba membuka pembicaraan.

“Anni, aku masih bingung” jawabnya.

“Ehm . .” Jonghyun berdehem. Aku menoleh pada Jonghyun, dia masih sibuk dengan makanannya.

“Yeomi, pulang sekolah nanti, bisa bantu aku ?” tanya Junho.

“Mwo ?” tanyaku balik.

“Ajari aku pelajaran Kim sonsaengnim” jawabnya. Aku melirik ke Jonghyun, dia tidak merespon ucapan Junho.

“Ne, aku akan menemanimu” jawabku dengan nada sedikit di keraskan. Ternyata ucapanku berhasil membuat Jonghyun melihat ke arahku.

“Kau mau bersamanya ? Lalu aku bagaimana ?” tanya Jonghyun heran.

“Kau pulang sendiri saja, aku harus mengajarinya” jawabku. Jonghyun merengut, dia sepertinya kesal karena aku mengacuhkannya.

Aku menghabiskan makananku tanpa berbicara sedikitpun dengan Jonghyun. Dia juga tidak cerewet seperti biasanya di depan Junho.

Aku kembali ke kelas bersama Junho, Jonghyun juga mengikutiku sampai ke kelas. Sebelum aku dan Junho masuk ke dalam kelas, tiba-tiba Jonghyun menahanku.

“Jangan pulang malam, ya” ujarnya sambil mengacak rambutku.

“Ne, oppa. Annyeong . .” balasku. Aku masuk ke kelas dan kembali duduk di bangku. Begitulah aku dan Jonghyun, kalaupun aku kesal dengannya pasti cepat redanya.

Akhirnya jam pelajaran terakhir selesai juga. Tapi aku tidak pulang karena harus mengajari Junho.

“Yeomi, belajarnya di rumahku saja, ya” pinta Junho.

“Ne ?” tanyaku memastikan.

“Di rumahku saja, ya belajarnya. Chebal. .” pintanya lagi. Aku berpikir sejenak.

“Baiklah, tapi aku tidak boleh pulang malam. Jadi sampai sore saja belajarnya” jawabku akhirnya. Junho melebarkan senyumannya lagi.

“Gomawo” balasnya.

Aku dan Junho berjalan beriringan menuju gerbang. Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat di depanku dan Junho. Orang itu membuka kaca helmnya lalu menatapku lekat-lekat.

“Telepon aku kalau kau sudah pulang. Aku akan menjemputmu” ujar orang itu yang ternyata Jonghyun. Belum sempat aku menjawab, Jonghyun menjalankan motornya meninggalkan aku.

“Ayo Yeomi” ajak Junho. Junho menggandeng tanganku. ‘Omo, kenapa rasanya jantungku berdetak tidak karuan’ batinku.

Junho terus memegangi tanganku sampai ke rumahnya yang berada tidak jauh dari sekolah. Rumah yang sederhana, tapi nyaman menurutku.

Kami berdua masuk ke dalam rumah Junho dan duduk di ruang tamunya. Rumahnya sepi sekali, tidak ada yang menyambutnya pulang dari sekolah.

“Junho, dimana keluargamu ?” tanyaku penasaran. Junho berjalan dari arah dapur sambil membawa nampan berisi 2 gelas air putih. Setelah menaruh nampan itu di atas meja, dia pun duduk di sebelahku.

“Mereka ada di Busan. Aku sekolah disini karena ada hal penting yang harus aku lakukan” jawabnya.

“Hal penting ?” tanyaku heran.

“Hal yang menyangkut hidup dan matiku” jawabnya sambil setengah berbisik. Aku semakin tidak mengerti dengan ucapan Junho.

“Ah sudahlah tidak usah di bahas. Ayo kita mulai belajarnya” balasku. ‘Hal penting ? menyangkut hidup dan matinya ? Apa mungkin ? Ah, anni anni. Kau terlalu berlebihan Yeomi’ bulu kudukku berdiri memikirkan perkataan Junho.

Aku mulai mengajari Junho soal Matematika yang baru saja diajari Kim sonsaengnim tadi siang. Junho benar-benar ketinggalan banyak dalam pelajaran. Bahkan aku mengajarinya sampai 2 bab sebelumnya. Aku yakin hari ini sampai malam, apalagi besok ada kuis dari Kim sonsaengnim.

– — – –

Jonghyun POV

Lee Junho, sepertinya laki-laki ini akan menjadi pengganggu hubunganku dengan Yeomi.

“Ne, aku akan menemanimu” ujar Yeomi tiba-tiba. Aku mendongakkan kepalaku ke arah Yeomi.

“Kau mau bersamanya ? Lalu aku bagaimana ?” tanyaku.

“Kau pulang sendiri saja, aku harus mengajarinya” jawabnya dingin. Aku merengut, bagaimana aku tidak kesal di acuhkan oleh Yeomi. Daritadi pagi dia sudah mulai mengacuhkanku.

Aku mengantar Yeomi sampai ke depan kelasnya. Setelah Junho masuk ke dalam kelas, aku mencegah tangan Yeomi.

“Jangan pulang malam, ya” ujarku sambil mengacak rambutnya.

“Ne oppa. Annyeong . .” balasnya sambil berlalu masuk ke dalam kelas.

Aku khawatir, atau lebih tepatnya cemburu melihat Junho dekat-dekat dengan Yeomi. Aku takut Yeomi menjauh dariku karena Junho. Entah kenapa, sampai detik ini aku belum berani menyatakan perasaanku pada Yeomi.

***

Aku berjalan menuju parkiran motor yang saat itu sedang ramai. Aku menundukkan kepalaku berjalan menuju motorku.

“Ya ! Jonghyun, dimana sahabat tercintamu itu ? Kau tidak bersamanya ?” tanya Minho. Aku mendongakkan kepalaku dan menatap Minho yang lebih tinggi dariku.

“Dia ada kerja kelompok, aku pulang sendirian” jawabku. Minho mengangguk mengerti kemudian pergi meningalkanku. ‘Dasar aneh, pertanyaan tidak penting’gumamku.

Aku mulai menjalankan motorku menuju gerbang sekolah. Kebetulan sekali di gerbang ada Yeomi dan Junho. Aku menghampiri mereka dan memberhentikan motorku di depan mereka. Aku membuka kaca helmku dan menatap Yeomi khawatir.

“Telepon aku kalau kau sudah pulang. Aku akan menjemputmu” ujarku. Belum sempat Yeomi menjawab, aku menjalankan motorku meninggalkan Yeomi.

***

Aku mondar mandir di atas karpet kamarku yang sepertinya sudah mulai panas karena sudah hampir setengah jam aku mondar mandir. Berkali-kali aku melirik ke jam dinding yang terpampang di kamarku.

“Sudah jam 7 malam, kenapa dia belum pulang juga ?” ujarku cemas. Aku segera mengambil jaketku dan berjalan ke rumah Yeomi. Aku mengetuk pintunya pelan, tak lama kemudian keluarlah ibunya Yeomi.

“Ahjumma, apa Yeomi sudah pulang ?” tanyaku pada Ibunya Yeomi.

“Belum, ahjumma kira dia bersamamu. Memangnya dia kemana ?” tanya Ibunya Yeomi balik.

“Ah, dia ada kerja kelompok dengan teman barunya. Ahjumma, aku pergi dulu mencari Yeomi. Annyeong . .” jawabku lalu berlari menuju halaman rumahku.

Aku segera memacu motorku untuk mencari Yeomi. Aku tidak tahu harus mencari kemana, tapi aku yakin akan bertemu Yeomi.

– — – –

Yeomi POV

Aish ! Junho susah sekali menerima rumus-rumus ini. Dari tadi dia selalu tidak bisa mengerjakan soal-soal yang kuberikan. Aku sudah janji pada Jonghyun untuk tidak pulang malam, tapi bagaimana lagi, kasihan Junho.

“Junho, aku pulang ya” ujarku. Entah sudah keberapa kalinya aku mengucapkan kata-kata itu, tapi Junho selalu mencegahku.

“Ne, aku sudah mengerti tentang bab ini” jawabnya. Aku menghela napas lega, akhirnya aku bisa pulang juga.

Aku membereskan buku-buku ku dan berjalan menuju pintu rumah Junho.

“Yeomi ..” panggil Junho. Aku menoleh ke belakang. Tiba-tiba Junho menciumku di pipi. Sontak saja wajahku memanas karena perlakuannya.

“Mianhae Junho, aku harus segera pulang” ujarku. Aku berlari keluar dari rumah Junho, mencoba menyembunyikan wajahku yang pasti sudah memerah seperti tomat.

Aku berjalan menuju halte bus terdekat. Pikiranku masih melayang-layang karena Junho. ‘Aaah ! Kepalaku pusing sekali. Sebenarnya aku suka Jonghyun atau Junho sih ? Baru bertemu dengan Junho, apa mungkin aku sudah suka dengannya ?’batinku.

“Ya !” teriak seseorang. Aku tersadar dari pikiranku dan berbalik ke belakang.

Aku ditarik kedalam pelukan orang itu. Rasanya hangat, dan nyaman. Aku sudah tahu, pasti Jonghyun.

“Kau tahu ? Aku sangat khawatir denganmu” ujarnya pelan. Aku semakin memeluknya dengan erat.

“Mianhae oppa membuatmu khawatir” balasku. Tak lama kemudian, pelukan hangat itu terlepas.

“Ayo pulang” ajak Jonghyun. Aku segera naik ke motor Jonghyun dan memeluknya dengan sangat erat. ‘Apa hubungan kami akan seperti ini terus ? Tidak apa-apa seperti ini terus, yang penting aku bisa dekat dengannya’ gumamku.

***

Listen to my heartbeat, it’s beatin for you. Listen to my heartbeat, it’s waiting for you.

Sebuah sms masuk membuatku bangun dari tidurku. Aku meraba-raba meja di samping tempat tidur untuk mencari handphoneku.

Aku membuka sms itu, aku perlu mengerjapkan mata berkali-kali untuk memperjelas pandanganku.

From : Junho

Yeomi, kau bisa datang pagi-pagi ?

aku mau bertanya tentang satu bab lagi.

Chebal . .

Junho lagi ? Omona, dia masih belum mengerti juga ? Baiklah . .

Dengan malas aku beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi.

Setelah selesai bersiap-siap, aku segera menghampiri eomma yang sedang membuat sarapan di dapur.

“Eomma, aku berangkat, ya” ujarku sambil mencium pipi eomma.

“Jam berapa ini ? Kau tidak sarapan dulu ? Kau tidak bersama Jonghyun ?” tanya eomma bertubi-tubi.

“Aku ada kuis matematika. Aku sarapan di sekolah saja. Terakhir, kalau Jonghyun tanya, bilang saja aku sudah berangkat tadi pagi” jawabku masih dengan setengah sadar. Aku memakai sepatu dengan asal kemudian segera berangkat ke sekolah.

***

Aku masuk ke dalam halaman sekolah yang masih sepi sambil menguap berkali-kali. Udara subuh saja masih bisa kurasakan sekarang.

“Yeomi !” teriak Junho dari lapangan sekolah. Junho yang sedang bermain basket pun menghampiriku yang masih belum sepenuhnya bangun dari tidurku.

Junho berjalan di sampingku sambil menahan tawanya. Aku menatapnya heran.

“Waeyo ? Ada yang salah ?” tanyaku. Tawanya malah meledak sambil menunjuk-nunjuk ke arah sepatuku.

“Mwo ?” tanyaku lagi. Aku melirik ke arah sepatuku. Jadi ini penyebab Junho tertawa terbahak-bahak. Aku salah memakai sepatu ! Aih ! Paboya, bisa-bisanya sepatuku tidak sepasang.

“Jangan tertawa lagi !” ujarku malu. Aku segera masuk ke kelas yang saat itu masih kosong dari siswa Konkuk high school. Hanya ada aku dan Junho di kelas ini.

“Ayo mulai !” perintahku. Junho segera mengeluarkan buku-bukunya dan siap untuk belajar.

***

“Akhirnya aku bisa mengerjakan soal-soal dari Kim sonsaengnim” ujar Junho setelah kami berdua keluar dari kelas Kim sonsaengnim.

“Berarti aku berhasil mengajarimu kan ?” jawabku. Junho mengacak-acak rambutku.

“Ne Yeomi sonsaengnim” balasnya jahil. Aku dan Junho tertawa bersama.

“Ya ! Ini sepatumu” tiba-tiba Jonghyun datang sambil menyodorkan pasangan sepatuku yang salah aku pakai.

“Aih oppa. Kenapa kau bisa bawa sepatuku ?” tanyaku sambil menerima sepatu yang disodorkan Jonghyun.

“Ibumu menitipkannya padaku. Kenapa juga kau datang pagi-pagi sekali ke sekolah” jawab Jonghyun kemudian mengambil tempat duduk di sebelahku.

“Aku ada kuis dari Kim sonsaengnim. Tadi pagi aku belajar dengan Junho” jawabku sambil memakai sepatuku.

“Oh . .” balasnya singkat, padat, dan jelas. Jonghyun langsung menatap Junho dingin.

“Yeomi, pulang sekolah aku tunggu di gerbang. Aku mau kau antarkan aku ke supermarket” sambung Jonghyun.

“Ne Jonghyun oppa” jawabku. Jonghyun oppa mencubit pipiku gemas lalu pergi meninggalkan aku dan Junho.

“Kalian mesra sekali. Kalian memang pasangan yang serasi” ujar Junho tiba-tiba.

“Ne ?” tanyaku heran.

“Jonghyun sunbaenim itu pacarmu kan ?” tanya Junho. ‘Pacar ? Ya. .Itulah yang aku harapkan. Tapi itu hanya harapanku saja’

“Anni, dia sahabatku” jawabku ragu. Junho terlihat seperti menghela napas lega.

“Sepertinya dia tidak suka melihatmu dekat-dekat denganku”

“Sirho, itu hanya perasaanmu saja Junho” jawabku sambil tersenyum garing.

“Baguslah” bisik Junho tapi masih bisa terdengar olehku.

______________________________________________________

TBC

mianhae klw jelek . . :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s