[FanFic] Lovely Day (Part 5-end)

Title              : Lovely Day

Author        : Ima Tripleshawol

Cast              : Lee Min Jung, Onew SHINee, Kibum U Kiss

Other cast  : other SHINee members

Length         : Series

Rating          : PG + 15

Note            : Kalau ada tanda – — – — berarti ganti P.O.V . .gomawo . ^^

DON’T BE A SILENT READER . .

PLEASE LEAVE A COMMENT AFTER READ THIS FANFIC . .

Preview :

Tiba-tiba Kibum mendorongku hingga aku berada pada posisi tidur di atas sofa. Dia memegangi kedua tanganku dan siap melakukan hal yang paling aku takutkan selama ini. Aku meronta mencoba melepaskan cengkraman Kibum. Sampai-sampai aku menitikkan air mata karena takut dengan Kibum.

“Lepas !” teriakku dengan sedikit terisak. Tapi dia terus mencoba untuk menciumku. Aku terus menghindarinya.

“Onew oppa !” aku berteriak memanggil namanya, padahal tidak mungkin dia akan datang untuk menolongku.

 

– — – –

Onew P.O.V

Aku semakin sibuk akhir-akhir ini. Sibuk untuk membuat album baru dan juga latihan untuk drama musical. Sampai-sampai aku lupa untuk memberitahu kabarku pada Min Jung. Aku hanya punya waktu senggang di malam hari.

Suatu hari, aku mendapat hari libur. Dan aku memutuskan untuk mengunjungi Min Jung di rumahnya. Aku sengaja tidak memberitahukan hal ini, agar menjadi kejutan untuknya.

“Ahjumma, bunga mawarnya satu buket ya” pintaku pada ahjumma penjaga toko bunga di pinggir jalan kota Seoul. Ahjumma itu pun dengan cepat membuatkan buket bunga untukku.

Setelah membayar buket bunga itu, aku segera pergi menuju rumah Min Jung. Dengan sedikit gugup, aku berjalan masuk ke dalam rumah Min Jung. Aku sedikit heran ketika lihat sebuah motor terparkir di halaman rumah Min Jung. Aku memperhatikan motor itu untuk beberapa saat. ‘Kibum !’ pekikku.

“Lepas !” teriak Min Jung dari dalam rumah. Tanpa basa-basi lagi aku segera berlari masuk ke dalam rumah.

“Onew oppa !” teriak Min Jung lagi. Aku membuka pintu rumah Min Jung dan menghampiri Kibum.

Aku menarik baju Kibum dan membalikkan badannya. Aku memukul pipinya dengan sangat keras. Aku terus memegangi kerahnya dan terus memukulinya sampai bibirnya mengeluarkan darah.

“Kenapa kau selalu mencoba merebut pacarku hah ? Apa kau punya masalah denganku !” bentakku yang masih terus memegangi kerah baju Kibum.

“Ne, aku punya masalah” balasnya. Aku menarik kerahnya lebih keras dari sebelumnya.

“Apa masalahmu ?” bentakku lagi.

“Masalahku ? masalahku adalah kau ! Saat ibuku melahirkanku, dia meninggalkanku hanya untuk menikah dengan ayahmu hyung ! Aku dirawat oleh ahjummaku. Tanpa kasih sayang seorang ibu ! Karena itu, aku selalu merebut orang yang sayang padamu. Agar kau tahu bagaimana rasanya di tinggal orang yang menyayangimu !” jelas Kibum. Aku melonggarkan cengkeramanku di kerah Kibum. ‘Jadi eomma tiriku itu, ibunya Kibum ?’

“Cih, terima kasih untuk pacarmu yang selama ini hyung. Aku tidak suka gadis seperti Min Jung, dia tidak seperti pacar-pacarmu yang sebelumnya. Yang selalu menuruti semua kemauanku” ujar Kibum sambil berjalan keluar dari rumah Min Jung.

“Chakkaman” balasku sambil menghampiri Kibum.

BUUGH

Aku melayangkan kembali pukulan ke pipi Kibum.

“Itu untuk membayar perlakuanmu terhadap mantan pacarku !” teriakku. Dia hanya tertawa kemudian segera memacu motornya meninggalkan komplek perumahan Min Jung.

Aku menghampiri Min Jung yang masih shock karena kejadian tadi. Min Jung menatap kosong ke depan, tapi air matanya selalu menetes. Aku memeluk Min Jung dengan hangat, mencoba menenangkannya.

– — – –

Min Jung P.O.V

Aku tak percaya dengan yang dilakukan Kibum. Aku kira dia selama ini benar-benar tulus mau menghiburku, tapi ternyata aku salah.

Aku memandang kosong ke depan, aku masih memikirkan kejadian tadi. Seandainya Onew oppa tidak datang menolongku, aku tidak tahu bagaimana nasibku. Entah kenapa air mataku tidak mau berhenti keluar. Tiba-tiba Onew oppa memelukku, dia menyandarkan kepalaku ke dadanya.

“Jangan menangis lagi, aku ada disini” ujar Onew oppa. Tangisanku menjadi lebih kencang dari sebelumnya, baju Onew oppa juga menjadi basah karena tangisanku.

“Gomawo oppa” balasku.

“Mianhae, aku baru bisa memberi kabar sekarang. Seharusnya aku tidak membiarkanmu tinggal di rumah sendirian” jawab Onew oppa sambil mengusap rambutku pelan.

“Aku yang salah, seharusnya aku tidak mudah percaya dengan orang yang baru saja aku kenal” jawabku sambil di selingi isak tangisku.

“Sudah, jangan bicara lagi. Yang penting kau sudah selamat dari si Kibum brengsek itu” balas Onew oppa. Aku memeluknya lebih erat, sampai-sampai aku bisa mendengarkan detak jantungnya yang sangat cepat.

“Sekarang kau tidur, aku akan menemanimu sampai besok” sambungnya. Aku mengangguk, Onew oppa menopangku untuk sampai ke kamar.

“Yaksok ? Aku takut Kibum datang lagi oppa” pintaku ketika kami sudah ada di kamar.

“Ne, yaksok” jawabnya lalu mengecup keningku.

Aku beranjak ke atas tempat tidur, kupegangi tangan Onew oppa. Tangannya begitu besar dan kuat, genggaman tangan Onew oppa membuatku merasa aman. Aku memegangi tangannya sampai aku tidur.

***

Sinar matahari yang masuk melalui celah jendela membuatku terbangun dari tidurku. Aku mengitarkan pandanganku ke seluruh sudut kamar. Aku tidak melihat Onew oppa dimana-mana. Dengan panic aku segera turun ke bawah dan mencari Onew oppa.

“Kau sudah bangun ?” suara Onew oppa terdengar dari arah dapur. Aku menghela napas lega kemudian menghampirinya.

“Kau masak apa ?” tanyaku.

“Mmm, aku sedang masak bubur. Kau pasti masih trauma dengan kejadian semalam, jadi aku buatkan bubur” jawabnya.

“Ah gomawo. Aku tunggu di meja makan, ya” aku berlalu meninggalkan Onew oppa ke arah meja makan.

Beberapa menit kemudian, Onew oppa menghampiriku yang ada di meja makan sambil membawa 2 mangkuk bubur di atas nampan yang dibawanya.

“Ayo makan” ujar Onew oppa sambil melahap bubur itu cepat. Aku juga segera menyuapkan bubur itu ke dalam mulutku.

“Oppa, kau sudah bilang pada teman-temanmu ?” tanyaku mencoba membuka pembicaraan.

“Ne, aku sudah memberitahu mereka. Mereka mengerti dengan keadaanmu” jawabnya sambil tersenyum lebar. Cukup lama kami terdiam dalam keheningan.

“Mmm, kita seperti suami istri, ya” ucapku jujur. Onew oppa tiba-tiba terbatuk karena ucapanku. Dia segera meneguk air putih di sebelahnya lalu mengusap-ngusap dadanya.

“N-ne. Haha” jawabnya dengan sedikit tertawa garing.

Setelah buburnya habis, aku segera berganti baju dan siap-siap untuk mengantar Onew oppa kembali ke dormnya.

– — – –

‘Aku tidak bisa terima perlakuan dari Onew, aku harus membalasnya’

“Yoboseyeo, redaksi majalah Daily News ?”

“Ne, ada apa menelepon malam-malam begini ?”

“Aku punya berita besar”

“Berita apa ? Kami siap menampung berita anda”

“Onew SHINee, dia menginap di rumah seorang yeoja”

“Jinja ? Kau tidak bercanda kan ?”

“Sirho, kalau kau mau bukti. Van SHINee masih terparkir di depan rumah yeoja itu, dan akan kupastikan Onew akan keluar dari rumah itu esok hari. Jalan Cheondeong Nomor 3”

“Baiklah kami akan menelusurinya. Gomawo atas berita yang anda berikan”

– — – –

Min Jung P.O.V

Sudah beberapa hari setelah kejadian traumatik malam itu. Hari ini aku sudah bisa berjalan-jalan dengan bebas.

Aku membawa beberapa tas belanjaan keperluanku untuk sebulan ke depan. Aku berhenti di sebuah agen Koran ketika salah satu Koran itu memuat wajah Onew oppa sebagai headlinenya.

“Ahjussi, aku beli korannya satu” aku mengambil Koran itu dan menyerahkan selembar uang 100 won pada ahjussi itu.

Aku segera naik bus yang menuju ke rumahku. Aku duduk di barisan kedua, lalu mulai membuka Koran itu.

SHINee

Leader SHINee menginap di rumah seorang wanita ?

Mataku membelalak saat melihat judul artikel itu, tapi mataku terus membaca Koran itu.

Redaksi kami telah menangkap basah Onew SHINee menginap di rumah seorang wanita. Wanita itu adalah wanita yang sama yang kami temui ketika Onew memakaikan cincin di jari wanita itu. Kami menunggu rumah wanita itu selama semalaman. Dan ternyata benar, pagi harinya, Onew keluar dari rumah itu bersama seorang wanita dengan wajah berseri-seri. Mereka naik bersama ke dalam van lalu pergi begitu saja.

Apa yang Onew lakukan dengan wanita itu ? Apa mungkin mereka melakukan hal yang tidak-tidak ? Itulah yang masih menjadi pertanyaan kami, tunggu berita kami selanjutnya.

Ingin rasanya aku mati saat itu. Koran yang aku pegang kubuang dengan kasar lalu turun dari bus yang saat itu belum jalan.

Aku berjalan dengan cepat menuju dorm SHINee agar tidak terlihat orang-orang yang mengenali wajahku. Atau aku akan babak belur nantinya.

***

‘Sial ! Banyak wartawan di depan apartemen itu’ batinku. Akhirnya aku memutuskan untuk menerobos kerumunan wartawan itu sambil menutup wajahku dengan masker yang kebetulan aku beli saat belanja tadi.

Aku berhasil menerobos kerumunan wartawan itu, sekarang aku sudah berdiri di depan dorm SHINee dan siap-siap untuk masuk ke dalamnya. Tiba-tiba langkahku terhenti ketika terdengar percakapan dari dalam

“Hyung ! Berita ini akan membuat reputasi SHINee hancur, karena kecerobohanmu, kami semua terkena dampaknya” ujar seseorang yang menurutku itu suara Key. Tidak ada jawaban dari Onew oppa, tiba-tiba terdengar Minho ikut berbicara.

“Sepertinya dia hanya memanfaatkanmu untuk tenar hyung” seru Minho. Ucapan Minho membuat hatiku sangat sakit, mungkin benar apa yang dikatakannya.

“Lebih baik kau putus dengannya, masih banyak wanita di luar sana” kali ini Jonghyun yang berbicara. Mendengar perkataan mereka yang memojokanku, air mataku sudah mulai menggenangi pelupuk mataku.

“Anni, Min Jung noona itu baik”celetuk Taemin. Airmataku mulai mengalir di pipiku mendengar pernyataan Taemin ‘Masih ada yang peduli padaku’ batinku.

Aku terduduk di depan pintu dorm Onew oppa. Air mataku tidak bisa dihentikan mendengar percakapan mereka terus berlanjut. Tidak ada satu ucapan pembelaan untukku dari Onew oppa.

Tiba-tiba pintu yang ada di depanku terbuka. Seorang sosok yang selama ini mengisi hidupku ada di hadapanku.

“Sepertinya aku memang jadi benalu untukmu. Mianhae oppa. Aku tidak akan mengganggumu lagi” aku berlari dari hadapan Onew oppa. Aku tidak menghiraukan panggilannya. Aku terus berlari keluar menerobos kerumunan wartawan yang ada di depan apartemen.

Aku menuju halte bus dan menaiki bus menuju rumahku. Semua orang menatapku aneh, mungkin karena wajah yang memerah habis menangis.

***

Hari ini merupakan hari terakhirku di Korea. Rencananya besok aku akan pergi ke Spanyol untuk menyusul appa dan eommaku. Sepertinya hidupku akan lebih tenang disana.

Akhirnya hari yang aku tunggu tiba, hari dimana aku akan pergi meninggalkan Korea. Aku tidak tahu kapan aku akan kembali ke Korea, mungkin tidak akan kembali.

***

Aku berdiri di depan dorm SHINee sambil memegang sepucuk surat di tanganku. Aku menarik napas dalam-dalam. Kutekan belnya, dengan cepat kutaruh surat itu di depan pintu itu lalu berlari menjauh dari sana. Tak berapa lama keluarlah Key dengan wajah kebingungan karena tidak ada orang di depan pintu. Key kemudian memungut surat yang tadi kutaruh dan masuk kembali ke dalam dorm.

“Goodbye Onew oppa” bisikku pelan. Aku segera pergi meninggalkan apartemen itu dengan membawa koper besar di tanganku.

– — – –

Author P.O.V

“Hyung, kau tahu kenapa Onew hyung selalu murung terus. Dia juga sering melamun akhir-akhir ini” ujar Taemin. Key hanya mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.

“Mungkin dia punya masalah dengan Min Jung, biarkan sajalah” jawab Jonghyun asal. Taemin hanya mengangguk mengerti.

Ting tong . .

“Biar aku saja yang buka” Key berjalan menuju pintu dormnya. Tapi ketika dia membuka pintunya, tidak ada siapapun disana.

“Siapa yang jahil sih ?” gerutu Key. Sebelum kembali masuk, Key melihat surat di dekat kakinya. Dia memungut surat itu dan membawanya masuk.

“Siapa yang datang ?” tanya Minho.

“Tidak ada. Aku menemukan surat ini di depan pintu” jawab Key sambil menyerahkan surat itu pada Minho.

“To, Onew oppa” Minho membaca tulisan yang ada di amplop surat itu.

“Sepertinya ini dari fans untuk Onew hyung” sahut Jonghyun.

“Ne, sini biar aku yang berikan” Taemin merebut surat itu dan menghampiri Onew yang saat itu sedang tidur-tiduran di kamar.

– — – –

Onew P.O.V

“Hyung ! Ada surat untukmu !” teriak Taemin dari luar kamar. Aku beranjak dari tempat tidur dan keluar menghampiri Taemin.

“Ini, ada surat dari fans untukmu” ujar Taemin sambil menyerahkan surat yang di pegangnya. Aku menerima surat itu lalu kembali ke kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Taemin.

Aku membuka surat itu dan mulai membaca surat itu.

To  : Onew oppa

Oppa, mianhae aku baru bisa memberitahu kabarku. Mungkin benar apa yang dikatakan teman-temanmu aku hanya bisa menjadi pengganggu. Aku sudah banyak membuat masalah untukmu. Seharusnya aku sadar bahwa aku tidak pantas untukmu.

Hari ini aku akan pergi ke Spanyol, menyusul appa dan eommaku. Kalau aku pergi kesana, aku tidak akan membuat masalah lagi. Aku tidak tahu kapan aku akan kembali ke Korea. Mungkin aku tidak akan kembali. Jangan mencariku ataupun menungguku. Masih banyak wanita yang lebih baik dariku di luar sana.

CIncin yang kau berikan juga lebih baik disimpan untuk pacarmu yang baru nantinya. Gomawo oppa atas perhatian yang selalu kau berikan padaku. Mianhae aku pergi dengan tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Mmm, sebelum aku pergi. Aku mau mengucapkan sekali lagi padamu.

Saranghaeyo oppa.

-Lee Min Jung- ^^

Kulipat kembali surat itu. Aku sudah tidak bisa menahan air mata yang sudah menggenangi kelopak mataku. Cincin yang aku berikan waktu itu kini ada di genggamanku. Ia menyelipkan cincin itu di dalam surat itu. Aku hanya bisa diam, entah kenapa kaki ku tidak mau melangkah untuk mencegah Min Jung pergi.‘Mungkin dia benar. Aku selalu membuatnya terlibat dalam kehidupanku sebagai idola. Dia sudah mendapat banyak masalah karena aku’ batinku. Aku menyimpan cincin itu di tempatnya kembali. Sebuah kotak berbentuk hati dan berwarna merah.

– — – –

Min Jung P.O.V

Akhirnya, setelah 4 tahun aku meninggalkan Korea, aku bisa kembali menghirup udara Korea lagi hari ini. Aku menyelesaikan kuliahku di Spanyol, dan hari ini, aku bisa kembali lagi ke Korea.

Aku berjalan menuju sebuah tempat. Tempat aku dan Onew oppa selalu bertemu, taman kota.

Tidak ada yang berubah dari taman kota ini. Aku duduk di salah satu bangkunya. Di bangku inilah, aku menunggu Onew oppa selama 7 jam. Aku memandang langit yang sangat cerah siang ini. Aku mereview kembali ingatanku yang kulalui bersama Onew oppa sebelum pergi ke Spanyol. ‘Apa dia sudah melupakanku ? Tuhan, aku sangat merindukannya, aku sangat ingin bertemu dengannya’ batinku.

“Min Jung-ah ?” terdengar suara Onew oppa di telingaku. ‘Kenapa suara itu begitu jelas di telingaku ? Apa mungkin karena aku merindukannya ?’

“Min Jung-ah” suara itu kembali terngiang di telingaku. Aku memejamkan mata, mencoba menghilangkan suara itu.

“Ya ! Min Jung-ah” suara itu terdengar seperti teriakan. Aku membuka mataku. Sosok yang aku rindukan kini ada di hadapanku, dia ada di hadapanku.

“Oppa ?” tanyaku heran.

“Ne, ini aku” jawabnya. Aku menghindarinya, aku berlari menjauh dari Onew oppa. Tapi tiba-tiba Onew oppa menarik tanganku dan membawaku ke dalam pelukannya.

“Bogoshipeo” ujarnya. Aku meronta mencoba melepaskan pelukannya.

“Aku sudah menyuruhmu untuk melupakanku oppa. Aku sudah menyuruhmu untuk tidak menungguku” balasku yang masih berada di dalam pelukannya.

“Aku sudah berjanji untuk menunggumu, dan aku sudah berjanji tidak akan melupakanmu” jawab Onew oppa. Sedetik kemudian air mataku keluar begitu saja.‘Aku tidak bisa membohongi perasaanku. Aku sangat mencintainya’

“Na-do oppa. Bogoshipeo” balasku kemudian membalas pelukannya.

***

“Kenapa kau bisa ada di taman ini ?” tanyaku pada Onew oppa yang sudah duduk di sebelahku.

“Firasatku mengajakku untuk datang kesini. Dan ternyata, firasatku mengajakku untuk bertemu denganmu” jawab Onew oppa sambil terseyum bahagia.

“Kau pergi begitu saja. Tanpa menyelesaikan permasalahan kita” sambungnya tiba-tiba.

“Mianhae oppa. Ini semua demi kebaikanmu. Jalan satu-satunya aku harus pergi dari hidupmu” jawabku. Onew oppa menatapku tidak percaya.

“Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari hidupku. Kau harus bertanggung jawab” balas Onew oppa.

“Bertanggung jawab apa ?” tanyaku.

“Bertanggung jawab karena kau sudah merebut hatiku. Membuatku tak bisa menerima wanita lain selain dirimu” jawabnya. Matanya menunjukkan kalau dia serius dengan kata-katanya.

“Lalu kau mau apa untuk membayar tanggung jawabku ?” tanyaku kesal. Tiba-tiba Onew oppa mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah kotak berbentuk hati dan berwarna merah. ‘Kotak itu’

“Aku mau kau jadi pendamping hidupku selamanya” ujarnya sambil membuka kotak itu. Onew oppa berlutut di hadapanku sambil menunjukkan cincin yang ada di dalam kotak itu.

“Oppa, bangun. Kau ini apa-apaan sih ?” aku mencoba membantunya berdiri.

“Mau tidak ? Kalau kau belum jawab, aku akan tetap seperti ini” ancamnya. Aku menarik napas dalam-dalam.

“Baiklah” jawabku pada akhirnya. Onew oppa tersenyum sangat lebar lalu melingkarkan cincin itu ‘lagi’ di jariku.

KLIK

Sebuah suara kamera terdengar di telingaku. Aku menoleh pada suara itu. Kali ini bukan suara kamera paparazzi, melainkan suara kamera Polaroid milik Key.

“Aih, aku jadi iri” celetuk Jonghyun dengan nada meledek. Aku dan Onew oppa berdiri bersama kemudian saling merangkul.

“Mianhae Min Jung. Kami semua sudah berpikiran salah tentangmu” ujar Minho. Aku menepuk-nepuk pundaknya.

“Gwenchana Minho” balasku.

“Kami ? Aku tidak menjelek-jelekkan Min Jung noona” Taemin membela dirinya sendiri.

“Ah sudahlah. Aku tidak memiliki masalah dengan kalian. Kajja ! Aku akan membuat pesta kecil-kecilan di rumahku” aku menggenggam tangan Onew oppa. Kami berenam pergi bersama menuju rumahku.

Akhirnya aku bisa kembali bersama Onew oppa. Selama apapun raga kami dipisahkan, tetapi jiwa kami tidak akan terpisahkan. Aku akan terus berada di sisinya. Kali ini untuk selama-lamanya.

 

 

_THE END_

endingnya gaje bgt . .

bingung abisnya akhirnya mw gmna . .

mianhae klw ada yg kecewa . . :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s