[FanFic] Lovely Day (Part 4)

Title              : Lovely Day

Author        : Ima Tripleshawol

Cast              : Lee Min Jung, Onew SHINee, Kibum U Kiss

Other cast  : other SHINee members

Length         : Series

Rating          : PG + 15

DON’T BE A SILENT READER . .

PLEASE LEAVE A COMMENT AFTER READ THIS FANFIC . .

“Oppa ?” aku berdiri dari pelukan Kibum. Kulihat bunga yang di pegang Onew oppa terjatuh, aku menghampirinya. Aku memegang tangannya, tapi Onew oppa menepis tanganku dan keluar dari halaman rumahku dengan sedikit berlari.

“Oppa, aku bisa jelaskan” aku mencoba membujuk Onew oppa.

“Tidak usah Min Jung-ah. Aku bisa mengerti, aku tidak akan mengganggumu” jawab Onew oppa ketus.

Onew oppa masuk ke dalam van SHINee kemudian pergi begitu saja. Kibum menghampiriku lalu memegang bahuku. Air mataku keluar begitu saja ketika melihat van yang di tumpangi Onew oppa sudah tidak terlihat lagi. Aku berjalan menuju pagar rumahku lalu memungut bunga yang tadi Onew oppa bawa.

“Kibum-ah, sebaiknya kau pulang. Aku harus menenangkan diri” pintaku pada Kibum. Kibum mengerti dengan kata-kataku, dia langsung keluar dari rumahku.

Aku memandang layar handphoneku yang dipasangi wallpaper foto kami. Foto yang aku ambil kemarin saat kita jalan-jalan.  Air mataku mulai membasahi layar handphoneku. Tiba-tiba terlintas di pikiranku untuk mengirim sms pada Onew oppa. Aku mulai mengotak-atik handphoneku.

To  : Onew jagiya

Aku harus menjelaskan semuanya oppa.

Aku tunggu kau di taman kota,

sampai jam berapapun aku akan tunggu.

Sampai kau mau mendengar penjelasanku

Setelah mengirim sms itu, aku segera berganti baju dan pergi ke taman kota. Tempat yang selalu bisa menenangkan hatiku.

Aku duduk di salah satu bangku di taman itu dan mengitarkan pandanganku ke seluruh sudut di taman ini. Semuanya terlihat bahagia dengan pacarnya masing-masing, kecuali aku.

Aku melirik kearah jam tanganku. Sekarang sudah jam 12 siang, sudah hampir 3 jam aku menunggu Onew oppa disini.

“Aku lapar” keluhku. Aku berdiri dari bangku taman itu. ‘Tapi, kalau Onew oppa datang bagaimana ? Kalau dia datang dan tidak melihatku disini, bisa-bisa dia pergi lagi’ batinku. Akhirnya aku memutuskan untuk menunggu lagi.

– — – –

Onew P.O.V

‘Kenapa harus dengan dia ? Kim Kibum, orang yang paling kubenci’ pikiranku masih tertuju pada Min Jung dan Kibum.

Flasback

“Oppa aku mau kita putus” ujar yeoja chinguku dengan nada yang datar. Matanya yang bulat itu menatap kedua mataku dengan serius.

“Waeyo ? Apa aku berbuat salah ?” tanyaku. Dia menggeleng, dia memegang tanganku lalu menatap kedua mataku lagi.

“Aku yang salah” jawabnya. Aku menaikkan sebelah alisku.

“Apa maksudmu ?”

“Aku yang salah, karena aku telah mengkhianatimu” jawabnya. Dia menundukkan kepalanya, bisa kulihat air matanya menetes ke pahanya yang putih itu. Aku semakin heran dengan pernyataannya, aku mengusap air matanya. Kunaikkan dagunya dan membuatnya menatapku. Matanya yang indah itu kini memerah karena menangis.

“Mianhae oppa. Aku-aku sudah punya namjachingu baru, sekarang dia sedang menungguku. Aku merasa bersalah oppa” jelasnya lalu berlari meninggalkanku. Aku masih terpaku di bangku taman dan melihat kepergiannya. Aku memutuskan untuk mengikutinya, aku ingin tahu siapa namja yang berhasil membuatnya rela meninggalkan aku.

Tak berapa lama aku mengikutinya, dia berhenti di sebuah halte dan duduk di bangku halte itu. Aku mencari tempat untuk bersembunyi.

Beberapa menit kemudian turunlah seorang namja dari dalam bus. Namja itu menghampirinya lalu memeluknya dengan lembut. Ingin rasanya aku menghampiri mereka dan memukul namja itu. Tapi aku tidak bisa, aku sudah pernah memukulnya dulu. Karena masalah yang sama, merebut pacarku.

End of Flashback

Dia, dialah yang selalu merebut pacarku. Sudah dua kali dia merebut pacarku, dan kali ini dia sedang mencoba merebut Min Jung lagi dariku.

Sebuah sms masuk membuyarkan pikiranku. Aku mengeluarkannya dari saku celanaku dan mulai membuka kuncinya. Tapi tiba-tiba handphoneku mati.. Aku mencoba menyalakannya lagi, tapi tidak bisa.

“Onew, kau mau langsung ke tempat latihan ?” tanya manager padaku yang saat itu masih memandangi handphoneku.

“Ne” jawabku singkat.

“Pak manager, tolong batalkan konferensi pers hari ini. Aku butuh waktu untuk menenangkan diri” sambungku. Pak manager mengangguk pertanda dia mengerti permintaanku. Dia langsung sibuk mengutak-atik handphonenya.

Handphoneku kembali kumasukkan ke dalam saku jaket. Mobil van yang aku tumpangi pun melaju dengan cepat ke tempat latihan drama musikalku.

***

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Sudah hampir 7 jam aku latihan drama musical untuk tampil besok. Aku baru ingat kalau handphoneku mati dari tadi pagi.

“Hyung, boleh aku pinjam baterai handphonemu ?” tanyaku pada hyungku ketika aku sedang istirahat.

“Ne, pakai saja” jawabnya. Aku tersenyum padanya kemudian mencabut baterai handphonenya lalu memasangkannya di hanphoneku. Kunyalakan handphoneku, banyak sekali sms masuk ke handphoneku. Terutama Min Jung. Awalnya aku enggan untuk membaca sms darinya, tapi setelah aku berpikir, apa salahnya membaca salah satu dari smsnya.

From : Min Jung

Aku harus menjelaskan semuanya oppa.

Aku tunggu kau di taman kota,

sampai jam berapapun aku akan tunggu.

Sampai kau mau mendengar penjelasanku

Aku sangat kaget membaca sms dari Min Jung. Apalagi sms itu terkirim dari tadi pagi, dan berarti dia juga sudah menungguku selama 7 jam !

“Hyung, aku pinjam bateraimu sebentar !” teriakku sambil memakai jaketku asal lalu berlari keluar dari tempat latihan. Aku berlari dengan kencangnya menuju taman kota, berharap Min Jung masih ada disana menungguku.

– — – –

Min Jung P.O.V

Sudah 7 jam aku menunggunya disini. Aku tidak melangkahkan kakiku dari sini selama 7 jam. Aku selalu takut Onew oppa mendapatiku yang tidak ada di taman kota. ‘Apa dia sangat marah padaku ? Sampai-sampai tidak mau menemuiku ?’ selalu pertanyaan itu yang muncul di benakku. Hoodie yang aku pakai juga sudah mulai basah karena rintik-rintik hujan.

“Ya !” panggil seseorang yang suaranya sudah tidak asing lagi di telingaku. Suara yang selalu bisa membuatku nyaman di dekatnya.

Aku menoleh pada asal suara, pandanganku sudah mulai kabur karena aku belum makan dari tadi pagi. Bisa kulihat orang itu semakin berjalan mendekatiku.

“Oppa ?” tanyaku sambil sedikit mengerjapkan mataku. Aku bangun dari bangku taman dan berdiri tepat di hadapannya.

“Kau gila hah ! Kau menungguku selama 7 jam di taman ini !” bentaknya sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.

“Ya, aku gila. Itu semua karenamu !” balasku dengan nada tak kalah tinggi darinya. Dia hanya menatapku bingung kemudian memelukku. Sedetik kemudian air mataku menetes ke jaket yang dipakai Onew oppa.

“Kau mau mendengarkan penjelasanku ?” tanyaku lembut. Dia menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak butuh penjelasanmu. Aku tahu kau tidak mungkin selingkuh dengan Kibum” jawabnya. ‘Kibum ? Dia tahu darimana tentangnya ?’ batinku. Aku melepas pelukanku dan menatapnya lekat-lekat.

“Kau kenal dengan Kibum ?” tanyaku heran. Tiba-tiba raut wajah Onew oppa berubah menjadi sedih. Onew oppa kemudian duduk dan menundukkan kepalanya.

“Waeyo oppa ? Ceritakan padaku. .” pintaku. Onew oppa mengangkat kepalanya dan memandang lurus kedepan.

“Akhir-akhir ini dia masuk ke kehidupanku dan selalu merebut pacarku. Mantan pacarku yang terakhir juga memutuskan hubungannya denganku karena Kibum. Karena itu. .” Onew oppa menyela pembicaraannya.

“Aku takut kau pergi dariku karena dia juga” sambung Onew oppa.

“Kau bisa percaya padaku. Aku tidak akan meninggalkanmu hanya karena Kibum” balasku sambil sedikit tersenyum jahil pada Onew oppa.

“Ini serius Min Jung-ah. .” ujar Onew oppa sambil menatap kedua mataku. Memang terlihat raut wajahnya yang serius.

“Aku juga serius oppa. Aku tidak akan meninggalkanmu hanya karena Kibum” aku menaikan nada saat menyebutkan nama Kibum.

“Jinjja ?” tanyanya memastikan. Aku mengangkat ibu jariku sambil mengangguk mantap.

“Aaaah, kyeopta !” ujar Onew oppa sambil mencubit kedua pipiku gemas. Aku mengusap pipiku yang sakit karena cubitan Onew oppa.

“Sakiiit . .” rengekku. Onew oppa malah tertawa sampai matanya yang sipit itu semakin tidak terlihat.

“Mmmm, aku lapar” pernyataan Onew oppa sangat tepat dengan keadaanku saat ini.

“Ne aku juga. Dari tadi pagi aku belum makan” keluhku. Tanpa bicara apapun, Onew oppa langsung menarik tanganku pergi dari taman itu.

Onew oppa membawaku ke sebuah restoran di pinggir jalan yang menjual makanan kesukaannya. Restorannya sangat ramai, mungkin karena makanannya enak.

Kami duduk di salah satu kursi di dalam restoran itu. Tak berapa lama, seorang pelayan paruh baya menghampiri kami sambil membawa secarik kertas dan sebuah pulpen.

“Mau pesan apa ?” tanyanya. Onew oppa menoleh pada ahjumma itu sambil tersenyum manis.

“Ah kau ini. Mengagetkanku saja” ujar ahjumma itu. Sepertinya Onew oppa sering datang ke tempat ini untuk makan makanan kesukaannya.

“Seperti biasa ahjumma. Aku pesan 2 ya” pinta Onew oppa sambil mengangkat jarinya membentuk angka 2.

“Ne” jawab ahjumma itu sambil berlalu meninggalkan kami.

Samar-samar bisa kudengar bisikkan orang-orang yang ada di restoran ini. Bukan bisikkan, mungkin lebih pantas di sebut teriakan.

“Dia Onew SHINee kan ?” atau “siapa wanita itu ?”

Aku tidak menghiraukan sama sekali omongan orang-orang yang ada di restoran ini. Onew oppa terlihat tenang-tenang saja sambil memandang keluar jendela.

“Sepertinya kau sering datang ke restoran ini ?” tanyaku.

“Ne” jawab Onew oppa singkat.

Aku memanyunkan bibirku kesal. Onew oppa tidak melirikku sama sekali sampai pesanan kami datang.

“Silahkan dimakan” ujar ahjumma itu sambil sedikit memukul pundak Onew oppa pelan. Ahjumma itu membisikkan sesuatu pada Onew oppa. Aku mencoba mendengarnya, tapi percuma saja di tempat seramai ini. Ahjumma itu pun kembali ke dapur dengan sedikit terburu-buru.

“Apa katanya ?” tanyaku. Onew oppa hanya menggeleng sambil menahan tawanya.

“Ya ! Apa katanya oppa ?” pintaku pada Onew oppa.

“Rahasia” jawabnya singkat. Onew oppa langsung melahap makanannya itu dengan cepat. Aku pun mengikuti apa yang dilakukan Onew oppa. Tapi makanku terhenti di suapan pertama.

“Ayam ?” tanyaku heran. Onew oppa mengangguk sambil terus melahap makanannya.

“Aku alergi ayam oppa . .” jelasku. Onew oppa memandangku aneh, tentu saja. Onew oppa itu sangat suka ayam.

“Kau tidak suka bulgogi ayam ?”

“Ne, aku alergi ayam”

“Aku baru menemukan orang yang alergi ayam sepertimu. Biasanya orang itu alergi seafood, tapi kau malah alergi ayam ?” ejek Onew oppa. Aku melipat kedua tanganku di depan dada sambil memandangnya penuh ancaman.

“Baiklah, aku pesankan bulgogi daging sapi” jawab Onew oppa seakan tahu arti dari sorotan mataku. Onew oppa kemudian memesankan bulgogi daging sapi pada ahjumma itu. Tak selang beberapa menit, bulgogi sapi yang ku pesan sudah datang. Aku pun mulai memakan bulgogi itu dengan lahap.

Makananku sudah habis, begitu juga dengan Onew oppa. Bahkan dia sudah menghabiskan bulgogi yang tidak jadi aku makan tadi. *yang laper siapa. . yang makannya banyak siapa . . .kekeke*

Setelah menghabiskan makanannya, kami pun keluar dari restoran itu dan berjalan menelusuri kota Seoul. Tidak ada pembicaraan apapun sampai kami sampai di sebuah gedung bertingkat-tingkat seperti apartemen.

“Ini bukan rumahku oppa” ujarku sambil menatapnya heran. Dia tidak menghiraukan sama sekali, dan malah membawaku masuk ke dalam apartemen itu.

Kami berhenti di depan kamar bernomor 2505. Onew oppa kemudian membawaku masuk ke dalam ruangan itu atau lebih tepatnya dorm SHINee !!

“Hyung ! kembalikan buku harianku !” teriak Taemin nyaring dari dalam dorm. Bisa kulihat Jonghyun berlari-lari menghindari Taemin sambil membawa buku bertuliskan diary di depannya. Key dan Minho yang duduk di sofa ruang TV hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua temannya itu.

“Aku pulang” ujar Onew oppa yang langsung memberhentikan tingkah Taemin dan Jonghyun.

“Appa . . Jonghyun hyung mengambil buku harianku. .” rengek Taemin sambil menarik tangan Onew oppa. Tapi Taemin malah memandangiku dan melepas tangannya dari Onew oppa.

“Noona ?” tanya Taemin heran. Onew oppa langsung merangkulku dan membawaku masuk lebih dalam lagi ke dalam dorm. Taemin langsung berlari menyusul kami dan ikut duduk di sofa mengikuti kedua hyungnya. Jonghyun masih terpaku berdiri di depan meja makan sambil menatapku heran.

“Jonghyun, duduk di sofa dengan mereka” perintah Onew oppa. Jonghyun mengikuti kata-kata Onew oppa.

“Ayo kenalkan dirimu” bisik Onew oppa padaku. Jantungku berdetak sangat cepat, aku harus memperkenalkan diriku di depan seluruh member SHINee.

“A-annyeonghaseyo. . Choneun Lee Min Jung imnida. Aku yeojachingunya Onew oppa” aku membungkukkan badanku pada mereka semua.

“Aaah . . Jadi ini yeoja yang selalu membuat leader kita uring-uringan” ujar Key. Bisa kulihat semua anggota SHINee mengangguk menyetujui pernyataan Key. Wajah Onew oppa juga jadi bersemu merah.

“Ah sudahlah. Tidak usah di bahas” balas Onew oppa malu-malu. Tiba-tiba seseorang merangkulku dengan sedikit kasar. Aku menoleh pada orang itu.

“Jonghyun ?” tanyaku heran.

“Kau harus lebih dekat dengan kami” serunya sambil mendudukkanku di sofa diantara Key dan Minho.

Awalnya sedikit kaku berbicara dengan teman-temannya oppa. Tapi lama-kelamaan suasana diantara kami semakin mencair. Apalagi Key yang selalu membuat lelucon-lelucon aneh yang selalu bisa membuatku tertawa.

Hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku harus kembali ke rumahku, dan sendirian lagi tentunya.

***

“Mmm, kau mau mampir dulu ?” tanyaku ketika aku dan Onew oppa sampai di depan halaman rumahku.

“Sirho, aku harus siap-siap untuk tampil besok. Mianhae” jawabnya sambil sedikit mengacak rambutku.

“Ne, aku mengerti. Annyeong oppa . .” balasku sambil melambaikan tangan pada Onew oppa yang masuk ke dalam van.

Aku pun masuk ke dalam rumah dan menyalakan lampu-lampunya. Aku beranjak ke kamar dan siap-siap untuk memulai hari baru lagi.

***

Sudah dua minggu aku tidak bertemu dengan Onew oppa. Setiap kuhubungi, dia selalu menjawab ‘sibuk’ atau ‘nanti kutelepon balik’. Tapi sampai detik ini dia belum memberiku kabar juga. Padahal aku sangat merindukannya.

Hingga suatu hari aku bertemu lagi dengan Kibum. Dia sedang duduk di sebuah café di sekitar Myeongdong. Aku menghampirinya dan duduk di kursi di depannya.

“O, Min Jung-ah ?” tanyanya heran.

“Ne, ini aku. Kau kemana saja ?” tanyaku balik sambil meminum orange juice milik Kibum.

“Y-ya !” sahutnya ketika aku meminum orange juice miliknya.

“Ahaha, Mianhae. Aku haus sekali . .” balasku. Kibum hanya tertawa kecil melihat tingkahku.

“Gwenchana, habiskan saja. Aku bisa pesan lagi” Kibum menyodorkan orange juicenya padaku.

“Gomawo Kibum-ah” aku menyambut orange juice itu lalu meminumnya sampai habis.

Aku dan Kibum mengobrol sampai-sampai aku lupa waktu. Sepertinya pelayan di café itu juga sudah mulai kesal karena aku dan Kibum sudah terlalu lama duduk di café itu.

“Kibum-ah, sepertinya aku harus pulang sekarang” sahutku sambil sedikit memberikan isyarat padanya agar mengikuti perintahku.

“Ne, aku mengerti. Kajja !” Kibum menarik tanganku keluar dari café itu.

Kibum membawaku mengelilingi kota Seoul dengan motornya. Udara Seoul yang dingin sangat menusuk tulangku karena aku hanya memakai baju biasa.

Akhirnya aku dan Kibum sampai di rumahku. Kibum memarkirkan motornya di halaman rumahku.

“Kau mau mampir ?” tanyaku.

“Ne, aku boleh numpang ke kamar mandi sebentar ?” tanyanya sambil sedikit berjingkrak-jingkrak menahan buang air kecil.

“Ne, silahkan” jawabku sambil membukakan pintu rumahku untuknya. Kibum pun langsung masuk ke dalam rumah.

“Min Jung-ah ! kamar mandinya dimana ?” teriak Kibum dari dalam rumahku.

“Kau belok kanan, kamar mandinya ada di pojok ruangan itu” jelasku sambil menahan tawa melihat tingkah Kibum.

Aku pun masuk ke dalam kamarku untuk berganti baju. Setelah berganti baju, aku kembali ke ruang tamu dan mendapati Kibum sedang duduk di sofa.

Aku sedikit mempercepat langkahku menuju tempat duduk di sebelah Kibum.

“Kau mau tahu bahayanya kalau seorang yeoja tinggal sendirian ?” tanya Kibum dengan wajah yang serius.

“Mwo ?” tanyaku penasaran.

Tiba-tiba Kibum mendorongku hingga aku berada pada posisi tidur di atas sofa. Dia memegangi kedua tanganku dan siap melakukan hal yang paling aku takutkan selama ini. Aku meronta mencoba melepaskan cengkraman Kibum. Sampai-sampai aku menitikkan air mata karena takut dengan Kibum.

“Lepas !” teriakku dengan sedikit terisak. Tapi dia terus mencoba untuk menciumku. Aku terus menghindarinya.

“Onew oppa !” aku berteriak memanggil namanya, padahal tidak mungkin dia akan datang untuk menolongku.

-to be continued-

hayoo . .

ada yg bisa nebak, onew bakalan datang atau ngga . .keke

gomawo udh baca ffku . . :)

leave comment please . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s