[FanFic] Lovely Day (Part 2)

Title              : Lovely Day

Author        : Ima Tripleshawol

Cast              : Lee Min Jung, Onew SHINee

Other cast  : other SHINee members

Length         : Series

Rating          : PG + 15

DON’T BE A SILENT READER . .

PLEASE LEAVE A COMMENT AFTER READ THIS FANFIC . .

————————————————————————————

Sudah 2 minggu sejak aku dan Onew oppa makan malam waktu itu. Jas Onew oppa yang diberikannya waktu itu, aku gantung dan kujadikan pajangan di kamarku. Cincin yang di berikannya sudah aku kecilkan dan aku pakai di jari manisku. Cincin yang selalu bisa menenangkan hatiku.

“Kau mau ikut CLRide fansign tanggal 26 maret nanti ?” tanya temanku ketika kami sedang makan di sebuah restoran di mall tempat aku membeli dress waktu itu.

“Ne, tentu saja. Aku ingin bertemu Onew oppa lagi” jawabku sambil memandang ke arah lain.

“Hahaha, kau bermimpi, ya Min Jung ? Dia tidak mungkin masih mengenalimu” ejek temanku sambil tertawa keras. ‘Aku yakin Onew oppa tidak akan melupakanku’

Aku tidak pernah memberitahunya soal jas ataupun cincin yang di berikan Onew oppa. Bisa-bisa aku di serbu beribu pertanyaan olehnya.

“Waa . ..” terdengar teriakan para yeoja yang menggema di mall itu.

“Waeyo ?” tanyaku heran sambil melirik ke asal suara.

“Omona  ! SHINee !” teriak temanku histeris. Dia langsung berhambur keluar dari restoran dan menghampiri kerumunan orang-orang itu. Sedangkan aku masih duduk di restoran dan menunggu pesanannya datang.

Para member SHINee melewati restoran tempat aku duduk saat itu. Para member SHINee itu di jaga ketat dari para fans yang mengejarnya. Kulihat mereka satu persatu. Taemin, Key, Minho, Jonghyun oppa, dan Onew oppa. Tak sengaja mataku bertatapan dengan mata Onew oppa. Aku melontarkan senyuman padanya. Tapi Onew oppa malah mengalihkan pandangannya. ‘Mungkin benar apa yang dikatakannya. Onew oppa  pasti sudah melupakanku’ pekikku dalam hati.

Setelah temanku puas memandangi para personil SHINee itu dari dekat, akhirnya dia kembali lagi ke restoran tempat aku duduk.

“Sudah puas ?” ejekku.

“Ne, sangat puas. Aku dapat foto Onew oppa dan Minho” jawabnya sambil tersenyum senang.

“Mwo ? Onew oppa ? Aku mau lihat” aku merebut handphone temanku dan segera mencari foto Onew oppa. Gotcha ! Kutemukan foto Onew oppa. Ku perhatikan foto itu, dan pandanganku terhenti pada lehernya. ‘Kalung yang aku berikan waktu itu ? Masih dia pakai ?’ batinku. Hatiku sangat senang ketika tahu bahwa dia masih memakai kalung yang aku berikan waktu itu. Aku terus memandangi foto Onew oppa.

“Ya ! Kembalikan handphoneku !” teriak temanku sambil merebut handphonenya dari tanganku. Aku hanya bisa duduk memandang Onew oppa yang berjalan menjauh.

– — – –

Onew P.O.V

Hidupku menjadi tidak karuan setelah bertemu dengan Min Jung. Pikiranku selalu tertuju padanya. Selama 2 minggu ini aku selalu berusaha mencari nomor handphonenya. Kutanyakan pada Park ahjussi, tapi dia baru mengganti handphonenya, jadi nomor handphone Min Jung sudah tidak ada di Park ahjussi. Aku meminta biodata Min Jung lagi pada Park ahjussi, tapi biodatanya hilang dan tak ada back upnya. Aku sudah mulai putus asa mencarinya.

“Kau kenapa hyung ?” tanya Taemin ketika dia memergoki aku sedang melamun.

“Anni” jawabku singkat.

“Kau bohong hyung. Akhir-akhir ini kau selalu murung. Katakan pada kami ada apa” protes Jonghyun. Semua teman-temanku memandang ke arahku.

“Aku sedang jatuh cinta” jawabku pada akhirnya. Mereka semua tertawa dengan sangat keras. Aku hanya menundukkan kepalaku malu.

“Lalu kenapa dengan wanita itu ?” tanya Minho penasaran.

“Wanita itu adalah orang yang waktu itu makan malam denganku” jawabku.

“Kenapa kau tidak meminta nomor handphonenya waktu itu ?” tanya Key.

“Aku kira aku tidak akan jatuh cinta dengannya, tapi aku salah. Wajahnya selalu terbayang-bayang di pikiranku” balasku. Mereka semua memperhatikanku.

“Itu kalung apa hyung ?” kali ini giliran Jonghyun yang bertanya padaku.

“Ini kalung darinya. Hanya ini kenangan yang aku punya darinya” jawabku lagi.

“Kenapa kau tidak cari ke kantor majalahnya hyung ?” tanya Key lagi. ‘Kenapa semuanya selalu ingin tahu sih ? Aku jadi pusing mendengarnya’

“Sudah eomma. Tapi mereka kehilangan nomornya” jawabku dengan nada mengejek pada Key.

“Ooh, kenapa kau . . .” aku membekap mulut Key.

“Hmmph . .hmmmph, hhmmph” Key mencoba melepaskan diri. Tapi aku membekapnya terus.

“Kalian semua mau antarkan aku ke mall ?” tanyaku. Key paling bersemangat, dia membuka bekapan tanganku.

“Sangat mau” jawab Key dengan semangat.

***

Akhirnya aku dan teman-temanku pergi ke salah satu mall yang ada di Seoul. Seperti biasa, para fans selalu mengikuti kami sampai ikut masuk ke dalam mall. Teriakan para fans membuat kupingku sakit. Di tambah lagi para fans yang selalu mendesak-desak kami. Dan untungnya, security di mall ini mau melindungi kami dari para fans.

“Kau mau apa di sini hyung ?” tanya Taemin dengan wajah polosnya.

“Aku mau membeli sesuatu” jawabku seadanya sambil memperhatikan keadaan sekelilingku.

“Oooh” balas Taemin dengan polosnya.

Aku memperhatikan sekelilingku. Pandanganku terhenti pada seorang wanita yang sedang senyum padaku. Aku menatapnya untuk beberapa saat. ‘Mianhae Min Jung. Aku tidak bisa membalas senyumanmu’ aku segera mengalihkan pandanganku dan meneruskan jalanku. Semuanya berpencar, aku bersama-bersama dengan Key mencari barang yang akan aku beli.

“Sebenarnya kau mau beli apa Onew hyung ?” tanya Key.

“Aku mau beli cincin” jawabku yang masih focus pada jejeran cincin di toko tempat menjual perhiasan.

“Untuk siapa ?” tanya Key lagi.

“Untuk seseorang” jawabku.

“Untuk wanita yang kau sukai ? Siapa namanya hyung ?” sindir Key sambil menyenggol badanku.

“Anni, bukan urusanmu” balasku.

“Ayolah . .” pinta Key. Aku tidak menghiraukan apa yang dibicarakan Key.

“Ahjumma, tolong cincin ini” aku menunjuk sebuah cincin yang berinisialkan M dan O. Ahjumma itu mengambil cincin yang aku tunjuk lalu menyerahkannya padaku. Aku memperhatikan cincin itu.

“Ne, aku mau cincin ini” aku menyerahkan kembali cincin itu pada ahjumma penjaga toko. Ahjumma itu menyimpannya di kotak berwarna merah berbentuk hati. Setelah aku membayarnya, aku segera keluar dari toko itu. Aku tidak peduli apa yang teman-temanku katakan nantinya.

– — – –

Min Jung P.O.V

Hari ini para personil SHINee akan mengadakan fansign. Dan aku sudah memutuskan untuk mengikuti fansign itu. Aku memakai cincin yang diberikan Onew oppa. ‘Ini bukan hanya sekedar fans ataupun mengaguminya. Aku sudah cinta dengan Onew oppa. Walaupun orang-orang bilang tidak mungkin Onew oppa masih mengingatku, tapi aku yakin, dia tidak mungkin melupakan cincin ini’

“Min Jung, kau bawa payung ?” tanya temanku ketika aku sadar ada tetesan air di tanganku.

“Ne, aku bawa” jawabku sambil mengeluarkan payung dari tasku. Aku membuka payungku dan siap melindungi aku dan temanku dari tetesan hujan.

“Lihat ! SHINee !” teriak seseorang. Semuanya langsung berlari ke arah meja tempat SHINee mengadakan fansign. Semuanya berlari hingga aku terdorong-dorong dan hampir jatuh. Semuanya berebut barisan paling depan.

“Ayo Min Jung. Kita berbaris” ajak temanku. Aku mengikutinya mengantri di barisan yang lumayan depan.

Satu persatu para Shawol yang hadir sudah memiliki sign dari personil SHINee. Hingga hampir 30 menit, akhirnya tiba giliranku.

“Key. Please sign” ujarku sambil menyodorkan foto mereka. Key menandatangani foto yang aku sodorkan. Kulihat Onew oppa masih sibuk menandatangani foto dari fansnya yang lain. Aku bergeser ke depan minho.

“Minho. Please sign” ucapku lagi. Minho menandatangani dan menyerahkan padaku sambil tersenyum manis. Aku bergeser lagi ke depan Jonghyun oppa.

“Jonghyun oppa. Please sign” Jonghyun oppa menandatangani lalu menyerahkan lagi padaku. Aku bergeser ke depan Taemin. Belum kulihat tanda-tanda bahwa Onew oppa menyadari kedatanganku. Setelah Taemin memberikan tanda tangannya, aku bergeser pada Onew oppa. Aku menyerahkan foto itu tanpa bicara apa-apa. Onew oppa belum sempat melihat wajahku karena sibuk menandatangani.

Onew oppa malah tidak menandatangani foto yang kuberikan. Dia malah memperhatikan cincin yang ada di tanganku lalu memegang tanganku. Aku sangat kaget dengan yang dilakukan Onew oppa. Dia menoleh padaku lalu tersenyum dengan sangat lebar.

“Akhirnya aku menemukanmu” ujar Onew oppa. Semua personil SHINee menoleh padaku dan Onew oppa. Bukan mereka saja, tapi semua orang di dekat meja fansign itu menoleh padaku.

“Onew oppa. Kau masih ingat aku ?” tanyaku memastikan. Dia mengangguk dan masih belum menyingkirkan senyumannya.

“Aku tidak mungkin melupakanmu” jawab Onew oppa. Aku bertatapan dengannya, senyumannya masih tersungging di bibirnya.

“Hey ! Bisa cepat tidak !” teriak seseorang di barisan paling belakang. Tiba-tiba seseorang menarikku dari sana. Hingga tanganku terlepas dari genggaman Onew oppa. Aku dibawanya sampai keluar cukup jauh dari sana.

“Lepas !” perintahku. Akhirnya dia melepasku, aku berbalik pada orang itu.

“Kau itu mau mati, ya ? Disana banyak para Shineeworld. Kau bisa saja langsung di bunuh kalau melihat kau dekat dengan Onew oppa” jawab orang itu atau tepatnya temanku.

“Tapi aku rindu dengannya” balasku.

“Dia itu idola, banyak yang suka padanya. Termasuk orang-orang yang ada disana dan aku”

“Aku tahu. Tapi setelah kejadian waktu itu, aku semakin cinta. Dia memberiku cincin ini” aku menunjukkan cincin yang ada di jariku. Dia menatapku dengan sangat kaget.

“Mwo ?! Cincin ?!” ujar temanku sambil memegangi jariku yang terpasang cincin.

“Min Jung-ah !” panggil seseorang yang suaranya terdengar samar-samar di telingaku. Aku menoleh pada asal suara. Temanku mencoba menarikku lagi. Tapi aku menepis tangannya lalu berlari ke arah Onew oppa.

Bisa kulihat wajah Onew oppa yang kebingungan. Tanpa basa-basi lagi, aku segera menghampirinya.

“Onew oppa” sapaku ketika sampai di hadapannya. Onew oppa langsung menoleh padaku lalu memelukku.

“Aku mohon. Kau jangan pergi lagi Min Jung-ah” ujar Onew oppa. Deg, deg. Jantungku rasanya mau loncat dari tempatnya. Aku membalas pelukannya, rasanya bebanku selama ini hilang setelah di peluk Onew oppa.

“Mianhae oppa” balasku.

“Kau tahu, aku bisa gila kalau kau sampai menghilang lagi” balas Onew oppa sambil melepas pelukannya.

“Jinjja ?” tanyaku sambil menatap kedua matanya.

“Ne, jinjja” jawab Onew oppa. Onew oppa memelukku lagi, kali ini lebih erat dari sebelumnya. Semua orang yang ada disana menatapku.

“Hei Jinki !, kau sedang apa disana ?!” teriak seseorang di belakang Onew oppa. Onew oppa berbalik dan melihat orang itu.

“Pak Manager ?” tanya Onew oppa heran. Laki-laki yang disebut pak manager itu menghampiriku dan Onew oppa.

“Siapa wanita itu ?” bentak pak manager. Onew oppa terlihat bingung untuk menjawabnya.

“Dia . .dia . .”

-to be continued-

masih bingung nih akhirnya kaya gimana . .

ada yg punya ide ga ?? :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s