[FanFic] Lovely Day (Part 1)

Title              : Lovely Day

Author        : Ima Tripleshawol

Cast              : Lee Min Jung, Onew SHINee

Other cast  : other SHINee members

Length         : Series

Rating          : PG + 15

DON’T BE A SILENT READER . .

PLEASE LEAVE A COMMENT AFTER READ THIS FANFIC . .

“Omo ! Aku dapat undian makan malam dengan salah satu member SHINee ?” tanyaku senang di telepon.

“Ne, kau bisa datang ke kantor kami ? Besok jam 9 pagi ?” balas orang itu. Sebuah senyuman mengembang di bibirku.

“Ne, kamsahamnida ahjussi” jawabku. Orang itu menutup teleponnya. ‘Omona ?! mimpi apa aku semalam ? bisa makan malam dengan salah satu member SHINee,SHINee !!

Aku membanting tubuhku ke atas tempat tidur. Aku memandang langit-langit kamarku, dan siap-siap untuk tidur. Besok aku harus bangun pagi dan datang ke kantor majalah yang menyelenggarakan undian ini.

***

Aku bangun dari tidurku, posisiku masih sama seperti saat aku tidur semalam. ‘Aku tidak mimpi kan ?’ Aku mengecek kembali nomor yang masuk ke handphoneku. Nomor ahjussi masih ada di deretan teratas. Aku loncat-loncat kegirangan di samping tempat tidur sambil tertawa.

Setelah cukup lelah karena loncat-loncat, aku masuk ke kamar mandi dan segera bersiap-siap. Setelah aku bersiap-siap, aku segera pergi ke kantor majalah itu yang ada di daerah Busan.

***

Aku tercengang melihat kantor majalah itu. Kantornya sangat besar, sangat besar. Setelah memandangi kantor itu, aku masuk ke dalamnya.

“Silyehamnida” sapaku pada seorang wanita yang duduk di belakang altar bertuliskan resepsionis.

“Ne, anda mau cari siapa ?” tanya wanita itu.

“Saya di suruh datang ke kantor ini” jawabku.

“Anda Min Jung-ssi ?” tanya wanita itu.

“Ne” jawabku singkat.

“Mari ikut dengan saya” balas wanita itu lalu jalan keluar dari dalam altar itu. Aku mengikuti wanita itu di belakangnya.

Kami naik lift sampai ke lantai 12. Setelah turun dari lift, kami melewati beberapa lorong agar sampai di sebuah ruangan yang bertuliskan Park Jin Seong. Aku dibawa masuk ke dalam ruangan itu dan mendapati seorang laki-laki yang duduk di sebuah meja. Wanita yang mengantarkanku membungkuk lalu keluar dari ruangan itu.

“Ayo duduk Min Jung-ssi” tawar Park ahjussi. Aku kemudian mengikuti kata-katanya dan duduk di seberang kursinya.

“Kenapa saya harus datang ke sini ahjussi ?” tanyaku sambil menatapnya heran.

“Kau tahu siapa yang akan makan malam denganmu nanti ?” balas Park ahjussi. Aku menggelengkan kepalaku.

“Kau akan makan malam dengan Onew” jawab Park ahjussi. Jantungku hampir saja berhenti berdetak karena pernyataan Park ahjussi. ‘Onew oppa ? Omona ! Orang yang selalu ada di dalam mimpiku, akan menjadi pasangan makan malamku’batinku.

“Kamsahamnida Park ahjussi” balasku. Park ahjussi lalu menyerahkan selembar kertas padaku.

“Ini rincian acaranya. Nama tempat dan dresscodenya” jelasnya. Aku mengangguk mengerti lalu berpamitan pada Park ahjussi. Aku masih memperhatikan kertas itu selama di lorong menuju lift. Aku tidak memperhatikan jalanan yang ada di depanku.

BRUKK !

Aku menabrak seseorang, tubuhnya tinggi dan tegap. Aku tidak berani menatap wajahnya, aku hanya membungkukkan badan padanya lalu meninggalkan orang itu masuk ke dalam lift. ‘Huffh, aku takut orang itu marah padaku’

– — – –

Onew P.O.V

‘Kenapa aku yang harus ikut undian makan malam itu ? Kenapa tidak yang lainnya saja ?’ pekikku dalam hati.

Aku keluar dari dorm dan segera memacu mobilku ke kantor majalah yang mengadakan acara makan malam itu. Aku memakai topi dan kacamata tipis agar wajahku tidak terlalu dikenali para fans yang berkeliaran di luar sana.

Aku masuk ke dalam kantor itu dan segera naik lift menuju lantai 12. Aku turun dari lift dan berjalan dengan sedikit berlari.

BRUKK

Tiba-tiba seorang wanita menabrakku. Wajahnya ditundukkan, dia tidak bilang apa-apa padaku. Dia hanya membungkukkan badannya lalu masuk ke dalam lift meninggalkanku. Aku memandangi orang itu sampai masuk ke dalam lift. ‘Aneh’

Aku meneruskan perjalananku mencari ruangan Park Jin Seong. Setelah sedikit bertanya pada salah satu karyawannya, akhirnya aku menemukan ruangan Park ahjussi.

“Annyeonghaseyo” sapaku ketika sampai di dalam ruangan Park ahjussi.

“Ah, onew. Baru saja orang yang akan makan malam denganmu pulang tadi. Kau tidak bertemu dengannya ?” tanya Park ahjussi tiba-tiba.

“Sirho ahjussi” jawabku.

“Mmmm. Ini biodata orang yang akan makan malam denganmu dan ini rincian acaranya” ujar Park ahjussi sambil menyerahkan beberapa lembar kertas padaku. Aku membaca kertas itu dengan teliti.

“Namanya Lee Min Jung, umur 19 tahun, tinggi 165 cm. Kenapa tidak ada fotonya ahjussi ?” tanyaku heran sambil membolak-balik lembaran kertas itu.

“Kejutan untukmu. Kau lihat saja nanti, satu hal yang harus kau tahu. Dia cantik” balas Park ahjussi dengan nada yang sedikit nakal. Aku tersenyum pada Park ahjussi lalu berpamitan pulang.

– — – –

Min Jung P.O.V

Acara makan malamnya sekitar dua hari lagi. Hari ini aku memutuskan untuk membeli dress yang akan kupakai saat makan malam nanti. Kebetulan dress codenya putih, warna yang sangat aku suka.

Aku masuk ke sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota Seoul. Banyak sekali toko-toko yang menjual dress yang berwarna putih. Tapi belum ada satupun yang cocok dengan hatiku. Setelah hampir dua jam aku berkeliling di dalam pusat perbelanjaan itu, akhirnya hatiku jatuh pada sebuah dress. Dress yang panjangnya sedikit di atas lutut dan bertali satu. Ditambah lagi, dress itu sudah satu pasang dengan sepatunya. High heels berwarna putih yang tali-talinya melilit bagian punggung kakiku. Tinggi sepatu itu hanya semata kaki. ‘Cantik’ pikirku dalam hati.

***

Hari yang aku tunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari Sabtu tanggal 6 Maret ini merupakan hari terpenting dalam hidupku. Hari dimana aku akan menjadi pasangan Onew untuk makan malam.

Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, aku segera bersiap-siap. Aku memakai dress yang sudah aku beli dua hari yang lalu dan tak lupa sepatunya. Wajahku juga sedikit di poles dengan make up. Rambutku dikuncir satu ke belakang. Rambutku juga dihias dengan hiasan rambut yang menarik poniku ke belakang. Aku tidak mau telat di hari penting ini, jadi aku memutuskan untuk naik taksi.

***

Setelah hampir satu jam menempuh perjalanan, akhirnya aku sampai di sebuah café di daerah Cheongdam-dong. Aku turun dari taksi dan masuk ke dalam café itu. Café yang sangat romantis diselingi music yang romantis juga.

“Silyehamnida” sapa seseorang. Aku menoleh pada seorang wanita yang memanggilku.

“Ne ?” tanyaku memastikan.

“Anda Min Jung-ssi ?” tanya wanita itu. Aku hanya menjawab dengan sebuah anggukan kecil. Dia tersenyum lalu menyuruhku agar mengikutinya.

Wanita itu membawaku ke sebuah ruangan makan khusus. Sebuah meja bulat yang hanya dikelilingi dua kursi. Di tengah meja itu terdapat lilin yang berjejer rapi. Dari meja itu juga bisa terlihat pemandangan danau yang berwarna-warni karena di terangi cahaya lampu. Aku tercengang melihat semua ini.

“Silahkan duduk” perintah wanita itu. Aku kemudian duduk di salah satu kursinya dan memandang keluar jendela. Wanita itu pun lalu keluar dari ruangan itu.

Aku mencoba mengatur napasku ‘Omona, jantungku tidak bisa berdetak normal. Apa mungkin karena Onew oppa idolaku ?’ batinku. Aku memegangi dadaku mencoba menenangkan jantungku yang berdetak semakin cepat.

KRIIETT . .

Pintu ruangan itu terbuka dan membuatku menoleh ke arah pintu. Kulihat wanita yang mengantarkanku tadi masuk diiringi ‘Onew oppa !’. Jantungku semakin tidak karuan saat melihat Onew oppa tersenyum padaku. Aku tidak tahu harus berbuat apa ketika Onew duduk di hadapanku. Aku menundukkan kepalaku malu.

“Ini untukmu” ujar Onew oppa. Aku menoleh padanya. Setangkai mawar putih di pegang oleh Onew oppa dan kini ada di hadapanku.

“Ne ?” balasku dengan sedikit heran.

“Ini bunga untukmu” tegas Onew oppa sekali lagi. Aku mengambil bunga itu lalu tersenyum padanya.

“Kamsahamnida oppa” balasku. Onew oppa terlihat sangat dewasa memakai jas hitam malam itu. Aku memandanginya terus menerus. ‘Aku tidak mimpi kan ? Onew oppa ada di hadapanmu, ayo buka pembicaraan’ perintah hatiku.

“Min Jung-ssi ?” panggil Onew oppa sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“Ne ?” tanyaku heran.

“Ayo makan” perintah Onew oppa. Aku mengikutinya dan mulai memakan steak yang ada di hadapanku.

Hanya diam. Itulah keadaanku dan Onew oppa ketika sedang makan. Tidak ada yang membuka pembicaraan. Bahkan sampai makanan kami habis pun tidak ada satu kata yang keluar dari mulutku maupun mulut Onew oppa.

– — – –

Onew P.O.V

’Cantik. Benar apa yang dikatakan Park ahjussi. Dia sangat cantik. Dia berhasil membuatku gugup’ Aku tidak tahu mau membuka pembicaraan apa.

“Neomu yeppo” ucapku tiba-tiba. Ucapanku berhasil membuat wajah Min Jung berubah menjadi merah. Dan itu semakin menambah kecantikannya.

“Kamsahamnida oppa” balasnya.

“Kau masih sekolah atau sudah kuliah Min Jung-ssi ?” tanyaku mencoba membuka pembicaraan.

“Aku sudah kuliah” jawabnya. Dia tidak pernah menatap kedua mataku sejak aku datang ke sini.

“Ah iya oppa. Panggil aku Min Jung saja” sambungnya. Mata kami beradu, entah kenapa mataku tidak mau melepaskan tatapan itu.

“N-ne Min Jung-ssi. Ah, Min Jung” jawabku gugup. Wajahku menjadi panas karena tatapannya itu.

“Oppa selalu sibuk ya akhir-akhir ini ?” tanyanya. Aku kembali menatap kedua matanya yang bulat itu.

“Ne, kami harus mempersiapkan album baru” jawabku.

“Oppa, aku punya sesuatu untukmu” ujarnya sambil mengaduk-aduk tas tangannya. Kemudian dia mengeluarkan sebuah kalung yang pas di leher. Kalung itu bergambarkan wajahku dalam versi kartun. Dia menyerahkan kalung itu ke hadapanku.

“Komawoyo Min Jung” balasku sambil menyambut kalung itu. Aku langsung memakai kalung itu di leherku.

Obrolan kami memanjang sampai sekitar jam 8 malam. Ternyata Min Jung termasuk orang yang humoris. Ucapannya selalu berhasil membuatku tertawa.

Sekarang adalah saat yang paling tidak aku inginkan. Sekarang saatnya aku berpisah dengan Min Jung. Aku tidak mau berpisah dengan Min Jung apalagi mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengannya.

– — – –

Min Jung P.O.V

Ini saatnya aku berpisah dengan Onew oppa. Apa mungkin dia akan mengenaliku kalau kita bertemu lagi nantinya.

Aku berjalan keluar dari ruangan itu bersama-sama dengan Onew oppa. Kami jalan berdampingan sampai ke depan café. Onew oppa di jemput dengan mobil van SHINee. Sedangkan aku harus menunggu taksi yang lewat.

Udara malam itu sangat dingin. Sehingga membuatku menggosokkan kedua telapak tanganku. Tiba-tiba sebuah jas menyelimuti bahuku. Rasanya sangat hangat, rangkulan Onew oppa pun bisa kurasakan di bahuku.

“Kamsahamnida oppa” ujarku sambil menundukkan wajahku yang pasti memerah.

“Selalu itu yang kau katakan dari tadi. Pakai jas ini sampai ke rumahmu, aku tidak mau kau kedinginan” balas Onew oppa.

“Kam. . .” mulutku di bekap oleh Onew oppa.

“Jangan sebut itu lagi” ucapnya. Aku mengangguk dan menatap kedua mata Onew oppa.

“Ini untukmu lagi” sambung Onew oppa. Onew oppa melepas cincin yang dipakainya kemudian menyerahkannya padaku. Sebelum aku mengucapkan terima kasih, Onew oppa sudah berlari masuk ke dalam van. Aku melambaikan tangan diiringi perginya van itu.

‘Aku tidak akan melupakan kejadian malam ini. Aku berharap bisa bertemu Onew oppa lagi nantinya’ harapku dalam hati. Aku memakai cincin yang di berikan Onew oppa. Cincinnya kebesaran, jadi aku memakainya di ibu jariku. Tak lama kemudian sebuah taksi berhenti di hadapanku. Aku masuk ke dalam taksi itu dan pergi dari café tempat aku makan malam dengan Onew oppa.

-to be continued-

2 thoughts on “[FanFic] Lovely Day (Part 1)

  1. Ih aku mau juga dong makan malam sama onew xD apalagi dikasi jas sama cincin. Gratis rangkulan lagi (?) aduh cuma bisa mimpi lagi x(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s