[FanFic] We Got Married ?? (Part 6-End)

Title                       : We Got Married ??

Author                  : Ima Tripleshawol

Cast                       : Kim Soo Young, Key

Other Cast          : Kim Hyun Ae, Lee Tae Min, Nicole KARA

Genre                   : Comedy, Romance

Rated                    : PG-15+

Ketika jam pulang sekolah, aku menunggu Taemin di depan kelasku. Taemin belum pulang karena sepertinya ada keperluan dengan guru barunya. Aku memandang ke arah gerbang sekolah. Seorang laki-laki masuk ke halaman sekolah sambil ditatap kagum beribu wanita di sekolahan ini. Aku memicingkan mataku untuk melihatnya dengan jelas. Key ? Dia ada disini ? Tepat saat aku menebaknya, Taemin sudah berdiri di hadapanku. Disaat yang sama juga Key ada di sebelah Taemin sambil melihat ke arahku.

“K-key ?” ucapku terbata. Taemin yang melihat ke arahku pun langsung menolehkan mukanya pada orang yang kusebut Key itu. Key dan Taemin bertatapan seakan mereka ini adalah musuh bebuyutan.

“Key hyung. Annyong” ucap Taemin sambil membungkukkan badannya pada Key. Key tidak menghiraukannya, dia malah menghampiriku dan menarik tanganku. Tarikan Key membuatku berdiri dan hampir jalan mengikuti Key. Tapi tangan Taemin berada diantara tangan Key dan tanganku. Taemin mencoba mencegahku agar tidak pergi dari sana. Key langsung menoleh ke arah Taemin. Mereka bertatapan lagi, kali ini tatapan Key lebih kejam lagi dari sebelumnya.

“Aku tidak bisa membiarkan pacarku dibawa” Taemin melepaskan tanganku dari pegangan Key. Kali ini Taemin yang menarikku agar pergi dari sana.

“Aku juga tidak bisa membiarkan istriku dibawa orang lain !” teriak Key. Sontak seluruh orang yang ada di lorong itu menoleh ke arahku dan Key. Key menarik  tanganku yang satunya. Tanganku jadi di tarik oleh Key dan Taemin.

“Hentikan !” teriakku. Teriakanku membuat Key dan Taemin melepaskan tangan mereka. Belum sempat aku menghela napas, Taemin sudah menarikku duluan pergi dari sana. Aku yang mengikuti Taemin pun hanya bisa menatap sedih pada Key. Dari kejauhan, bisa kulihat Key memukul tembok dekat kelasku.

Taemin membawaku pergi dari sekolah dengan motornya. Aku ingin menangis, Key tolong aku.Taemin membawaku ke sebuah bangku di pinggir Hangang river. Menangis, hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini.

“Kenapa kau menangis ?” tanya Taemin dengan lembut. Aku hanya diam dan memandang ke arah langit yang gelap karena mau hujan.

“Antarkan aku pulang” jawabku.

“Sirho, aku tidak mau membiarkanmu dengan dia” Taemin berdiri dari bangku.

“Antarkan aku pulang !” teriakku. Tangisanku pecah lagi, aku mau pulang. Aku tidak bisa menahan isak tangisku lagi. Taemin membungkuk di hadapanku, dia melihat ke wajahku yang tertutupi rambut. Dia menyingkirkan rambutku kemudian mengusap air mataku.

“Jangan menangis, aku bisa membuatmu bahagia Soo Young” Taemin memelukku dengan sangat erat. Aku menangis di dalam pelukannya.

“Hanya Key yang bisa buatku bahagia. Aku mohon,  antarkan aku pulang” aku memohon dengan wajah yang tidak karuan karena menangis. Taemin tidak menjawab apa-apa. Dia hanya menarik tanganku dan membawaku pergi dari sana.

Aku tidak tahu Taemin mau membawaku kemana. Hari sudah gelap dan Taemin belum menuruti keinginanku. Aku hanya ingin bersama Key, itu saja.

Entah apa yang membuat Taemin mengantarkanku ke rumah. Aku turun dari motornya dan berlalu masuk ke dalam rumah. Aku tidak bicara apa-apa dengan Taemin sejak pulang dari Hangang river. Aku masuk ke dalam rumah dan disambut oleh Key dan Nicole yang sedang berdua di ruang tamu. Melihat Key yang berlutut di hadapan Nicole, membuatku menyesal sudah pulang ke rumah. Aku kembali ke depan rumah, berharap Taemin masih ada. Tapi semua hanya harapanku, Taemin sudah tidak ada di depan gerbang rumahku. Aku duduk di depan gerbang rumahku dan menenggelamkan kepalaku diantara lututku. Tangisanku pecah lagi diiringi turunnya hujan. Aku berjalan menjauh dari rumah itu. Rumah yang sudah membuatku terjebak dalam situasi yang rumit. Hanya hujan yang bisa menyembunyikan kesedihanku saat ini.

#####

Key P.O.V

Jadi ini yang Soo Young mau ? Dia tetap dengan Taemin dan pisah denganku ? Baiklah, aku turuti keinginanmu.

Aku memukul tembok yang ada di depan kelas Soo Young. Bodoh sekali aku menyukai wanita yang menyukai laki-laki lain. Semua orang yang ada di sekolah itu menatap aneh ke arahku. Aku berjalan gontai ke dalam mobil. Aku tidak bisa berhenti memikirkan Soo Young dan Taemin. Aku takut Taemin membawanya pergi dan tidak kembali padaku.

Aku masuk ke dalam rumah, mengingat-ingat lagi kejadian yang sudah terjadi disini. Walaupun baru seminggu aku tinggal disini dengan Soo Young. Rasanya sudah seperti berbulan-bulan. Aku duduk di ruang tamu memikirkan Soo Young lagi. Mianhae aku tidak bisa menjagamu Soo Young. Joayo . .

*****

“Nicole kau bisa ke rumahku malam ini ?” tanyaku dalam telepon.

“Ne. Ada apa ?” balasnya.

“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan”

“Ne, aku akan datang jam 8. Aku harus menunggu sampai ibuku pulang”

“Araseo, gomawo Nicole” aku menutup teleponku. Aku masuk ke dalam kamar Soo Young dan memandang foto-fotonya. Aku pun tertidur sambil memeluk sebuah frame foto yang didalamnya berisi foto Soo Young dan aku.

Pandanganku tertuju pada jam dinding di ruang tamu yang menunjukkan pukul 8 malam. Soo Young belum pulang juga. Aku sangat mengkhawatirkannya.

Ting Tong . .

Suara bel membuatku kaget sekaligus senang. Dengan semangat aku membuka pintu depan rumahku. Aku berharap itu Soo Young. Saat siapa yang kulihat di balik pintu, aku baru ingat bahwa aku dan Nicole janji bertemu hari ini.

“Ayo masuk” ujarku. Aku jadi tidak bersemangat lagi.

“Gomawo Key” jawabnya. Nicole masuk ke dalam rumahku. Tanpa kusuruh, dia langsung duduk diruang tamu. Aku pun duduk di sebelahnya dan memulai pembicaraan yang memang menjadi alasan dia datang kesini.

“Langsung saja. Nicole, aku mau memberitahu sesuatu padamu. Dan ini pasti sangat mengagetkan untukmu” aku diam sebentar. Wajah Nicole menampakkan bahwa dia sangat ingin tahu.

“Sebenarnya. . aku sudah menikah” sambungku. Nicole membelalakkan matanya. Dia menatapku seolah tidak percaya dengan apa yang aku katakan.

“Kau bercanda kan ?” tanya Nicole dengan sedikit tertawa heran.

“Sirho, Soo Young itu istriku. Dia bukan adikku” ucapanku membuat Nicole semakin kaget. Dia diam, seperti berpikir sesuatu.

“Jadi ? maumu apa ?” tanyanya. Nicole menatap kedua mataku.

“Aku mau kau jauhi aku. Aku mohon” aku berlutut di hadapannya. “Hanya Soo Young yang aku cintai” aku menundukkan kepalaku.

“Kau tidak usah seperti itu. Aku mengerti, aku akan menjauhimu untuk Soo Young. Tapi kita tetap sahabatan kan ?” Nicole membantuku bangun dan duduk di sebelahnya lagi.

“Ne” jawabku lega. Dia mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapanku.

“Yakso ?” tanyanya.

“Yakso” aku menyambut jari kelingkingnya.

*****

Hujan besar turun begitu saja. Nicole pun terpaksa aku antarkan pulang karena hujan besar. Soo Young ?! batinku. Aku baru ingat kalau Soo Young belum pulang. Apa mungkin dia ada di tengah hujan ini dan menangis ? Atau dia mungkin sedang tertawa bahagia bersama Taemin di sebuah cafe ? Hatiku penuh tanda tanya saat ini.

Jam 11, jam 12, jam 1 malam. Aku masih menunggu Soo Young pulang di ruang tamu. Sesekali aku melirik ke luar jendela. Siapa tahu Soo Young ada di depan rumah. Tapi itu semua hanya harapan kosong, aku menunggunya sampai aku sendiri tertidur di ruang tamu.

*****

Aku terbangun dari tidurku saat aku sadar ada yang mengetuk pintu rumahku. Dengan sigap aku membuka pintunya.

“Key . . .” ujarnya lemas.

“Soo Young” balasku.

Belum sempat aku melihat wajahnya, dia jatuh pingsan di depan pintu rumah. Aku segera menggendongnya ke kamar. Aku menidurkannya di atas tempat tidur dan memandangi wajahnya yang sangat pucat. Badannya sangat panas, bahkan Soo Young sering mengigau tidak jelas. Aku mengambil beberapa potong es batu. Aku memasukkan es batu itu ke dalam selembar sapu tangan dan mulai mengompres kepalanya.

“Aku benci kau. Aku mau pisah darimu” igau Soo Young. Walaupun matanya tertutup, aku bisa melihat kesedihan di wajah Soo Young. Matanya bengkak. Sepertinya dia habis menangis semalaman.

“Aku akan turuti semua keinginanmu. Kalau memang ini membuatmu bahagia” aku membalas ucapan Soo Young. Tapi sepertinya dia tidak mendengarnya.

#####

Soo Young P.O.V

Sebuah ciuman di kening membuatku bangun dan melihat ke arah orang yang mencium keningku. Aku bisa melihat dengan jelas air muka Key yang khawatir.

“Key. . .” panggilku dengan suara yang sedikit serak. Dia menoleh ke arahku dan tersenyum dengan sangat manis.

“Kau sudah sadar ? Aku sudah buat bubur untukmu. Kau harus makan” balasnya. Aku memalingkan mukaku dari tatapan matanya yang tajam itu. Aku tidak mau terlalu berharap kalau Key itu menyukaiku.

“Sirho” jawabku ketus. Rasanya mataku memanas dan siap mengeluarkan air mata lagi. Aku mencoba menahan agar air mataku tidak jatuh di hadapan Key.

“Kau belum makan dari tadi pagi. Sekarang sudah jam 11 siang” Key mengusap kepalaku dengan lembut. Aku hanya diam saja, aku tidak mau menatap wajah Key lagi. Aku takut kalau aku benar-benar jatuh cinta padanya.

“Sirho” balasku lagi.

“Eomma dan appamu sedang pergi keluar kota. Aku yang bertugas menjagamu, ayo makan” Key terus memaksa aku untuk makan. Bahkan kali ini dia menyodorkan mangkuk buburnya ke hadapanku.

“Sirho !” bentakku. Key akhirnya kembali menaruh mangkuk buburnya di meja dekat tempat tidurku.

“Kalau kau mau makan, makan saja. Aku harap kau suka” ujar Key. Key hendak mencium keningku lagi, tapi dengan segera aku memalingkan wajahku. Dia hanya menghela napas lalu keluar dari kamarku.

Mianhae Key, aku tidak mau hatiku tersakiti lagi karena Nicole. Aku akan berusaha agar tidak menyukaimu.  Sepertinya kau sangat mencintainya, sampai-sampai kau berlutut di hadapannya. Harapan kosong ! Sekarang hanya tinggal aku sendiri. Taemin sudah meninggalkan aku. Hyun Ae pasti mulai mendekati Taemin, apalagi dia tahu aku sudah putus dengan Taemin. Lengkap sudah hidupku dengan kesendirian.

Aku sudah tidak bisa membendung air mataku lagi. Hanya menangis yang bisa aku lakukan. Kau itu lemah sekali Soo Young. Hanya karena seorang laki-laki kau jadi seperti ini ? Ayo bangkit. Aku mengusap air mataku dan bangun dari posisi tidurku. Aku mengambil mangkuk buburnya dan menyuapkan bubur itu ke dalam mulutku. Hatiku jadi lebih tenang setelah memakan bubur yang dibuat Key.

Setelah menghabiskan bubur yang dibuat Key, aku segera keluar dari kamar. Aku turun ke bawah dengan sedikit sempoyongan karena masih pusing. Aku mengambil gelas di dapur dan mengisinya dengan air putih. Aku minum sambil berjalan menuju ruang TV dan menyalakan TVnya. Tak berapa lama aku menyalakan TV, Key keluar dari kamarnya dengan baju yang rapi dan membawa beberapa lembar kertas.

“Kau mau ke mana ?” tanyaku pada Key yang sedikit terburu-buru. Dia berhenti sejenak melihat ke arahku.

“Mengurus perceraian kita” jawabnya sambil berlalu keluar dari rumah. Cerai ? Aku dan Key akan pisah ? Sirho, aku tidak mau.

Seluruh tubuhku bergetar dengan hebat. Gelas yang kupegang pun lepas dari peganganku dan jatuh ke lantai. Tetesan air mataku yang belum kering pun sudah terbasahi lagi dengan air mata yang baru. Ini mimpi kan ? Tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini, tolong. Aku memukuli wajahku sendiri, berharap ini hanya mimpi. Tapi, sebuah dering handphone membuyarkan lamunanku. Aku mencari dering hp itu di sofa ruang TV. Aku menemukannya dan ternyata hp Key. Aku membuka sms yang ternyata dari Nicole.

From : Nicole

Key, kejarlah cintamu.

Soo Young pasti menunggu

kau menyatakan perasaanmu . .

Bilang pada Soo Young, selamat karena

dia telah berhasil merebut hatimu. ^^

Persahabatan kita akan terus berlanjut,

FIGHTING !!

Setelah aku membaca sms itu, hatiku di penuhi penyesalan. Aku telah menyiakan-nyiakan kebaikan Key selama ini. Key dan Nicole sahabat ? Jadi . . selama ini aku salah paham ? Key malah suka padaku ? Bukan Nicole ? Tanpa pikir panjang, aku segera keluar dari rumah dan mencoba untuk menghentikan mobil Key. Tapi mobilnya lebih cepat dariku dan terus melaju walaupun aku sudah teriak-teriak memanggilnya. Aku segera memberhentikan taksi dan naik ke dalam taksi itu.

“Ikuti mobil depan” perintahku pada supir taksi itu. Supir taksi itu mengangguk dan jalan mengikuti mobil Key. Hp Key masih ada di tanganku, masih kugenggam erat. Sesekali aku melihat ke layar hp yang masih menampakkan sms dari Nicole. Kepalaku yang pusing tidak dihiraukan lagi olehku. Yang penting sekarang adalah Key tidak pisah dariku.

Mobil Key masuk ke sebuah parkiran pengadilan. Taksiku mencoba masuk, tetapi tidak diizinkan oleh penjaganya. Karena lama, aku bayar taksi itu dan berlari sekuat tenaga mengejar mobil Key yang sedang parkir. Deg, deg. Jantungku berdetak tidak karuan, aku takut Key sudah masuk dan mendaftarkan perceraian kami. Aku menambah kecepatan lariku dan tepat sekali, sebelum Key masuk ke dalam gedung aku berhasil memeluknya dan mencegahnya untuk masuk.

“Jang-an ma-suk” ucapanku terpotong-potong karena terengah-engah.

“Soo Young ?” Key terheran-heran melihat aku memeluknya.

“Jangan pergi dariku. Saranghaeyo” jantungku berdetak sangat cepat. Entah karena habis berlari atau karena aku mengucapkan ini.

“Aku bukan Taemin. Minggir aku mau masuk” Key mencoba melepaskan diri dariku. Tapi aku memeluknya semakin erat.

“Aku butuh kau, bukan Taemin. Aku mohon, jangan pergi dariku” ucapku sekali lagi. Key tertawa kemudian membalas pelukanku.

“Aku juga tidak mau pisah darimu pabo. Aku tahu kau suka padaku. Jadi aku hanya menakut-nakutimu saja” balasnya kemudian tertawa lagi.

“Ya ! kau menyebalkan sekali !” aku melepas pelukanku dan sedikit memukul tangan Key.

“Aish ! Sakit” jawabnya sambil menggodaku.

“Jadi kertas itu tidak akan dipakai kan ?” tanyaku pada Key.

“Kertas ini ?” jawabnya sambil menunjukkan lembaran kertas di tangannya, “Sirho” sambungnya kemudian meremas kertas-kertas itu dan melemparnya ke dalam tong sampah.

“Gomawo. Key katakan padaku” perintahku pada Key.

“Apa ?” tanyanya pura-pura heran.

“Katakan kau juga suka padaku kan ?” aku menggodanya.

“Mmmm, sirho” jawabnya. Aku menggembungkan pipiku karena kesal padanya.

“Saranghae” sambungnya. Aku melihat wajahnya yang putih itu memerah lagi. Bukan karena mabuk, tapi karena malu.

“Ayo pulang” ajak Key sambil merangkul pundakku.

“Ke rumah kita” aku meneruskan kata-kata Key. Kami tertawa di depan gedung pengadilan itu.

“Kajja !” Key membawaku ke dalam mobilnya dan memacu mobilnya menuju rumah kami.

Ya, rumah kami. Rumah aku dan Key. Rumah yang akan menjadi tempat tinggalku dan Key selamanya.

*****

Cause you were my sun the moon

Nae juhnboo yutdun nuh

Nae bangeh itneun modeun gotdeuri nuhl geuriwohanabwa

Nuhl wihae chatda jichyuhsuh

Nuhl jamsi ijuhdoh

Soom gyunohen ooriye choo-uhgee

Gadeuk nama

Cause you’re still in my room

_______________

Silahkan tebak sendiri maksud gambar yang terakhir apa . .hahaha

Jangan jadi silent reader . .

kasih comment yaa . .

gomawo udh baca ff ini . . :)

4 thoughts on “[FanFic] We Got Married ?? (Part 6-End)

  1. annyeong,, new reader here,,
    mian,, aku komennya di part yg terakhir,, cz tanggung ngerampungin bacanya,,
    hehe,,
    kalo dibilang ini ff mirip ama film yg waktu itu diputer dalam rangka ultah indosiar yg keberapa (?),,
    castnya itu Kiki Farel sama Clara siapaaa gitu,, sekitar tahun 2009an,,
    lupa,, hehe,, bener ga???
    apa author terinspirasi dari film itu?? aku suka tuh ma itu film,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s