[FanFic] We Got Married ?? (Part 5)

Title                       : We Got Married ??

Author                  : Ima Tripleshawol

Cast                       : Kim Soo Young, Key

Other Cast          : Kim Hyun Ae, Lee Tae Min, Nicole KARA

Genre                   : Comedy, Romance

Rated                    : PG-15+

Aku membawa Soo Young ke meja nenek. Nenek malah melihat Soo Young dengan raut wajah yang kesal.

“Dengan siapa kau di dalam ?” tanya nenek. Dia melihat Taemin ? Aigo, bagaimana ini ?

“A-aku . .” jawab Soo Young ragu.

“Dia siapa !” bentak nenek.

“Dia temannya, nek. Aku tahu dia” aku membantu Soo Young menjawab pertanyaan nenek. Soo Young hanya  menunduk diam. Aku merangkul pundak Soo Young dan mendekatkan badan Soo Young ke badanku.

“Aku kira kau selingkuh dengan laki-laki itu. Ingat Soo Young, kau sudah menikah. Kau harus menjaga sikapmu” nenek menasihati Soo Young.

“Ne” jawab Soo Young singkat masih sambil menundukkan kepalanya.

“Ayo, makan. Semuanya kan sudah ada disini” aku mencoba mencairkan suasana.

Kami semua makan dengan cukup lahap. Sepertinya nenek sudah melupakan kejadian tadi. Soo Young pun sudah kembali ceria lagi. Setelah makan, aku dan Soo Young pulang duluan.

#####

Soo Young P.O.V

Key itu baik ? Tapi kenapa dia harus dengan Nicole ? Aku menatap kosong ke jalanan memikirkan hal ini.

“Key, gomawo” aku mengucapkan kata-kata itu secara reflex.

“Untuk apa ?” jawab Key yang terpaku pada jalanan.

“Kau sudah menyelamatkanku dari nenek” aku melirik ke wajah Key.

“Itu kewajibanku. Aku sudah berjanji untuk selalu menjagamu” balasnya sambil tersenyum lalu mengusap rambutku. Deg, deg . Jantungku berdetak kencang lagi. Aku memegangi dadaku sambil mengatur napas.

Akhirnya aku dan Key sampai di rumah. Hari ini sangat melelahkan. Aku sangat ingin merebahkan diri di tempat tidur.

“Kenapa hpmu tidak bisa di hubungi ?” tanya Key padaku ketika sampai di kamar.

“Hpku mati. Aku lupa memberitahumu, mian” jawabku.

“Besok antarkan aku ke sekolah, ya Key” sambungku. Aku baru ingat Taemin besok harus berangkat pagi-pagi sekali karena ada urusan dengan guru.

“Kemana namjachingumu ? bisaanya kau di jemput dia kan ?” tanya Key sinis.

“Dia besok ada urusan. Jebal” aku memohon sambil mengeluarkan shining eyesku.

“Aku ini hanya pelarianmu. Sirho” jawab Key.

“Ayolah. .Ayolah” aku memohon lagi sambil menarik-narik baju Key.

“Hmmm” Key menghela napas, “Baiklah, aku akan mengantarmu” akhirnya Key mau mengantarkan aku ke sekolah.

“Aaah, gomawo Key” aku mencubit pipinya. Dia hanya tersenyum padaku dan keluar dari kamarku. Key sudah membereskan kamar yang dulunya gudang. Sekarang dia tidur di kamar itu.

*****

Esok paginya, saat aku turun dari kamarku, Key sudah ada di meja makan dengan 2 tumpuk roti. Aku menghampiri Key dan duduk di meja makan.

“Kau buat ini ? Untuk sarapan ?” aku terheran-heran melihat Key membuat sarapan.

“Ne, sudah cepat. Nanti kau telat” jawab Key. Aku memakan roti yang sudah dibuat Key.

Setelah menghabiskan roti dan meminum susu, aku dan Key segera berangkat. Key juga sekalian mau berangkat ke kantornya. Key mengantarkanku sampai kedepan gerbang sekolah.

“Kau mau dijemput juga ?” tanya Key sebelum aku turun dari mobilnya.

“Anni, Taemin yang akan mengantarku. Gomawo Key” aku membuka pintu mobil, tapi Key memegang bahuku. Saat aku berbalik, tiba-tiba dia mencium keningku, aku diam membatu. Dia ? mencium keningku ? Aku langsung memegang dadaku. Berusaha meredam suara detakan jantungku.

“Masih ada aku. Telepon aku kalau kau butuh bantuan” Key tersenyum padaku. Aku membalas senyumannya kemudian turun dari mobil.

“Annyong, hati-hati” aku melambaikan tangan. Key membalasnya kemudian pergi ke kantornya. Aku berjalan menuju kelas sambil senyum-senyum sendiri.

Ketika sampai di depan kelas, ada Taemin menungguku. Dia memberikan senyuman hangatnya lalu menghampiriku.

“Bisa kita bicara Soo Young-ah ?” tanya Taemin.

“Ne, aku simpan tas dulu” jawabku. Aku masuk ke dalam kelas dan menyimpan tasku di bangkunya Hyun Ae. Hyun Ae sedang asyik mengobrol dengan teman lainnya. Dia tidak menghiraukan aku yang datang ke bangkunya. Aku hanya melihatnya kemudian keluar dari kelas.

Taemin menggandeng tanganku dan membawaku duduk di kursi dekat lapangan basket. Tidak ada orang lain selain aku dan Taemin disana. Taemin menatap kedua mataku.

“Ceraikan dia” ujar Taemin. Ucapan Taemin membuatku sangat kaget, aku mengalihkan pandanganku.

“Bagaimana kau tahu ?” aku mencoba tenang di hadapan Taemin.

“Tadi malam, aku tidak sengaja mendengar kau dimarahi nenekmu. Dia bilang ‘kau itu sudah menikah, kau harus jaga sikapmu’ Key hyung itu suamimu kan ?” jelas Taemin. Aku terpaku dan masih tidak percaya Taemin tahu mengenai hal ini.

“Ne, dia suamiku. Rumahku yang baru sebenarnya rumah untuk aku dan Key tinggal setelah menikah. Mianhae Taemin” aku menunduk. Taemin mengangkat bahuku dan membuatku menatap kedua matanya.

“Ceraikan dia. Untuk aku” ucap Taemin kemudian memelukku. Apa yang harus aku lakukan ? Kalau aku memutuskan Taemin, belum tentu Key menjauh dari Nicole kan ? Kalau aku cerai dengannya, dia bisa bahagia dengan Nicole. Aku dan Taemin juga bisa tenang kan ? Tapi nenek ?

“Aku harus pikirkan ini” aku meninggalkan Taemin yang masih duduk di kursi itu. Aku masuk ke kelas dan duduk di kelas sambil memikirkan ini.

*****

Aku harus ceraikan Key. Itulah keputusan terakhirku. Aku yakin, Nicole dan Taemin akan bahagia jika aku melakukan ini.

Aku pulang ke rumah dengan sedikit ragu. Tapi ini adalah keputusan terbaik menurutku. Aku masuk ke dalam halaman rumah. Mobil Key terparkir di sini, berarti Key tidak kerja. Aku masuk dan membuka pintu rumah.

“Key ! Aku mau cerai” aku bereriak. Key berlari ke arahku lalu membekap mulutku dengan tangannya.

“Ssst, ada nenek disini” ujar Key. Aku langsung kaget dan mencoba mengatur napas karena dibekap Key. Key melepas tangannya dari mulutku kemudian merangkulku. Key membawaku ke ruang TV tempat nenek duduk.

“Nenek, ada perlu apa ?” tanyaku pada nenek sambil duduk di sebelahnya.

“Nenek mau menginap disini. Hanya sehari saja, besok nenek pulang” jawab nenek.Tidur dimana ? Di rumah ini hanya ada dua kamar untuk aku dan Key.

“Ooo, ayo nek. Aku tunjukkan kamar nenek” balasku. Aku membawakan tas nenek ke kamarku. Aku menaruh tas nenek di kamarku dan menyuruh nenek berisirahat.

“Kalian tidur dimana ?” tanya nenek.

“Itu bukan masalah, aku dan Key bisa tidur dimana saja. Sekarang nenek istirahat dulu, nanti malam kita makan diluar” jawabku. Aku menyelimuti nenek kemudian keluar dari kamar.

Aku kembali ke ruang tamu tempat Key duduk. Dia melihatku dan menyuruhku duduk di sebelahnya. Aku mengikuti perintahnya dan duduk di sebelahnya.

“Kau mau kita cerai ?” tanya Key tiba-tiba.

“Ne, ini keputusan terbaik. Kau bisa bahagia dengan Nicole, aku juga bisa bahagia dengan Taemin” jawabku.

“Tapi bagaimana dengan nenek ? Dia bisa sakit lagi kan ?” balas Key sambil menatap kedua mataku.

“Aku akan bicara dengan nenek. Aku yakin nenek bisa mengerti” aku mengalihkan pandanganku dari tatapan mata Key.

“Terserah kau saja” Key kemudian pergi keluar rumah. Aku tidak tahu dia kemana, mungkin menenangkan diri. Aku tidak mau cerai dari Key. Aku sudah terlanjur suka padanya. Tanpa terasa, air mataku sudah menetes ke baju yang aku gunakan saat itu.

Sampai jam 10 malam, Key belum pulang juga. Aku mengkhawatirkannya, bahkan aku dan nenek sampai tidak jadi makan malam diluar. Handphonenya pun tidak bisa dihubungi. Aku jadi kebingungan sendiri memikirkan Key. Aku menunggunya di teras rumah, aku yakin dia akan pulang.

Saat aku sedang menunggu diluar, sebuah mobil masuk ke halaman rumahku. Tapi yang membawanya bukan Key. Orang yang membawa mobil itu adalah temannya. Aku menghampiri mobil Key, aku membuka pintu di sisi satunya. Kudapatkan Key sedang mabuk tidak sadarkan diri. Aku membopongnya ke dalam rumah di bantu teman Key. Aku membawanya ke kamarnya dan menidurkannya.

“Gomawo oppa” aku membungkukkan badanku pada teman Key.

“Sama-sama, ini kunci mobil Key. Dia minum sangat banyak sekali, jaga dia” teman key menyerahkan kunci mobil Key padaku kemudian pergi.

Aku melepas sepatu Key dan duduk di sebelahnya. Aku memandangi wajah Key yang merah karena mabuk. Aku menyelimutinya dan tidak tahu harus berbuat apa. Aku meninggalkan Key yang saat itu tertidur.

“Jangan pergi, temani aku” Key menahan tanganku. Aku kembali duduk di sebelahnya.

Aku menemaninya sampai jam 12 malam, Key masih belum melepaskan tangannya dari tanganku.  Mataku sudah tidak kuat lagi untuk menjaga Key.

*****

Saat aku bangun, aku berada di sebelah Key. Aku sengaja bangun pagi sekali agar bisa membuat bekal untuk Taemin dan Key. Nenek menyuruh Key untuk mengantarkanku ke sekolah. Selama di mobil, aku tidak bicara apa-apa dengannya. Kami berdua hanya diam dan tak ada yang berani membuka pembicaraan sampai tiba di sekolahku.

“Key, ini bekal untukmu. Dimakan, ya” aku menyerahkan bekal yang sudah kubuat tadi pagi.

“Gomawo” jawab Key sambil menyambut bekal yang kuserahkan. Sebelum keluar dari mobil, Key mencium keningku lagi.

“Tolong pikirkan lagi kata-katamu” ujar Key. Aku hanya mengangguk kecil kemudian keluar dari mobilnya.Mianhae Key.

Aku berjalan ke dalam sekolah sambil memperhatikan sekelilingku. Mungkin ada Taemin, pikirku. Ternyata benar, Taemin sedang main basket dengan teman-temannya.

“Taemin !” panggilku. Dia menoleh padaku yang ada di samping lapangan. Dia menghampiriku dengan napas terengah-engah.

“Soo Young, ada apa ?” tanya Taemin yang sudah bermandikan keringat walaupun masih pagi. Aku mengeluarkan sapu tanganku dan mengelap muka Taemin yang penuh keringat.

“Aku mau memberikan ini” aku berhenti mengelap muka Taemin dan menyerahkan bekal yang kupegang.

“Ah, gomawo” jawabnya. Dia menyambut bekalku dan membuka bekalnya. Dia duduk di kursi di pinggir lapangan.

“Aku buatkan special untukmu” ujarku sambil duduk di sebelahnya.

“Sepertinya enak” celetuk Taemin. Taemin menyuapkan makanan yang kubuat ke dalam mulutnya. Aku menunggu reaksi dari Taemin.

“Bagaimana ?” tanyaku.

“Enak sekali” jawabnya sambil menyuapkan sesuap lagi ke mulutnya. Setelah hampir habis, dia menutup bekalnya kemudian menatapku lagi.

“Kau mau cerai dengannya kan ?” tanya Taemin tiba-tiba. Aku jadi teringat Key.

”Aku butuh waktu Taemin-ah” aku meninggalkan Taemin lagi. Aku masuk ke dalam kelas dan duduk di kursi tempat aku duduk. Aku memandang keluar jendela dan melihat Taemin yang sedang main basket.

Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku, aku menoleh padanya. Hyun Ae ? Hyun Ae duduk di sebelahku.

“Kau ada masalah Soo Young ?” aku menyambut ucapan Hyun Ae dengan sebuah pelukan.

“Kau tidak marah Hyun Ae ?” ujarku di telinganya. Dia mengangguk kecil dan membalas pelukanku.

“Aku akan ceritakan semuanya” aku melepas pelukanku dan menatap kedua mata Hyun Ae.

“Aku sudah menikah” sambungku. Hyun Ae menutup mulutnya dengan tangan kanannya menandakan ia kaget.

“Dengan Taemin ?” tanyanya.

“Anniyo, dengan Key” jawabku. Dia menghela napas lega.

“Dia bukan kakakmu ?” tanyanya lagi.

“Bukan. Sebenarnya waktu aku di Jeju Island, aku liburan dengan Key” aku menjelaskan semuanya pada Hyun Ae dengan jelas. Dia hanya mengangguk-angguk pertanda ia mengerti perkataanku.

“Jadi ini semua rencana nenekmu ?’

“Ne” jawabku singkat. Dia mengusap-ngusap punggungku.

“Selamat, ya” ujarnya sambil tersenyum manis. Aku membalas senyumannya, kemudian melihat keluar lagi.

“Aku juga mau mengatakan sesuatu padamu” sambung Hyun Ae. Aku menengok ke Hyun Ae  lagi.

“Ada apa ?” tanyaku.

“Sebenarnya, aku-aku . .” Hyun Ae menjeda omongannya.

“Aku suka Taemin” sambungnya. Hyun Ae hanya menunduk, bisa kulihat wajah Hyun Ae memerah. Aku kaget mendengar Hyun Ae mengatakan itu. Hyun Ae menyukai Taemin ? Aku tidak tahu harus bicara apa.

Aku tidak bisa konsentrasi selama pelajaran berlangsung. Pikiranku hanya tertuju pada Hyun Ae, Taemin, dan Key. Aku masih bingung dengan keputusanku.Kalau aku memilih Taemin, kasihan Hyun Ae. Kalau aku memilih Key, bagaimana Nicole ?

*****

Ketika jam pulang sekolah, aku menunggu Taemin di depan kelasku. Taemin belum pulang karena sepertinya ada keperluan dengan guru barunya. Aku memandang ke arah gerbang sekolah. Seorang laki-laki masuk ke halaman sekolah sambil ditatap kagum beribu wanita di sekolahan ini. Aku memicingkan mataku untuk melihatnya dengan jelas. Key ? Dia ada disini ? Tepat saat aku menebaknya, Taemin sudah berdiri di hadapanku. Disaat yang sama juga Key ada di sebelah Taemin sambil melihat ke arahku.

“K-key ?” ucapku terbata. Taemin yang melihat ke arahku pun langsung menolehkan mukanya pada orang yang kusebut Key itu. Key dan Taemin bertatapan seakan mereka ini adalah musuh bebuyutan.

-tbc-

angan jadi silent reader . .

kasih comment yaa . .

gomawo udh baca ff ini . . :)

One thought on “[FanFic] We Got Married ?? (Part 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s