[FanFic] We Got Married ?? (Part 4)

Title                       : We Got Married ??

Author                  : Ima Tripleshawol

Cast                       : Kim Soo Young, Key

Other Cast          : Kim Hyun Ae, Lee Tae Min, Nicole KARA

Genre                   : Comedy, Romance

Rated                    : PG-15+

Preview :

Aku berjalan menuju resepsionis yang ada di lobby kantor. Aku menanyakan ruangan Key tentunya. Wanita itu bilang bahwa ruangan Key ada di lantai dua. Aku segera memasuki lift, dan menekan lift ke lantai 2. Aku melihat ruangan yang bertuliskan Kim Ki bum di pintu ruangannya. Aku mengintip dari pintunya. Kulihat Key sedang makan siang dengan Nicole ? Omona, kenapa harus ada Nicole di sini ?

*****

Aku masuk ke dalam ruangan Key, dan mereka berdua terlihat kaget melihatku.

“Ah, mian. Aku mengganggu, ya” jawabku dengan ekspresi pura-pura kaget.

“Kebetulan sekali kau disini. Ayo ikut makan dengan kami” ujar Nicole. Makan dengannya ? Tidak mau dan tidak akan pernah.

“Kau ada perlu denganku ?” tanya Key sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.

“Tidak jadi. Nanti saja di rumah, aku pulang dulu” aku pergi keluar dari ruangan yang panas itu.

Sudah jelas semuanya. Dia tidak mungkin menyukai anak kecil sepertiku. Apa aku harus menerima Taemin ? Jelas, dia menyukaiku. Aku mengirim pesan pada Taemin agar kami bertemu sekarang juga. Aku dan Taemin janjian di café dekat kantor Key.

“Ada apa Soo Young-ah ?” suara Taemin mengagetkanku.

“Ayo duduk” aku mempersilakan Taemin duduk di depanku. Dia menatapku dengan wajahnya yang lucu itu.

“Aku . .aku . .mau jadi pacarmu” sambungku dengan terbata.

“Mworago ?! Jeongmal ?” tanya Taemin dengan ekspresi senang.

“Ne, Jeongmal” jawabku.

“Aigo, belum pernah aku sesenang ini” ujar Taemin sambil menggenggam tanganku.Ah, gelangnya !

“Taemin-ah. Aku punya sesuatu untukmu” ujarku sambil mengaduk-aduk tas, “Ini untukmu” aku mengeluarkan gelangnya dari tasku kemudian menyerahkannya pada Taemin.

“Aaah, gomapseumnida” jawabnya sambil mengacak-acak rambutku. Aku memasangkan gelang itu ke tangan Taemin.

Aku dan Taemin berjalan-jalan menelusuri jalanan kota Seoul sampai sore. Aku juga sedikit berbelanja untuk di rumah baruku di bantu Taemin.

“Aku antarkan sampai rumah, ya” ujar Taemin.

“Ne. Tapi, aku sudah pindah rumah sekarang” balasku.

“Benarkah ? Aku mau tahu rumah barumu” ucap Taemin dengan senangnya.

“Baiklah” aku naik ke motor Taemin dan memeluknya dengan sangat erat. Aku  memejamkan mataku dan merasakan kehangatan tubuh Taemin.

“Kau pindah ke mana ?” tanya Taemin. Aish ! Aku lupa memberitahu alamatnya.

“Tidak jauh dari sini. Dari perempatan jalan di depan sana belok kiri, rumahku yang ke sepuluh dari jalan depannya” jelasku. Dia menganggukan kepalanya kemudian memacu motornya.

“Kita sudah sampai” ujar Taemin. Omo, cepat sekali sudah sampai lagi.

“Gomawoyo Taemin-ah” ujarku sambil turun dari motornya Taemin. Taemin turun dari motornya dan membuka helmnya.

“Cheonmaneyo” jawabnya.

“Kau mau masuk dulu ?” ujarku. Sepertinya Key belum pulang jam segini ?

“Ne, aku parkirkan motorku dulu” Taemin memarkirkan motornya di halaman depan rumahku. Kemudian kami bersama-sama masuk ke dalam rumah. Ternyata benar dugaanku, Key belum pulang dari kantornya.

“Kau duduk saja disini. Aku ambilkan minum” aku meninggalkan Taemin menuju dapur. Kemudian kembali lagi dengan membawa dua gelas air putih dan satu toples snack.

“Sepi sekali rumahmu ? eomma dan appamu dimana ?” tanya Taemin.

“Mereka tidak disini, aku tinggal dengan kakakku” jawabku dengan yakin. Tak berapa lama, pintu rumahku terbuka dan Key masuk.

“O, Soo Young-ah” Key kaget melihatku sedang berdua dengan Taemin.

“Key, aku mau mengenalkan seseorang padamu” aku menggandeng tangan Taemin dan membantunya bangun dari kursi. Aku membawanya ke hadapan Key yang saat itu masih ada di depan pintu.

“Nugu ?” tanya Key sinis.

“Taemin-ah, kenalkan dia Key. Key, kenalkan dia Taemin” aku memperkenalkan mereka berdua. Taemin tersenyum pada Key, tapi Key malah berlalu masuk ke dalam rumah.

“Dia kakakmu ? Kau tidak memanggilnya oppa ?” tanya taemin.

“A-a-anni. Aku sudah terbisaa memanggilnya Key” aku mencoba tersenyum pada Taemin.

“Keurae, sudah malam Soo Young-ah. Aku pulang dulu” Taemin mengambil jaketnya. Aku mengantarnya sampai ke depan gerbang.

“Besok aku jemput, ya” ucap Taemin sebelum naik ke motornya. Taemin mencium keningku kemudian memelukku.

“Ne Taemin-ah. Saranghaeyo” balasku yang masih ada dalam pelukannya.

“Na-do. Annyeong Soo Young-ah” Taemin naik ke motornya. Kemudian meninggalkan rumahku dengan sangat cepat. Dia mencium keningku ? Deg deg, jantungku berdetak kencang lagi.

Aku masuk ke dalam rumah masih sambil memegangi dadaku. Aku senyum-senyum mengingat ekspresi Taemin waktu aku bilang mau jadi pacarnya. Aku membanting tubuhku ke atas tempat  tidur. Aku memejamkan mataku, tapi tiba-tiba Key membuka pintu kamar dengan kasar. Aku menoleh padanya, Key menghampiriku.

“Siapa laki-laki itu ?” tanya Key sinis.

“Dia pacarku” jawabku dengan sinis juga.

“Mworago ?! Pacar ? Kau itu masih berstatus sebagai istriku” balas Key sambil menatapku.

“Kenapa ? Kau juga dengan Nicole kan ? Kita sama” aku bangun dan balas menatap Key.

“Terserah kau menganggap Nicole itu apa” Key keluar dari kamar. Aku mengangkat bahuku kemudian melanjutkan tidurku.

*****

Aku bangun pagi-pagi sekali agar Taemin tidak menungguku. Saat aku akan pergi, Key masih tertidur di sofa ruang TV dengan selembar selimut yang di pakainya. Aku tersenyum melihatnya kemudian segera keluar dari rumah. Taemin sudah ada di depan gerbang rumahku. Aku melambaikan tangan padanya dan berlari naik ke motornya.

Ketika sampai di sekolah, Hyun Ae ada di depan gerbang sekolah dan memandang sinis padaku dan Taemin. Aku tersenyum padanya, tapi dia malah memalingkan mukanya. Aku turun dari motor Taemin dan menghampirinya.

“Hyun Ae, kau kenapa ?” tanyaku sambil sedikit berlari mengejarnya.

“Sirho” jawabnya singkat. Dia berjalan lebih cepat dariku dan masuk ke kelas. Aku berhenti dan terdiam memikirkan tingkah Hyun Ae.

“Temanmu kenapa ?” tanya Taemin tiba-tiba.

“Mollayo, aku akan coba bicara padanya. Annyong Taemin-ah” aku melambaikan tangan padanya dan masuk ke kelas. Aku duduk di sebelah Hyun Ae dan memandang wajahnya.

“Hyun Ae” panggilku. Dia tidak memalingkan wajahnya, dia masih menatap keluar jendela. Aku hanya menghela napas kemudian membuka bukuku.

*****

Sampai jam pulang sekolahpun Hyun Ae tidak mengeluarkan suaranya. Dia bahkan mendahuluiku pulang. Aku mengejarnya, tapi Taemin mencegahku.

“Biarkan dia sendiri. Sepertinya dia sedang ada masalah” ujar Taemin.

“Baiklah” aku mengikuti Taemin.

Taemin mengantarku sampai ke rumah. Kebetulan sekali, saat aku sampai ke rumah Key sedang mencuci mobilnya di halaman depan rumah.

“Taemin-ah, nanti sore kita jalan-jalan, ya” ucapku manja. Aku sengaja bermesraan di depan Key, aku melihat reaksi Key. Key hanya memandangiku dengan menaikkan sebelah alisnya.

“Ne, Soo Young-ah” balas Taemin. Aku memeluknya dan Taemin balas memelukku. Setelah beberapa lama Taemin melepas pelukanku dan pergi dengan motornya. Aku berjalan masuk ke halaman rumah.

“Cih, lucu sekali. Istriku punya pacar, dan berpacaran di depan mataku sendiri” ujar Key menyindir sambil mencuci mobilnya.

“Haha, lucu juga, ya. Kalau suamiku suka berduaan dengan wanita lain. Apalagi sampai dibawakan makan siang ke kantornya” balasku. Dia melihatku dan menyemprotkan air dari selang  yang di pegangnya ke arahku.

“Ya ! bajuku basah, kau ini menyebalkan sekali” aku merebut selang air yang di pegangnya dan menyemprotkan air padanya. Aku tertawa sangat puas melihat Key yang di semprot air. Kami malah bermain air di halaman rumah.

Setelah kami puas bermain air, aku dan Key mengeringkan badan. Karena lelah, kami duduk di ruang TV sambil menonton TV.

“Kau tidak kerja Key ?” aku membuka pembicaraan.

“Anni, aku capek. Aku mau libur dulu hari ini” jawab Key.

“Oooh. .” balasku singkat.

“Soo Young, buatkan aku makanan. Aku lapar” ujar Key tiba-tiba.

“Ne, aku akan coba buat makanan” aku berjalan ke dapur dan memeriksa isi kulkas. Yang kutemukan hanya beberapa lembar sayuran dan beberapa potong ayam. Aku membuka lemari makanan, ada tepung terigu dan telur.

Aku mengeluarkan semua makanan yang ada di kulkas dan lemari makanan. Kuputuskan untuk membuat ayam tepung. Aku memecahkan telur ke mangkuk dan mencampurnya dengan terigu. Aku mengaduk-aduk adonannya. Ah, terlalu kentalpikirku. Aku menambahkan air pada adonannya, terlalu cair pikirku lagi.

“Kau mau kubantu ?” Key tiba-tiba datang ke dapur menawarkan bantuan.

“Ne, bantu aku” jawabku.

Dua jam kemudian. . .

Aku dan Key masih bergelut dengan tepung dan adonan itu. Kami sudah pasrah dan duduk di kursi dekat dapur. Aku bersandar pada punggung Key dan dia juga bersandar pada punggungku.

“Aku capek” keluhku.

“Ne, aku juga. Tepungnya sudah habis, adonannya jadi banyak seperti ini” balas Key.

“Aku lapar” ujarku diiringi bunyinya perutku.

“Soo Young-ah, kenapa kita tidak pesan pizza saja ?” Key berdiri dan hampir membuatku jatuh.

“Kenapa kau baru bilang sekarang ?” jawabku kesal.

Akhirnya aku dan Key memesan pizza. Kami makan dengan lahapnya karena lapar. Setelah menghabiskan satu box pizza, kami tidur-tiduran di ruang TV.

“Wah,sudah jam 4. Aku harus siap-siap” ujarku sedikit berbisik.

“Mau pergi dengan Taemin kan ?” tanya Key yang sepertinya mendengar perkataanku.

“Ne, aku mau jalan-jalan” jawabku sambil berdiri dan masuk ke kamar. Aku berganti baju dan turun ke bawah lagi untuk menunggu Taemin datang.

“Hari ini ada makan malam dengan nenek. Dia memintaku untuk mengajakmu” ujar Key.

“Jam 7 kan ? Aku janji akan pulang sebelum jam 7” aku tersenyum padanya dan bergegas keluar karena sudah ada suara motor Taemin.

“Aku berangkat dulu, ya” sambungku sambil teriak dari luar. Aku naik ke motor Taemin. Taemin memacu motornya dengan cepat.

“Kau mau ke mana ?” tanya Taemin.

“Jalan-jalan keliling Seoul lalu makan di café favoritku. Cheondeok café, dekat rumah lamaku” jawabku. Taemin menganggukan kepalanya tanda mengerti.

#####

Key P.O.V

Apa bagusnya laki-laki itu ? Aku menggerutu sambil memindahkan channel TV. Tidak ada channel TV yang bagus untuk di tonton. Paling acara music dan reality show yang tidak penting. Aku mematikan TV dan menyetel music di dalam MP4. Aku memasang headset di telingaku dan menggerak-gerakkan kaki sesuai irama lagu.

“Sepi sekali rumah ini” aku melepas headsetku dan membuka handphoneku. Ada banyak sms yang masuk ke handphoneku. Dari Nicole, dan nenek. Kubuka sms dari nenek.

From : Nenek

Key, bilang pada Soo Young.

Kami semua menunggu kalian di Cheondok café.

Tidak jadi di rumah nenek.

Gomapseumnida . .

Cheondok café ? dekat rumahnya Soo Young ? Baiklah, aku harus bersiap-siap dari sekarang.

****

Sudah jam setengah 7 malam, Soo Young belum pulang juga. Aku mencoba menghubunginya tapi tidak bisa. Bagaimana ini ? Pasti nenek menanyakan Soo Young kalau aku tidak bersamanya. Akhirnya aku memutuskan untuk berangkat sendirian naik mobil.

Aku menjemput nenek dulu ke rumahnya. Sepertinya acaranya sedikit formal, nenek memakai baju yang sangat bagus.

“Mana Soo Young ?” tanya nenek. Aku mencoba cari alasan.

“Dia ada perlu, nek. Nanti dia menyusul kita ke Cheondeok café” aku memaksakan senyum pada nenek. Nenek mengangguk, aku kemudian membukakan pintu mobil untuk nenek.

*****

Sesampainya di Cheondeok café, hanya aku dan nenek yang baru datang. Aku membawanya ke dalam café itu. Soo Young dan Taemin ? Mereka sedang makan dan terlihat saling menyuapi. Nenek melihat ke sekeliling café. Nenek tidak boleh tahu hal ini.

“Nenek, kita di luar saja. Di luar udaranya lebih enak” aku membalikkan badan nenek.

“Diluar dingin. Di dalam saja” nenek membalikkan badannya lagi.

“Tapi aku mau diluar. Ayolah nenek, kita tunggu Soo Young di luar” aku mencoba menahan nenek agar tidak masuk ke dalam café.

“Mmmm, baiklah. Ayo” nenek mengikutiku keluar. Aku menghela napas lega, semoga nenek tidak melihat Soo Young.

“Nenek duduk disini saja. Aku mau ke toilet dulu sebentar” aku mendudukkan nenek. Aku masuk ke dalam café dan menghampiri Soo Young. Aku berdiri di pinggir meja mereka berdua.

“Key ? sedang apa kau disini ?” tanya Soo Young sambil berdiri dari kursinya.

“Nenek ada disini” jawabku.

“Mwo ?!” Soo Young terlihat kaget.

“Key hyung. Annyong” sapa Taemin. Aku hanya tersenyum simpul padanya dan melihat ke Soo Young lagi.

“Ikut aku. Kau harus bertemu nenek” aku menarik tangan Soo Young. Tapi dia menepisnya.

“Aku tidak mau” Soo Young malah melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kau mau membunuhku, hah ?” aku membisikannya di telinga Soo Young.

“Sirho. Nanti Taemin sendirian” jawabnya.

“Gwenchana Soo Young. Nenekmu lebih penting, aku pulang sendirian saja” ujar Taemin.

“Jeongmal gwenchana ?” tanya Soo Young memastikan jawaban Taemin.

“Gwenchanayo Soo Young-ah” Taemin mengacak-acak rambut Soo Young. Apa maksud mereka berdua seperti itu di depanku ? Kenapa tiba-tiba hawa disini jadi panas ?

“Ayo cepat” aku menarik tangan Soo Young. Soo Young mengikutiku sambil melambaikan tangannya pada Taemin.

Aku membawa Soo Young ke meja nenek. Nenek malah melihat Soo Young dengan raut wajah yang kesal.

“Dengan siapa kau di dalam ?” tanya nenek. Dia melihat Taemin ? Aigo, bagaimana ini ?

“A-aku . .” jawab Soo Young ragu.

“Dia siapa !” bentak nenek.

-tbc-

jangan jadi silent reader . .

kasih comment yaa . .

gomawo udh baca ff ini . . :)

One thought on “[FanFic] We Got Married ?? (Part 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s