[FanFic] We Got Married ?? (Part 3)

Title                       : We Got Married ??

Author                  : Ima Tripleshawol

Cast                       : Kim Soo Young, Key

Other Cast          : Kim Hyun Ae, Lee Tae Min, Nicole KARA

Genre                   : Comedy, Romance

Rated                    : PG-15+

“Key, aku mau ke kamar” ujarku lalu pergi meninggalkan mereka. Mata Key mengikuti ke arah aku pergi. Bisa gila aku lama-lama di sana.

*****

Sudah jam 11 siang, tapi Key belum kembali dari sarapannya. Tak mungkin kan dia sarapan sampai dua jam ? Key tidak membawa handphonenya. Karena kesal menunggu Key, aku pun pergi ke pantai sendirian. Aku berjalan di pinggir pantai sambil menendang-nendang pasirnya. Aku jadi ingat Key lagi, tunggu, siapa itu di restoran ? Hyun Ae ?

“Hyun Ae !” panggilku. Hyun Ae menoleh padaku kemudian melambaikan tangannya.

“Soo Young, katanya nenekmu sakit ?” aku duduk di kursi depan Hyun Ae.

“Ne, tapi justru aku di suruh nenek ke sini. Aku bersama . .. .” Omo ! hampir saja aku kelepasan.

“Dengan siapa Soo Young ?” tanya Hyun Ae sambil menatapku.

“Bersama kakakku” jawabku. Key menganggapku sebagai adiknya ? Aku juga bisa menganggapnya sebagai kakak.

“Oooouuh, kau menginap dimana ?” tanya Hyun Ae lagi.

“Di sana” aku menunjuk sebuah hotel yang berada tidak jauh dari tempat aku duduk dengan Hyun Ae, “kau menginap dimana ?” sambungku.

“Ah. .aku menginap di rumah sepupuku” jawabnya sambil tersenyum. Aku dan Hyun Ae mengobrol lama. Mungkin sampai satu jam, membahas hal-hal tidak penting. Saat sedang membicarakan Taemin, tiba-tiba raut muka Hyun Ae berubah. Aku tidak tahu kenapa raut muka Hyun Ae selalu berubah kalau membicarakan Taemin. Apalagi kalau aku katakan aku makin suka dengan Taemin.

“Soo Young-ah ?” suara yang sudah tidak asing lagi di telingaku. Key ! Aku menoleh ke belakang dan ternyata benar. Dia tidak bersama Nicole.

“Waeyo Key ?” tanyaku sinis. Dia melihat ke arah Hyun Ae, kemudian menaikkan sebelah alisnya.

“Dia kakakmu Soo Young ?” tanya Hyun Ae tiba-tiba.

“Ne” jawabku singkat.  Key mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Ikut aku” Key menarik tanganku dari sana.

“Aku duluan Hyun Ae” teriakku yang jalan terseret karena di tarik Key.

Key membawaku ke sebuah tempat di dekat hotel yang lumayan sepi. Aku melepaskan tangan Key dan membuatnya berbalik. Aku memegangi pergelangan tanganku yang sakit karena di tarik Key.

“Sakit Key !” teriakku.

“Kau menganggapku sebagai kakakmu ?” tanya Key yang mengalihkan pandangannya ke pantai.

“Kau juga menganggapku sebagai adikmu kan ? Impas jadinya” jawabku kesal. Dia pikir aku tidak bisa berbuat sama ?

“Itu kan anggapan Nicole, aku masih menganggapmu sebagai istriku” dia menoleh padaku.

“Tapi kau diam saja kan waktu dia bilang aku ini adikmu ?”

“Itu karena. . “

“Karena kau suka dia kan ?” aku memotong omongan Key, “sudah, tidak usah di bahas” aku berlari meninggalkan Key dan segera masuk ke dalam lobby hotel. Aku masuk ke dalam lift yang saat itu terbuka. Sebelum pintu lift tertutup aku bisa melihat Key bingung mencariku. Mukaku memanas, aku kesal melihat Key bersama Nicole.

Akhirnya aku sampai di kamar. Aku merebahkan diriku di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar. Mataku jadi mengantuk karena memikirkan kata-kata Key. Aku pun memejamkan mataku dan tertidur.

*****

Saat aku membuka mataku, posisi tidurku sudah berubah dan memakai selimut. Aku bangun dan melihat Key yang sepertinya sedang menonton TV. Aku duduk di sofa sebelah Key. Dia tidak menghiraukan aku yang ada di sebelahnya.

“Ehm. .ehm” aku pura-pura batuk, tapi Key masih tidak teralihkan dari TV yang ada di depannya.

“Ehm. .ehm” batukku di keraskan dari sebelumnya.

“Di meja ada air minum kan ?” jawabnya singkat. Mwo ?! dia ? dia ? omona, dia itu kenapa sih ?

“Aku mau pulang” ujarku. Akhirnya dia melihat ke arahku, dia terlihat heran dengan omonganku.

“Pulang ? kita baru sehari disini” jawab Key.

“Ne, aku mau pulang besok. Aku tidak mau lama-lama disini” aku memanyunkan bibirku.

“Kenapa ? Apa karena Nicole ?” tanya Key. Pertanyaan Key sangat tepat dengan alasanku untuk pulang secepatnya.

“Anniyo”

“Lalu apa ? Tenang saja, dia itu hanya teman dekatku”

“Lebih dari itupun bukan masalah buatku. Aku kan harus sekolah”

“Baiklah, aku turuti semua kemauanmu. Sekarang kau antarkan aku cari oleh-oleh” mohon Key.

“Aku juga mau cari oleh-oleh” jawabku. Aku senang sekali kalau sudah menyangkut yang namanya jalan-jalan.

“Kajja !” ajak Key.

*****

Ketika berkeliling, aku menemukan gelang yang sepertinya sangat cocok untuk Taemin. Aku memperhatikan gelang itu. Aku tidak mengerti selera laki-laki. Apa aku tanya Key saja ?

“Key, kau suka gelang seperti ini ?” tanyaku pada Key.

“Ne, gelang itu sangat bagus. Untukku, ya ?” jawab Key dengan percaya diri.

“Tentu saja bukan. Gelang ini untuk seseorang yang special” ujarku sambil tersenyum lebar. Karena Key suka gelang ini, aku memutuskan membelinya.

Key selalu merangkulku kalau kami sedang jalan-jalan. Key membeli beberapa baju dan aksesoris untuk eomma dan appanya. Aku juga membeli baju untuk eomma, appa, dan nenek tentunya. Kami kembali ke hotel sekitar jam 5 sore.

“Kakiku pegal” keluhku ketika di dalam kamar. Tanpa basa-basi lagi, aku segera duduk di sofa dan merelakskan kaki dan badanku.

“Kau mau tahu caranya agar kakimu itu tidak pegal lagi ?” tanya Key lalu duduk di sebelahku.

“Ne, sangat mau” jawabku. Tiba-tiba Key mengangkat kedua kakiku ke atas pahanya, kemudian memijat-mijatnya. Ternyata benar, kakiku sudah tidak terlalu pegal lagi. Aku menurunkan kedua kakiku dari paha Key. Aduh, aku bingung harus berbuat apa.

“Gomawo Key” ujarku sambil tersenyum padanya.

“Cheonmaneyo” jawabnya sambil membalas senyumku.

Key kemudian pergi ke kamar mandi. Aku memutuskan untuk menelepon nenek, aku akan bilang bahwa kami akan pulang besok.

“Yoboseyo nenek” ucapku ketika nenek mengangkat teleponnya.

“Ada apa Soo Young ?” jawab nenek.

“Aku dan Key akan pulang ke Seoul besok. Aku ingin di jemput di bandara nek” aku memohon pada nenek.

“Kenapa kalian ingin pulang cepat ?” tanya nenek lagi.

“Ada pengganggu disini” jawabku sambil berbisik.

“Baiklah, biar nanti supir yang menjemput kalian di bandara” nenek menghela napas.

“Kamsahamnida nenek” ujarku.

Tak lama kamudian, Key keluar dari kamar mandi dan sepertinya melihatku baru menutup telepon.

“Siapa yang menelepon ?” tanya Key.

“Aku menelepon nenek. Aku mau di jemput di bandara nanti” jawabku.

“Lalu nenek bilang apa ?”

“Nanti supir yang menjemput kita” aku tersenyum pada Key.

“Kau mau makan malam ?” Key menyambung pembicaraan.

“Sirho, aku mau istirahat” jawabku. Sebenarnya, alasanku tidak mau makan malam adalah Nicole. Pasti dia ada di bawah nanti.

“Kalau begitu, biar petugas hotel yang mengantar makan malamnya ke sini” sambung Key sambil mengacak-acak rambutku.

“Ne, gomawo Key” ujarku.

Selang 30 menit, makanan sudah sampai di kamar kami. Tak ada yang special saat kami makan. Hanya saja Key sedikit menatanya di meja di teras kamar kami. Setelah makan, aku dan Key membereskan piring-piringnya.

“Kau mau tidur dimana ?” tanyaku ketika Key mengambil bantal-bantalnya dari sofa ruang TV.

“Di tempat tidur. Aku bosan tidur di sofa” jawabnya. Setahuku dia belum pernah tidur di sofa ? Dia kan selalu bersamaku 2 hari ini ?

“Kau kan belum pernah tidur di sofa” ujarku.

“Benarkah ? Kalau begitu hari ini aku tidak mau tidur di sofa. Aku mau tidur di tempat tidur” dia membanting tubuhnya ke atas tempat tidur. Aku kerjai saja dia . Aku menggelitiki perut Key. Dia tertawa geli tapi kemudian membalas menggelitikiku. Aku dan Key malah bermain di tempat tidur. Tapi kemudian …

BRUKK . .

Aku dan Key terjatuh ke lantai kamar kami. Aku jatuh tepat di atas Key. Dia menatapku dengan kedua mata sipitnya.  Jantungku ! Mau copot rasanya melihat tatapan matanya. Aku segera bangun dan menepuk-nepuk pundakku.

“Mianhae Key” ujarku. Dia hanya tersenyum kemudian bangun dan berlalu ke arah TV sambil membawa bantal-bantalnya.

Aku mengusap dadaku kemudian tidur di atas tempat tidur. Entah kenapa, aku tidak bisa tidur karena Key tidak ada di sebelahku. Sekitar jam 1 malam, aku terbangun dan menghampiri Key yang ada di ruang TV. TV masih menyala, tetapi Key sudah tertidur dengan pulasnya. Aku mengambil remote kemudian mematikan TVnya. Aku mengambil selimutku dan menyelimuti Key. Aku memperhatikan wajah Key untuk beberapa saat. Dia lucu juga. Aku tertawa kecil memandang wajah Key lalu mencubit pipinya.

*****

“Bangun Soo Young-ah” suara seseorang membuatku terbangun dari tidurku. Aku menggerakkan tubuhku kemudian bangun.

“Wae Key ? Ini masih pagi sekali” tanyaku pada Key, orang yang membangunkanku.

“Kita lari pagi, kita nikmati hari terakhir disini. Jebal . .”Key memohon sambil menyipitkan matanya.

“Hoaahmm . .Baiklah, aku cuci muka dulu” aku bangun dengan malasnya menuju kamar mandi. Mencuci muka kemudian berganti baju.

Aku berlari dengan malasnya di pinggir pantai. Key sudah terlihat jauh di depanku. Dia sangat semangat sekali, batinku. Aku berlari menyusulnya, tapi dia malah berlari lebih kencang dariku. Bukannya lari pagi, aku dan Key malah bermain air di pinggir pantai.

*****

Akhirnya aku bisa menghirup udara kota Seoul. Pesawat kami berangkat lebih awal dari yang di tentukan. Aku segera berlari ke arah mobil yang terparkir di depan bandara Incheon.

“Ini jalan kemana ? bukannya rumah nenek kesana ?” tanyaku pada supir karena jalannya lawan arah dari rumah nenek.

“Nenek menyuruh saya untuk mengantar ke rumah di jalan sana” jawab pak supir sambil menunjuk ke arah jalan.

Aku dan Key saling bertatapan penuh tanda tanya. Beberapa menit kemudian, aku dan Key sampai di sebuah rumah yang cukup besar. Rumah yang baru di beli nenek sepertinya. Aku dan Key turun dari mobil dan segera memasuki rumah itu. Saat kami masuk, di ruang tamu sudah ada nenek, eomma, appa, eomma, dan appa Key. Wajah eomma dan appa terlihat sangat khawatir. Kami ikut duduk di kursi ruang tamu.

“Ada apa ini nek ? Kenapa semuanya berkumpul di rumah ini ?” aku mencoba membuka pembicaraan.

“Mulai hari ini, kau dan Key akan tinggal di rumah ini” jawaban nenek membuat aku tersontak kaget.

“Mworago ?!” ujarku dan Key bersamaan.

“Kalian berdua akan tinggal disini” tegas nenek. Aku menelan ludahku, dan melihat Key yang sepertinya juga tidak mau tinggal disini.

“Disini hanya ada satu kamar, kamar yang satu dijadikan gudang oleh pemiliknya. Jadi kalian harus tinggal satu kamar” sambung nenek. Pernyataan nenek membuatku lebih kaget dari sebelumnya. Lagi ??

“Tapi nek. Aku kan masih sekolah, aku tidak mau . .”

“Kalian ini selalu membantah nenek ! Kalian mau nenek sakit lagi ?” ucapanku di potong oleh nenek. Aku menunduk merasa bersalah pada nenek, apalagi Key.

“Baik nek” Key menjawab dengan tegas. Key merangkulku, pertanda ia menyemangatiku. Lagi-lagi aku harus pasrah dengan keputusan nenek.

*****

Sudah semalam aku tinggal di rumah baru itu. Sekarang saatnya aku kembali ke sekolah. Nenek tidak menyewa pembantu untuk mengurus rumah baru ini, katanya agar aku bisa belajar jadi istri yang baik. Aku dan Key tidak sempat sarapan karena bangun kesiangan. Walaupun kesiangan Key tetap tidak mau mengantarkanku ke sekolah.  Akhirnya aku naik bus ke sekolah. Setelah turun di pemberhentian bus aku segera berlari ke jalan menuju sekolahku.

“Soo Young-ah !” panggil seseorang. Aku melirik ke arahnya, Taemin ?

“Kau terlambat juga ? Ayo naik motorku saja” ajak Taemin. Tanpa berpikir panjang, aku naik ke motornya. Ketika sampai di sekolah, ternyata bel sekolah belum berbunyi. Aku turun dari motor Taemin.

“Gomawo Taemin-ah” ujarku sambil tersenyum padanya. Dia membuka helmnya kemudian tersenyum balik padaku.

“Sama-sama Soo Young-ah” jawabnya.

“Aku duluan Taemin” ujarku sambil sedikit berlalu. Tapi, Taemin mencegahku. Dia memegang tanganku, menahanku agar tidak pergi dari situ.

“Aku mau bicara. Kau bisa ikut denganku ke taman sekolah ?” tanya Taemin.

“Ne” jawabku. Taemin membawaku ke taman sekolah. Kami duduk di salah satu bangkunya.

“Soo Young-ah” panggilnya.

“Mwo ?” aku menoleh ke wajahnya.

“Aku menyukaimu sejak dulu. Kau mau jadi pacarku ?” pertanyaan Taemin membuatku kaget.  Ini yang aku tunggu dari dulu, tapi jantungku tidak berdetak kencang lagi, apa aku masih suka dengan Taemin ? Key ? pikiranku langsung tertuju pada Key.

“Aku butuh waktu” jawabku. Entah kenapa, wajah Key langsung terbayang di benakku.

“Aku tidak memaksa. Kau boleh menjawab kapanpun kau mau” balasnya. Taemin mengacak-acak rambutku kemudian mengantarku ke kelas.

Aku tak bisa curhat dengan Hyun Ae. Dia tidak tahu Key itu siapa. Aku memikirkan masalah ini selama pelajaran. Hyun Ae hanya memandangku heran.

“Kau ada masalah Soo Young ?” tanya Hyun Ae ketika kami jalan menuju gerbang.

“Sirho” jawabku singkat. Kalau aku menolak Taemin dan bilang aku suka Key, belum tentu Key menyukaiku kan ? Aku harus memastikan Key dulu.

“Aku duluan, ya Hyun Ae” aku berlari meninggalkan Hyun Ae menuju pemberhentian bus. Aku naik bus ke kantornya Key. Saat jam pulang sekolah bisaanya Key juga sedang istirahat.

Aku berjalan menuju resepsionis yang ada di lobby kantor. Aku menanyakan ruangan Key tentunya. Wanita itu bilang bahwa ruangan Key ada di lantai dua. Aku segera memasuki lift, dan menekan lift ke lantai 2. Aku melihat ruangan yang bertuliskan Kim Ki bum di pintu ruangannya. Aku mengintip dari pintunya. Kulihat Key sedang makan siang dengan Nicole ? Omona, kenapa harus ada Nicole di sini ?

-tbc-

jangan jadi silent reader . .

kasih comment, yaa . .

gomawo udh baca ff ini . . :)

2 thoughts on “[FanFic] We Got Married ?? (Part 3)

  1. Huwaaa !!!
    Nicole selalu deh merusak mood nya soo young -______-‘
    Dia itu sebnernya temen apa pacarnya key ya ? (˘̩̩̩^˘̩ƪ)

    Sabaar sooyoung unnie ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s