[FanFic] We Got Married ?? (Part 2)

Title                       : We Got Married ??

Author                  : Ima Tripleshawol

Cast                       : Kim Soo Young, Key

Other Cast          : Kim Hyun Ae, Lee Tae Min, Nicole KARA

Genre                   : Comedy, Romance

Rated                    : PG-15+

“Kau senang kan ?” tanyaku dengan nada mengejek pada Key.

“Haha, tentu saja. Kau dan aku kan sudah menikah, jadi aku bebas melakukan apa saja padamu” Key mendekatkan badannya ke badanku. Aku duduk di sisi satu tempat tidur, Key mengikutiku dan memasang tampang nakalnya. Key mendorongku hingga aku berada pada posisi tidur. Aish ! Apa maunya anak ini. Key mendekatiku, tapi dengan refleks aku menendang dada Key. Dia pun jatuh dan tergeletak di lantai. Aku segera bangun dan menghampiri Key yang sedang pingsan di lantai.

“Key . .Key” aku mengguncangkan-guncangkan tubuh Key. Tapi dia tidak bergeming sedikit pun.Aku menggoyang-goyangkan tubuhnya lagi.

“Boo . .!” Key mengagetkanku.Aku memukul kepalanya dengan tanganku. Key tertawa dengan sangat puas. Dia menyebalkan sekali !

Hari ini terasa sangat cepat, sampai-sampai langit sudah gelap lagi. Aku dan Key harus tidur bersama malam ini ? Tidak akan ?! Aku naik ke tempat tidur diikuti oleh Key.

“Kau mau apa ?” tanyaku dengan raut muka seram menatapnya.

“Aku mau tidur. Sudah jangan tanya lagi, aku capek” jawabnya, Key berbaring di tempat tidur. Tapi aku mendorongnya hingga ia jatuh ke lantai.

“Kau tidur di bawah.Tempat tidur hanya untuk aku” balasku sambil berkacak pinggang di atas tempat tidur.

“Anni, aku juga mau tidur di atas” Key kembali ke atas tempat tidur. Aku mengambil stick baseball yang berada di pojok ruangan.

“Cepat turun, atau kau mau kupukul hah ?”ancamku sambil mengangkat stick baseball itu ke arah Key.

“Baiklah, aku mengalah” jawab Key pasrah kemudian membawa bantal dan gulingnya ke bawah.

“Ini selimut untuk alas tidurmu.Aku tidak usah pakai selimut” aku melemparkan selimut pada Key.Dia menangkapnya kemudian menggelar selimut itu menjadi alas tidurnya. Aku pun tidur dengan nyenyak di atas kasur, aku tidak memikirkan Key sama sekali.

*****

Suara burung-burung berkicauan membangunkanku yang sedang tertidur nyenyak. Aku membuka mataku dan… Key ! dia ada di tempat tidur bersamaku, bahkan dia memelukku. Aku melepaskan tangan Key dari tubuhku kemudian segera berdiri di tempat tidur.

“Hoahhmm. .sudah pagi, ya” tanya Key polos sambil menggerakkan tubuhnya. Key bangun dan terduduk di atas tempat tidur.

“Beraninya kau melanggar perjanjian yang tadi malam sudah kita buat” bentakku sambil melipat kedua tanganku di dada.

“Perjanjian apa ? Aku tidak ingat, seingatku kau hanya menyuruhku tidur di bawah kan ?”

“Lalu kenapa kau pindah ke atas ?”

“Tadi malam banyak nyamuk.Jadi aku pindah ke atas agar kau dan aku tidak digigit nyamuk” jawabnya pura-pura polos.

“Lalu kemana stick baseballku ?” tanyaku heran karena stick baseballku tak ada di dalam kamar.

“Kutaruh di luar, berbahaya sekali” Key keluar dari kamar dan kembali lagi dengan membawa stick baseballku. Aku merebutnya dari Key kemudian memukulnya.

“Inilah perjanjianku. Kau akan di pukul kalau tidur di atas” aku memukuli Key dengan stick baseballku. Tapi dia berhasil menghindar dan keluar dari kamar.

Pagi ini nenek mengajak kami untuk sarapan bersama.Suasana di meja makan sangat hening. Tidak ada yang berbicara sama sekali.

“Key, bagaimana malam pertamamu ?” pertanyaan nenek membuat Key tersedak dengan susu yang diminumnya. Aku pun menjadi salah tingkah dengan Key.

“Uhuk .Uhuk. . .” Key terbatuk-batuk, aku memukuli punggung Key dengan cukup keras.

“Kenapa ? Ada yang aneh ?” tanya nenek lagi.

“Anniya, cukup menyenangkan nek” jawab Key sambil tersenyum dan mengusap-usap dadanya. Apa maksud Key ?

“Aku sudah membeli tiket pesawat ke Jeju Island. Kalian akan liburan disana” kali ini aku yang tersedak susu karena pernyataan nenek.

“Mworago ?” tanyaku memastikan.

“Kalian akan menghabiskan weekend di sana” jelas nenek.

“Mmmm, bagus juga. Kapan kami berangkat ?” tanya Key senang.

“Nanti siang. Baju-baju kalian sudah ku minta untuk di antarkan ke sini” nenek menyuapkan setumpuk roti ke dalam mulutnya.Kenapa nenek suka sekali buat rencana mendadak ?

Aku  hanya bisa pasrah dengan perintah nenek. Sebelum jam 10, baju-baju kami sudah sampai di rumah nenek. Nenek memberikan dua lembar tiket pesawat menuju Jeju Island kepadaku. Di tiket itu tertulis pesawat berangkat jam 2 siang.

*****

Kami berangkat ke bandara di antar oleh eomma dan appa Key. Mereka sangat baik kepadaku, sangat berbeda dengan Key. Mereka mengantar kami sampai pintu masuk ruang tunggu keberangkatan.

“Key, ingat dia masih sekolah.Kau jangan apa-apakan dia, ya” pinta eomma Key.

“Kau bisa percaya padaku eomma” Key mengedipkan sebelah matanya kemudian membawaku masuk ke ruang tunggu keberangkatan. Appa dan eomma Key melambaikan tangan ke arah kami berdua.Kami pun membalas lambaian tangan mereka.

“Maafkan nenekku, ya Key” ucapku tiba-tiba. Entah kenapa aku ingin mengatakan itu pada Key.

“Gwenchana, nenekmu nenekku juga” jawabnya sambil mengacak-acak rambutku. Deg, deg, jantungku terasa lebih cepat sekarang. Sama seperti ketika aku berhadapan dengan Taemin. Aku jatuh cinta lagi ? dengan Key ? Anni anni, jangan Soo Young.

*****

Akhirnya kami sampai di Jeju Island. Selama di perjalanan Key tidak banyak bicara seperti bisaanya. Nenek menyewakan hotel yang berada di pinggir laut.Pemandangan yang sangat indah dari kamarku.

“Pemandangannya indah sekali” teriak Key dari balkon kamar kami.

“Ne. . .sangat indah” teriakku juga. Aku merentangakan tanganku sambil menghirup udara laut yang sangat menusuk hidung. Tiba-tiba Key merangkulku dengan sebelah tangannya. Aku menjadi salah tingkah dan malah memandangi wajah Key yang sepertinya sangat menikmati udara laut.

Key masuk ke dalam kamar dan membuka bajunya. Dia hanya memakai celana pendek selutut saja. Aku menutup kedua mataku dengan tanganku.

“Ya ! Kau mau apa” tanyaku tanpa menyingkirkan kedua tanganku dari mataku.

“Aku mau ke pantai. Kau mau ikut tidak ? Aku tunggu di bawah” Key keluar dari kamar dan bisa kurasakan langkah kaki Key menjauh dari kamar. Aku pun segera berganti baju dengan pakaian pantai yang kubawa dan menyusul Key di lobby hotel.

“Kajja !” aku berlari sambil menarik tangan Key.

Di pantai ini tidak terlalu ramai pengunjung. Hanya ada aku dan Key, mungkin dengan beberapa orang lainnya.

“Soo Young, senyum” teriak Key dari jarak beberapa meter dariku. Aku bisa melihat Key membawa sebuah kamera Polaroid berukuran kecil. Aku pun tersenyum ke kamera dan segera menghampiri Key.

“Mana aku lihat” aku merebut hasil fotonya dari tangan Key.

“Jangan di ambil. Itu untuk kutaruh di dompet” Key merebutnya lagi dan menyimpannya di saku celana. Key berlari dan tertawa lepas ke arah laut.

*****

Langit sudah berubah menjadi jingga, pertanda matahari akan segera terbenam. Aku dan Key duduk di pinggir pantai sambil memandang ke laut. Aku mengambil sebatang kayu kecil yang ada di sebelahku kemudian mengukir namaku dan nama Key di pasir.Anniyo.Aku menghapus nama Key dan menggantinya dengan nama Taemin. Itu baru benar. Aku kembali memandang laut yang sudah menenggelamkan separuh dari matahari.

“Aku berharap hari ini tidak pernah berakhir” ucap Key pelan tapi terdengar olehku.

“Mwo ?” tanyaku memastikan.

“Anniyo” Key bangun kemudian menarik tanganku kembali ke hotel.

Kami kembali ke hotel dan membersihkan badan kami. Aku dan Key bersiap-siap untuk makan malam. Kami memutuskan untuk makan makanan hotel saja karena capek. Aku dan Key duduk di restoran di hotel itu. Nenek sengaja memesan special dinner untukku dan Key.

“Mana cincinmu ?” tanya Key tiba-tiba.

“Aku taruh di meja dekat tempat tidur.Mianhae” aku tersenyum padanya.

“Kau tunggu disini. Aku mau ambil sesuatu” Key berlari ke arah lobby hotel dan naik lift ke lantai atas. Beberapa menit kemudian Key kembali sambil membawa kamera polaroidnya dan cincinku ??

“Mana tanganmu ?” tanya Key. Aku mengangkat tangan sebelah kananku ke hadapan Key. Kemudian Key memasangkan cincinku di jari manisku. Aku menatap mata Key, sepertinya dia tulus memakaikan cincin ini di jariku.

“Gomawo Key” aku menarik kembali tanganku dan memebetulkan cincin yang di pasangi Key.

“Kita kan sedang liburan. Jadi kau harus memakai cincin itu terus” pinta Key.

“Ne Key oppa” aku tertawa memanggilnya oppa. Aku tidak bisaa memanggilnya oppa.

CKLIIK . Key mengambil gambarku ketika aku sedang tertawa.

“Aaaaah, Key” aku merebut hasil fotonya dari Key. Tapi tak berhasil.

“Ueek” Key mengeluarkan lidahnya mengejekku.

“Pasti mukaku jelek sekali Key !” aku memukul tangannya agar Key menyerahkan foto itu padaku.

“Aku mau menyimpan fotomu kalau lagi tertawa” Key menjauhkan tangannya kemudian memasukkan fotonya ke saku celananya. Aku menekuk mukaku selama kami makan.

Setelah selesai makan aku dan Key kembali ke kamar untuk tidur. Ketika sampai di kamar, Key mengambil bantal dan guling kemudian siap-siap tidur di sofa. Aku jadi heran melihat tingkah Key yang aneh itu. Aku menghampiri Key kemudian memegang dahinya. Tidak panas, tapi kenapa dia aneh seperti ini ?

“Ya ! Apa yang kau lakukan ?” Key mendorong tanganku dari dahinya.

“Kau kenapa Key ? sakit ?” tanyaku heran.

“Sirho, aku hanya tidak mau di pukul pakai stick baseballmu” jawabnya.

“Baguslah kalau kau sadar. Aku tidur ya” aku beranjak ke tempat tidur, menarik selimut, kemudian menutup mataku perlahan. Tapi sudah setengah jam aku menutup mataku, aku belum juga bisa tertidur. Akhirnya aku bangun dan tidur-tiduran di kursi malas teras kamarku.Aku menatap ke arah langit yang sangat indah malam ini.

“Sedang apa kau disini ?” tanya seseorang membuatku kaget.

“Key ?aku tidak bisa tidur, jadi aku keluar saja” jawabku masih memandang ke langit.

“Aku juga” ujar Key. Key kemudian duduk di kursi malasku dan ikut tidur-tiduran, “langitnya bagus” sambung Key.  Aku menoleh pada muka Key yang hanya berjarak beberapa senti dari mukaku. Deg, deg, jantungku terasa lebih cepat dari sebelumnya. Aku langsung mengalihkan pandanganku ke langit lagi.  Aku bisa mencium wangi tubuh Key. Ternyata Key orang yang cukup hangat, aku bisa merasakan kehangatannya malam ini.

*****

Aduh badanku sakit semua.keluhku ketika bangun. Saat aku bangun aku sadar bahwa aku dan Key tidur di luar. Key masih ada di sebelahku dan memelukku. Key mencoba menutupiku dengan tangan dan badannya. Dia memelukku sangat erat, bahkan aku bisa mendengar detak jantung Key.

“Key” aku mencoba melepaskan pelukan Key.

“Mworago” jawab Key tapi ia masih menutup kedua matanya.

“Lepaskan aku” balasku. Ia melepaskan pelukannya kemudian melanjutkan tidurnya. Aku bangun dan segera masuk ke kamar mandi. Pipiku hangat, berarti dari tadi malam dia memelukku ? Omona, aku takut.

Saat aku selesai mandi, Key masih tertidur di luar. Aku membangunkannya dan menyuruhnya untuk segera mandi. Setelah Key masuk kamar mandi, aku menyalakan TV kemudian duduk di sofa. Pandanganku kosong menatap TV itu. Aku masih memikirkan apa yang dilakukan Key.

“Kau mau sarapan ?” tanya Key mengagetkanku.

“Ne, tentu saja. Aku lapar sekali” jawabku sambil mengusap-usap perutku.

“Ayo, sekarang sudah jam 8” Key menarik tanganku keluar dari kamar.

“Key !” teriak seorang wanita ke arah kami. Dia menghampiri kami.

“Ah Nicole, sedang apa kau disini ?” tanya Key pada wanita yang bernama Nicole itu. Aku memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah. Perfect ! pikirku.

“Aku sedang liburan disini. Kau dengan siapa ke sini ?” tanyanya balik.

“Aku bersama.. .bersama . .” Key menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ayo katakan aku istrimu, katakan.

“Dia adikmu, ya. Lucu sekali” sambung Nicole. Nicole mengacak-acak rambutku, sementara Key hanya diam saja. Ah Key ! Kau itu bagaimana, aku itu istrimu bukan adikmu.

“Kami mau sarapan. Kau mau ikut ?” tanya Key.

“Ne, aku mau sarapan” Nicole menggandeng tangan Key dan mendorongku sampai hampir terjatuh. Omo, dia keterlaluan sekali. Aku mengikuti mereka dari belakang, Key terlihat seru mengobrol dengan Nicole. Bahkan di lift pun, Key berdampingan dengan Nicole. Nicole juga memilih duduk di sebelah Key saat sarapan. Aku hanya diam melihat mereka berdua. Ah, menyebalkan !

“Key, aku mau ke kamar” ujarku lalu pergi meninggalkan mereka. Mata Key mengikuti ke arah aku pergi. Bisa gila aku lama-lama di sana.

-tbc-

jangan jadi silent reader . .

kasih comment, yaa . .

gomawo udh baca ff ini . . :)

2 thoughts on “[FanFic] We Got Married ?? (Part 2)

  1. Itu Soo Young udh mulai suka tuh sama Key..

    Key disini sweet banget. Kyaa~~ jadi pengen..
    Huwaa, udh mulai ada orang ketiga tuh yg ngeganggu hubungan mereka. Penasaran, Nicole itu siapanya Key sih?
    Lanjut baca part 3..

  2. Huaaaa.. Nicole menyebalkan..
    Mengganggu honeymoon orang laiin dan juga merusak hubungan soo young sma key *ambil granat
    • . ωĸαªĸαªĸαªĸαªĸαª . • ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s