[FanFic] This is My Life (Part 3-end)

Title : This is My Life (Part 3-end)

Author : Ima Tripleshawol

Cast : Park Soo Ri, SS501, Sunny SNSD

Genre : Romance

(Part 1) (Part 2)

 

——————–

Saat naik taksi menuju hotel, aku siap menelepon Hyung oppa untuk menanyakan nama hotel ia tempati. Aku mengaduk-aduk isi tasku hingga sleting terkecil dalam tasku. Omo ! dimana handphoneku ? Handphoneku hilang. Aku ingat-ingat lagi kejadian selama di pesawat.

Aku masuk ke dalam pesawat. Kemudian duduk sendirian di kursi paling belakang. Saat pesawat akan berangkat, aku mematikan handphoneku dan kutaruh di….. Aku mengingat-ingat lagi, di saku kursi di depanku ! Iya, handphoneku tertinggal di sana. Ah, pabo saram ! Setelah berpikir lama, akhirnya aku memutuskan untuk menginap di hotel Regal iclub di 211 Johnston Road, Wanchai. Aku duduk di kamar hotel dan segera menyalakan TV dan memindahkannya ke channel berbahasa Korea.

“Untuk menyambut boyband SS501 yang mengadakan konser persona, para Triple S Hongkong menyambut mereka di bandara internasional Hongkong Chek Lap Kok. Para Triple S sangat memadati area lobby bandara ini. Dapat di perkirakan ada ratusan orang disini” seorang wanita memaparkan sangat jelas keadaan di bandara itu.Hyung oppa dan teman-temannya belum sampai di Hongkong ? Aku memutuskan untuk kembali ke bandara dan berusaha agar bisa berbicara dengan Hyung oppa.

*****

Ramai sekali ? baru 45 menit  aku tinggalkan bandara ini, sudah banyak orang  yang memadati bandara ini. Aku harus menerobos kerumunan orang-orang yang ada disana sambil menjaga perutku agar tidak terdesak-desak untuk berada di barisan paling depan. Dari tempat aku berdiri, aku bisa melihat dengan jelas kedatangan pesawat yang Hyung oppa dan teman-temannya naiki. Setelah beberapa menit, kudengar teriakan yang sangat keras dari Triple S yang berada di sekelilingku.

“SS501” teriak mereka dengan bahasa Inggris. Kulihat Jungmin oppa masuk terlebih dahulu diiringi teriakan para Triple S. Setelah beberapa langkah Jungmin oppa berjalan, Hyung oppa masuk dengan kacamata hitam dan senyuman khasnya.

“Hyung oppa” teriakku di tengah kerumunan itu, “Hyung oppa” teriakku lagi. Hyung oppa tidak melirikku ? apa dia benar-benar tidak melihatku ? “Hyung Jun oppa” teriakku yang kali ini lebih keras dari sebelumnya. Teriakanku berhasil membuat Hyung oppa melihat ke arahku dan menaikkan kacamata hitamnya. Ia terpaku di posisinya dan memandang ke arahku yang sudah mulai berkaca-kaca. Hyung oppa kemudian di dorong oleh Young Saeng oppa dan kemudian jalan mengikuti Saengie oppa.

Aku keluar segera dari kerumunan orang-orang itu dan berlari ke arah bus yang akan di tumpangi para personil SS501. Dan betapa beruntungnya aku, keadaan di sini tak seramai saat tadi. Aku sangat ingin bicara dengan Hyung oppa, aku ingin mengatakan sesuatu. Aku pun berada di barisan paling depan lagi kali ini. Hyung oppa sedikit berlari ke arah bus yang ada di depan bandara Hongkong. Tapi langkahnya terhenti dan melihatku yang berada di barisan depan. Ia menghampiriku dan tersenyum sangat manis padaku. Belum sempat Hyung oppa dan aku berbicara, para personil SS501 yang dikejar fans mendorong Hyung oppa masuk ke dalam bus.

“HYUNG OPPA !” teriakku mengalihkan perhatian member SS501 lainnya. Namun mereka hanya melihatku dan pergi dengan bus yang mereka tumpangi.

Melihat kepergian mereka tak terasa air mataku mengalir begitu saja.  Aku ingin memelukmu oppa, memberitahu kabar gembira itu. Karena penasaran, aku mencoba bertanya pada salah satu Triple S Hongkong.

“Permisi. Apa kau tahu dimana hotel tempat personil SS501 menginap ?” tanyaku pada salah satu Triple S Hongkong dengan bahasa Inggris.

“Iya, aku tahu. Mereka menginap di hotel dekat pelabuhan” Triple S itu tersenyum ramah padaku kemudian pergi.

****

Sinar matahari mulai masuk ke dalam kamarku. Itu pertanda untukku bahwa aku harus segera bangun. Ini bukan mimpi ? Kenapa harus terjadi padaku di saat aku ingin memberitahukan kabar ini ? Aku pun segera masuk ke kamar mandi dan menyegarkan badanku. Aku memutuskan untuk mencari Hyung oppa lagi hari ini.

Aku mencarinya lagi di hotel. Hari ini tak lebih ramai dari kemarin, jadi aku lebih leluasa untuk bergerak. Dari kejauhan kulihat Hyung oppa dan teman-temannya sedang berada di dalam lift yang turun dari lantai atas. Aku mencoba untuk melihat mereka lebih dekat lagi namun dihalangi oleh petugas keamanan.

“HYUNG OPPA !” suaraku sudah hampir habis karena berteriak-teriak. Mereka pun turun dari lift yang pintunya terbuat dari kaca dan transparan. Aku sudah putus asa untuk bertemu dengan Hyung oppa.

*****

Aku keluar dari kerumunan itu dan kepalaku sudah mulai terasa pusing. Tak lama kemudian para personil  SS501 keluar dari hotel tersebut. Aku tak kuat lagi menerobos, aku takut terjadi apa-apa dengan bayiku. Tapi tak ada cara lain lagi, aku menguatkan diriku, aku semakin dekat dengan vannya. Ketika aku siap menggedor kacanya, van itu jalan. Omona!! Hyung jun oppa, vannya sudah melaju. Aku berteriak dan berlari mengejar van itu.

“HYUNG JUN OPPA!!!!” aku berteriak menghabiskan tenaga terakhirku, aku terduduk di tengah jalan dan semuanya menjadi kabur dari pandanganku.

#####

Hyung Jun P.O.V

Soori kenapa kau tak mengangkat teleponmu. Aku sangat mengkhawatirkanmu.Aku masih duduk terpaku di kursi bandara Incheon. Aku masih memikirkan Soori yang dari tadi tidak mengangkat teleponku.

“Ayo kita berangkat” Jungmin menarik tanganku agar bangun dari kursiku.

“Tunggu sebentar” jawabku yang masih mencoba menelepon Soori.

“Ayo, pesawat sudah mau take off” Hyun Joong datang dengan membawa beberapa lembar tiket yang sudah di periksa petugas bandara.

“Kau resah sekali Hyungjun. Wae ?” tanya Young Saeng.

“Anniya. Ayo. . .” aku berjalan gontai menuju pesawat.

*****

“Aigo, lihat! Triple S Hongkong banyak sekali” ujar Saengie ketika turun dari pesawat.

“Ne, ayo cepat” Jungmin sangat semangat. Dia berjalan duluan dan aku mengikuti di belakangnya.

“HYUNG OPPA !” teriak seseorang yang sudah tak asing lagi bagiku. Awalnya, aku tidak menghiraukan panggilan itu.

“HYUNG JUN OPPA !” teriaknya lagi. Aku menoleh pada asal suara itu.

Soori ? Aku menaikkan kacamataku dan mencoba melihat dengan jelas. Dia benar-benar Soori ? Kenapa dia bisa ada disini ? Dia. . .Menangis ? Aku menatapnya untuk beberapa saat.

“Ayo jalan Hyung Jun” Young Saeng mendorongku dari sana. Aku melirik ke tempat tadi dan mendapatkan Soori sudah tidak ada di sana. Young Saeng terus mendorongku sampai hampir ke pintu keluar. Namun aku melepaskan tangannya dan sedikit berlari ke arah bus. Namun yang kulihat adalah Soori dengan wajah merah karena menahan tangis.

Soori ! Aku ingin bicara sesuatu padamu. Teriakku dalam hati, aku tersenyum sangat manis padanya. Aku menghampirinya, namun belum sempat kata-kataku keluar dari mulutku.

“Cepatlah Hyung, kita di kejar para Triple S itu” mereka semua mendorongku hingga ke dalam bus.

“Hyung Oppa !” teriakan Soori membuat para personil SS501 lainnya menoleh padanya. Namun mereka tetap mendorongku hingga masuk ke dalam bus.

Aku ingin mengusap air matamu Soori. Kenapa kau menangis ? ucapku dalam hati ketika melihat Soori menangis.

“Dia siapa Hyung ?” pertanyaan Jungmin membuatku sedikit kaget.

“Dia Soori” jawabku pada Jungmin.

“Nuguseyo ? Soori ?” Jungmin terlihat heran dan menggaruk-garuk kepalanya. Ya ! Aku lupa, mereka tidak tahu Soori.

“Sudah, tak usah di pikirkan” aku memalingkan wajahku ke arah Soori lagi. Dia menangis, wajahnya pucat. Bagaimana ini ? aku sangat bingung. Aku tak tahu harus bagaimana lagi.

*****

Malamnya aku tidak bisa tidur karena memikirkan Soori. Masalahnya, dia di Hongkong dan aku tak tahu bersama siapa. Handphonenya juga tak bisa di hubungi.

Pagi harinya, aku dan teman-temanku bersiap-siap untuk fitness di gym dekat hotel kami. Kami turun dari lantai atas menuju lantai paling dasar. Cukup banyak Triple S yang menunggu kami di lantai dasar. Aku mencoba mencari Soori di tengah kerumunan Triple S itu. Tapi aku tak melihatnya, mungkin dia tak ikut-ikutan para Triple S yang ada di sini. Aku pun berjalan tanpa menghiraukan keadaan di sekelilingku.

Akhirnya, sampai juga di dalam van, batinku karena aku meneroos para Triple S yang ada di sana.

“Ayo jalan” perintah Hyun Joong pada sopir van kami. Van kami pun melaju dan mulai meninggalkan halaman hotel kami.

“HYUNG JUN OPPA !” terdengar suara Soori samar-samar di telingaku. Aku melirik ke arah belakang van, dan yang kutemukan adalah Soori yang terduduk di tengah jalan.

“STOP ! Aku mau turun !” ujarku refleks ketika melihat Soori pingsan di tengah jalan itu. Van yang ku tumpangi berhenti dan aku segera turun dari van itu.

“Soori ! Soori !” aku menggoncang-goncangkan tubuh Soori. Namun dia tidak bergeming. Aku membopong tubuh Soori ke dalam van dan menidurkannya di kursi paling belakang.

“Bawa kami ke rumah sakit !” perintahku. Aku mengelus-elus rambut Soori dengan lembut. Teman-temanku memandangku heran ketika aku mengelus rambut Soori.

“Nugu Hyung Jun ?” tanya Kyu Jong.

“Nanti aku jelaskan. Cepat jalankan vannya !” teriakku kesal. Van kami pun melaju dengan cepat sampai ke rumah sakit. Aku membawanya turun dan mengikuti suster ke ruang UGD. Tapi para perawat tidak memperbolehkanku masuk. Aku menunggunya di luar dengan cemas. Soori, aku tidak kuat menyembunyikan ini semua. Aku akan memberitahukan ini ke teman-temanku.

“Bisa kita semua bicara” ujarku pada teman-temanku yang ternyata mengikutiku turun dari van. Aku menjelaskan semuanya pada mereka semua. Mereka semua terlihat sangat heran dan masih belum percaya dengan kata-kataku.

“Kau gila Hyungjun ? Kau menyembunyikan ini semua dari kami selama bertahun-tahun ?” Hyun Joong terlihat sedikit kesal.

“Mianhae. . . Soori sendiri yang tidak mau hal ini diketahui orang lain” aku menunduk dan menyesali kejadian yang di alami Soori. Seharusnya aku memberitahu mereka dari awal.

“Gwenchana Hyungjun” sahut Young Saeng oppa.

“Kau jaga dia saja disini. Kami ke gym dulu, ya” ujar Kyu Jong kemudian didiikuti kepergian teman-temanku dari sana.

#####

Soori P.O.V

Bau obat-obatan menusuk hidungku ketika aku bangun dari pingsanku. Samar-samar bisa kulihat ada yang memegangi tanganku sambil tertidur di sampingku.

“Hyung oppa” panggilku dengan suara yang parau. Orang itu mengangkat kepalanya kemudian memelukku.

“Soori-ya, kau tidak apa-apa ? Aku sangat mengkhawatirkanmu” ujar Hyung oppa cemas kemudian duduk lagi di kursi samping tempat tidurku.

“Tidak apa-apa oppa” jawabku dengan sedikit senyuman di bibirku.

“Untuk apa kau ke Hongkong ? Kau itu masih lemah, aku bingung karena tidak bisa menghubungimu. Apalagi ketika aku melihatmu di bandara” Hyung oppa mengelus rambutku.

“Aku ada praktek kerja dari sekolah. Aku terlalu lemah untuk membawa satu orang lagi di badanku” jawabku. Aku menunggu reaksi dari Hyung oppa, dia masih belum bereaksi dengan apa yang kuucapkan.

“Mwo ?! Satu orang lagi di badanmu ? Kau. . .” ujarnya kaget. Aku tertawa melihat ekspresi Hyung oppa.

“Kau masih belum mengerti ? Kau akan menjadi appa Hyungjun” jawabku sambil mencubit pipinya.

“Appa ??? kau hamil Soori-ya ?” tanyanya masih sedikit heran.

“Ne. . .” jawabku singkat.

“Kau tidak bohong kan ?” tanyanya lagi.

“Sirho oppa”

Hyung oppa tersenyum lebar kemudian loncat-loncat kegirangan. Aku tertawa melihat tingkah Hyung oppa.  Dia kemudian duduk lagi di sampingku sambil memegangi perutku.

“Dia akan menjadi penyanyi seperti ayahnya” ucap Hyung oppa. Dia seperti sedang membacakan mantera ke perutku.

“Oppa, apa yang kau lakukan ?” aku sedikit geli dengan apa yang dilakukan Hyung oppa.

“Diam, aku sedang mencoba merasakannya” Hyung oppa masih memegangi perutku sambil melihat ke atas seperti sedang berpikir.

“Dia belum bergerak oppa, baru 3 minggu” jawabku sambil menyingkirkan tangan Hyung oppa dari perutku.

“Aaaa. . . araseo” tawa kami pun meledak di ruangan itu.

******

Beberapa tahun kemudian . . .

“Appa, eomma. Aku mau es klim itu”ujar Soo Young sambil menunjuk-nunjuk ke arah toko es krim yang ramai dengan anak kecil yang sedang makan es krim.

“Kau mau es krim Soo Young ? Ayo kita kesana” Hyung oppa menggendong Soo Young dan membawanya masuk ke dalam toko es krim itu. Aku memegangi tangan Soo Young sampai kami ada di dalam toko es krim itu.

“Kau mau rasa apa ?” tanyaku pada Soo Young.

“Mmmm” ia berpikir sambil memasukan jari mungilnya ke dalam mulutnya, “chocolate” jawabnya lucu.

“Chocolate ? kau mau apa oppa ?” aku bertanya pada Hyung oppa yang sepertinya ingin makan es krim juga.

“Chocolate juga” jawab Hyung oppa semangat. Ternyata benar dugaanku, dia ingin makan es krim juga.

“Ahjumma, es krim chocolate tiga. Dimakan di sini, ya” ujarku pada ahjumma penjaga meja kasir. Dia menulis pesanannya kemudian mempersilakan kami untuk duduk.

Setelah mengetahui aku hamil waktu itu, Hyung oppa membuat konferensi pers di Hongkong. Awalnya banyak yang tidak menyukai aku sebagai istri Hyung oppa. Bahkan music di Korea sempat goyah karena kabar pernikahanku dan Hyung oppa yang menyeruak secara tiba-tiba. Pihak DSP ent. juga kerepotan mengurus berita Hyung oppa yang sangat mengagetkan. Tapi itu semua berlalu begitu saja diiringi berlalunya waktu juga. Sekarang aku dan Hyung oppa sudah hidup bahagia tanpa perlu khawatir ada yang mengusik kehidupan kami. Ditambah lagi kehadiran Kim Soo Young, anakku dan Hyung oppa. Nama itu di ambil dari gabungan namaku dan Hyung oppa. Park Soori dan Kim Hyung Jun. Anak kami perempuan dan suaranya bagus seperti ayahnya. Hyung oppa sangat menyayangi aku dan Soo Young. Bahkan dia rela keluar dari SS501 agar bisa hidup tenang bersamaku dan Soo Young.

“Saranghae Soori-ya” bisik Hyung oppa ketika kami duduk di toko es krim itu.

“Saranghae Hyungjun oppa” balasku.

“Soo Young juga” sambung Hyung oppa. Kami mencium pipi Soo Young di sebelah kanan dan kirinya.

“Eomma, appa. Pipiku basah” ujar Soo Young sambil mengusap pipinya dengan kedua tangannya. Aku dan Hyung oppa tertawa melihat Soo Young melakukan itu.

Aku harap kehidupan aku dan Hyung oppa begini selamanya. Tanpa khawatir dengan fans yang selalu mengikuti Hyung oppa. Gomawo oppa, kau rela berkorban untukku dan Soo Young.

Kim Hyung Jun & Park Soo Ri

Kim Soo Young

Always and Forever

_THE END_

gomawo udh baca smpe akhir . .

next : cerita Soo Young nya . .

kasih comment juga . . :)

2 thoughts on “[FanFic] This is My Life (Part 3-end)

  1. Hwaaaaaaaa ~
    Seneng banget baca part ini ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌
    Hahahahaha,, happy end😀
    Soo Young ? Member snsd dong ? #plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s