[FanFic] This is My Life (Part 1)

Title : This is My Life (Part 1)

Author : Ima Tripleshawol

Cast : Park Soo Ri, SS501, Sunny SNSD

Genre : Romance

I love my life.

I never be chagrined got married with him.

Saranghaeyo . .

******

“Omona ! aku terlambat ke sekolah” aku menggerutu dan berangkat sambil membawa setumpuk roti di tanganku. Aku tak sempat minum susu pagi ini apalagi sarapan.

Empat tahun sudah aku hidup seperti ini. Aku selalu berharap ia ada di rumah, tapi aku harus mengerti profesinya sekarang. Di tambah lagi dia sibuk dengan tour asianya. Aku sempat menyesal pernah menikah dengannya kemarin, tapi aku selalu ingat wajahnya dan segera melupakan hal itu. Walaupun aku masih sekolah, ibuku menyetujui aku menikah dengannya karena suatu hal. Mereka semua tak pernah tahu bahwa aku sudah menikah dengannya, dengan seorang idola yang mereka kagumi. Bahkan teman-temannya pun tak tahu bahwa dia sudah menikah.

_Flashback_

“Kau mau menikah denganku Soori-ya” Tanya seorang namja membuatku terkejut dengan ucapannya.

“Mworago ?! Tapi aku masih 15 tahun, mana mungkin ibuku menyetujuinya. Lagipula kau kan harus focus untuk project boyband mu oppa” jawabku pada namja itu.

“Ibumu sudah setuju aku menikah denganmu. Aku janji pada ibumu, aku akan selalu menjagamu dan tak akan menyakitimu. Dan yang pasti, aku tak akan menyentuhmu sampai kau lulus SMA” ucapannya membuatku sedikit ragu.

“Kau janji tak akan melupakanku saat kau sukses nanti ? kau dan aku kan berbeda 4 tahun. Kau juga harus pergi ke Seoul tahun depan untuk debut boybandmu.” Tanyaku padanya dengan wajah sedikit memelas.

“Aku berjanji sebagai seorang namja yang bertanggung jawab. Kau akan kubawa kesana dan sekolah disana” jawabnya sambil mengacak-acak rambutku, “Kamu mau kan, jagiya ?”

“Aku sangat mau, oppa” kemudian aku memeluknya dan dia mencium keningku. Tak ada alasan aku menolaknya, ia sangat baik padaku dan kami sudah satu tahun lebih pacaran. Aku beruntung bisa memilikinya karena hanya dia yang aku miliki lagi selain ibuku.

_End of Flashback_

Di Seoul aku hanya tinggal dengannya. Itupun kalau ia sedang ada di rumah dan sedang tidak ada job. Dimana-mana terpampang poster nampyonku. Sebenarnya aku sangat bangga telah menjadi istrinya selama ini. Tapi aku harus menyimpan rasa bangga itu sendiri tanpa ada yang mengetahuinya. Aku mengerti dengan pekerjaannya sebagai idola, aku memutuskan agar aku tidak dipublikasikan.

“Lihat mereka di sana !” teriak para fans dan berlarian menuju sebuah mobil van  yang terparkir di depan gedung KBS studio. Aku hanya bisa memandangnya dari sebuah bus yang sedang aku naiki. Ia memakai baju berwarna coklat. Dan yang membuatku kaget adalah, baju itu adalah baju yang kubelikan untuknya dua bulan yang lalu. Aku tersenyum simpul memandangnya dari sini.

****

“Aku pulang. .” teriakku ketika aku sampai di apartemen yang ia beli untuk kami berdua. Aku selalu berharap ada yang menjawab ketika aku sampai di sini. Ketika sampai di rumah, aku selalu melihat foto-foto ketika kami menikah dulu. “Oppa, bogoshipeo” hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutku saat melihatnya di foto ataupun di TV. Aku selalu ingat wajahnya ketika ia memakai baju yang kubelikan kemarin. Love, naege wa neon like this so love, gidarin neoran girl true love.Handphoneku berdering, nada dering khusus untuknya.

From : Hyungjun Nampyon

Jagiya, aku tak pulang lagi.

Mianhae, mungkin besok aku

pulang .

Saranghae .Bogoshipeo. ^^

“Selalu saja begitu. Ireon !” aku sedikit kesal membaca sms itu. Aku melihat jam tanganku, jam masih menunjukkan pukul 2 siang. Apa dia sudah makan ? Aku mau ke studio KBS, aku akan buatkan makanan untuknya. Aku membuat sop ginseng ayam kesukaannya. Setelah selesai memasak, aku segera bergegas pergi menuju studio KBS.

Sesampainya di sana, banyak sekali fans SS501 yang berada di luar menunggu mereka semua keluar dari studio KBS. Sulit sekali masuk ke studio KBS, karena aku terdesak-desak oleh para Triple S itu. Security di sini tidak memperbolehkan para Triple S masuk ke dalam. Karena aku tidak juga berhasil masuk, aku pun menelepon Hyung oppa.

“Yoboseyeo” jawab Hyung oppa di seberang sana. Suaranya membuatku hampir menangis karena rasa rinduku padanya.

“Yoboseyeo, oppa. Aku membuat makanan untukmu, kau pasti belum makan kan ? aku ada di depan studio KBS,  aku tak bisa masuk. Aku harus bagaimana ?” tanyaku pada Hyung oppa.

“Titipkan saja pada security, aku akan mengambilnya sekarang juga. Kau titipkan sekarang” Ia menutup teleponnya. Ia seperti sedang berlari ketika aku bilang aku ada di depan studio KBS. Aku pun menitipkan makananku pada security. Tapi tak semudah itu menitipkan makanan pada security. Setelah menitipkan makanan itu, aku menjauh dari sana dan berdiri di seberang studio KBS. Dari kejauhan kulihat Hyungjun mengambil makanan dari security itu kemudian seperti sedang mencari-cari seseorang di tengah kerumunan orang itu. Aku tersenyum padanya dari seberang ketika kami bertatapan.

*****

Akhirnya aku terbebas juga dari kerumunan orang itu. Walaupun aku hanya melihatnya dari kejauhan, tapi sudah bisa mengobati kerinduanku padanya. Sebuah telepon masuk membuyarkan lamunanku.

“Yoboseyo” jawabku ketika aku mengangkat teleponku.

“Yoboseyeo Soori. Kau tidak apa-apa kan ? aku mengkhawatirkanmu.”

“Aku baik-baik saja, oppa. Bagaimana makanan yang kubuat ? enak tidak ?” tanyaku, berharap jawaban yang baik darinya.

“Enak sekali. Bahkan teman-temanku mengucapkan beratus-ratus kali kata enak ketika memakan bekal buatanmu. Haha” Hyung oppa tertawa kecil. Suara tertawanya yang khas membuatku menangis ketika mendengarnya.

“Bogoshipeo” ucapku sambil menahan isak tangisku agar tak di dengar Hyung oppa.

“Jagiya, kenapa kau menangis ? aku akan pulang besok. Buatkan makanan yang enak seperti tadi lagi, ya” suara Hyung opaa sangat senang ketika bilang dia akan pulang besok.

“Ne, akan kubuatkan untukmu” aku sedikit tertawa.

Saat melihat wajahnya, aku sempat berpikir bahwa aku ini sedang bermimpi. Bisa menikah dengan seorang idola para yoja di korea.

****

“Akhirnya beres juga” keluhku ketika aku selesai membereskan rumah dan menyiapkan makanan untuk aku dan Hyung oppa. Hyung oppa bilang padaku bahwa ia akan pulang jam 7 malam. Tapi 1 jam sudah lewat dari waktunya, makanan yang kubuatpun sudah menjadi dingin.

Ting tong. .

Tiba-tiba bel berbunyi, dan dengan sigap aku membuka pintu depan. Tanpa ragu-ragu aku langsung membuka pintunya.

“Hyung oppa !” teriakku ketika melihat siapa yang di depan pintu.

“Soori-ya . . Bogoshipeo” Hyung oppa memelukku dan membawaku kedalam apartemen.

“Kau kemana saja oppa ? Aku menunggumu daritadi. Makanan yang kubuat sudah menjadi dingin” aku sedikit khawatir dengan hyung oppa.

“Tadi aku sedikit ada urusan. Mianhae ya, Soori. Tak apa-apa, yang penting kau sudah buatkan makanan untukku” Hyung oppa tersenyum manis padaku. Hal itu yang membuatku rindu padanya. Senyumannya dan tawanya.

“Aku membuat sop ginseng ayam seperti kemarin. Kau sangat suka kan ?” aku menggandeng tangan Hyung oppa berjalan menuju meja makan.

“Ne, sangat suka” ia pun duduk di meja makan. Hyung oppa hanya membeli satu meja makan dengan dua kursi. Khusus untuk aku dan hyung oppa. Agar kami lebih mudah mengobrol.

“Oppa, kau tidur disini kan ?” tanyaku pada Hyung oppa yang focus pada makanannya.

“Ne, aku akan tidur disini. Tapi aku harus siaran malam di Music High, sekitar jam 2 pagi. Tak apa kan ?” Hyung oppa menatapku dengan kedua mata besarnya.

“Gwenchana. Aku bisa mengerti profesimu” jawabku dengan sedikit senyuman pahit untuknya.

Kami pun makan tanpa bicara apa-apa. Hyung oppa diam saja tanpa bicara sedikitpun sampai selesai makan. Kami pun duduk di sofa ruang TV dan menonton TV. Aku bisa merasakan hangatnya tubuh Hyung oppa ketika dia merangkulku. Tapi ketika aku akan menonton TV, ia mematikan TVnya.

“Soori” panggilnya lembut, membuatku  menoleh ke wajahnya.

“Mworago ?” jawabku.

“Kau jangan marah ya saat aku mengatakan ini”

“Ne oppa”

“Adikku akan membuat album baru. Aku menyuruhnya untuk tinggal disini sementara. Boleh kan ?” Tanya Hyung oppa. Aku agak ragu-ragu untuk menjawabnya. Masalahnya adalah, aku belum pernah bertemu dengan adik Hyung oppa. Aku tidak tahu bagaimana orangnya dan bagaimana sifatnya. Tapi aku yakin dia orang yang baik seperti kakaknya.

“Baiklah oppa. Mmm. . Tapi disini hanya ada satu kamar. Dia akan tidur dimana ?” Tanyaku pada Hyung oppa.

“Dia akan tidur di sofa. Dia hanya sebulan tinggal disini. Dan aku janji, aku akan sering pulang” Hyung oppa tersenyum padaku.

“Harus. Kau tidak mau kan istrimu ini di rebut adikmu ?” aku menggembungkan pipiku. Hyung oppa hanya tertawa kemudian mencubit pipiku, “Oh iya. Kapan adikmu datang ?”

“Mungkin besok atau lusa. Ayo tidur” sahut Hyung oppa sambil berdiri dari kursi. Aku mengikutinya dari belakang kemudian tidur di kamar kami.

*****

Pagi harinya Hyung oppa sudah tidak ada di kamar lagi. Ternyata ia benar-benar pergi untuk siaran di Music High. Sebenarnya aku sangat ingin setiap pagi ada yang mengucapkan Selamat Pagi padaku. Memberikan senyuman hangatnya setiap pagi untukku. Tapi itu semua hanya harapanku, Hyung oppa harus berangkat pagi-pagi sekali untuk siaran di Music High setiap harinya.

“Aish ! Aku lupa. Persediaan makanan Hyung oppa harusnya habis hari ini. Adiknya pun akan datang, sepertinya aku harus belanja” aku pun berganti baju dan segera pergi ke supermarket di dekat apartemenku. Aku memilih makanan yang disukai Hyung oppa. Saat aku akan mengambil snack kesukaan Hyung oppa, seorang namja juga akan mengambil snack itu.

“Ah. Mianhaeyo” ucapku ketika tidak sengaja aku memegang tangannya.

“Gwenchana” jawabnya. Wajahnya sangat mirip dengan Hyung oppa, senyumnya,  bahkan suaranya pun mirip.

“Kau adiknya Hyung Jun oppa ?” tanyaku pada namja itu.

“Ne. Kau Soori noona ?” tanyanya balik.

“Keurae. Siapa namamu ? Kenapa kau tidak langsung ke apartemen ?” aku mencoba berbicara dengannya.

“Kim kibum imnida. Aku ingin membeli snack untuk di apartemen nanti” ia tersenyum padaku.

“Tidak usah Kibum, kakakmu menyuruhku membeli banyak snack untukmu” aku membalas senyumnya.

“Kamsahamnida noona” kali ini dia membungkuk di hadapanku. Aku dan Kibum pun keluar dari supermarket itu. Setelah mengobrol dengannya, aku baru tahu bahwa dia itu lebih tua dariku. Tapi aku ini kakak iparnya, jadi dia tetap memanggilku noona.

*****

“Ini apartemen Hyungjun hyung ?” tanyanya ketika kami sampai di apartemen.

“Ne, tepatnya apartemen kami” aku tersenyum lebar ketika mengatakan itu.

“Aaaaa. .raseo” ia pun tertawa, “boleh aku lihat foto pernikahan kalian noona ?”

“Tentu saja” jawabku.

Aku memperlihatkan foto pernikahan kami saat di Gwangju dulu. Dia tertawa melihat kakaknya berdiri di pelaminan. Ternyata Kibum sama seperti Hyung oppa. Dia orang yang ramai dan mudah diajak bicara. Kami pun mengobrol banyak, menceritakan Hyung oppa ketika kecil. Waktu pun terasa sangat cepat, hingga bulan sudah menampakkan dirinya di langit malam.

“Aku harus masak makan malam. Hyung oppa sepertinya akan pulang menyambutmu” aku berdiri dari kursiku lalu berjalan ke dapur.

“Aku mandi dulu noona” sahutnya dari ruang TV.

Tak berapa lama bel pun berbunyi. Sepertinya Hyung oppa sudah datang, dia benar-benar menepati janjinya.

“Hyung oppa . . .” ucapku manja ketika membukakan pintu.

“Kibum sudah datang ? Kenapa kau tidak meneleponku ?” Hyung oppa masuk ke dalam apartemen kami tanpa menghiraukanku.

“Mian, aku lupa. Tadi aku megobrol banyak dengannya, jadi aku lupa meneleponmu” aku mencoba senyum pada Hyung oppa.

“Gwenchana Soori-ya” dia memberikan senyum hangatnya untukku lalu mencubit pipiku.

“Kau sudah pulang hyung ?” sahut Kibum ketika keluar dari kamar mandi.

“Ne, kalian sudah makan ?” tanya Hyung oppa padaku dan Kibum.

“Belum, aku baru mau masak. Kalian bisa menunggu kan ?” jawabku.

“Tak usah, kita makan di luar saja. Meja makannya hanya untuk dua orang, kasihan kan dongsaengku ini ?” Hyung oppa mengacak-acak rambut Kibum. Kibum hanya memanyunkan bibirnya

Akhirnya kami pun makan di luar. Karena hari sudah malam, tidak banyak orang yang berkeliaran di luar rumah. Jadi dengan leluasa Hyung oppa dapat merangkulku. Kami pun makan di sebuah restoran yang tidak terlalu ramai pengunjung, agar kami tidak di ganggu para Triple S.

“Kau siaran malam lagi Hyung oppa ?”tanyaku ketika kami sedang makan.

“Anni, aku libur hari ini. Aku ingin menghabiskan waktu dengan kau dan Kibum” dia tersenyum kepadaku yang berada di sebelahnya.

“Kau libur atau meliburkan diri hah ?” aku bertanya lagi.

“Libur, Soori-ya. Kau tidak percaya padaku ?” wajahnya sengaja di dekatkan ke wajahku.

“Kau ini” aku mendorong wajahnya, “Ne, aku percaya padamu” aku menjulurkan lidah pada Hyung oppa. Aku dan Hyung oppa malah saling mengejek satu sama lain.

“Kalian membuatku iri saja” sahut Kibum yang melihat kami malah bercanda berdua.

“Mwo ? Kau iri dongsaeng ? kau ini kan masih kecil, belum waktunya. Hahaha” Hyung oppa tertawa mengejek. Aku juga ikut-ikutan tertawa mendengarnya.

“Lihat saja. Aku akan mendapatkan yoja yang lebih cantik dari Soori noona” jawab Kibum dengan wajah kesal.

“Tak ada yang lebih cantik dari Soori, dia yang paling cantik untukku” sahut Hyung oppa sambil menarik badanku ke pelukannya dan berhasil membuatku wajahku memerah tak karuan.

“Terserah kau saja hyung” Kibum terlihat pasrah dengan ucapan Hyung oppa.

Aish ! >.< pasti mukaku sangat merah sekarang ini. Hyung oppa memujiku secara tidak langsung. Kami pun segera pergi dari tempat itu setelah selesai makan. Kami bertiga berjalan-jalan di sekitar jalanan kota Seoul. Aku dan Hyung oppa berjalan berdua, sedangkan Kibum berjalan sendirian. Sepertinya Kibum benar-benar iri melihat kami berdua. Dia hanya diam melihat aku dan Hyung oppa bercanda sepanjang jalan.

*****

“Akhirnya sampai juga di apartemen” Hyung oppa mengeluh dan duduk di sofa bersamaan dengan Kibum.

“Aku lelah sekali” Kibum terlihat sangat lelah. Aku pun ikut duduk di sofa bersama mereka berdua.

“Aku ambilkan minum, ya” saat aku akan berjalan, Hyung oppa menarikku kembali duduk di sofa.

“Anni, kau lelah juga kan ? duduk saja, kami tidak haus” ucap Hyung oppa sambil mengelus rambutku.

Sudah jam 11 malam, aku, Hyung oppa, dan Kibum masih duduk di ruang TV. Mereka bermain kartu sambil mencoret-coret muka mereka. Aku pun tertidur di sofa dan saat aku bangun, aku sudah berada di kamar lalu bertanya pada Hyung oppa.

“Kibum benar-benar tidur di luar ?”

“Ah, aku membangunkanmu, jagiya”

“Anniyo, aku memang belum tidur pulas. Dia benar-benar tidur di luar ?” tanyaku sekali lagi.

“Ye Soori-ya. Sudah tak usah kau pikirkan. Ayo tidur” Hyung oppa memelukku, “ Saranghaeyo Soori. Aku janji akan selalu menjagamu dan tak akan menyakitimu”  bisik Hyung oppa. Aku tersenyum kemudian memeluk Hyung oppa. Aku pun tidur di dalam pelukannya.

#####

Kim Hyung Jun P.O.V

“Selama seminggu ini aku akan sibuk sekali Kibum. Aku percayakan Soori padamu Kibum-ah” ujarku ketika kami sedang bermain kartu.

“Ne hyung, aku tahu bagaimana keadaanmu saat ini” Kibum memegang bahuku.

“Gomawo Kibum. Jangan kau biarkan dia menonton TV sampai aku jelaskan semuanya pada dia. Walaupun berita ini tidak benar, tapi aku tidak mau dia terluka karena berita ini” ucapku.

“Ne, araseo hyung” jawabnya lagi.

Beberapa menit kemudian, aku membereskan kartu yang sedang kumainkan kemudian menggendong Soori.

“Maaf ya Kibum. Kau harus tidur di sini” ujarku sambil mencoba mengangkat Soori dari kursi.

“Gwenchana hyung” jawab Kibum dengan sebuah senyuman.

Aku pun menggendong Soori dan kemudian membawanya ke kamar. Aku sangat merasa bersalah pada Soori. Mianhae Soori.

#####

Soori P.O.V

Saat aku bangun, Hyung oppa dan Kibum sudah tidak ada. Sepertinya mereka lari pagi di sekitar sini. Aku pun membuat sarapan, dan menyusunnya di meja ruang TV. Sebelum beres memasak Kibum sudah datang terlebih dahulu.

“Mana Hyung oppa ?”tanyaku pada Kibum.

“DIa berangkat pagi-pagi sekali. Dia mau rekaman album barunya, jadi dia harus datang pagi ke studio rekaman” jawabnya sambil mengambil makanan yang sudah ada di meja ruang TV.

“Ya ! Jangan kau ambil ! Itu untuk Hyung oppa !” teriakku dari dapur. Wajahnya terlihat bingung yang hampir menyuapkan makanan ke mulutnya.

“Tapi kan dia tidak ada. Sudah, aku makan ya” dia menyuapkan makanan itu ke mulutnya.

“Ah, kau ini. Mandi dulu sebelum makan. Cepat !” perintahku pada Kibum. Dia tidak mendengarkanku dan segera masuk ke kamar mandi.

*****

Akhir-akhir ini aku selalu di antar Kibum ke sekolah. Dan anehnya lagi, Kibum selalu tak mengizinkanku untuk menonton TV. Aku tak tahu ada apa dengan Kibum dan Hyung oppa. Aku tahu mereka pasti menyembunyikan sesuatu yang tidak mau aku tahu.

Suatu hari, aku dan Hyung oppa berjalan-jalan di taman dekat apartemen kami. Karena malam, jadi kami tak perlu khawatir dengan orang-orang yang mondar-mandir di hadapan kami.

“Mianhae Soori-ya” ujar Hyung oppa tiba-tiba dan aku pun menghentikan langkahku.

“Untuk apa ?” tanyaku pada Hyung oppa.

“Mian, aku tak bisa menepati janjiku” jawabnya.

“Anni, oppa. Kau sudah menjagaku selama ini dan tak pernah meyakitiku kan ?” aku memberikan senyumanku pada Hyung oppa.

“Aku tak bisa jujur padamu sekarang. Nanti akan kujelaskan kalau waktunya tepat” Hyung oppa tersenyum kemudian berjalan duluan meninggalkanku.

Ada apa dengan Hyung oppa ? tak bisaanya dia seperti ini. Aku pun berjalan mengikuti Hyung oppa.

*****

Suatu hari, di depan sekolahku sangat ramai sekali. Ada apa ya ? Aku pun mencoba menerobos kerumunan orang itu, kulihat beberapa orang namja yang sepertinya sedang melakukan shooting iklan. Dan salah seorang dari namja itu sudah tidak asing lagi bagiku. Dialah nampyonku, dia sedang shooting untuk iklan terbarunya. Aku berdiri di sana sekitar beberapa menit. Tapi tiba-tiba, ada seorang wanita yang memeluk Hyung oppa dari belakang dan mereka terlihat sangat mesra. Oppa ? dengan wanita itu ? Badanku langsung lemas seketika. Hatiku seperti di tusuk-tusuk ribuan jarum yang sangat tajam. Aku segera keluar dari kerumunan orang itu dan berlari menuju taman di dekat apartemenku. Aku duduk di salah satu bangku taman dan kemudian menangis sambil memeluk lututku dan menenggelamkan kepalaku diantara kedua lututku.

“Soori noona ?” suara seseorang membuatku menoleh padanya.

“Kibum-ah” jawabku. Kibum kemudian duduk di sebelahku dan terlihat sangat mengkhawatirkanku. Setelah kejadian tadi, aku jadi ingat Kibum tidak memperbolehkanku menonton TV selama beberapa hari ini.

“Jadi ini alasannya, kau tidak memperbolehkanku menonton TV ?” tanyaku pada Kibum.

“Maksud noona ?” jawab Kibum dengan sedikit heran.

“Karena Hyungjun oppa memiliki hubungan dengan seorang wanita di luar sana kan ?” tanyaku lagi diselingi isak tangisku.

“Mwo ?! kau sudah tahu noona ?” jawabnya dengan wajah yang sangat kaget, “Tapi, itu hanya gossip noona, itu tidak benar” jelas kibum.

“Gosip ? Dia dipeluk oleh seorang wanita di depan mataku hanya gossip ?” aku menghapus airmataku dan bicara dengan nada tinggi pada Kibum

“Kau. .melihatnya sendiri ?” wajah Kibum terlihat semakin pucat.

“Ne, kau kaget kan ? Maaf Kibum, aku harus pergi sekarang. Aku mau menenangkan diri” aku pergi dari bangku taman itu. Dan meninggalkan Kibum sendirian di bangku taman itu.

Aku berjalan tanpa tentu arah. Aku memutuskan untuk pulang ke apartemen dan menyendiri di dalam kamar. Aku duduk di pojok tempat tidur sambil menghadap ke kaca yang memperlihatkan pemandangan kota Seoul. Aku selalu ingat ketika Hyung oppa membeli apartemen ini. Aku mengingat-ingat kembali kejadian yang pernah terjadi di sini. Dulu, sebelum Hyung oppa menjalani debut boybandnya, kami sering manghabiskan waktu bersama. Tapi sekarang, dia mungkin sudah lupa kejadian-kejadian itu. Atau mungkin dia sudah lupa dia memiliki istri. Airmataku mengalir begitu saja saat ingat kejadian tadi siang. Aku masih belum percaya Hyung oppa tega melakukan itu padaku.

#####

Kim Hyung Jun P.O.V

Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskan hal ini pada Soori. Aku belum menemukan waktu yang tepat untuk menjelaskannya. Maafkan aku Soori, aku selalu mencintaimu.

“Cepatlah Hyungjun, nanti anak-anak sekolahan itu bubar” perintah Hyunjoong padaku.

“Ne, sabar-sabar” jawabku sambil membereskan beberapa baju untuk shooting iklan nanti, “Kajja !” sahutku setelah menutup resleting tasku.

“Hyungjun oppa, kau mau kemana ?” tanya seorang wanita ketika aku dan Hyunjoong berjalan keluar dari dorm.

“Ah Sunny. Kami mau shooting iklan di depan SMA Konkuk. Kau mau ikut ?” Hyunjoong menjawab tanpa persetujuan dariku.

“Hyunjoong, apa yang kau lakukan ? Aku tak mau dia ikut” ujarku sambil sedikit berbisik pada Hyunjoong. Aku tidak suka Sunny selalu mengikutiku. Akhir-akhir ini kami sering di gosipkan pacaran karena sering terlihat paparazzi sering jalan berdua. Sebenarnya Sunny yang selalu mengikutiku dan mengejar-ngejarku. Tapi managementku menyuruhku untuk menanggapinya untuk popularitas boybandku. Itulah alasannya kenapa aku tak membolehkan Soori menonton TV. Aku tak mau Soori mengetahui hubunganku dengan Sunny.

“Tak apa Hyungjun, dia kan pacarmu” jawab Hyunjoong. Bahkan teman-temanku menganggap Sunny sebagai pacarku.

“Ayo Hyungjun oppa. Kita berangkat” Sunny menggandeng tanganku dan membawaku keluar dari apartemen.

*****

“Kalian lama sekali ? Anak-anak sekolahan sudah bubar sekarang” ujar Youngsaeng ketika kami sampai di lokasi shooting iklan.

“Mianhaeyo oppa. Tadi mereka menungguku” jawab Sunny dengan percaya diri.

“Ya sudah tak apa. Ayo !” sahut Kyu Jong. Mereka semua selalu baik pada Sunny. Tapi aku tak bisa melakukan itu. Aku harus menepati janjiku pada ibunya Soori.

Akhirnya shooting iklan di tunda karena semakin banyaknya orang yang bergerumul di sekitar lokasi. Saat aku sedang membereskan pakaianku, tiba-tiba Sunny memelukku dari belakang. Aku harus mencoba tersenyum di depan Sunny. Orang-orang di sekitarku teriak karena melihat Sunny memelukku.

“Sunny, apa yang kau lakukan ?” tanyaku sambil mencoba melepaskan pelukan Sunny.

“Aku ingin memelukmu oppa” jawabnya dengan nada manja.

“Anni, lepaskan aku” aku berhasil melepaskan tangan Sunny dari badanku. Aku segera pergi dari tempat itu dan masuk ke dalam van yang terparkir tak jauh lokasi shooting dan mengunci pintunya. Soori, aku ingin bertemu denganmu, aku ingin menjelaskan semuanya padamu. Selama perjalanan menuju dorm, aku tak bicara apa-apa. Aku masih merasa bersalah pada Soori. Handphoneku tiba-tiba berdering, panggilan masuk dari, Kibum ??

“Yoboseyeo” jawabku.

“Yoboseyeo hyung. Aku harus bicara penting padamu, ini tentang Soori” jawabnya dengan nada terburu-buru.

“Ada apa dengannya ?” aku membenarkan dudukku.

“Dia sudah mengetahui hubunganmu dengan Sunny. Bahkan dia melihat kau di peluk olehnya. Kau itu ceroboh sekali hyung” ucapan Kibum membuatku kaget dan membuat teman-temanku menoleh padaku. Soori  melihatku dengan Sunny ?

“Kibum, tolong kau jaga dia. Aku segera pulang !” aku menyuruh sopir untuk memberhentikan mobilnya.

“Ada apa Hyungjun ?” tanya Jungmin tiba-tiba.

“Tidak, cepat turunkan aku” aku mencoba tenang pada mereka. Setelah mobil berhenti, tanpa basa-basi lagi aku langsung turun dan menyeberang jalan menuju apartemen. Kebetulan apartemenku tak jauh dari tempat aku turun dari van tadi. Aku segera berlari menuju rumahku dan membuka pintunya.

-tbc-

__________________

Jangan jadi silent reader . .

kasih comment ya  . .

gomawo . . ^^

3 thoughts on “[FanFic] This is My Life (Part 1)

  1. Waaaah..
    Kaget soori nikah diumur 15 tahun.. Muda banget ?? -_____-‘
    Hyung Oppa juga imannya kuat ya, salut deh #plak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s